Ini menceritakan seorang laki-laki bernama langit,sosok tampan yang banyak di gemari perempuan di sekolah nya.langit membenci hujan,dengan alasan hujan adalah malapetaka baginya.bukan tanpa alasan dia membenci hujan.waktu itu,saat dirinya berumur 6 tahun.orang tuannya mengalami kecelakaan karena hujan yang lebat, sehingga menyebabkan sang Ayah kehilangan arah dan menabrak pembatas jalan.ayah dan ibunya tewas tapi,tidak dengan langit dia pingsan di pelukan ibunya yang penuh dengan darah.sejak saat itu langit membenci hujan bahkan ketika ada hujan datang,langit lebih memilih tidur dan menutup telinga nya rapat-rapat dia masih belum melupakan bagaimana orang tuanya tewas.
Namun,1 tahun setelah kejadian itu.dirinya tiba-tiba di datangi seorang perempuan tinggi dan cantik, mungkin seumuran ibunya.teryata dia adalah tetangga baru di sebelah rumahnya.dan dia di perkenalkan dengan sosok gadis kecil imut berwajah galak.
"Siapa gadis kecil ini ?pikir langit bertanya-tanya.
"Hai,nama kamu siapa ?"tanya nya.
Langit hanya menatap tanpa minat gadis itu.
Sedangkan ibu dari gadis itu tersenyum"ini anak Tante, namanya Hujan."
Langit mendengkus mendengar nama gadis di depannya itu hujan.kenpa tidak petir saja.
"Maaf ya ,den langit orangnya emang agak pendiam"ucap bi Siti.
Wanita cantik itu tersenyum lembut"tidak papa bi, wajar kalau dia pendiam,karena saya orang baru di sini"
"Oh ya,kalau begitu saya pamit pergi dulu ya.ada banyak yang harus saya siapkan untuk kepindahan saya ke sini"ucap nya.
Bi siti tersenyum"iya nyonya "
"Nah,hujan sayang kamu milih ikut sama ibu atau mau main di sini dengan teman baru mu "ucap nya.
"Hujan di sini aja deh Bu,mau main dulu "ucap gadis kecil itu.
"Oke,tapi kamu jangan nakal.jangan terlalu lama main,nanti cepat pulang "ucap sang ibu.
Hujan mengangguk "oke "
Setelah wanita itu pergi langit menatap wajah gadis di depannya tidak suka.entahlah dia merasa tidak menyukai keberadaan nya.
"Kamu langit,yah.nama ku hujan panggil aja ujan "ucapnya.
"Cih,aku tidak suka kamu "ucap langit dengan mata tajamnya.
Membuat hujan mengkerut sedetik kemudian ia menatap langit tidak suka.
"Kenapa?"
"Berisik "ucap langit.
"Hei kamu pikir,aku ingin bermain dengan mu.tentu saja tidak "ucap gadis itu menggeram marah, apa-apa bocah di depannya itu.tiba-tiba mengatakan itu tanpa alasan yang jelas.
Tiba-tiba Langit mulai mendung sepertinya, sebentar lagi hujan akan turun ke bumi.
Bi siti yang melihat sudah mulai turun hujan buru-buru pergi,dia harus mengangkat jemurannya agar tidak kehujanan.
Langit menatap tidak suka,kenapa tadinya langit yang cerah sekarang menjadi mendung dan akan turun hujan.apakah karena gadis bernama hujan di depannya ini.ck, benar-benar kesialan.
Berbeda dengan langit yang membenci hujan sejak tragedi kecelakaan orang tua nya,hujan sangat begitu menyukai hujan yang turun dari langit.
"Ini semua karena kamu "ucap langit menyalahkan gadis di depannya.
"Dari tadi langit nya cerah,sejak kedatangan kamu langit nya jadi mendung dan bakalan turun hujan."lanjutnya.
"Kenapa,bukankah bagus.aku suka hujan"ucap gadis itu.
"AKU BENCI HUJAN!"ucap langit dengan tatapan yang memancarkan kebencian nya, terhadap sosok di depannya.
"Kamu kira aku menyukai mu,tentu aku benci kamu "ucap gadis itu kesal.
"Kamu!aku beci kamu "ucap langit.
"Dih,aku juga benci kamu tau."ucap hujan.
Tiba-tiba hujan mulai turun menyentuh kulit nya,langit membeku.tubuhnya mulai bergetar,dan tiba-tiba saja dia berlari pergi masuk ke dalam rumahnya.meninggalkan gadis tadi yang menatap bingung kepergiannya.
"Anak aneh "gumamnya.
Tangannya terulur merasakan lebatnya hujan yang mulai turun, menyentuh kulit dan tubuhnya.
Bibirnya tersenyum gadis itu dia menyukai hujan, tertawa dan tersenyum bahagia bisa merasakan dinginnya air hujan yang mengalir.
~~~~
Sedangkan di sisi lain langit buru-buru melangkah pergi ke kamarnya, menyembunyikan seluruh tubuh nya kedalam selimut tidak lupa dengan tangannya yang menutup telinga nya erat.bahkan tubuhnya bergetar dengan air matanya yang mulai turun.
Sejak kejadian 1 tahun berlalu, dirinya masih terbayang -bayang dengan kematian kedua orang tua nya.sosok yang langit rindukan,hingga menyalahkan hujan.
Suara tawa bahagia terdengar dari luar, meskipun langit menutup telinganya tapi dia masih mendengar sayup-sayup suara itu.
Siapa yang tertawa?. langit bangun dan berjalan melihat ke luar jendela kamarnya,dia dapat melihat sosok gadis tadi yang sedang bermain dengan hujan sambil tertawa bahagia.
Langit menatap benci ke arahnya,kenapa di saat dirinya sedang menderita.tapi gadis itu malah terlihat bahagia.
"Aku membenci hujan ,tapi dia malah bahagia menikmati hujan"ucap langit.
Apa hujan bisa membuat anak itu sebahagia itu,mungkin jika dia berada di posisi nya.dia akan membenci hujan juga seperti dirinya.
"Karena nya orang tua ku meninggal kan ku, sendirian"ucap langit.
Langit mulai menutup gorden nya dan melangkah kembali menaiki kasur empuknya,dia ingin menenangkan diri.
Berbeda dengan langit yang membenci hujan, sedang kan gadis itu malah terlihat senang bisa merasakan guyuran air hujan.biarlah ibunya marah nanti, sekarang dia hanya ingin menikmati nya.
Dan sejak itu lah langit sangat membenci sosok gadis bernama hujan itu, yang tak lain adalah tetangganya.
Hari demi hari berlalu tidak terasa sekarang langit sudah menginjak usia remaja,dia duduk di kelas XII MIPA 7 dan yang paling sialnya dia selalu saja sekelas dengan sosok yang di bencinya.
Bahkan teman-teman sekelasnya merasa heran,dengan apa yang terjadi dengan kedua temannya itu.yang selalu saja ribut dan melayangkan tatapan bencinya satu sama lain.
Ya,sejak kejadian langit yang mengungkapkan dia membenci hujan dan menyalahkannya.hujan mulai membencinya sejak saat itu sampai sekarang.
Pedahal menurut hujan,tidak ada alasan langit begitu membenci hujan.tentu saja dia tau alasan langit begitu membenci hujan,ya karena kecelakaan itu orang tua nya pergi ke sisi tuhan.membuat langit menyalahkan hujan.
Tapi,bukankah kita tidak dapat memprediksi masa depan.dan kita juga tidak dapa menyalahkan sesuatu.menurut dirinya,hujan itu adalah berkah dari allah.kecelakaan itu, langit seharusnya tidak berpikir seperti itu . mungkin karena Allah lebih Sayang kedua orang tua nya lebih dari apapun,sehingga mereka pergi dari sisinya.
~~
Langit menatap dingin ke arah jendela kaca, terlihat seorang gadis yang sedang duduk di halte dengan tangan nya yang terulur ke depan,merasakan dinginnya air hujan.
"Ck,Apa yang dia lakukan?"
Langit menghela nafas, akhir -akhir ini langit nya kurang cerah dan selalu mendung dan berakhir terjadi turun hujan.
Untung saja hari ini pulang sekolah agak siang,mungkin karena semua guru sedang rapat.bagaimana langit bisa tau, tentu saja temannya itu bumi dia OSIS.
"Den bapak liat non ujan, di halte.gimana kalo kita samperin biar pulang nya barengan,kasian si non sendirian mana hujan lagi"ucap sang supir pak Joko.
"Takutnya si non demam "lanjut nya.
"Bapak lupa dia itu kebal hujan"ucap langit.
"Terus gimana dong ?"tanya nya.
Langit menghela nafas panjang"terserah bapak deh "
"Yaudah kalo gitu kita samperin si non"ucap pak Joko.
Mobil hitam itu berhenti di dekat halte, membuat hujan bertanya -tanya.
"Itukan mobilnya langit,ngapain tuh.ngajak berantem kali ya.awas aja gw timbuk "
TID
"Non ujan masuk non,kita pulangnya barengan.nanti non sakit, nungguin Mulu "ucap pak Joko.
Hujanpun mengangguk setuju dia tidak boleh menolaknya sekarang.tidak di pungkiri hujan mulai masuk ke dalam mobil itu.
Dia bisa melihat langit yang menatap nya dingin,hujan duduk di sebelah langit matanya teralihkan ke luar kaca mobi, melihat lebat nya hujan.
Ingatkan hujan untuk mandi air hangat nanti, takutnya dia demam.
Hening tidak ada seorang pun yang berbicara mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing.pak Joko yang pokus dengan kemudinya,Langitan yang memejamkan matanya seolah menahan sesuatu.dan hujan yang tidak peduli dengan keadaan sekitar nya, matanya hanya melihat turunnya hujan dari kaca.
Beberapa jam setelah langit sampai di rumah nya,dia di kejutkan dengan sosok gadis di depannya yang tak lain adalah hujan yang berada di rumahnya.
Kenapa kedua orang tua gadis itu selalu mempercayakan anaknya kepada nya.bukannya sudah jelas kalau dia dan hujan tidak akur dan sering ribut.
"Ck, nyusahin"gumamnya.
"Bilang sekali lagi"ucap hujan.
"Denger!,kamar Lo ini di sebelah kamar gw,dan Lo harus tau diri.jangan pernah Lo masuk kamar gw"ucap langit dengan tatapan tajamnya.
"Siapa juga yang mau "ucap hujan.
BRAKK!
Hujan menutup pintu kamar nya dengan keras,membuat langit menatap datar.itu adalah salah satu kebiasaan hujan ketika kesal.
Sedangkan hujan menggeram kesal "kalo aja orang tua gw gak nyuruh gue nginep di rumah nya,gw juga ogah kali "
"Ibu sama ayah kenapa ke luar kota sih"
~
Malampun tiba entah mengapa langit ingin makan sesuatu yang hangat.
"Martabak enak kali "
Langit melihat ke luar jendela,hujan sudah reda dari sore tapi bisa saja malam ini kembali hujan.
Baiklah dia akan pergi ke luar kali ini, sebelum hujannya turun.
"Bi,langit mau keluar dulu "ucap langit saat dia akan pergi.
"Kemana den?"tanya bi siti
"Mau beli martabak, soalnya langit lagi pengen "
"Jangan lama-lama ya den,nanti hujan "ucap bi siti.
"Iya,bi.hujan udah makan belum"ucap langit bertanya.
"Belum den, sepertinya si non lagi tidur deh"
"Langit udah sisain sup kalo dia mau makan"ucap langit sambil melangkah pergi ke luar rumah.
Sedangkan hujan sedang bersiap-siap untuk turun ke bawah, perutnya dari tadi berisik minta di isi.
Tap
Tap
Tap
"Bi,ujan pengen makan.masih ada gak "ucap hujan saat sampai di ruang makan.
"Oh ada non, tunggu sebentar ya.bibi siapin dulu"ucap bi siti, melangkah pergi ke dapur.
"Nih non, silahkan di makan "ucap bi siti mempersilahkan.
Hujan melihat mangkuk di depannya mengepul,ah itu sup.
Hujan menyantap makanannya dengan nikmat, tiba-tiba hujan mulai turun deras di luar.menimbulkan bunyi percikan air.
Ketika hujan turun membasahi bumi, adalah saat-saat yang paling dia nantikan.di mana dirinya akan menyantap makanan sesuatu yang hangat dengan menyeduh coklat panas yang mengepul.
"Bi, langit dimana "tanya hujan.
"OH, ASTAGHFIRULLAH NON DEN LANGIT BELUM PULANG DARI TADI "triak bi Siti.
Hujan tersentak"hah, maksudnya.emang langit kemana bi?"
"Den langit bilang mau ke luar beli martabak non,tapi dari tadi belum pulang.pedahal kan jarak nya gak jauh harusnya,si den udah pulang"ucapnya.
"Apalagi ini hujan turun takutnya si den Kenapa-kenapa lagi "khawatir nya.
"Bi,siapin ujan payung ya!ujan mau siap-siap dulu ke atas buat jemput langit"ucap hujan sambil pergi.
"Iya,non "ucapnya.
Tidak lama kemudian,hujan turun melewati anak tangga.hujan mengenakan jaket lembut berbulu membaluti tubuhnya,dan tangannya yang membawa sepatu but miliknya.
"Mana payungnya bi?"
"Ini,non "ucap bi siti.
"Ujan pergi dulu,tolong siapin air hangat, bubur sama obat bi.takutnya nanti langit demam "ucap hujan.
"Siap,non"
Karena hujan yang cukup lebat,dia yakin di luar sana langit sedang menderita sendirian dengan dinginnya malam.
Hujan melangkah demi langkah menyusuri jalan, melihat sekitarnya.
"Dia di mana sih "
Apalagi hujan nya belum reda,dia kan jadi khawatir.
"LANGIT"triak hujan berlari, saat matanya bertemu dengan seorang laki-laki yang meringkuk sambil menutup rapat telinganya.
Hujan mendekat,dan membawa langit ke dalam pelukannya.
"Jangan khawatir, sekarang ada gw "
Dengan bajunya yang basah dan tubuh yang bergetar.hujan menenangkan langit dengan mengusap-usap kepalanya.
"Langit,ini gw hujan "
"Stt,tenang.sekarang Lo aman.lo gak sendirian"ucap hujan,membuat langit mulai mendongak menatap nya sendu.
"Dengar gw,jangan takut.nanti setelah hujan mulai reda kita pulang ke rumah bersama"ucap hujan menenangkan.
Langit mengangguk dan menyembunyikan wajahnya kedalam pelukan gadis di depannya itu, perempuan yang selalu di bencinya hanya dengan alasan dia membenci hujan.
Setelah setengah jam dia menunggu,pada akhirnya hujanpun mulai reda.
"Langit,ayo pulang "
~~~
Sekarang hujan sedang berada di kamar langit,sambil membawa mangkuk yang berisi bubur yang mengepul hangat.tidak lupa air ,dan obat penurun demam.
"Jangan pergi "lirih langit.
"Gw,cuman ngambil makanan sebentar"ucap hujan.
"Langit ? tanya hujan.
Langit menatap"Lo mau sembuh kan, percaya sama gw setelah ini Lo bakalan sembuh "ucap hujan.
Langit mengangguk"kalau begitu jangan tinggalin gw sendiri "
"Gw ,di sini .di sisi Lo "ucap hujan.
"Sekarang Lo makan,Aaaaa..."
Meskipun Langit tidak menyukai bubur,dia tetap menyantap bubur itu.Enak,itu yang dia rasakan.biasanya langit akan merasakan hambar,tapi kali ini berbeda.apa karena gadis di samping nya itu.
Setelah melihat mangkuk bubur itu habis,hujan mengambil gelas berisi air hangat dan obat.
"Sekarang minum obat ?ucap hujan sambil membantu langit, laki-laki itu meminum obatnya.
"Sekarang Lo tidur,gw gak pergi.gw di sini jaga Lo "ucap hujan tangannya mengusap rambut langit agar cepat tidur.
Melihat wajah langit yang mulai tertidur pulas,hujan mengambil mangkuk kosong dan gelas untuk di simpan di dapur.
Tap
Tap
Tap
"Non gimana ?si den udah makan "ucap bi siti, saat melihat hujan.
"Bibi jangan khawatir,langit baik-baik saja "ucapnya.
"Iya,kalau begitu non juga pergi istirahat.jangan tidur larut malam "ucap bi siti.
"Oh ya bi,tolong siapin surat izin sekolah buat langit dan ujan ya.besok ujan mau rawat langit aja di rumah deh "ucap hujan.
"Siap,non "ucap bi Siti.
Hujan pun pergi , sebelum beranjak pergi tidur ke kamarnya.dia melihat kondisi langit terlebih dahulu, takutnya dia kenapa-napa.
Melihat keadaan langit yang baik-baik saja,hujan menghela nafas lega.
Matanya menatap ke segala arah, ngomong -ngomong ini pertama kalinya dia masuk ke kamar musuhnya itu.ternyata Langit orang nya rapih juga.
Hujan menatap figura di dinding kamar,terlihat 2 orang dewasa dengan satu anak kecil yang tersenyum ke arahnya.
Hujan tau, itu pasti langit dan kedua orang tuanya.ini pertama kali nya dia dapat melihat foto kedua orang tua nya.
Setelah puas melihat-lihat hujan beranjak pergi,dia mengantuk.cukup,hari ini dia begitu lelah.banyak yang terjadi hari ini.
~~~
Keesokan paginya hujan menyibakkan gorden, sehingga matahari pagi dapat masuk ke dalam kamar.
Membuat langit yang masih tertidur lelap mulai terusik, dengan hangatnya sinar matahari yang menerpa kulit dan wajahnya.
"Pagi "ucap hujan.
Langit terdiam, sebelum menjawab "pagi "ucap langit.
Kali ini langit harus berterima kasih kepada hujan,yang merawatnya.
"Thanks,udah rawa gw uhuk ..."ucap langit di akhiri batuk.
"Hm, sama-sama"jawab hujan.
"Lo gak sekolah?tanya langit.
"Gw izin"ucap hujan.
"Kenapa,apa karena gw sakit.lo mau rawat gw "tanya langit.
"Siapa yang minta gw selalu di dekat Lo tadi "ucap hujan,sambil tertawa kecil.
Wajah langit memerah,dia lupa.semalam dia tidak memikirkan apa yang di katakan nya.
"Kenapa,malu ya ?tanya hujan.
"Berisik ?ucap langit sedikit ketus.
"Haha...siapa tadi malam yang tidak mau di tinggalkan "ucap hujan tertawa,melihat reaksi langit yang jarang diketahui orang lain.
"Ck,diam Lo "ucap langit.
Hujan menggeleng"Lo udah agak mendingan,demam Lo juga udah turun.meakipun begitu Lo harus tetap minum obat"
"Tapi sebelum itu Lo harus makan dulu "lanjut hujan,sambil membawa mangkuk berisi bubur.
"Bubur ?tanya langit.
"Iya, bubur buatan gw .kenapa gak mau ya?"ucap hujan.
Langit tertegun,jadi tadi malam dia memakan bubur buatan gadis ini.pantas saja rasanya berbeda dan tidak terasa hambar.ternyata perempuan di depannya itu tidak terlalu buruk.
"Mau makan sendiri,atau gw suapi "tanya hujan bercanda.
"Seperti yang Lo bilang,gw masih sakit kalo Lo lupa "ucap langit.
Hujan mendengkus kesal,tapi tidak di pungkiri tangannya terulur tetap menyuapi langit.membuat langit tersenyum tipis,hari ini sangat cerah membuat dadanya terasa begitu hangat.langit tidak akan melupakan nya.
~
3 hari absen sekolah, sejak hari di mana hujan merawatnya dengan baik.langit mulai membuka hatinya,tidak bukan hanya langit hujan juga mulai membuka hatinya.mereka berdua merasa tidak seharusnya mereka saling membenci.
Itu membuat teman-teman sekelasnya bertanya-tanya apa yang terjadi 3 hari yang lalu,sehingga membuat langit dan hujan musuh bebuyutan jadi akur begini.
"Bumi, kayaknya ada yang beda hari ini "tanya awan.
Bumi mengangguk setuju,dia merasa merinding hari ini "mereka gak kerasukan kan ?"tanya nya.
Awan setuju "3 hari absen sekolah, tiba-tiba di kejutkan dengan mereka yang .... akur begitu "
Lihat bahkan sekarangpun langit dan hujan pun tengah bercanda dan sesekali tertawa kecil.
"Makasih ?ucap langit.
Hujan mengerut kan dahinya,"kenapa tiba-tiba?"
"Buat semuanya,mungkin mulai sekarang gw bakalan menyukai hujan pelan-pelan.lo mau bantu gw kan "tanya langit.
Hujan tersenyum akhirnya langit mencoba menyukai hujan."hujan itu gak seburuk yang Lo pikirkan "
"Harusnya gw yang bilang,kenapa Lo suka hujan?"tanya langit.
"Sesuka gw sama hujan,gw juga benci kalo gw jatuh sakit "ucap hujan.
"Eh, gw kira Lo gak begitu "ucap langit terkejut.
"Haha...Lo berlebihan kali,semua itu wajar sih kalo Lo berpikir seperti itu"ucap nya.
"Lain kali ajarin gw buat merasakan tetesan air hujan,gw juga pengen ngerasain apa yang Lo rasain selama ini "ucap langit sungguh -sungguh.
"Iya,gw bakal ajarin gimana serunya bermain hujan.tapi kalo Lo sakit jangan salahin gw ya"ucap hujan.
"Gw bisa berteduh dulu,kalo hujannya deras "ucap langit.
"Iya,iya... terserah deh "ucap hujan.
~~~
Sudah berbulan-bulan sejak kejadian itu,kini langit bukan orang yang membenci hujan lagi.dia sudah menyembuhkan trauma nya terhadap tetesan air hujan.
Kini langit semakin terasa hidup karena sudah memiliki cahaya dalam dirinya.dia telah menemukan matahari untuk hidupnya.
Hari ini di mana dia hujan ,menjadi saksi bisu antara kisah seorang remaja,langit dan pelangi.ya,langit dia mengungkapkan bahwa dia menyukai pelangi di depan matanya, tidak.tapi,di depan mata semua orang dengan diiringi tepuk tangan yang bahagia.
Hari ini adalah hari kelulusan SMA kelas XII,semua orang berbahagia bahkan ada yang sedih karena mereka tidak dapat lagi bersama, meskipun begitu mereka tidak akan pernah melupakan 3 tahun bersama temannya.karena suatu hari nanti mereka pasti dapat bertemu kembali.
Termasuk hujan dia tidak akan pernah melupakan kebersamaan nya bersama langit, orang yang begitu membenci hujan dan orang yang mencoba menyukai hal di bencinya.
Hujan berterima kasih,karena langit sudah tidak membenci hujan lagi.
"Hujan,kenapa Lo gak gabung sama mereka ?tanya awan,selaku teman sekelasnya.
"Gw lagi pengen menikmati hari-hari kebersamaan ini?"ucap hujan, ucapan nya yang dapat menyentuh hati awan.
"Ya,Lo bener.kalau begitu ayo gabung,sebelum kebersamaan ini berakhir"ucap awan.
Hujan tersenyum "Lo bener, sebelum semuanya berakhir"
Awan menatap lekat hujan "hujan Lo baik-baik saja kan "
"Maksud Lo ?'tanya hujan tak mengerti.
Pandangan awan seketika melihat pemandangan di depannya,disana terlihat langit dan pelangi yang sedang bergurau.
"Kalau itu yang Lo khawatir kan gw baik-baik saja,gak ada alasan buat gw sedih ?"ucap hujan.
"Tapi kan Lo dan langit ..."tanya awan.
"Gw tau apa yang Lo pikirkan,tapi gw sama langit kita berdua sahabat.dia punya dunianya sendiri,begitupun dengan gw"ucap hujan.
"Gak ada sahabat perempuan dan laki-laki yang sempurna,di hati yang terdalam mereka menyimpan rasa entah suka, mengikhlaskan,atau cinta "ucap awan.
"Lo perhatian banget ya sama gw ?"ucap hujan sambil mengedipkan matanya.
Membuat sosok awan memerah malu,ck hujan ketika dia tertawa memang sangat indah.
"Apaan sih,Lo "
"Haha...wajah Lo merah awan,Lo malu ya"tanya hujan tertawa terbahak-bahak,mengusili awan memang hobinya.
"BERISIK...berhenti gak "ucap awan dengan kepalanya yang memerah entah marah atau malu.hujan tak dapat mengungkapkannya,karena awan langsung mengejarnya.
Hujan dan awan mereka tertawa dan berlari-lari,membuat langit seketika memperhatikan mereka berdua yang terlibat akrab.
~~~
Setelah pulang dari kelulusan nya hujan sekarang sedang bersiap-siap, karena jam sudah menunjukan pukul 19:00.dia sudah berjanji akan ikut berkumpul di pesta hari ini, untuk merayakan kelulusan.
"Sempurna?"ucap hujan,saat melihat dirinya yang cantik dengan balutan dress di tubuhnya.tidak lupa dengan rambutnya yang di gerai panjang dan jepit rambut yang bergambar bunga.sangat cantik.
Sedangkan saat ini di tempat pesta,langit melihat ke sekeliling nya mencari hujan.kenpa masih belum tiba.
"Mana sih ?"tanya nya.
"Kamu cari siapa ?"dengan nada lembut pelangi berucap.
"Aku cari hujan,dari tadi dia belum sampe.katanya sebentar lagi "ucap langit.
"Dia kesini sama awan,Lo tenang aja "ucap bumi,saat tahu bahwa sahabat nya itu khawatir.
"Apa!,kok dia gak bilang gw.kalo begitu kenapa gak bareng gw aja tadi"ucap langit,kesal.
"Emang Lo siapanya?"ucap bumi.
"Lo lupa hujan sahabat gw"ucap langit.
"Oh,cuman sahabat.jangan perhatian berlebihan deh Lo udah punya pacar inget itu "ucap bumi.
"Wajar kalo gw perhatian,hujan sahabat gw.gw sama hujan udah hidup sama-sama dari kecil, meskipun waktu itu gak akur"ucap langit.
Sedangkan pelangi dia hanya diam saja, karena dia tidak tau apa-apa.yang dia tau langit dan hujan dulu saling membenci dan berakhir mereka berdua bersahabat.mungkin karena dia murid baru,saat itu jadi tidak tau banyak.
Pelangi pindah sekolah saat kelas XII semester 2,karena mengikuti sang Ayah yang pindah kerja di kota ini.
Yana pelangi tau saat itu adalah langit dan hujan adalah sepasang kekasih, jujur mereka terlihat serasi.tapi,dia salah.mereka hanya sepasang sahabat.
"Perhatian berlebihan juga gak baik, sekarang Lo udah ada yang punya.gak ada alasan buat hujan,memberi tau sama siapa dia berangkat okey"ucap bumi, membuat langit tidak suka.
Tiba-tiba terdengar suara sorakan riuh terdengar di sekitar.
Membuat langit mengalihkan perhatiannya kepada sosok itu.tetlihat hujan dan awan yang berjalan bersama, sambil bergandengan tangan.
Cantik, itu yang langit deskripsikan saat melihat sosok gadis di depan sana, membuatnya terpana.
"Wow, hujan cantik banget"ucap bumi, terpesona.
"Iya,dia sangat cantik"ucap pelangi menyetujui nya.
"Mereka terlihat serasi ya"ucap bumi, entah ada tujuan apa dia berbicara seperti itu.
Langit mengernyit tidak suka saat mendengar nya, apalagi melihat mereka bergandengan tangan.
"Mereka gak cocok sama sekali"
"Buta Lo "ucap bumi.
Hujan melangkah pergi menghampiri sosok yang di cari nya, bersama awan.
"Hai,sorry lama ya "ucap hujan.
"Enggak kok, lagian baru di mulai "ucap pelangi tersenyum lembut.
Langit memalingkan wajahnya"lama "
"Ngambekan Lo,kaya bocah "ucap awan.
"Udah,oh ya.gw punya sesuatu buat kalian bertiga"ucap hujan sambil memberikan masing-masing hadiah.
"Apaan,nih."tanya bumi.
"Hadiah,buat kenang-kenangan.biar kalian semua gak kangen gw.kalau suatu hari gw pergi jauh "ucap hujan.
"Pake kenangan segala,emang Lo mau ke mana "ucap langit.
"Pergi ?ucap hujan.
"Hah,maksud Lo ?tanya langit tidak mengerti,apa hanya perasaannya saja kalau hujan bakalan pergi darinya.
"Lo lupa ya,kita semua udah lulus.ya otomatis kita bakal pokus sama masa depan kita masing-masing.termasuk gw"ucap hujan.
"Lo mau pergi ya"tanya awan.
Hujan mengangguk "gw udah daftar kuliah di luar negri,ya mungkin kita bakal gak ketemu "
Langit terkejut mendengar nya"kenapa baru sekarang lo bilang? tanyanya dengan nada kecewa.
"Hah,ini mendadak banget.soalnya ibu sama ayah mau menetap di Kanada,mereka udah menetap di sana 2 hari yang lalu "ucap hujan.
Langit membeku "2 hari yang lalu,jadi itu alasan ayah sama ibu gak hadir di sekolah tadi"
"Emm,ya begitulah"ucap hujan.
"Lo mau ninggalin gw sendiri, di sini "ucap langit dengan tatapan sendunya,membuat mereka semua terdiam.
"Lo gak sendirian,Lo masih punya bumi,awan dan pelangi yang bakalan selalu ada buat Lo "ucap hujan,dia merasa tidak enak.
~~~~
Langit termenung di kamarnya,di tidak pernah terpikirkan suatu hari nanti hujan akan pergi darinya.dia begitu nyaman dengan keberadaan hujan di sisinya dan selalu mendukung keinginan nya.
"kalau gw bilang jangan pergi,hujan gak akan pergi kan "ucap langit.
"Tapi gw gak boleh egois,hujan juga mempunyai hidupnya sendiri.gw gak mau jadi penghalang "ucap langit.
Seketika matanya menatap kotak hadiah kecil di tangannya,lalu membukanya.
"Ini,buku Diary "ucap langit,tak percaya.kenapa hujan memberi nya buku Diary,diakan tidak menyukai nya.menurutnya itu hanya buang-buang waktu saja.
Langit menatap kertas yang tersembunyi di bawahnya, sepertinya ini pesan.
~Dari hujan untuk Langit~
Teruntuk Langit yang bersinar biru...
Jangan biarkan Langit menjadi gelap...
Karena hujan akan turun dan menangis...
Ini hujan,sosok air yang dingin....
Langit ini gw,hujan.pertama-tama gw mau bilang makasih karena Lo udah gak benci hujan lagi.oh,ya gimana hadiahnya terkejut ya.gw beliin Lo diary tuh,di simpan ya.gw tau loh,kalo Lo gak suka buat nulis yang kayak gituan.
Gak nyangka ya,dulu kita yang saling membenci kini malah jadi Bestie gw,ciee kiw...kiw...malu Lo.
Langit yang membacanya terkekeh geli, ada-ada saja hujan ini.
"Siapa yang malu ?,Lo kali "ucap langit.
Ekhem...oke lanjut, sorry tadi bercanda takutnya Lo tegang lagi,pas baca surat gw.aneh aja ya,gw buat surat pedahal gw bisa nemuin Lo rumah kita aja deket.ya takutnya Lo baper,gw gak tanggung jawab ya.
Langit tertawa seketika,kenapa hujan berpikiran seperti itu.
"Kalo semisalnya gw baper,Lo harus tanggung jawab "ucap langit, lanjut membaca.
Langit,gw pernah bilang kan kalo gw suka seseorang.
"Pasti hujan,suka gw.kan selama ini selalu sama gw,gak ada waktu buat yang lain"ucap langit menanggapi dengan percaya diri.
Sebenarnya gw suka sama semesta,abis dia ganteng banget.tiap hari gw liat dia ketemuan sama calon istrinya,hati gw sakit banget.
JEDERR...
Langit syok "semesta duda anak satu itu"ucapnya.
"Tunggu-tunggu jangan bilang waktu hujan nangis kejer Minggu lalu ,karena semesta akan segera menikah"ucap langit.
Pantas saja waktu di acara pernikahan nya pak semesta,hujan diam saja nampak tidak bersemangat meskipun langit menghiburnya.
"Hujan, seganteng-gantengnya pak semesta.tapi dia duda,hah...kenapa gw baru sadar ya"ucap langit menepuk jidatnya.
Tapi sekarang gw udah, enggak.jangan ketawa Lo,gw suka sama semesta.
"Huh,lagian apa yang menarik darinya sih.selera Lo aneh hujan "ucap langit.
Lanjut,okey.langit cuman itu yang gw sampaikan sama Lo,btw kalau semisalnya suatu hari nanti gw pergi Lo harus bahagia terus.iya dong,kan sekarang punya ayang ...
Hihi selamat ya buat hari jadiannya, semoga Lo bahagia terus sama pelangi.karena dia bakalan jadi warna dalam hidup lo.sama kaya namanya pelangi.
Good bye langit nya hujan, selamat buat kelulusannya.(。•̀ᴗ-)✧
Tertanda.
HUJAN ......
Langit menatap sendu surat di datangannya,"kenapa gw gak rela Lo pergi begitu aja "
Hari ini pun tiba,hari di mana hujan akan pergi dan mungkin entah kapan dia akan kembali lagi.
Meninggal kan tempat kelahirannya, meninggal kan sejuta kenangan yang indah tak terlupakan sebuah tangisan,tawa mereka , rindu, cinta dan persahabatan.semua itu, beserta kenangannya hujan tinggalkan.untuk menempuh jalan yang baru.ya, bukan tanpa alasan hujan meninggal kan negaranya,ada sesuatu yang dia pendam namun tidak dapat dia ungkapkan.
Langit menatap sedih, sahabat nya yang dia sayangi akan pergi jauh dari nya.langit sudah menganggap hujan sebagai keluarganya"jangan lupain gw ujan,Lo harus jaga diri Lo di sana "
Hujan tersenyum"harusnya gw yang bilang begitu sama Lo ".
"Gw sayang Lo ?ungkap Langit sambil memeluk erat hujan, dirinya tidak siap untuk melepaskan hujan pergi.
"Siap gak siap,Lo harus siap.lagian lebay banget sih.lo gak malu di liatin mereka"ucap hujan.
"Biarin,mereka iri kali .gw bisa meluk Lo!"ucap langit.
"Minggir Lo berat !, nanti pacar Lo cemburu Langit "ucap hujan, membuat langit melepaskan pelukannya dan menatap nya cemberut.
"Apaan biasanya juga begitu "ucap Langit.
Hujan menghela nafas,"Lo harus tau dan ingat ,gak ada orang yang suka lera orang yang di cintai nya lebih mementingkan wanita lain.meskipun gw sahabat Lo,tapi Lo udah punya tanggung jawab. udah ada seseorang di hati Lo.lo harus paham."
Ucapanya itu membuat teman-teman nya mengangguk setuju,dan pelangi yang hanya memamerkan senyuman.
"Gak masalah kok,lagian kan kalian cuman sahabatan.aku sih gak masalah, karena hujan juga temen aku juga "ucap pelangi, meskipun dirinya pernah menanam iri di dalam hatinya.melihat kedekatan langit dan hujan.
Hujan menatap pelangi,dia tau pelangi berbohong tentang perasaan nya.
"Lo tenang aja gw bakalan pergi,jaga langit baik-baik ya.kalo bandel pukul aja dia "ucap hujan.
Awan dan bumi saling tatap.lalu bumi berbisik di telinga awan.
"Psss...kayanya cuman Langit doang yang gak peka "
Awan mengangguk"si bodoh itu ?
Dengan hitungan detik pesawat sebentar lagi terbang.dan hujan harus pergi.membuat Langit,awan,bumi dan pelangi menatap hujan yang perlahan-lahan menjauh pergi.
"Ayo kita pulang?ajak Pelangi.
Bumi dan awan mengangguk,lalu menatap langit yang masih menatap sendu ke depannya.
"Lo gak mau pulang?tanya bumi.
Langit mengangguk "gw masih mau di sini,gw boleh minta anterin pelangi pulang gak "
"Gw gak bisa, gw ada urusan penting "ucap awan.
"Tenang aja pelangi biar sama gw Lang"ucap bumi.
"Langit,kamu gak mau pulang.kenapa?"tanya pelangi khawatir.
"Gimana kalo kamu jatuh sakit ?
Langit menggeleng "biarin gw sendirian"
Bumi seketika peka, bahwa sahabatnya itu ingin sendirian.
"Langit butuh waktu, sekarang ayo kita pulang"
Awan mengangguk dan berpamitan pergi.namun sebelum pergi pelangi menatap punggung kekasihnya yang terlibat rapuh.
Tangannya terkepal, perasaan itu muncul kembali lagi.
Perasaan sesak,kenapa selalu begitu.dan kenapa hanya dirinya yang dapat merasakan perasaan itu.
"Ternyata aku bukanlah sosok yang tepat untuk jadi sandaran mu?"batin pelangi.
Sedangkan langit masih menatap pesawat yang sudah mulai menjauh pergi.air matanya mengalir.
"Hikss...Lo pergi meninggalkan gw sendirian di sini
Hikss ..huhuhu...sakit...dada gw sesekhiks..."
Langit memukul-mukul dadanya sesak.pada akhirnya dia harus melerakan sosok hujan untuk pergi dari hidupnya.
"Maaf hujan pada akhirnya gw belum siap mengungkapkan semua ini "
~~~~
(Di pesawat)
Hujan menunduk
Hujan melihat ke arah kaca pesawat . sekarang dirinya tersadar.
Langit dan hujan pada akhirnya harus berpisah, meski dekat namun terasa jauh...
Mencoba melepaskan dirinya, adalah hal tersulit...
Langit yang mendung dan rintik nya hujan...
Pada akhirnya hujan yang pergi...
Meninggalkan sosok langit yang mulai gelap...
"Langit, Tunggulah sampai aku kembali"
The End season 1