Santara vs candra and surya
Di sudut terpencil dunia, di tengah lautan luas, terjadi pertemuan antara dua pahlawan manusia, Candra dan Surya, yang terpilih oleh kekuatan luar biasa. Mereka dipanggil untuk melawan ancaman besar yang mendekat—Santara, manusia setengah naga dengan kekuatan legendaris. Pertempuran ini akan menjadi kisah yang akan dikenang selamanya.
---
Derasnya ombak memecah di sekitar pulau kecil di tengah lautan. Candra dan Surya tiba di pantai dengan tekad yang bulat, siap untuk menghadapi kekuatan yang mengintai dalam kegelapan. Langit malam bersinar dengan kehangatan bulan dan kilauan sinar matahari, menciptakan panggung epik untuk pertarungan yang akan datang.Candra dan Surya melepas jimat penahan kekuatan Yang membuat kekuatan penuh mereka muncul.
Tiba-tiba, bayangan besar muncul dari kegelapan laut. Santara, manusia setengah naga yang diselimuti aura kegelapan, muncul di depan mereka. Dengan sorot mata tajam dan senyuman licik, ia mengumumkan kehadirannya sebagai pemangsa yang tak terbantahkan.
Candra melangkah maju, memegang Pedang Bulan-nya yang bersinar terang. Surya berdiri di sebelahnya, Tinju Matahari-nya bersiap untuk melepaskan kehangatan dahsyatnya. Santara, dengan tatapan penuh tantangan, menyambut pertarungan ini dengan menggeramkan suaranya yang menggema di seluruh pulau.
Pertarungan dimulai dengan serangan cepat dari Candra. Dengan keahlian pedangnya, ia mengayunkan Pedang Bulan dalam gerakan elegan, menciptakan lingkaran cahaya yang mempesona. Namun, Santara, dengan refleks yang luar biasa, menghindari setiap serangan dengan gesitnya, membuktikan kekuatannya sebagai manusia setengah naga.
Surya, melihat keberhasilan Santara dalam menghindari serangan Candra, memutuskan untuk melepaskan kekuatan Tinju Matahari-nya. Dengan berapi-api, Tinju Matahari-nya meluncur menuju Santara. Namun, kejutan menanti—Santara membalas dengan sayapnya yang besar, menciptakan angin kencang yang membelokkan serangan Surya.
Candra, tanpa ragu, meluncurkan serangan berikutnya. "Lunar Serenity Sweep!" serunya. Pedang Bulan-nya menghasilkan serangkaian gerakan yang halus, membentuk lingkaran cahaya pelindung. Tapi Santara, dengan sekali tepuk sayap, membubarkan lingkaran itu dan melancarkan serangan balik yang memukau.
Melihat pertarungan semakin serius, Candra dan Surya memutuskan untuk menyatukan kekuatan mereka. "Celestial Sun-Moon Fusion!" seru keduanya bersamaan. Surya dan Candra bergerak serentak, menciptakan serangan gabungan yang memadukan panas matahari dan kelembutan bulan. Namun, bahkan itu tidak cukup untuk menghentikan Santara.
Santara, dengan senyuman liciknya, merespons dengan jurusnya sendiri. "Naga's Roar!" Serangkaian suara menggema dari mulutnya, menciptakan gelombang kejut yang melibas Candra dan Surya. Meskipun terguncang, mereka bersatu kembali dengan tekad yang lebih kuat.
Candra, menyadari bahwa Santara bukanlah lawan yang bisa diatasi dengan keahlian pedang biasa, memutuskan untuk mengubah taktiknya. "Lunar Illusion Mirage!" serunya sambil mengayunkan Pedang Bulan. Sejumlah bayangan bulan muncul di sekitar mereka, mengaburkan pandangan Santara.
Surya, melihat peluang ini, menyusun serangan mendalam. "Solar Flare Uppercut!" serunya sambil melepaskan serangan Tinju Matahari yang menyilaukan dari balik ilusi bulan. Santara, terkejut oleh serangan tak terduga ini, merasakan panas menyilaukan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.
Namun, Santara bukanlah musuh yang mudah ditaklukkan. Dengan kekuatannya yang tak terbatas, ia meluncurkan serangan balik yang mengguncangkan pulau. Candra dan Surya, terjatuh ke pasir pantai, terengah-engah dan terluka, tetapi mereka tidak menyerah.
Ketika pertarungan mencapai puncaknya, Candra dan Surya memutuskan untuk menggabungkan kekuatan terakhir mereka. Dengan kepercayaan dan tekad yang kuat, mereka berdiri berdampingan dan berseru bersama Sambil Tersenyum.
Lalu santara yang sekarat mengatakan "kalau begini aku mundur dan aku yakin kita Akan bertemu lagi"
Santara pun pergi dari pulau Candra Dan Surya pingsan
Dan dengan itu pertempuran Epic itu Pun berakhir............
Pradwi arc 1
setelah kemarin Komandan sukera memanggil para pahlawan tridana merasakan dengan robot lalat nya kalau ada yang menyadap percakapan payana pun ingin mengatakan sesuatu "bagaimana deng..." belum selesai payana bicara tridana menyuruh semuanya diam dan rupanya dari kantong celana milik tridana ada sebuah senjata kecil tridana langsung mengarah kan nya ke arah bawah lalu menggunakan jurus "MINI ZEGA PW 1"
lantai pun hancur Mahendra kaget lalu mengatakan "apa yang kau lakukan Tridana!!??" Tridana pun membalas dengan mengatakan "Kita sedang disadap " semuanya pun kaget sukera pun menanyakan siapa yang menyadap Tridana pun mengatakan "Shadow"
lalu tridana memeriksa penyadap itu dan mencari sumbernya dan tridana terkejut lalu mengatakan "pelabuhan di barat daya " praddwi pun mengatakan "biar aku saja yang kesana " sukera pun menjeda rapat ini lalu memerintahkan para pahlawan kelas A menuju Pelabuhan
sementara itu satya masih pingsan ditemani pamannya yang bernama Wahyu
Wahyu pin mengatakan"sepertinya dia ketakutan"satya pun tersadar lalu ingin permintaannya dilaksanakan sekarang Wahyu pun mengatakan"apa yang kau inginkan biar paman ambil kan" dan rupanya satya mengatakan "mie goreng"
Wahyu langsung marah dan menggetok kepala satya
diluar rumah sakit Ana sedang bertanya kepada Wira apa yang menyebabkan satya masuk rumah sakit Wira pun menceritakan apa yang terjadi Ana pun mengatakan "apa sepertinya sekarang satya dalam bahaya aku akan menyewa bodyguard untuk melindunginya"
Wira langsung membalas "Bagus lah kalau begitu"
dirumahnya windey kaget mendengar kabar itu dan langsung berangkat menuju lokasi satya dengan mengubah badan nya menjadi motor balap
Sementara itu di markas penjahat
Seseorang bernama Godfather mengatakan kepada amerta dan Kris untuk mengambil kembali formula itu lalu mereka pun menjawab "baik bos"
Chapter 4 Insiden DI Pelabuhan Baratdaya
Rupa nya Shadow ingin kabur sebelum ditangkap para pahlawan
Praddwi datang langsung mencari shadow tapi tidak ketemu dan malah tridana yang menemukan Shadow tridana langsung serius lalu mengatakan"Akhirnya kau ketemu juga penyadap" shadow langsung menyerang menggunakan 4 bola asap hitam tapi tridana langsung mengeluarkan Shield tridana langsung menerobos kepulan asap laku dengan palu Gravitasi membuat shadow terpental Shadow yang tau kalau dia akan kalah menyerang gerbong dan menimpa tridana namun dengan satu tangan tridana menahan Gerbong tersebut dan melempar balik shadow
shadow pun menghindar dan kabur
Payana yang melihat itu dari langit dengan cepat menyerang menggunakan "Giga laser"
yang membuat shadow terluka parah
payana pun mengatakan "shadow kau sudah terkepung" Shadow pun mengatakan "aku tak akan menyerah!!!!" shadow ingin meledak kan Pelabuhan dengan dinamit tapi sebelum tombolnya dipencet tiba tiba tridana muncul dari air sembari mengangkat perahu tridana langsung mengatakan "payana....minggir!!"
lalu perahu pun dilempar yang membuat shadow tertimpa perahu
Builer yang melihat itu lewat teropong mengirim pesan pada godfather kalau shadow tertangkap
Godfather pun marah dan mengatakan "kurang ajar"
sukera pun mendengar kabar tersebut dia pun senang lalu mengirim 50 personil untuk mengurung shadow lalu sukera pun beranjak dengan mobil untuk mengintrogasi shadow
keesokan harinya di sekolah mulan
satya yang sudah sehat pun sekolah tapi satya masih sedikit lupa tentang kejadian kemarin dan ternyata itu adalah hari kelulusan seluruh siswa pun lulus lalu dikirim ke sekolah S.S.H Atau Super School Heroes
satya sangat senang mendapat surat kelulusan tapi dia juga bingung karena kejadian kemarin
satya masih duduk di atas gedung sembari berfikir Windey pun datang menyapa satya dalam bentuk mobil remot Control
mereka pun berbincang satya mengatakan "kau tau tidak apa yang terjadi kemarin padaku??"windey pun menjawab"aku juga ingin menanyakan hal sama satya. tapi sepertinya wira dan ana tau" satya pin semakin bingung "lah kenapa mereka bisa tau?"windey pun bilang"karena kemarin wira yang mengantarkan mu ke rumah sakit lalu dia berbicara dengan ana" satya pun menyaut "ohh jadi begitu "
Tiba tiba
ada 4 makhluk bayangan yang datang lalu menyerang satya. satya pun bingung lalu kaget sekaligus takut windey yang menyadari mereka penjahat langsung mengubah lengan tanggan kanannya menjadi Ak47 lalu menembak para bayangan itu tiba tiba tombak bayangan melesat dan melukai pipi windey dan yang melakukan itu adalah Kris gedung tempat mereka berdiri pun hancur karena diserang dari bawah oleh Amerta satya terjatuh tapi windey langsung berubah menjadi Pesawat jet lalu kabur dari sana tapi Kris dan amerta sangat cepat mengejar mereka Windey pun bertanya "hey kenapa mereka menyerang mu???" satya pun menjawab sambil panik "mana aku tau seingat ku aku tidak pernah melihat mereka" tapi didalam hati satya "apa jangan jangan mereka yang membuatku lupa kejadian kemarin" Tiba tiba windey terkena serangan dari amerta yang membuat mereka jatuh ke sungai
Chapter 6 rahasia
dimarkas Jaya cakra sukera sedang mengintrogasi shadow yang sudah tersegel oleh alat setrum sukera pun menanyakan "siapa nama asli mu"shadow pun membalas "namaku shadow dan kau tau itu!!" sukera pun mengatakan "kenapa nama mu aneh begitu??!!" shadow pun menjawab "lah mana gua tau emak gua yang ngasih nama "
di ruangan sebelah tridana dan payana yang mendengar itu tertawa terbatas bahak
sukera pun menanyakan lagi "siapa nama bos mu" shadow pun mengatakan "gua ngak punya bos gua hanya punya klien" lalu sukera pun menanyakan "siapa nama klien mu " lalu shadow pun membalas "lah siapa lu nanya gua emang lu bapak gua " sukera pun kena mental Mahendra pun menerobos tembok lalu mengeluarkan senjata bazoka dari ketiaknya lalu mengatakan "katakan apapun yang kau tau jika tidak akan ada yang hancur disini!!!"
shadow pun ketakutan lalu memberi semua informasi yang ia ketahui
sementara itu windey tangannya terluka yang membuat dia tidak dapat bergerak satya pun pusing tapi Kris dan amerta pun menegepung mereka windey dilempar oleh Kris sembari mengatakan "minggir!" Tiba tiba jiwa satya bergebu gebu lalu satya pun meninju amerta tanpa rasa takut. amerta pun terpental Kris pun menyerang dengan tombak bayangan tapi dengan mudah ditepis oleh satya kemudian satya mengatakan jangan ganggu teman ku !!
lalu Kris dan satya sudah siap dalam posisi bertarung
builer yang melihat itu langsung bergerak untuk menangkap satya lalu god father yang menyadari kehadiran Pahlawan Pradwi didekat satya lang sung mengirim monster bernama Glorius Epig yang satu langkah nya saja membuat tanah hancur windey yang terluka tadi menelepon Wahyu paman dari satya Wahyu yang mengetahui satya dalam bahaya langsung bergegas kesana nanda yang kebetulan berada disana pun kagetvakan apa yang dia lihat
Satya pun menyadari bahwa dia mempunyai kekuatan tapi dia tidak tahu bagaimana dia mendapat kan nya Kris langsung menyerang Tapi satya menangkisnya dan langsung berlari cepat memukul perut Kris mereka pun saling membalas serangan sampai akhirnya satya kelelahan dan sedikit memberi celah untuk diserang Kris langsung memanfaatkan celah itu dan menyerang satya bertubi tubi amerta pun kembali lalu menendang satya hingga membuat kepala satya terluka
tapi tiba tiba
paman satya melompat dari atas jembatan langsung seketika dengan cepat menyerang amerta bertubi tubi amerta trus berusaha menahan serangan Wahyu tapi perlahan lahan Wahyu sedikit demi sedikit pukulan mengenai badan amerta hingga membuat amerta terpetal karena terkena pukulan bagian perut 10 kali
Kris pun langsung menyerang Wahyu tapi Wahyu dengan mudah menghindar dan membalas serangan dari Kris satya pun bangun lalu Wahyu dan satya bekerjasama melawan musuh Kris yang kewalahan menghadapi dua orang sekaligus meminta bantuan. amerta yang baru sadar langsung melompat lalu menendang Wahyu Kris pun menggunakan kesempatan itu untuk mengeluarkan kan kekuatan penuh nya berupa bola bayangan raksasa yang dapat menghancurkan segalanya yang ia beri nama "Black Ball Collosus" satya dan Wahyu pun kaget mereka menjauhi Kris tapi tiba tiba dari bawah tanah pradwi melilit badan Kris sehingga Kris tidak dapat bergerak amerta langsung bergerak menolong Kris tapi ia juga terjerat tapi dari atas langit ada sesuatu yang jatuh dan ia adalah Monster Kiriman Godfather yaitu The Glorius Epig . .........
Dengan turunnya glorius epig maka kehancuran akan dimulai.........
Chapter 8 Sang hewan buas mengamuk
Epig langsung menyerang Wahyu yang membuat ia terpental kejembatan yang hampir membuat jembatan roboh. satya yang terkejut pun langsung ancang ancang menyerang Tapi gerakan dari epig terlalu cepat sehingga membuat satya terpental yang membuatnya tak sadar kan diri Pradwi pun dengan cepat membuat hidung satya dan Wahyu berisi lumut penyaring lalu bunga raflesia pun muncul dan membuat asap yang banyak Kris tak sadar kan diri sementara amerta tidak dapat bergerak dan berusaha menahan napas epig yang tidak dapat melihat apa pun menyerang ke segala arah tapi......
Tiba tiba
Builer datang dan dengan sayap hitamnya membuat asap beracun itu hilang pradwi langsung menyerang kaki dari builer dengan bunga karnifora builer berhasil menghindar
lalu menyerang kembali pradwi dengan angin yang keras dari sayapn nya satya pun kesulitan berdiri karena terkena anggin tersebut Tapi Epig dengan cepat setelah dapat melihat lokasi pradwi langsung menyerang dengan Gelombang kejut yang sangat kuat setelah Epig memukul tanah dengan dua tangannya pradwi pun terkena gelombang itu terpental dan karena gelombang itu juga membuat jembatan runtuh
Pangeran Ana dan wira yang baru datang pun kaget dari dampak pertarungan yang terjadi kejadian ini pun terdengar ke Para pahlawan kelas 2 besar
Yaitu A. payana,tridana,Mahendra
B.Dyna,BroGo,Gustawa
para reporter pun datang untuk mendokumentasikan hal ini
pradwi yang sadar kekuatannya masih kalah dengan Epig menyerap nya semuanya ke tanah dengan tanaman lumut. Wahyu,Windey,Dan satya serontak satya mengatakan "bagaimana dengan mu pradwi??!!!" pradwi pun mengatakan "tenang Saja dia urusan ku" Pradwi pun mengeluarkan Jurus terakhirnya yaitu "Ibu Beringin" jurus itu sangat kuat yang membuat ledakan besar membentuk pohon beringin yang membuat Amerta Dan Kris terpental sangat jauh setelah asap dari ledakan itu hilang terlihat epig yang mencengkram pradwi yang sekarat.....Ayasa yang melihat itu dari atas bukit berkata "sepertinya ini mulai menarik"
Payana dan para pahlawan serontak kaget dan marah Dengan apa yang terjadi..........