[2 Oktober 2021]
Hari ini adalah hari di mana Aileen menerima ungkapan cinta dari sahabatnya, Karell. Tepat di dalam kelas, saat para murid sudah pergi berhamburan untuk pulang ke rumah.
"Ai, gue tau kita udah sahabatan dari lama. Gue cuman mau jujur sama perasaan yang gue alamin. Gue..., punya perasaan lebih ke lo, lebih dari sahabat. Gue cinta sama lo, jujur gue pengen punya hubungan yang lebih dari sahabat." Karell khawatir Aileen merasa tidak nyaman dengan perkataannya.
Aileen yang mendengar fakta itu pun terkejut, pasalnya ia tidak pernah sekalipun terpikir bahwa sahabatnya memiliki perasaan yang lebih pada dirinya. "Jujur gue kaget, emang dari kapan lo mulai ngerasain hal itu?" Aileen bertanya kepada Karell.
"Sebenernya udah gue rasain sekitar satu tahun lalu, dan gue baru berani ungkapin ini sekarang," jawab Karell seadanya.
"So? Gimana tanggepan lo?" Karell menatap mata Aileen.
"Ini terlalu tiba-tiba buat gue, tapi gue mau coba buka hati buat lo. Kita jalanin pelan-pelan bisa?"
Karell tersenyum lebar mendengar hal itu. "Boleh banget Ai, thanks udah mau kasih gue kesempatan." Karell memeluk tubuh Aileen, dan langsung dibalas oleh sang pemilik tubuh.
[7 Desember 2022]
"Ayang! Tunggu, itu tali sepatunya dbenerin dulu iketannya, nanti kesandung," ucap Karell sembari berjalan menuju pacar kesayangannya.
"Sini, aku benerin." Karell merendahkan tubuhnya dan mengikat tali sepatu milik Aileen yang tadi sempat terlepas. "Nah, udah."
"Makasih Karell, hehe."
"Lucu banget sih pacar Karell." Karell mengusak gemas rambut Aileen.
"Ihh, Karell! Berantakan tau," protes Aileen sembari mencebikkan bibirnya.
Karell yang melihat hal itu pun hanya tertawa karena menurutnya tingkah laku Aileen sangatlah menggemaskan.
Mereka pun berjalan menuju ke kelas mereka (XI IPA 2). Tidak terasa hubungan mereka sudah berjalan 1 tahun, dan perasaan yang dimiliki oleh mereka berdua semakin membesar setiap harinya.
"Karell, akuu nggak nyangka deh kita bisa bareng sampe hari ini. Aku seneng banget bisa kenal sama kamu, makasih buat 1 tahun lalu karena udah berani ungkapin perasaan kamu." Aileen tersenyum manis, hingga matanya membentuk seperti bulan sabit.
"Aku juga seneng bisa kenal kamu. Hari aku jadi lebih seru kalo dijalanin sama kamu. Aku juga mau bilang makasih, karena kamu udah kasih aku kesempatan buat jadi orang spesial di hati kamu." Karell membalas senyuman Aileen.
"Karell, janji ya sama aku, kamu bakal terus sama akuu, seenggaknya kita harus bareng buat waktu yang lama. Aku nggak mau kehilangan kamu." Aileen menatap wajah Karell.
"Iyaa Aileen, cantiknya aku, kesayangannya aku, dunianya Karell. Aku janji, kalo bisa sih aku mau nikah sama kamu kalo nanti aku udah gapai cita-cita aku," ucap Karell dengan wajah jahilnya, dan langsung dihadiahi pukulan yang cukup keran di lengannya oleh Aileen.
[16 September 2023]
"Karell, kamu akhir-akhir ini kok kaya ngehindarin aku ya? Aku ada salah?" Sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Aileen.
"Apaan sih Ai, perasaan kamu aja kali. Aku nggak ngehindarin kamu kok." Karell menjawab sembari tangannya yang sibuk menulis di sebuah kertas, entah apa itu.
"Kamu kalo ada masalah bilang dong, aku nggak mau didiemin kaya gini. Kamu udah kaya gini sejak seminggu lalu loh, aku capek, Karell." Aileen meluapkan segala perasaannya, matanya berkaca-kaca dan mungkin sebentar lagi air matanya akan jatuh.
"Terserah, aku capek." Aileen meninggalkan Karell sendirian di kelas.
Malamnya, di saat Aileen sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur dengan pikirannya yang menjelajah kemana-mana tentang sikap dari Karell, tiba-tiba bel rumah miliknya berbunyi. Aileen kebingungan, siapa yang datang ke rumah malam-malam, bukannya ibu dan ayah sedang menginap di rumah nenek. Aileen bergegas keluar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya. Ketika melihat sosok yang menekan bel rumahnya, betapa terkejutnya ia, ternyata itu adalah Karell, dan ia membawa sebuah kue? Untuk apa itu?
"Happy birthday cantik," ucap Karell dengan senyuman manisnya.
Aileen akhirnya tersadar, bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aileen segera menyuruh Karell untuk masuk ke dalam. Saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu.
"Karell..." Mata Aileen berkaca-kaca.
"Ihh jangan nangis ayy," ucap Karell.
"Kamu nyebelin! Aku kamu jauhin dari minggu lalu, terus tiba-tiba kamu kasih aku kejutan gini?!!" Aileen mencubit lengan pacarnya.
"Aduh, duh, ayy jangan dicubit. Karell minta maaf, hehe. Aku kan mau bikin surprise buat kamu."
"Udah ayo bikin permintaan, terus tiup lilinnya."
Aileen pun membuat permintaan dan meniup lilin tersebut.
"Kamu minta apa tuh?" Karell bertanya dengan rasa penasaran.
"Aku cuman minta, kita bisa selalu kaya gini, kamu selalu ada di sisi aku." Aileen memberikan senyuman kepada Karell.
Karell merasa bahagia, dirinya begitu berharga untuk Aileen.
[1 Oktober 2023]
Karell dan Aileen kini sedang berada di sebuah taman, tempat biasanya para remaja menghabiskan waktu berdua.
"Karell, kamu lagi ngapain sih di situ?" Tanya Aileen kepada Karell yang sedang berjongkok membelakangi dirinya.
Karell berdiri, dan membalikkan badannya, "Tadaaa, ini bunga buat Aileen cewek aku." Karell menunjukkan rangkaian bunga kecil yang dirangkainya untuk Aileen.
Aileen pun tertawa.
"Karel, ihh kirain lagi ngapain." Dengan senang hati Aileen mengambil bunga tersebut.
"Bunga benerannya nantii yaa, kali ini bunga yang kecil ini dulu." Karell mendudukkan dirinya di sebelah Aileen.
"Iya, deh."
[3 Oktober 2023]
"Kamu kenapa sih tutup mata aku kaya gini?" Aileen bertanya pada Karell yang kini sedang menutupi matanya.
"Udahh ikutin aja kata aku, sini jalan ke sini." Karell mengarahkan jalan untuk Aileen, dan Aileen pun hanya menurut.
"Nahh sampe. Jangan buka mata dulu sampe aku bilang buka," ucap Karell.
"Udah boleh buka belum?"
"Ayo, sekarang buka mata kamu."
Aileen membuka matanya, dan dirinya terkejut melihat Karell yang kini sedang berlutut dengan bunga yang berada di genggaman tangannya.
"Cantiknya akuu, selamat hari jadi kita yang ke 2 tahun, hehe. Ini bunganya buat kamuu, sesuai yang aku janjiin kemarin-kemarin." Karell menyerahkan bunga tersebut untuk Aileen, dan Aileen pun menerimanya.
"Makasih Karell, aku seneng banget. Kamu selalu nepatin janji kamu, aku sayang Karell." Aileen memeluk tubuh Karell, dan Karell pun dengan senang hati membalasnya.
[3 Oktober 2024]
"Hai, Karell. Aku dateng ke sini lagi, kamu pasti udah bahagia ya di sana? Kamu tau ga sih, aku hampir ga bisa nerima kepergian kamu yang tiba-tiba. Di tanggal yang sama kaya hari ini, kamu baru aja ngasih aku kejutan yang bikin aku seneng, kamu ngasih aku bunga mawar. Aku suka banget sama bunga yang kamu kasih. Tapi hal yang bikin aku sedih, itu... bunga terakhir dari kamu, tanda cinta terakhir dari kamu sebelum kamu pergi ke atas sana." Aileen meneteskan air matanya, dan diusapnya perlahan sebuah batu nisan yang bertuliskan nama Karell Marvelino, sang kekasih yang begitu berarti baginya.
"Aku kaget, jantung aku kerasa tiba-tiba berhenti pas aku dapet kabar, kalau kamu kecelakaan dan nggak bisa diselamatkan. Sedih? Iya aku sedih banget, dunia aku serasa hancur, tapi sekarang aku udah bisa ikhlasin kamu kok, Karell. Bahagia ya di sana, kamu selalu punya tempat istimewa di hidup aku. I love you Karell, sosok istimewa untuk Aileen." Aileen menaruh sebuah bunga mawar putih di makam sang kekasih, Karell.
Kenyataannya, di setiap pertemuan pasti akan ada sebuah perpisahan. Mencintai tak selalu memiliki, level tertinggi dari mencintai adalah merelakan. Hidup mungkin tidak abadi, tapi kenangan dan perasaan di dalamnya akan terus menjadi hal yang abadi.
-Aileen