Penulis : Dewwi Manjussry Kumalasari Majesty
Aku adalah seorang anak SMP kelas 9 aku adalah seorang yang mempunyai indra ke 6 alias indigo, dirumah ku ada papa, mama, cece, koko, dan adik perempuan dan yang pasti juga ada aku. Dan dirumahku bukan hanya aku saja yang indigo tetapi juga ada mamaku, kokoku, dan cece ku. Dan dirumahku juga ada banyak penunggunya , dan karena mereka tidak mengganggu, jadi kami juga tidak mengusik mereka.
Saat kecil aku lumayan sering memperhatikan satu hantu penunggu rumah ku. Dan menurut yang kulihat dia lumayan seram tapi dia juga bisa menunjukan wajah manusianya, sebelum dia meninggal. Dan seperti nya dia mati muda karena dia keliatan muda dan..... Dia ganteng banget!!!! . Sejak saat itu aku sering berbicara di dekatnya dan terkadang dia menjawab ocehan ku, dan memberiku saran selain itu pembicaraan kami sangat nyambung, sehingga aku sering mengobrol dengannya. Aku merasa menyukainya. Hingga suatu hari aku mencoba tanya kepadanya. "namamu siapa?" agar aku leluasa untuk memanggil dan berbicara padanya. Dan ternyata, namanya adalah xian xayvion dan aku memanggilnya xian atau vion.
Sejak saat itu aku merasa menyukainya namun bukan sebagai teman. Lalu suatu hari aku mencoba bercerita mengenai orang yang kusuka padanya yang tidak lain adalah dirinya sendiri. "Menurutmu bagaimana jika aku menyukai seseorang?" ceritaku padanya. "Beneran? Kamu suka sama siapa?" tanyanya padaku. "Ada dehh.. Pokoknya dia bikin aku nyaman di sisinya. Selain itu obrolan kami juga nyambung banget." ceritaku panjang lebar. Sepanjang aku bercerita, xian xian hanya tersenyum untuk menanggapi ceritaku. Setelah beberapa lama aku bercerita aku bertanya padanya "menurutmu aku harus gimana?" "hmm kalau kamu suka sama dia dan pingin bareng dia, kamu harus tau dulu dia juga suka sama kamu atau enggak. aku takut saat kamu nembak dia dan di tolak aku takut kamu sedih dan terluka, dan kalau sudah pasti dan yakin dengan apa yang mau kamu lakukan , lakukanlah" (dengan sedikit raut yang tidak rela). Setelah mendengar itu aku berterima kasih atas saran yg dia berikan dan kembali kekamar.
Paginya saat di sekolah, aku memikirkan kata-kata yang diucapkan oleh xian xian dan aku berpikir " kira kira apakah xian xian menyukaiku?? ".pikiran ini terus berjalan didalam pikiranku dan saat di rumah aku bertanya kepada ceceku
"ce menurutmu boleh gk ya kalo aku suka sama xian xian "
" xian xian itu siapa "
"Ikut aku dulu deh "
Aku mengajak ceceku ke teras rumah. Kami berpura pura lewat dan aku berbisik padanya "itu yang disana"
Lalu kami segera kembali masuk ke dalam kamarku. "kamu yakin! sejak kapan kamu suka sama dia, kamu tau kan kalo kalian gk bisa bareng" kata cece ku panjang lebar. aku berkata "aku tau pada awalnya aku hanya menganggapnya sebagai teman, tapi entah knp dan sejak kapan perasaan ini ada, dan aku merasa kalau dia berbeda dari orang lain, karena dia yang selalu ada di sampingku, selalu membuatku nyaman disisinya, dan dia bisa melakukan apa yang tidak bisa orang lain lakukan untukku. Ceritaku pada cece ku. Setelah mendegar ceritaku, ceceku menasihatiku agar lebih baik aku tidak memiliki perasaan suka pada xian xian. Dan lebih baik menggangap nya hanya sebagai teman.
Setahun kemudian aku masuk SMK. Hari ini hari pertamaku masuk sekolah. Seharian ini aku memikirkan tentang xian xian. Aku bertanya tanya apa dia juga menyukaiku dan aku juga terus memikirkan nasehat yang dulu dikatakan cece ku. Namun setelah kupikirkan berhari hari, Hari ini aku bertekad akan menyatakan perasaanku pada xian xian, pulang sekolah aku berdiam diri di dalam kamar dan sengaja tidak menemuinya seharian ini. dan saat jam sudah menunjukan pukul 23.55 aku mempersiapkan diri. saat pukul 00.00 pas aku pergi menemui xian xian. Di teras aku bertemu dengan xian xian. Rait mukanya menunjukan ingin meminta penjelasan kenapa hari ini aku tidak menemuinya. Tanpa aba aba Aku langsung berkata " xian xian aku mau bilang sesuatu sama kamu"
" mau bilang apa ? "
" xian aku sebenernya.....SUKA SAMA KAMU! " xian xian terkejut
" kamu gk boleh suka sama aku ,karena kamu tau sendiri kita itu beda dunia dan gk akan pernah bersatu" (sedikit membentak ) . "Aku tau, tapi aku cinta sama kamu dan selalu merasa nyaman saat di dekat mu, dan aku rela mati untuk bersamamu. (Dengan sedikit bekaca kaca) xian berkata " kamu gk boleh melakukan itu" ucap xian xian agak marah. Mendengarnya marah air mataku keluar dan aku langsung berlari ke kamar sekencang mungkin dan menangis sejadi jadinya..... Setelah lama menangis aku masih sesegukan dan aku tertidur karena terlalu lelah menangis.
Keesokan harinya aku terbangun dan masih sesegukan aku berangkat sekolah dengan menyembunyikan air mataku tapi karena aku kemarin menangis mataku menjadi sembab dan banyak teman yang bertanya padaku aku kenapa tetapi aku bilang tidak ada apa apa . Dan sejak itu aku lebih cuek padanya tetapi aku tetap tidak bisa berhenti mencintainya karena dia cinta pertama ku dan setelah setahun berlalu aku masih berusaha untuk tidak suka padanya tapi tetap gk bisa.
Saat sudah lulus SMK aku harus keluar dari rumah itu karena harus bekuliah dan bekerja. Dan sebelum aku pergi dari rumah itu aku berpamitan dengan semuanya termasuk ke xian xian dan saat pamitan dengan xian xian entah mengapa aku menangis 'mungkinkah aku takut jika berpisah dengan nya ' . Saat menemuinya entah kenapa tiba tiba mulutku berbicara "xian apakah kamu benar benar tidak ada rasa padaku sedikitpun selama ini? " dan xian menjawab "udh berapa kali aku bilang kalo aku enggak ada perasaan sama sekali padamu ataupun sedikit apapun. dan semoga kamu bisa bahagia di luar sana. Semoga kamu bertemu orang yang lebih layak dan lebih baik dariku untukmu" "iya , Terima kasih untuk selama ini kamu sudah selalu menjagaku (dengan senyum pahit) . Aku menatapnya dan pergi saat sudah diluar rumah aku menangis.
Bertahun telah berlalu saat ini aku bekerja di luar negri. Lalu suatu hari aku berpikir untuk mengambil cuti, aku berpikir akan pulang dan kembali ke rumah. Saat aku berasa di rumah aku bertemu dengan seluruh keluargaku tetapi anehnya aku enggak melihat xian xian dimanapun. Aku pulang kerumah selama sebulan dan aku benar benar tidak bisa menemukan xian xian. keesokan harinya aku mencoba bertanya pada ceceku
" ce xian xian kemana kok gk keliahatan dari kemarin "
" hmm.. Kamu nga tau yaa.. itu terjadi setahun yang lalu ada temen papa yang berprofesi sebagai dukun dan dia datang kerumah. dia bilang xian xian jahat dan bisa menyelakai keluarga kalau dibiarkan berada di sini. Dan bisa jadi bencana. papa percaya pada kata kata temennya itu dan mengikuti saran temennya, aku sudah berusaha sebisaku agar xian xian tidak diusir, tetapi aku gk bisa melakukan itu. maaf..... Selain itu karena xian xian sudah lama ada di rumah ini dia tidak bisa di usir jadi dia di hilangkan " . Aku berkata " kenapa cece baru bilang ini ke aku, kalau cece bilang padaku aku bisa pulang dan...dan...setidaknya aku bisa menyampaikan beberapa kalimat yang dari dulu mau aku sampaikan padanya (sedikit berkaca kaca ) . " maaf... , aku takut kamu sedih dan gk mau kehidupanmu terganggu karena ini." cerita cece ku. "oh iya aku baru ingat dia menyampaikan beberapa pesan saat dia tau kalau dia mau dihilangkan "
" xian xian ngomong apa ce? "
"Dia bilang kalo sebenernya dia suka sama kamu dan dia menyuruh cece menulis apa yang mau dia bilang ke kamu. Tunggu bentar harusnya suratnya ada dikamarku" kami pergi ke kamar ceceku. Cece ku sibuk mencari surat yg ia simpan. "Nah ini dia" cece ku memberikan suratnya padaku.
Haii... Maaf aku tidak bisa mengatakan ini secara langsung padamu. Sebenarnya
saat kamu menyatakan perasaanmu yang pertama.. Aku sangat ingat. Hari itu tanggal 30 November 2008. Hari itu aku benar benar sangat senang saat kamu berkata bahwa kamu menyukaiku. Namun demi kebaikanmu aku malah mengatakan kata kata kasar yg membuatmu sedih. Aku juga menyukaimu tapi aku tidak boleh egois apalagi sampai membuatmu benar benar mati agar bisa bersamaku. Karena itu aku marah padamu. Setelah hal itu terjadi. Kamu menjadi cuek padaku dan jarang menemui dan mengobrol denganku. Aku jadi sering merasa sedih dan kesepian. Lalu satu lagi pada saat kamu akan pergi dari rumah pada tangga 11 September 2010 maaf kata kataku saat itu juga sebuah kebohongan. Tapi aku sungguh sungguh berharap kamu menemukan orang yang baik diluar sana dan semoga kamu selalu bahagia. Satu lagi saat kamu memperkenalkan ku ke cece mu jujur saja aku sangat senang. Karena ada orang yang mengakuiku. Saat kamu tidak dirumah. Cece mu menyempatkan dirinya untuk menceritakan kehidupan mu diluar sana padaku. Karena itu aku sangat tenang dan senang bisa tetap mengetahui keadaanmu. Terima kasih karena sudah menemaniku dan menyukaiku. Maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu. Karena aku akan segera menghilang. Mungkin kita tidak akan bisa bertemu lagi. Sampai jumpa... Dan Terima kasih...
setelah aku membacanya aku menangis dan ceceku juga bilang bahwa dia hanya pura pura gk suka padaku karena dia juga sadar bahwa aku dan dia gk akan bisa bersama. Dan dia juga sangat sedih saat akubtidak menganggapnya dan dia juga selalu menungguku pulang. mungkin dia mau bilang sesuatu padaku, dia juga bilang jangan melakukan hal yang tidak masuk akal dan tetaplah hidup dan bahagia untuknya. Dan yang terakhir cece ku mengatakan bahwa dia benar benar mencintaiku dengan tulus lalu dia menghilang. setelah mendengar itu aku menangis se jadi jadinya di pelukan ceceku. Saat malam hari aku berbicara pada diriku sendiri " xian kamu tenang saja aku akan baik baik saja di dunia ini dan gk akan melakukan hal yang tidak masuk akal aku mencintaimu dan juga semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya sampai jumpa"
~Tamat ~