Pada Sore hari di kota yang amat kecil, terbentuk awan hitam yang menyelimuti langit di kota tersebut, warga kota mulai masuk kedalam gedung dan rumah masing masing untuk berlindung, anehnya tidak ada satu orangpun yang berani keluar dari rumah mereka, tidak ada payung dan jas hujan di kota tersebut, karena setiap ada orang yang keluar dari rumahnya saat hujan orang itu akan jatuh sakit dan meninggal dunia, entah kenapa hal itu membuat seorang remaja bernama Andi kebingungan dengan fenomena tersebut, dia selalu mencari tahu tapi tidak ada satu hal yang mencurigakan, Andi pikir orang orang sakit dan meninggal karena memang kondisi badan mereka yang kurang fit atau memang sudah takdirnya tapi terlalu sering kejadian itu terjadi, sampai sampai kekasih Andi pun menjadi salah atu korban dari hujan aneh itu, hal itu membuat Andi marah dia memutuskan untuk menghentikan fenomena ini apapun yang terjadi.
Keesokan harinya Andi dan temannya Fadil berusaha mencari tahu lagi apa yang sebenarnya terjadi, sampai sampai mereka bertekad untuk mengambil air hujan itu dan menelitinya di lab sekolah, Andi dan Fadil menunggu hujan turun sambil mengobrol masalah hujan dan kekasih Andi yang baru saja meninggal, Fadil merasakan bagaimana sakitnya Andi yang baru saja ditinggal kekasihnya itu, Andi meneteskan Air matanya karena ceritanya pada Fadil, saat pembicaraan selesai hujan pun turun, Andi dan Fadil bergegas mengambil ember dan langsung menampung air hujan,saat mau mengambil ember tangan Fadil tidak sengaja terkena hujan, tangannya terasa gatal dan sangat sakit, Andi langsung membawa fadil dan embernya ke dalam apartemen, Andi mengoleskan obat gatal ke seluruh tangan Fadil yang memerah, Andi memasukkan air hujan ke dalam botol untuk di cek ke lab sekolah besok, Andi curiga dengan air tersebut dari warna dan tekstur air yang berbeda dan baunya juga yang menyengat membuat Andi semakin penasaran.
Saat disekolah Andi dan Fadil melihat hasil lab tentang air hujan tersebut ternyata hasilnya sangat mengejutkan air hujan terbuat dari limbah dan kotoran yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia, Andi dan Fadil pergi dari lab dan bergegas menuju ke laut yang sangat tersembunyi dari kotanya saat sampai disana Andi dan Fadil melihat ada 3 Pabrik berjajar yang lebih parahnya lagi limbah dari pabrik tersebut dibuang ke laut sehingga setiap hujan awan hitam menyedot air dari limbah dan kotoran.
Andi marah melihat semua ini terjadi pada kotanya, Andi dan Fadil masuk kedalam pabrik untuk melihat sebenarnya pabrik apa itu,pabrik itu memproduksi racun serangga, oli dan tekstil, Andi dan Fadil menelepon polisi untuk segera menangkap para pegawai dan pemilik pabrik tersebut, saat polisi datang ke pabrik ternyata pabrik itu sudah di setujui oleh pihak berwenang dan pemerintah kota, Andi tidak terima dengan keputusan polisi dan pemerintah, Andi melawan pernyataan polisi soal pabrik itu tapi Andi dan Fadli malah ditangkap karena melanggar hak pemerintah.
Andi dan Fadil berfikir dan mencari cara untuk bias keluar dari sel tahanan, Fadli berdiri dari duduknya dan menonjok muka Andi, Fadil kesal ini bukan urusannya tapi dia juga yang harus masuk kepenjara, perdebatan antara Andi dan Fadil terhentikan saat ibu dari kekasih Andi datang untuk menyemangati Andi dan Fadil dalam menghentikan pencemaran hujan ini, Andi berjanji padanya untuk menghentikan pencemaran ini, Andi meminta maaf pada Fadil karena memang ini salahnya dan ini juga bukan urusan Fadil, saat polisi datang ke ruang sel tahanan, Andi memasang muka marah dan membentak polisi, Andi khawatir kalau pabrik itu belum ditutup pabrik itu akan terus membuang limbahnya ke laut dan laut akan semakin tercemar pasti akan ada korban lagi akibat hujan itu, polisi hanya bilang dia hanya menjalankan tugas dari pemerintah dan dia tidak bias berbuat apa apa, Andi meminta si polisi untuk melepaskannya dan bekerjasama agar pabrik itu bisa di tutup selamanya, tadinya polisi hanya terdiam seperti ketakutan tapi akhirnya si polisi setuju dia akan membantu Andi dan Fadil untuk menutup pabrik itu selamanya.
Polisi, Andi dan Fadil mulai menjalankan rencana mereka, Andi dan fadil masuk kedalam pabrik dan mengambil semua bahan bahan yang ada dipabrik, polisi mengeluarkan semua pegawainya dan mengunci lubang saluran limbah dengan kencang, para pegawai yang membandel ditangkap oleh polisi, saat pemilik pabrik datang polisi langsung mengarahkan pistolnya dan menyuruhnya untuk diam di tempat atau si polisi akan menembak kakinya untuk melumpuhkan si pemilik pabrik, perdebatan terjadi, Andi angkat bicara dan menceritakan semuanya yang terjadi selama ini, pemilik pabrik membantah semua yang dibicarakan Andi dia malah bilang kalau ini bukan urusannya, sembunyi sembunyi Fadil memukul tengkuk leher si pemilik, sipemilik pun jatuh pingsan dan dibawa oleh polisi kedalam mobilnya.
Pemerintah dan pihak polisi telah mendengarkan semua keluhan dan masalah dari Andi dan semua warga kota, akhirnya semua pabrik ditutup, pemilik dan pegawai yang tidak bertanggung jawab dijebloskan kedalam sel tahanan dan menjalani hukuman yang berat atas ulahnya, petugas kebersihan mengambil semua sampah didalam laut dan menyedot semua limbah yang ada didalam laut, Andi dan Fadil di angkat sebagai penyelamat kota karena keberaniannya berdebat dengan pemerintah dan caranya menyelamatkan keselamatan warga kota.
Saat awan mendung datang warga kota tidak lagi ketakutan, mereka bersenang senang menikmati hujan yang menyegarkan dan tidak bahaya, akhirnya angka kematian di kota sudah menurun semenjak hujan tidak tercemar lagi, Andi dan Fadil senang melihat semua warga bisa beraktifitas walaupun hujan melanda.
SELESAI
Jagalah laut kita, jangan dicemari