Liya, anak tunggal kelahiran 2009 yang tengah duduk di bangku kelas 8 di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) yang terletak di kota Kalianda, Lampung Selatan.
Di suatu pagi, ketika matahari pagi telah nampak bersinar cerah, Liya hendak berangkat menuju sekolah diantar oleh ibunya. Di perjalanan menuju sekolah, Liya mengutarakan keinginannya kepada sang ibu.
"Bu, Liya nanti ingin sekali melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Negeri favorit di Lampung".
lalu ibu Liya menjawab sembari memberi motivasi kepada Liya.
"Iya...kalau Liya nanti ingin sekolah disana, belajar yang giat ya nak".
"Iya Bu, Liya akan belajar dengan giat supaya nanti Liya bisa sekolah disana".Jawab Liya dengan nada semangat.
Keesokan harinya di jam terakhir, kelas Liya terdapat mata pelajaran bahasa Inggris, seperti biasa di jam bel pergantian pelajaran Liya mempersiapkan buku mata pelajaran selanjutnya yaitu bahasa Inggris, beberapa menit kemudian guru bahasa Inggris Liya, miss Dewi masuk kelas sembari menebar senyum sumringah nya kepada siswa/i dikelas yang nampaknya sudah lelah di jam mata pelajaran siang.
"Good afternoon student?, How are you today?". sapa miss Dewi kepada kami.
"Good afternoon miss, i'm fine thank you". jawab kami serentak.
Di tengah-tengah pembelajaran, ketika kami sedang mencatat materi, miss Dewi bertanya
"Disini ada Liya?, coba maju kedepan". Tanya miss Dewi.
Lalu Liya maju kedepan dengan wajah penasaran.
"Maaf miss, ada apa miss memanggilku". Tanya Liya.
"Liya, miss memanggil Liya kemari karena Miss ingin menawarkan Liya untuk ikut serta dalam perlombaan pidato spontan yang di adakan oleh Madrasah Aliyah Negeri favorit pekan depan". Jawab miss Dewi
Dengan wajah sumringah dan penuh semangat, Liya menjawab
"Yang benar miss?, aku akan diikut sertakan mewakili sekolah dalam ajang lomba itu pekan depan?". Tanya Liya
"Benar Liya, miss yakin kamu bisa. Liya bersedia kan?". Tanya miss Dewi.
"Iya, miss Liya bersedia". Jawab Liya dengan penuh semangat.
"Baiklah,mulai besok kita akan bimbingan ya Liya, untuk persiapan lomba pekan depan". Ucap miss Dewi.
"Baik miss". Jawab Liya.
Liya adalah seorang anak yang sudah sedari sekolah dasar menggeluti minat dan bakatnya di dunia literasi, dan juga berpidato, juga tak jarang ia mememanangkan beberapa perlombaan pidato dan mempunyai beberapa karya cerita pendek yang sudah di bukukan. Sehingga tak heran jika miss Dewi menunjuknya menjadi salah satu perwakilan sekolah dalam ajang perlombaan.
Liya terus giat berlatih publik speaking dan selalu semangat ketika bimbingan, karena jika Liya masuk final, ia akan berjuang langsung di Madrasah favoritnya itu.
Orang tua, keluarga, wali kelas, guru-guru serta teman-teman Liya selalu mendukung dan mendoakan Liya agar bisa masuk ke final dan berjuang langsung di Madrasah favorit.
Lika-liku perjalanan terus dilalui Liya, tak jarang Liya mendapat cemoohan dari teman-temanya yang sangat menguji kesabaran, tak sedikit yang seakan merendahkan kemampuan nya dan menganggap tak akan mungkin Liya akan mampu menjadi juara, mengingat saingan Liya yang berjumlah cukup banyak dari masing-masing daerah. Tetapi Liya tak menghiraukan sedikitpun orang-orang
yang merendahkan nya, Liya selalu tersenyum ketika orang lain merendahkan nya dan menjadikan apa yang dikatakan orang tersebut motivasi nya untuk bangkit lebih kuat dan membuktikan bahwa ia mampu melawan cemoohan tersebut dengan hasil yang nyata sebagai juara.
Satu pekan telah berlalu, sampailah hari dimana babak penyisihan perlombaan tersebut berlangsung, melalui zoom meeting perlombaan pidato spontan tersebut akan dihadapi Liya. Tak sedikitpun rasa takut akan kegagalan menghantui Liya, tetapi sebaliknya rasa keinginan akan kemenangan yang justru ada dalam pikiran Liya.
Hari yang menegangkan telah berlalu, saat itu Liya sudah menyerahkan hasil dari ikhtiar dan doa nya kepada Allah SWT dan tinggal menunggu esok, akankah kabar baik datang ataukah mungkin sebaliknya, Liya terus menerus berdoa dan meminta kepada sang kuasa.
"Ya Allah Maha segala-galanya, Maha mengetahui apa yang akan terjadi, hamba memohon kepada-Mu tentang hasil akhir yang baik atas usaha dan doa yang selalu hamba langitkan kepada-Mu ya Allah, berikanlah kasih sayang-Mu kepada hamba-Mu ini yang mengharapkan hasil baik esok". Doa Liya dalam tahajud nya.
Keesokan harinya pengumuman finalis telah di kirim, Liya melihat dengan jeli satu persatu nama-nama finalis sembari melafalkan kalimat "Bismillahirrahmanirrahim" lalu ia melihat namanya di urutan finalis ke-5 dan satu-satunya perwakilan dari kabupaten yang akan mewakili ke tingkat provinsi.
Dengan rasa haru dan bahagia hingga air mata yang tak terbendung, Liya memberi tahu ibunya bahwa ia masuk sebagai finalis dalam lomba yang diadakan Madrasah impiannya.
"Ibu, Liya masuk sebagai finalis dan akan berangkat langsung ke madrasah impianku". Liya memberi tahu sang ibu dengan penuh kegembiraan.
"Kamu tidak salah lihat nak? Coba lihat kembali". Jawab ibu Liya seakan tidak menyangka.
"Tidak bu, ini nama Liya di urutan finalis ke-5". Ucap Liya meyakinkan ibunya.
Ibu Liya tidak menyangka, anak semata wayangnya tersebut berhasil lolos menjadi finalis di ajang kompetisi yang di adakan Madrasah favorit nya itu.
2 hari kemudian Liya berangkat ke Madrasah favoritnya dengan hati gembira dan keyakinan akan membawa pulang piala kemenangan. Di antar oleh dua guru pembimbingnya yaitu pak Ryan dan umi Nisa.
Tak disangka setelah berkompetisi di madrasah Aliyah Negeri favorit tersebut, Liya berhasil membawa pulang juara. Bahagia, haru, bangga, juga tak menyangka itulah yang dirasakan Liya dihari kemenangan itu.
Dengan memboyong piala juara Liya pulang ke rumah sambil memeluk erat ibunya. Ibu Liya dengan bangga menyambut anaknya dengan rasa haru dan bangga.
Usaha keras, semangat belajar yang tinggi, jiwa pejuang yang besar, dan doa yang selalu di langitkan kini telah di aminkan dan dikabulkan semesta.
"Usaha tidak akan mengkhianati hasil" adalah kata-kata motivasi tapi nyatanya memang benar adanya.
Liya tak sedikitpun berpuas diri akan kemenangan yang telah di raihnya, ia banyak mengambil pelajaran, menambah wawasan, dan semakin menemukan minat dan bakatnya serta menyiapkan diri untuk prestasi gemilang yang akan diraihnya kelak.
Pesan yang terselip :
"Teruslah bermimpi, kamu tidak akan tahu dengan cara apa kamu akan menggapai mimpimu sebelum kamu mencoba jalannya satu persatu".