(Disarankan mendengar "Crying Alone by Jurrivh" untuk pengalaman yang lebih emosional)
Embun yang berubah menjadi butiran air mulai menetes membasahi kalbu. Susasana pedesaan yang sejuk serta damai menemani kehidupan damai sepasang kekasih.
Mereka berdua telah bersahabat sejak kecil dan saling percaya satu sama lain. Anni sudah mengetahui semua sifat dari Rey dan sebaliknya Rey pun sudah paham betul sifat Anni.
Anni adalah seorang wanita yang berkarakter lembut hingga dia tidak bisa mendengar berita mengenai kecelakaan, maupun jika seseorang jatuh sakit. Berita tersebut akan membuat hatinya rapuh dan mulai menangis.
Semua hal itu terjadi karena Anni sudah kehilangan ibunya sejak kecil, karena mengidap sebuah penyakit. Anni takut mendengar berita seperti itu, karena Anni takut kehilangan orang yang disayanginya lagi.
Rey paham dengan kondisi Anni, jadi sebisa mungkin Rey menjaga berita seperti itu dari dirinya. Rey yang selama ini menggantikan posisi Anni, apabila harus menghadiri pemakaman atau menjenguk seseorang yang sakit.
Rey dan Anni sudah bersahabat sejak berusia 6 tahun dan mulai menjalin asmara semenjak keduanya mulai berumur 17 tahun. Anni menganggap sosok Rey sebagai pengganti ibunya, karena Rey memiliki sifat yang lembut, pemaaf, penyayang dan perhatian.
Rey setiap hari selalu datang kerumah Anni, setelah bekerja untuk melihat keadaan Anni. Tidak lupa Rey selalu membuatkan makan malam untuknya, dari bahan makanan yang dibelinya selepas pulang kerja.
Anni begitu mencintai Rey, seolah dunia akan runtuh untuk kedua kalinya jika Rey pergi meninggalkannya. Anni selalu menggenggam erat tangan Rey ketika, Rey hendak pulang. Anni bertingkah seperti itu karena dia takut kehilangan Rey sewaktu-waktu.
Kebiasaan Rey, yang selalu memberi kejutan di setiap awal bulan untuk Anni, meskipun berupa kejutan kecil. Anni tidak pernah bosan mendapat kejutan-kejutan dari Rey. Kejutan yang diberikan Rey mulai membelikan Anni sebuah aksesoris dari kota tempat Rey bekerja, hingga mengajak Anni jalan-jalan keluar kota.
Ayah Anni sangat menyukai Rey, karena bisa membuat anaknya bahagia. Ayah Anni terkadang merasa bersalah, karena tidak bisa memberikan perhatian lebih. Ayah Anni setiap bulan hanya pulang kerumah selama 4 hari saja, setelah itu harus kembali lagi ke tempat perantauannya.
Ayah Anni sudah menitipkan anaknya kepada Rey jika sesuatu terjadi. Rey dengan senang hati menerima permintaan itu dari ayah Anni.
Hari ini cuaca begitu cerah, Rey pagi-pagi sekali sudah datang menghampiri Anni.
"Tumben sekali, pagi-pagi Sayangku sudah datang menemuiku"
"Iya aku ingin mengajakmu ke tempat yang selalu kamu inginkan"
Rey mengajak Anni pergi ketempat taman hiburan yang selama ini diinginkannya.
"Apakah kau tidak masuk kerja?"
"Tidak, aku sedang cuti dan selama hari ini hingga 2 hari kedepan, waktuku khusus untukmu"
Mendengar itu Anni sangat bahagia dan memegang erat tangan Rey saat berada di Gondola.
"Kenapa dengan raut wajahmu"
"Aku senang, karena sayangku akan menemaniku selama 2 hari kedepan mulai hari ini"
"Jangan tersenyum seperti itu, membuatmu terlihat makin manis"
Hari itu Rey dan Anni bermain sepuasnya di taman hiburan, hingga Anni sampai kelelahan mencoba semua wahana. Rey mengantar Anni pulang dan Anni tak sabar menunggu hari esok.
Esoknya Rey mengajak Anni berkencan di tempat yang sangat romantis. Disebuah restoran yang berada di tengah gunung. Suasana restoran itu sangat sejuk dan indah. Restoran itu dihiasi lampu-lampu dan ornamen-ornamen yang cantik, serta dikelilingi oleh pohon pinus.
"Kenapa restoran ini sangat sepi, padahal kita sudah hampir 30 menit disini"
Tiba-tiba terdengar suara musik dan Rey mulai bernyanyi. Anni kaget ternyata seluruh restoran sudah disewa oleh Rey. Anni sangat senang dan terharu mendapat kejutan dari Rey. Rey mulai menyanyikan beberapa lagu cinta, yang membuat Anni makin terhanyut akan perasaan. Membuat Anni meneteskan air mata bahagia.
Hari itu dipenuhi dengan kebahagiaan. Saat Rey mengantarkan Anni pulang, Anni memeluk Rey dan berterimakasih karena telah mencintainya sepenuh hati. Rey hanya membalas senyuman dan berbalik pulang.
Esok paginya Rey mengajak Anni kesuatu tempat yang spesial bagi mereka. Rey mengajak Anni ketempat pertamakali mereka jadian.
Rey lantas bersujud dan mengeluarkan cincin dari sakunya. Anni kaget dan hanya bisa terdiam membeku.
"Anni aku sangat mencintaimu" sambil memasangkan cincin ke jari manis Anni.
Anni masih menangis terharu akan perbuatan Rey. Rey memeluk Anni untuk meredakan tangisannya.
"Maaf sayangku, cincin ini sebagai tanda perpisahan dariku"
Anni yang saat itu tengah bahagia tiba-tiba, merasakan suasana yang bergejolak dihatinya.
"Kenapa kau berbicara seperti itu sayang?"
"Waktuku sudah tak lama lagi, Kau harus merelakanku"
"Apa maksudnya ini? Jelaskan kepadaku"
"Aku sebenarnya sudah meninggal 3 hari yang lalu, tetapi aku diberikan kesempatan untuk mengucapkan perpisahan selama 3 hari saja"
"Kenapa ini terjadi" Tiba-tiba kedua kaki Anni lemas dan membuat Anni terjatuh seketika.
"Maafkan aku Anni, tapi takdir berkata lain. Aku ingin memberikan kenang-kenangan yang indah untukmu selama 3 hari ini, supaya kau bisa merelakanku"
Anni masih terdiam membisu dengan tatapan kosong. Rey langsung memeluk Anni dan mencium keningnya.
"Tidak apa-apa Anni, semuanya akan baik-baik saja. Suatu saat dirimu akan bertemu dengan seseorang yang lebih baik dari padaku. Saat ini kau hanya perlu merelakanku. Agar tidak ada penyesalan saat aku pergi ke alam lain, bukti bahwa kau mencintaiku"
Seketika Anni bangun seolah-olah mendapatkan kekuatan dan segera berlari ke arah Rey yang sudah berada ditepi pintu dunia lain. Anni memeluknya dan mencium bibirnya tanda perpisahan.
"Kau selalu saja menghawatirkan orang lain, dasar bodoh" Anni tertawa sambil menangis. Rey pun mengusap air matanya.
"Aku mencintaimu dan akan menjagamu dari balik dunia. Aku minta maaf kepada ayahmu, karena tidak bisa memenuhi janjinya padamu. Aku mencintaimu"
Anni yang menggenggam tangan Rey dengan erat saat Rey mulai berbalik dan masuk kedunia lain. Tangan Rey yang di genggam Anni, tiba-tiba berubah menjadi butiran cahaya yang mehiasi sore itu.
Anni hanya bisa berdiri sambil menahan rasa cintanya sore itu. Sambil menahan tangisannya, Anni melambaikan tangannnya untuk mengantar kepergian Rey.
"Aku cinta kamu Rey"
----TAMAT---