Tiada seorang pun yang pernah bisa memikat perhatian ku, tapi tidak di hari itu..
13 April 2022, di saat hari ulang tahunku tak ada seorang satupun yang memerhatikan ku atau memberi ku selamat
Itu sudah biasa bagiku tapi jujur ku sedih..
Jam 15.30 sepulang sekolah ku pergi ke pantai galau, disana ku duduk di pinggir pantai sembari merenungi nasibku, ku hanya melihat air jernih yang tenang..
Tak terasa hari mulai gelap tapi tak ada niatku tuk pulang
Jam 18.27 senja mulai muncul "indahnya senja itu, andai ku menjadi senja pasti banyak yang memerhatikan dan mengagumi ku" curhatku. "Jangan dong, kalau kamu menjadi senja, saya tidak bisa berada di dekatmu" ujar lelaki yang membuat ku kaget, ku tak tau siapa itu. Tinggi nya sekitar 170 an, badannya kekar, rambutnya hitam kecoklatan, wajahnya seperti keturunan Belanda dan ku tebak umurnya sekitar 16-18 tahun.
Lelaki itu duduk di sebelahku ku tapi ku hanya diam keheranan "nama kamu Aprilia kan? Kenalin saya diedrick" ia mengenalkan dirinya.
Walaupun heran, ku hanya bisa diam
"Selamat ulang tahun ya, saya tau kamu heran akan keberadaan saya yang tiba tiba" ujarnya "kamu tidak perlu tau mengapa saya bisa tau nama kamu dan ulang tahun kamu" lanjutnya
Tak ada jawaban dariku, dia pun diam
Hening pun terjadi di antara kita
Jam 18.32 ku memutuskan tuk pulang,tapi ada yang membuatku terkaget saat pulang. Pada saat ku menoleh ke sebelah, ku tak lagi melihat lelaki yang bernama diedrick itu, padahal ku tak terasa kalau ada yang pergi.
"Gapeduli deh, sepertinya sudah pergi diam diam mungkin takut menggangguku" aku berfikir positif
Sesampai di rumah ku rasanya seperti gelisah terus memikirkan 'diedrick itu siapa yah??' Tapi Karna ku lelah dengan semua pikiran yang campur aduk ini, aku memutuskan untuk tidur lebih awal saja.
Keesokan harinya aku terbangun pada saat jam 05.47 karena ada suara yang membangunkan ku "Aprilia.. bangun, hari sudah mulai cerah.. kamu harus segera siap siap dan berangkat ke sekolah.." dengan suara yang lembut dan sedikit lirih di telingaku, suara lelaki ini terasa familiar dan membangunkan ku dari tidur nyenyak ku "siapa kamu? Mengapa kamu berada di kamarku?" Ujarku heran sambil mengusap mata yang tidak gatal. Saat aku membuka mata betapa kagetnya aku dibuatnya Karena ada seorang lelaki yang berdiri di depan ku, yaa!! Dia adalah diedrick, tak tau bagaimana caranya ia bisa masuk ke kamarku.
Diedrick menatap ku lama lalu mengurai senyum di bibirnya, aku hanya terdiam melihat tingkah laku diedrick yang aneh ini sambil waspada pada dirinya. "Kau membutuhkanku Aprilia, kita akan sering bertemu nanti." Setelah mengatakan kalimat tersebut ia pergi menutup pintu kamarku dan aku buru-buru membuka pintuku lagi tapi aku sudah tidak melihat sosok diedrick.
Aku tertegun dan menyadarkan diriku yang tengah melamunkan hal-hal aneh yang barusan terjadi padaku, aku langsung pergi untuk mandi dan pergi sekolah Karna aku hampir terlambat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, aku di sambut oleh keberadaan diedrick tepat di depan gerbang sekolahku, namun ada yang aneh darinya, diedrick di tabrak oleh salah satu murid namun murid itu menembusnya, seolah olah aku melihat makhluk tak kasat mata dan hanya aku yang bisa melihatnya?! Aku tak menghiraukan diedrick, aku bertingkah seolah tak melihatnya dan segera masuk ke kelas.
Sesampai di kelas, ku melihat diedrick di ujung kelasku "apa apaan ini, apakah ada yang tidak beres denganku?! Kok dia bisa ada disitu??" Batinku.
Rasanya tak mau ku hiraukun, ku langsung duduk di kursi ku dan mengeluarkan buku pelajaran. Sepanjang pelajaran dimulai rasanya ku tak bisa fokus karna tingkah diedrick yang membuatku salting, mulai dari mengelilingi meja guru, mengikut gerak gerik guru dan hal hal konyol lainnya. Tanpa ku sadari, ku tersenyum melihat tingkah nya hingga tertawa kecil. Tapi tiba tiba guru menegurku "APRILIA PAHAM APA YANG DI JELASKAN IBU?" bentak guru yang membuatku terkejut "tidak bu.." jujur ku karna sepanjang pelajaran ku hanya fokus kepada diedrick. "KAMU LEBIH BAIK KELUAR SEKARANG DARIPADA MENGGANGGU FOKUS MURID LAIN" bentak guru ku lagi, "baik bu.." jawabku pasrah sembari menahan malu.
Aku pun duduk di kursi depan kelasku
"Hahaha.. kasian di keluarin" ujar lelaki yang tiba tiba ada di sebelah ku, ya dia adalah diedrick. "Heh kamu ini bikin kaget saja, hufftt ini juga karna kamu tauu!!" Jawabku. Karna bosan hanya duduk di depan kelas dan tak melakukan hal apapun, aku pun berbicara dengan diedrick, mulai dari membicarakan hal lucu sampai masa lalunya. Sepanjang bercerita rasanya ada benih cinta yang tumbuh di diriku.. apakah aku suka kepada diedrick?! Tak lama kemudian, bell istirahat pun berbunyi "udah dulu ya bicara nya, aku mau makan dulu. Nanti kita bicara lagi pas udah pulangan" pamit ku kepada diedrick. "Baiklah, selamat makan Aprilia" jawabnya sembari tersenyum manis. Aku pun ke kantin dan makan bersama temanku, di sepanjang makan teman temanku saling berbicara tapi tidk denganku. Ku hanya diam sembari makan dan memikirkan diedrick "dilihat lihat diedrick itu ganteng yah.. apalagi pas senyum, hihihi jadi pengen cubit pipinya. Jangan jangan aku suka lagi sama dia.." batinku.
Bell tanda selesai istirahat pun berbunyi, ku bergegas membayar makananku dan berjalan menuju kelas.
Singkat cerita pulangan pun tiba, ku menaruh buku ke tas lalu pulang. Tanpa di sangka ternyata diedrick sudah menungguku di gerbang. "Jalan bareng aku yaa, takut kamu di ganggu selama perjalanan pulang" ajak diedrick. "Haha siapa juga yang mau ganggu aku, tapi gapapa deh.. ayo jalan" jawabku sembari tertawa kecil. Selama perjalanan aku berbicara dengannya, seru sekali rasanya saat bercerita di jalan pulang. "Assalamualaikum pak ustadz" salamku saat melihat ustadz masjid daerahku menyiram tanaman di depan rumah nya, "ehh, waalaikumsalam neng April" jawabnya sembari kaget. "Neng April coba sini dulu" ujar pak ustadz, "iya pak, ada apa?" Jawabku penasaran. "Eneng gak apa-apa kan? Kok aura eneng kelihatan gelap" pertanyaan ustadz kepadaku, "eh aura apaan pak ustadz? Saya tidak apa-apa kok" jawabku heran. "Neng.. kalo boleh tau, yang di belakang itu siapa Eneng yah?" Tanya pak ustadz lagi, "pak ustadz bisa melihatnya? Dia diedrick, dia temanku yang selalu menemaniku sekarang.." jawabku, "neng, sebaiknya jangan dekat dengan dia.. sebagaimana pun dia tetaplah iblis yang menjelma. Saya takut Eneng tidak bisa mendapatkan kan jodoh karna dilihat-lihat dia menyukai Eneng, makanya dia selalu menemani Eneng" jelas ustadz yang membuatku haran dan tercengang. "Hahh?! Yang bener pak?! Waduh gimana dong, saya takut tidak dapat pasangan.." jawabku kaget. "Gini aja neng, saya ruqiah Eneng dan menyuruh nya tuk pergi" tawar pak ustadz, "Hm.." sedihku karna tau diedrick akan pergi dariku, "yaudah deh pak, gapapa, aku mau di ruqiah.." jawabku sedih. "Yaudah neng, ayok sekarang ke masjid. Ruqiah nya di masjid aja sekalian salat asar di masjid" ajak pak ustadz, "oke pak, saya pulang dulu ganti baju lalu ke masjid" pamitku kepada pas ustadz, "iya neng, hati hati ya" jawab pas ustadz, ku membalasnya dengan senyuman lalu pergi
Di sepanjang jalan pulang ini ku merasa kesepian Karna diedrick yang tiba tiba hilang tak tau kemana. Sesampai di rumah ku mandi lalu pakai baju, mengambil mukena dan segera ke masjid.
Sesampai di masjid, terdengar adzan berkumandang. Singkat cerita selesai salat, ku di panggil oleh pak ustadz. Ruqiah pun di mulai, ku hanya bisa mematuhi perintah pak ustadz sembari sedih yang tak karuan karna akan meninggalkan diedrick. Ruqiah pun selsai, pak ustadz menyuruhku meminum air yang sudah dibaca. "Gimana perasaanya neng? Baik baik aja kan? Sosok itu titip pesan buat Eneng, katanya 'jaga diri yang baik ya, saya akan selalu mengawasi mu dari kejahuan' dia membuat perjanjian kepada saya, dia akan pergi dari Eneng dan mengawasi Eneng dari kejahuan, saya setuju selagi itu tidak membahayakan Eneng" tanya dan jelasnya sembari ku meminum air yang diberikan. Rasanya hati ku hancur, sedih dan terharu... Tak terasa air mataku keluar, betapa tulusnya diedrick terhadapku... "iya pak, saya baik baik saja... Terimakasih sudah membantuku dan membiarkan dia mengawasiku" jawabku sembari mengusap air mataku. "Iya Eneng, sama-sama. Sekarang Eneng bisa pulang dan tenangkan diri" jawab pak ustadz, "baik pak, saya pulang dulu. Assalamualaikum" pamitku, "waalaikumsalam, hati-hati ya neng" salam balik pak ustadz, "siap pak, terimakasih" jawabku lagi sembari tersenyum.
Singkat cerita hari-hari ku pun terasa hampa tetapi ada yang berbeda, aku selalu merasakan keberadaannya tetapi tak bisa melihatnya.
Terkadang aku kangen dengannya tapi apa boleh buat, itu juga demi masa depanku.. aku hanya bisa pasrah.
5 tahun kemudian, ku sudah berumur 20 tahun. Aku sudah memiliki pasangan dan teman yang selalu menemaniku, berbeda seperti dulu.. aku sudah menjadi anak yang ceria dan memiliki hidup yang tak hampa.
Tapi ada kalanya ku memikirkan diedrick dan merasakan keberadaannya...
"Terimakasih diedrick, aku tidak akan melupakan mu dan masa-masa kita bersama" batinku sembari duduk di pinggir pantai galau, tempat pertama kali ku bertemu dengannya.
~tamat.