Pada zaman dahulu kala, di sebuah kerajaan di Timur, hiduplah seekor naga bernama Shenlong. Shenlong bukanlah naga biasa, dia adalah penjaga Permata Hikmah, sebuah permata ajaib yang dapat memberikan kebijaksanaan kepada siapa pun yang memilikinya.
Namun, Shenlong merasa sedih. Dia melihat bagaimana manusia di kerajaan itu semakin lama semakin melupakan nilai-nilai kehidupan yang penting. Rasa hormat terhadap orang tua, kejujuran, dan gotong royong mulai pudar digantikan oleh keserakahan dan keegoisan.
Shenlong merenung, “Bagaimana jika saya memberikan Permata Hikmah kepada manusia? Mungkin mereka akan mendapatkan kebijaksanaan dan kembali menghargai nilai-nilai kehidupan.”
Dengan hati penuh harap, Shenlong pergi ke kerajaan dan memberikan Permata Hikmah kepada raja. Dia berharap bahwa dengan kebijaksanaan dari permata, raja akan dapat membimbing rakyatnya kembali ke jalan yang benar.
Namun, alih-alih menggunakan kebijaksanaan dari permata untuk kebaikan, raja menjadi semakin serakah dan tiran. Dia menggunakan kekuatan permata untuk memperkaya diri sendiri dan menindas rakyatnya.
Melihat ini, Shenlong merasa sangat kecewa. Dia menyadari bahwa kebijaksanaan tidak cukup jika tidak diimbangi dengan hati yang baik dan niat yang tulus. Dia memutuskan untuk mengambil kembali Permata Hikmah dari raja.
Namun, Shenlong tidak putus asa. Dia percaya bahwa masih ada harapan untuk manusia. Dia memutuskan untuk menyembunyikan Permata Hikmah dan hanya akan memberikannya kepada orang yang benar-benar pantas.
Sejak itu, Shenlong terus mengawasi kerajaan, berharap suatu hari nanti akan ada seseorang yang memiliki hati yang baik dan niat yang tulus, seseorang yang akan menggunakan Permata Hikmah untuk kebaikan dan membawa kembali nilai-nilai kehidupan yang telah lama hilang.