Setiap malam ia datang hanya untuk melihatnya tertidur pulas, wanita itu adalah wanita istimewah baginya, dan ingin membawanya suatu saat nanti.
Eline wayn, gadis cantik dengan lambang suci di punggungnya, lambang itu ia dapatkan sejak lahir kedunia, ia adalah anak manusia biasa.
Dengan lambang suci itu, ia terpilih menjadi gadis dengan penjaga roh angin yang mengawasinya, roh angin bertugas menjaganya dan memberinya keberuntungan perintah langsung dari dewa matahari, dewa matahari sangat menyayangi Eline dengan lambang suci yang membuatnya murni tak tersentuh.
Namun itu hanya bertahan beberapa waktu, karena anak raja iblis yang juga menyukai gadis suci itu dan akan membawanya, ia bertekad untuk menjadikannya sebagai pendampingnya.
Charles resholky, anak Raja iblis neraka ke-7 Iblis Mozalus, namun setelah Mozalus lenyap Charles lah yang menggantikan kedudukannya sebagai Raja iblis neraka ke-7.
Charles sangat menginginkan kesucian Eline sebagai lambang kesucian, anak manusia yang terpilih begitulah julukannya dari dunia Iblis.
Suatu ketika saat hendak membawanya ke neraka, Charles dihentikan oleh Roh angin utusan dewa matahari yang bertugas menjaga lambang suci pada tubuh Eline yang tampak sedang tertidur oleh sihir Charles.
"Lepaskan dia Charles!"teriak Moulsa.
Moulsal adalah Roh angin ke-5 yang mendapat tugas untuk menjaga Eline dan lambang suci, Moulsal adalah pelayan dewa matahari yang agung.
"Apa urusanmu datang kemari Moulsal."tanya Charles geram.
"Sudah menjadi urusanku jika itu bersangkutan dengan lambang suci."balas Moulsal mengingatkan.
"Aku tidak akan melepaskannya."balas Charles santai.
"Jika begitu kau menantang dewa agung kami."balas Moulsal.
"Aku tidak peduli, silahkan turunkan para Roh lainnya, itu tidak akan merubah keputusanku."tegas Charles menatap tajam Moulsal.
Eline akhirnya terbangun dari mimpinya, heran mengapa ia bisa memimpikan hal yang sangat aneh, melihat kearah jendela ada bayangan yang tampak sedang memperhatikannya.
"Hei siapa itu?"teriak Eline memeriksa jendela kamarnya, namun bayangan itu menghilang tanpa jejak, Eline tampak tidak takut.
Dari atas atap rumah, Charles memperhatikan kekasihnya itu sedang bingung mencari keberadaanya, ia tersenyum melihat gadisnya yang pemberani.
"Aneh, padahal bayangannya sangat jelas, apa itu hantu?"batin Eline.
Setiap malam Eline selalu terbangun, ia memimpikan mimpi yang sama terus menerus, bahkan ia ingat akan dua wajah tampan Charles dan Moulsal.
"Charles?, Moulsal?"batin Eline bertanya tanya.
Eline mengingat semua mimpinya, Raja iblis dan Roh angin yang memperebutkannya karena lambang suci, namun yang Eline tahu ia hanya mempunyai tanda lahir garis persis seperti kelopak bunga yang berwarna hitam pekat dipunggungnya.
Setiap malam ia semakin dibuat pusing oleh mimpinya, ia melihat pertempuran hebat Moulsal dan Charles yang memperebutkannya, didalam mimpinya Moulasal kalah, namun dewa matahari menurunkan 3 Roh angin angin diatas Moulsal untuk menangkap Charles, Raja iblis itu akhirnya mati didalam mimpinya, namun Eline seakan tidak terima akan hal itu karena didalam mimpinya ia menangis hebat memeluk Charles, dan itu membuatnya sangat bingung, ia bertanya tanya apa hubunganya dengan Charles, apakah Charles adalah kekasihku batin Eline menerka nerka.
"Siapa dia mengapa aku begitu bersedih atas kematiannya?"gumam Eline sambil menatap keluar jendela.
Semantara itu Charles terus mendatangi Eline untuk melihat kekasihnya itu, ia menyatakan haknya terhadap Eline yang menjadi miliknya.
Sampai suatu ketika, mimpi Eline menjadi kenyataan, Eline memang dibawa oleh Charles yang menidurkannya dengan sihir buaian untuk tetap memejamkan mata, namun seperti di dalam mimpinya, Moulsal datang untuk mencegah Charles membawanya.
Saat Eline terbangun, ia sangat terkejut mendapati dirinya tidak berada di dalam kamarnya, melainkan di dalam Pelukan Charles diatas atap rumahnya, Charles menatap Eline dengan senyuman, Eline terbuai akan hal itu, saat melihat senyum Charles ia tampak tidak asing baginya, pelukannya, tatapannya, dan senyuman itu tampak sudah terukir kama didalam hatinya.
"Kau istirahatlah dulu."ucap Charles mengecup kening Eline tanpa penolakan, ia pun sangat heran akan hal itu Eline bingung mengapa ia merasa sangat bahagia.
"Moulsal mari bertarung, jika kau kalah aku akan membawanya."ucap Charles menantang.
"Apakah kau sudah melupakan kejadian 100 tahun lalu?"tanya Moulsal mengingatkan.
"Jangan terlalu percaya diri kali ini."balas Charles.
"Baiklah, jika kau kalah maka, jangan lagi mengharapkannya."balas Moulsal, mendengar itu Charles langsung menyerang, Eline tidak dapat melihatnya, yang ia lihat hanya cahaya Merah gelap dan cahaya putih yang terus beradu secara cepat.
Eline hanya dapat melihat dengan rasa takut, ia menjadi takut mimpinya menjadi kenyataan, tanpa ia sadari air matanya mengalir tanpa sebab yang pasti, jantungnya berdegup kencang berharap Charles memenangkan pertarungan itu.
Akhirnya pertarungan itu selesai, Moulsal tergeletak luka parah, Charles hanya sedikit luka luka, ia mendekati Eline yang menangis.
"Hei tenanglah sayang, aku tidak apa apa?"ucap Charles memeluk erat Eline.
Namun dewa matahari menurunkan sepuluh Roh Api tingkat tinggi untuk menangkap Charles.
"Kalian terlambat, lihatlah adik kalian sudah kalah perjanjian tetaplah perjanjian."ucap Charles mengingatkan para Roh api untuk sportif.
"Kurasa telingamu bermasalah."ucap Rosel pemimpin Roh api tertinggi.
"Apa maksudmu Rosel?"jawab Charles.
"Ya kami tidak mendengar perjanjian itu."balas Rosel tersenyum mengejek.
Rosel melepaskan serangan pertamanya, namun serangan itu mengenai Eline hinga gadis suci itu tidak sadarkan diri, tentu saja itu membuat Charles murka, ia menunjukan kemurkaannya dangan wujud iblis keduanya, pertarungan yang tidak seimbang itu membuat Charles kesusahan terlihat ledakan sana sini hasil dari pertarungan miring itu, sepuluh roh api berhasil membuat Charles terkepung.
"Menyerahlah, tebus kesalahanmu di depan dewa agung."ucap Rosel.
"Heh..itu tidak akan pernah terjadi lagi."balas Charles melanjutkan pertarungan hidup dan matinya untuk Eline.
Sementara itu Eline yang terkapar, bermimpi tentang sesuatu yang membuatnya terkejut, ia selalu bertanya hubungannya dengan Charles, tampaklah sebuah ingatan yang dapat menjelaskan semuanya.
Eline adalah kekasih Charles, dulu di kehidupannya yang lama ia bernama Misela iriana, hubungan itu dipisahkan oleh kematian, Misel tewas di tangan adik dewi kesucian Seira.
Seira adalah adik dewi kesucian Cancera, alasan Seira turun ke bumi membunuh Misela adalah kecemburuan, karena Charles lebih memilih mencintai manusia daripada dirinya, semenjak saat itu Charles membenci keluarga Dewi kesucian serta dewa agung karena menghalanginya untuk membalas dendam atas kematian Misela.
Saat itu Eline terbangun dan menangis, ia baru mengetahui fakta yang sangat mengejutkan, ia menjalin cinta bukan dengan manusia melainkan dengan Iblis neraka ke-7 Charles resholky.
Dalam tangisnya ia tetap tetap mencari kekasihnya masalalunya itu, Charles sudah tidak berdaya lagi, terkapar dalam bentuk manuasianya yang lemah berlumuran darah disekujur tubuhnya.
"Charles!"teriak Eline berlari menuju pujaan hatinya itu.
"Bangunlah aku sudah ingat semuanya..hiks..hiks"ucap Eline memeluk tubuh Charles yang sudah tewas.
"Bangunlah Charles kumohon...jangan pergi jangan tinggalkan aku lagi..kumohon..hiks..hiks."gerutu Eline menangis terisak isak memeluk tubuh itu.
Namun semuanya sudah terlambat, Eline mengingat semuanya untuk melihat kematian Charles yang setia menunggunya dikehidupan selanjutnya, Charles menunggu Misela terlahir kembali kedunia, Eline adalah reinkarnasi Misela dan Eline mengingat itu semua, dulu ia tidak mengetahui tentang Charles yang bukan manusia cinta tetaplah cinta apapun wujudnya "aku adalah kekasih iblis, aku kekasih dan pemdampingmu ucap Eline menangis tidak merelakan kematian Charles."
Tubuh Charles menjadi abu yang beterbangan diudara ditiup angin, ia lenyap sebelum Eline menyadari semuanya, gadis itu tertunduk lesu ia berharap Charles kembali, namun itu adalah kemustahilan.
Waktu terus berlalu, semenjak kejadian itu Eline tidak memimpikan Charles lagi, ia kehilangan semangat hidupnya, ia bagaikan mayat hidup tanpa nyawa, ia masih terus mengingat Charles, ia begitu merindukan sosok Charles menangis histeris setiap hari di dalam kamar yang gelap meminta kembali apa yang sudah diambil darinya.
Hingga suatu saat, ia bermimpi bertemu dengan Charles di dalam mimpinya Charles hanyalah manusia biasa bukanlah Iblis.
"Aku belum mati, aku hanya akan menebus kesalahanku."ucap Charles memeluk Eline yang menangis.
"Benarkah, jika begitu cepatlah kembali padaku..hiks..hiks..aku tidak sanggup begini."balas Eline menangis tersedu sedu.
"Apa kau sudah mengingat semuanya?"tanya Charles, Eline mengangguk dalam tangisan hebatnya.
"Kau membohongiku."ucap Eline.
"Haha maafkan aku, jika aku tidak berbohong maka aku tidak akan bisa mendapatkanmu dulu."bala Charles membelai pipi kekasihnya itu.
"Kau masih sama seperti dulu, cengeng."ucap Charles tersenyum lalu mencium bibir Eline, ia membalas ciuman yang sudah lama ia rindukan itu.
"Berjanjilah untuk tetap hidup dengan bahagia, aku akan tetap menunggumu disini."ucap Charles meyakinkan hati Eline yang hanya dapat menganggukkan kepalanya dengan sedikit tersenyum.
Setelah itu Eline terbangun dari mimpinya yang tampak begitu nyata, ia menangis lagi, ia sangat merindukan kekasihnya yang bukan manusia itu, ia tidak menghiraukan itu sama sekali, yang ia tahu bahwa dirinya sangat mencintai Charles.
Singkat cerita, Eline terus melanjutkan hidupnya, memenuhi janjinya kepada Charles, namun Eline tidak pernah ingin mempunyai kekasih di dunia, ia tidak akan menghianati Charles yang menunggunya, tersenyumlah aku melihatmu dari sini."suara itu terdengar jelas ditelinga Eline yang langsung menatap langit lalu tersenyum.
"Tunggu aku Tuan Charles, aku mencintaimu wahai kekasih iblisku."
.
.
.
.
.
.
.
.
Tamat.