Angel Aurora sedang berjalan di taman bunga yang cantik di tamannya. Pagi ini Angel sedang melihat bunga-bunganya yang tumbuh subur dan mulai bermekaran. Melihat bunga-bunganya yang mulai bermekaran merasa sedikit senang dan tidak murung lagi. Dari kejauhan terlihat seseorang ia adalah sosok Ravandro Kevan. Kevan nama panggilannya, ia adalah seorang pianis dengan wajah yang tampan dan mata yang berbinar.
Kevan merupakan pianis dengan bakatnya sendari kecil. Ia menggunakan bahasa isyarat. Kevan sekarang berusia tidak jauh dari usia Angel, usianya 21 tahun tahun ini. Kevan sangat populer di New York. Walaupun ia tunarungu tapi ia sangat bersyukur dapat mendengar lagi dengan alat bantu pendengaran. Ia dapat memiliki bakat bersanding dengan alat-alat musik dan memainkannya.
“Hai Angel, bagaimana kabar mu? Sendari kecil kamu sangat suka bunga ya?” sapaan kevan terhadap gadis yang menyiram bunga pagi itu.
“Iya, Van. Kabar ku baik, bukan kah kamu lihat aku baik baik saja?” jawaban ketus dari Angel yang membuat Kevan bingung ingin menanyakan hal lain.
Angel tersenyum kala itu dengan pipi gembul dan mata berbinar-binar ia mengajak Kevan minum teh di tamannya. Kevan hanya menuruti kemauan Angel ia berjalan mengikuti tuntunan Angel. Gadis itu benar-benar periang meskipun selalu ketus ketika di tanya.
Kevan hanya duduk dan melihat taman gadis itu. Ia terpaku melihat akuarium yang di pasang disana. Terdapat kura-kura dan beberapa ikan. Kevan ingat waktu kecil ia sangat suka berenang sehingga orang tuanya berkata “Pasti kamu, kura-kura di kehidupan sebelumnya, nak.” Itu hanya sepotong ingatan mengenai ibundanya sebelum kecelakaan terjadi.
Angel memberikan teh dan biskuit pada Kevan. Ia tersenyum dengan tulus. Setelan itu Kevan memulai pembicaraan.
“Angel, sepertinya aku tidak akan lama hidup.” Kata Kevan sambil meminum tehnya.
“Kamu sudah bilang hal itu ratusan kali! Kenapa? Ada apa sekarang?” jawab Angel dengan nada yang marah.
“Sepertinya gadis yang aku suka tidak pernah menyukai ku. Dia sangat cantik wajar bila ia bersama dengan lelaki yang tampan. Ia juga menyukai bunga dan memiliki taman bunga, dia periang. Tapi ia sangat ketus dan pemarah.” Kata Kevan
“Maksud kamu Rini? Apa aku bilang padanya saja kalo kamu menyukainya?” sahut Angel dengan heboh.
“Kamu Tidak perlu bilang pada Rini. Biar aku pendam saja perasaanku.” Jawab Kevan dengan nada rendah.
Setelah percakapan itu, Kevan pergi meninggalkan Angel sendirian. Dalam perjalanan pulang Kevan memakai dirinya sendiri karena tidak pernah mampu menyampaikan perasaannya pada sahabatnya Angel.
•••
Sore ini hujan sangat deras, Angel menyeduh teh dan melihat dari jendela kamarnya. Udara terasa sangat dingin. Ia menyalahkan penghangat ruangan. Lalu ia tertidur.
Di satu sisi, Kevan sangat kedinginan di rumahnya yang mewah. Ayahnya menyuruh dirinya berendam di kolam renang selama 30 menit lamanya. Ia hanya dapat menurutinya jika ia tidak patuh akan ada banyak bekas luka yang terpampang di badannya.
Setelah selesai berendam ia harus tidur. Entahlah tradisi keluarga mana yang mengharuskan berendam 30 menit sebelum tidur di kolam renang. Malam itu, Kevan mendengar Ayahnya berbicara dengan seseorang “Kasihan putraku! Aku tidak akan menikahkan dia dengan putrimu yang keji itu!” katanya dengan nada marah. Kevan berlari ke kamarnya, ia mencernanya. Sekarang ia tahu ayahnya tidaklah jahat atau kejam namun ini untuk melindunginya. Ia membuat jadwal latihannya untuk melatih bela diri. Ia ingin melindungi Angel.
•••
Seminggu telan berlalu, Kevan menemui Angel yang merawat bunganya.
“Angel, aku pamit ya. Mungkin aku tidak akan kembali.” Kevan memberikan sebuah kotak hadiah kecil lalu pergi.
“Kevan, kamu mau ke mana.” Angel menarik tangan Kevan yang hendak pergi.
“Ada urusan, bersama ayah juga. “ katanya kala itu.
•••
Sebulan kemudian,
Drettt...Drettt... (panggilan suara dari Rini)
“Hallo, Angel. Kevan Meninggal! Akan dimakamkan hari ini...” tangan Angel dan tubuhnya mendadak kaku. Karena kabar tersebut.
Angel berlari ke rumah Kevan, didepan rumah terdapat Om David yang seakan menunggu seseorang. Angel menghampiri om David kala itu. “Kamu Angel Aurora?” tanya om David pada Angel yang hanya bisa mengangguk.
“Maaf, nak Angel kita harus bertemu dalam keadaan berduka mengenai Kevan. Kevan Meninggal akibat kecelakaan yang di lakukan oleh gadis keji bernama Zealina Safa. Ia mengincar Kevan karena ia tidak mau di jodohkan dengannya. Kevan menghilang seminggu terakhir. Ia hanya mengatakan bahwa ibunya memang di bunuh oleh keluarga Zealina. Kevan tidak memberitahuku mengenai rencana balas dendamnya. Saat itu Kevan menitipkan box ini untuk kamu Angel.” Om David memberikan Box itu pada Angel.
Tak lama Kevan datang dengan ambulans. Jasad Kevan benar-benar terbujur kaku. Angel tidak dapat menahan tangisnya. Ia sangat terluka sangat sedih dan terasa ada yang hilang dari dirinya.
Pagi itu pemakaman berjalan lancar, Angel tidak ingin pergi dari gundukan tanah yang baru itu. Ia masih memegang Box pemberian Kevan. Ia tidak percaya melihat orang yang ia cintai meninggal. “selamat tinggal Kevan, keinginanmu meninggal telah terwujud. Andaikan aku tau itu tanda darimu, aku tidak akan cuek pada mu.” Kata Angel sambil memegang nisan Kevan.
Box dan hadiah kecil dari Kevan langsung ia buka saat dirumah. Angel sangat terkejut melihat isinya box itu berisi gaun pengantin sedangkan hadiah kecil itu berisi kalung dan cincin. Angel menangis sejadi jadinya. Ia baru menyadari ternyata orang yang ia cintai juga mencintainya. Terdapat catatan dibox itu “selamat ulang tahun, ini kado dariku. Aku sangat mencintaimu meskipun kamu selalu menjodohkanku dengan Rini, gadis yang aku suka itu kamu Angel Aurora. Mungkin saat kamu membuka hadiah dariku aku tidak disisimu, karena saat aku menulis ini aku terluka parah. Maaf kan aku gadis periang.”
Angel menangis untuk sekian kalinya, ia memakai cincin itu.
•••
Dua tahun telah berlalu.
Angel telah berkeluarga, ia memiliki putra yang baru saja lahir.
“Namanya Kevan Andromeda.” Kata Angel pada suaminya.
TAMAT