KEESOKAN HARI NYA
Aku terbangun dari tidur ku karena mendengar suara teriakan dari depan rumah. Aku pun buru buru memakai jaket ku dan pergi memeriksa keadaan di luar rumah.
Saat aku turun tangga dengan terburu buru aku pun terjatuh dan kaki ku pun terkilir. Aku hanya bisa duduk sambil memegangi kaki ku yang sakit karena terkilir.
Aku mencoba bangun tapi aku tidak kuat untuk berdiri karena kaki ku yang sedang terkilir. Aku hanya bisa duduk dan memijiti kaki ku yang terkilir.
Hingga aku kaget karena di depan mata ku ada seorang pria yang sedang menyiksa seorang perempuan hingga tewas di depan pintu rumah Dan yah itu adalah kaisar.
Aku hanya diam dan menunduk sambil memijit mijit kaki ku yang terkilir. Saat aku sibuk memijat kaki ku pria itu pun menghampiri ku sambil menyeret tubuh wanita itu masuk ke dalam rumah.
"Apa kamu melihat kejadian tadi?" Tanya kaisar
"I-iya, aku melihat nya. Ta-tapi aku tidak peduli" jawab ku
Aku pun berusaha berdiri kembali dan akhir nya bisa berdiri. Aku pun meninggal kan kaisar dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan dengan jalan yang sedikit pincang.
Sekilas aku melihat kaisar mematung sebentar di depan tangga dan berlalu menjauhi tangga lalu memasuki ruangan khusus yang tidak seorang pun boleh memasuki nya.
Aku pun tak memperdulikan nya dan kembali memasak di dapur. Setelah masakan matang, aku pun menata nya di meja makan. Tidak lupa juga aku mengepel lantai yang berlumuran darah tersebut karena mengganggu penglihatan ku.
Setelah semua beres aku pun merapih kan dapur dan menunggu kaisar keluar dari ruangan itu di meja makan.
Tak lama hanya 15 menit kaisar sudah keluar dari ruangan itu dan mulai menatapku dengan tatapan ramah. Dia menghampiri ku dan duduk di samping kursi ku. Aku tak pernah melihat nya bertingkah seperti ini tapi ya sudah lah biarkan saja.
"Apa kamu sudah mempunyai pacar atau suami?" Tanya kaisar tiba tiba
Aku yang mendengar pertanyaan itu pun seketika tersedak dan buru buru meminum air di hadapan ku.
"Aku tidak punya pacar atau pun suami. Kenapa kamu bertanya seperti itu?" Tanya ku
"Kalau begitu menikah lah dengan ku, seperti nya kamu cocok dengan ku."
"Apa menikah!? Apa kamu yakin dengan perkataan mu barusan?" Tanya ku
"Iya, menikah lah denganku. Jika kamu tidak mau aku bisa saja membunuh mu hari ini juga." Ancam nya
Aku pun hanya bisa diam karena aku bingung harus jawab apa. Jika aku menolak kemungkinan besar ini hari terakhir untuk aku hidup. Tapi jika aku menerima nya aku juga tersiksa karena dia selalu kasar padaku.
Aku hanya bisa mengangguk karena aku tida bisa menolak pria psychopath ini. Bisa bisa aku mati di bunuh oleh nya jika aku menolak nya.
Dia hanya tersenyum lalu tangan nya mengelus elus rambut ku dengan lembur dan penuh kasih sayang. Di situ aku tidak bisa memungkiri kalau aku menyukai cara dia mengelus ku atau menggendongku tiba tiba dari belakang.
Apa jangan jangan aku telah jatuh cinta pada nya secara perlahan lahan karena aku tinggal serumah dan sering berbagi ranjang juga dengan nya.
Ini sungguh sungguh sangat membingung kan tapi ya sudah lah toh aku juga sudah menerima lamaran nya barusan. Setelah beres makan dan membereskan meja makan aku pun ke kebun untuk menyiram tanaman.
Sebenarnya aku mempunyai bunga kesayangan di kebun ini. Bunga ini sangat cantik, secantik rembulan malam. Warna putih cantik yang menawan hati siapa pun yang melihat nya.
Aku merawat bunga itu dan tanaman yang lain nya hingga basah merata. Saat aku hendak menyimpan peralatan kebun aku pun melihat mahluk Aneh yang aku lihat semalam itu berada tidak jauh dari ku dan menatapku.
Seketika aku pun terkejut dan buru buru memberes kan peralatan dan mengunci gudang belakang. Saat aku hendak meninggalkan gudang, sosok itu lari ke arah ku dan melompat membuatku terjatuh karena kaki ku yang masih terkilir.
"AAHHH! JANGAN,PERGILAH!" Teriak ku kencang sekali.
Aku pun menutup mata hingga aku mendengar suara benturan keras dan erangan seseorang. Aku pun memberanikan diri ku untuk membuka mata dan aku pun terkejut.
Aku melihat kaisar berada tepat di depanku dan tangan nya berdarah. Di sisi lain si sosok itu sudah mati karena kepala nya terpenggal.
Aku pun berusaha untuk bangun dan memeriksa tangan kaisar, akan tetapi aku tidak bisa bergerak. Kaki ku sangat sakit untuk di gerakan.
Saat aku sedang berusaha kembali, kaisar pun langsung menggendongku dan membawa ku masuk ke dalam rumah. Saat di dalam rumah dia meletakan ku di atas meja dan memeriksa kaki ku.
Mungkin karena tidak nyaman dia menggendongku lagi masuk ke kamar ku dan membaringkan ku di kasur. Setelah membaringkan ku di kasur, dia pun mengompres kaki ku yang bengkak lalu membalut nya dengan pembalut luka.
"Jangan hanya kaki ku yang kamu obati. Tangan mu juga perlu di obati kalau tidak nanti infeksi!" Kata ku sedikit tegas tapi perhatian.
"Kalau begitu lakukan semua mu!"
Dia pun menjulurkan tangannya kepada ku dan aku pun mulai mengobati luka di tangan nya. Luka di tangan nya itu berupa cakaran dan lumayan dalam jadi aku pun berhati hati untuk mengobati nya.
Saat selesai mengobati dan membalut luka nya aku pun membereskan kotak P3K lalu menaruh nya di meja samping kasur. Entah apa yang di fikir kan oleh kaisar, tiba tiba dia mencium ku lalu menyuruh ku untuk istirahat saja beberapa hari.
Aku yang masih syok karena kelakuan nya tadi pun tersadar saat dia mengelus elus rambutku lagi lalu pergi meninggalkan kamar ku.
Muka ku pun mulai memanas dan jantungku pun berdebar sebar sangat kencang. Apa ini artinya benar kalau aku sebenarnya telah jatuh cinta padanya.
*_*
-_-
"_"
"-"
:)
:(
;)
-_-
Maaf ya guys hari ini hanya 1 eps karena Mimin lagi ga enak badan nih
Dan makasih juga buat kalian yang masih baca cerpen GK jelas ini.
Kl kalian punya cerpen atau novel boleh kasih tau aku ya nanti aku mampir dan baca deh
Oke segitu aja ya See you in the next episode. Bye bye