namaku Riko umurku sekarang 17 tahun. aku tinggal di Bandung bersama ibu, ayah dan adikku yang bernama andi. namun kami harus pindah ke medan, karena ayah di pindah tugaskan ke Medan. ayahku adalah seorang polisi.
pagi-pagi sekali kami pun segera bersiap untuk pergi menuju kebandara. karena tidak mau ketinggalan pesawat kami segera bergegas, dan untungnya setelah sampai di bandara pesawatnya belum lepas landas.
setelah jam 10 pagi akhirnya kami berangkat kemedan dengan pesawat meninggalkan Bandung kota yang sudah aku tempati sejak aku lahir dan sekarang aku harus memulai semua dari awal tempat yang baru, rumah yang baru dan sekolah yang baru.
saat kami sampai di Medan aku pun membereskan kamar baruku.ketika malam tiba aku pergi melihat-lihat sekeliling sambil menikmati bintang dan tidak sengaja saat aku menabarak seorang gadis, sehingga buku yang di tangannya jatuh ke tanah. aku pun meminta maaf sambil meonolongnya dan dia hanya terdiam segera pergi meninggalkanku, karena ke terburu-buruanya dia meninggalkan sebuah buku. aku memanggilnya kembali tapi dia tidak memperdulikanku dan melanjutkan jalannya.
keesoakan harinya ketika aku bangun jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi dan aku mesti harus bergegas untuk berangkat ke sekolah.
"ibu kenapa ibu tidak membangunkanku, sekarangkan aku bisa terlambat apa lagi ini hari pertama ku masuk sekolah"kataku sambil bergegas makan
"iya...iya.. ibu minta maaf lagi pula juga kamu udah bangunkan."ucap ibu dan pergi membangunkan adikku
setelah aku selesai makan aku pun pergi berangkat sekolah dengan sepedaku. ketika aku masuk ke dalam kelas guruku memperkenalkanku kepada murid-murid yang ada di kelas itu.
"sekarang pergilah ke tempat duduk mu bersama angga." kata Bu guru menunjuk tempat duduk yang ada di belakang.
setelah aku sampai di tempat dudukku Angga langsung menyapaku, dia orangnya sangat ramah dan kami pun menjadi akrab.saat jam istirahat Angga mengajakku pergi ke perpustakaan. sebenarnya sih aku malas, karena aku tidak suka membaca. tapi karena Angga memaksaku akhirnya aku ikut dengannya ke perpustakaan.
saat kami sampai di depan pintu perpustakaan aku melihat gadis yang aku temui tadi malam ada di tempat itu sedang membaca buku dengan fokus.ketika kami sudah duduk di perpustakaan aku pun menanyakan tentang gadis itu pada angga.
"owh gadis itu namanya Nasya. dia kelas XII fisika, dia orangnya baik tapi dia kurang bergaul, ketika ada waktu luang pasti dia akan datang ke perpustakaan ini."jawab Angga.dan melanjutkan membaca buku.
entah kenapa aku ingin mengenalnya lebih dekat.dan keesokan harinya aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk menyapanya. namun aku takut ketika aku menyapanya dia tidak akan menghiraukanku.tapi aku mencoba untuk mengumpulkan semua keberanianku dan pergi mendekatinya.
"hai,kamu Nasya ya, aku Riko senang berjumpa denganmu, kamu lagi baca buku apa tu."tanya ku padanya dengan sedikit grogi.
"bisa diam gak, ini perpustakaan bukan kantin dan buku apa yang gue baca Lo gk perlu tahu."jawabnya dengan judes.seketika membuat aku terdiam keberanianku yang tadinya aku kumpulkan langsung hilang.aku pun terdiam seribu bahasa dan melanjutkan membaca
beberapa hari kemudian, ketika sedang pergi sekolah aku terjatuh dari sepedaku dan saat itu tidak kusangka Nasya datang menolongku, setelah beberapa hari ini aku tidak lagi menyapanya setelah kejadian di perpustakaan itu.
"kamu gak apa-apa kan ?"tanyanya membantuku berdiri.
"iya aku gak apa-apa hanya tergores sedikit." jawabku dan segera bangkit.
" benar gak apa-apa, kamu masih bisa naik sepeda ?" tanyanya kembali nampak khawatir.
"iya benar aku gak apa-apa kok, aku masih bisa bersepeda" jawabku dan melanjutkan bersepeda.
akhirnya kami pergi bersama ke sekolah.untuk pertama kalinya dia bersikap lembut, aku pikir dia orangnya gak perhatian setelah kejadian waktu itu.
saat sedang makan di kantin bersama angga, aku melihatnya datang ke kantin, ingin rasanya aku menyapanya tapi nanti malah tidak di hiraukan lagi. akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan makan.
saat aku sedang makan Angga pergi ke toilet. aku pun pergi ke tempatnya nasya. yang saat itu sedang makan.
"btw makasih ya tadi udah nolongin aku" kataku mengucapakan terimakasih.
" gak apa-apa kan sesama manusia harus tolong menolong dan luka Lo gimana, masih sakit ?." tanyanya
" owh udah gak apa-apa kok sekarang udah mulai sembuh.lagi pula juga hanya luka gores."jawabku.
di saat kami sedang mengobrol Angga datang menghampiriku dari belakang.
"wahhhh Riko mentang-mentang ada cewek gue di tinggalin, parah Lo rik."ledek Angga padaku sehingga membuat suasana yang tadinya santai malah kacau balau padahalkan aku masih ingin bicara berdua dengan nasya.
"rik kalau gitu aku pergi dulu yah, masih ada yang harus gue kerjain."ucap Nasya dan pergi meninggalkan kami berdua.
" Lo sih ngga, sekarang Nasya jadi pergi deh." kataku kesal
" sorry deh sory gue gak tahu kalau Lo lagi PDKT sama nasya. cie..cie.. yang lagi pdkt kasian di tinggalin." ledek Angga padaku sehingga membuatku semakin kesal dan pergi meninggalkannya di kantin.
keesokan harinya aku melihat Nasya di gerbang sekolah aku pun segera menghampirinya sambil mengembalikan buku yang pernah dia jatuhkan pada malam waktu itu
" hai nay. apa kabar?" tanyaku, aku tidak tahu harus mengatakan apa melainkan hanya itu.
"baik." jawabnya tersenyum membuat aku begitu senang melihatnya tersenyum.
"owh aku ingin mengembalikan buku ini padamu, yang kamu jatuhkan pada saat pertama kali kita bertemu." ucapku menyerahkan buku itu padanya.
"ternyata buku ini ada padamu, aku sudah mencarinya kemana-mana ternyata ada di kamu.makasih ya udah jagain buku ini untukku." ucapnya merasa sangat senang.
"emang seberapa penting buku itu untukmu sehingga kamu sangat senang sekali ketika melihat buku itu ?" tanya ku penasaran.
" buku ini adalah satu-satunya peninggalan almarhumah ibuku, saat itu rumah kami terbakar dan semua barang yang ada di rumah itu habis terbakar dan ketika kami hendak pindah, aku kembali melihat rumahku yang terbakar itu dan menemukan buku ini masih ada di tempat itu dan belum terbakar. aku ingat ketika ibuku masih hidup ibu sering sekali membaca buku ini dan sampai sekarang aku masih menjaga buku ini agar tidak hilang."jawabnya panjang lebar.
"maaf ya aku menanyakan hal itu sehingga aku membuat kamu mengingat kembali masa lalu mu." kataku turut bersalah.
"tidak apa-apa" jawabnya dan kami masuk ke kelas masing-masing.
saat di kelas bapak dan ibu guru memberitahukan kepada kami bahwa kami akan pergi berkemah di hutan. setelah 2 hari kemudian kami pun pergi berangkat untuk berkemah.
disana kami bersenang-senang dan tertawa bahagia, bapak dan ibu guru memberikan sebuah permainan yang mencari bendera. siapa yang pertama menemukan bendera itu dan menyerahkannya kepada bapak dan ibu guru dia lah pemenangnnya
bapak dan ibu guru membagi 3 kelompok. tapi sayang, aku dan nasya tidak satu kelompok karena kami berbeda kelas. padahal aku Sangat ingin bersamanya.
peluit pun sudah berbunyi, tandanya permainan sudah dimulai. aku dan kelompokku pun segera bergegas berusaha untuk menjadi yang pertama, kelompok kami pun berusaha untuk mencari dimana keberadaan bendera itu.
setelah mencari kesana kemari akhirnya kami pun menemukan bendera itu dan segera bergegas menuju ke perkemahan untuk menyerahkan bendera itu. tapi kami menjadi yang kedua.
sekarang tinggal kelompok yang ketiga, mereka belum juga datang. setelah menunggu beberapa saat kelompok yang ketiga akhirnya datang. tapi kedatangan mereka hanya memberitahukan kabar kalau Nasya tidak ada bersama bersama mereka.
Nasya terpisah dari kelompoknya saat mencari bendera itu, mendengar hal itu aku sangat panik kami pun segera mencarinya di hutan.malam sudah mulai tiba tapi Nasya belum juga ditemukan aku pun semakin khawatir padanya
tidak beberapa lama akhirnya aku menemukan Nasya yang tidak sadarkan diri di hutan. aku pun segera berlari menuju ke arahnya dan segera memeluknya karena aku sangat senang akhirnya aku menemukan Nasya. aku pun segera meminta tolong, para murid dan guru pun segera datang ke untuk menolong kami.
Nasya pun di bawa ke UKS untuk di obati dan kata perawat Nasya kecapean dan mengalami dehidrasi hingga akhirnya Nasya pingsan. setelah Nasya sadar aku segera pergi menghampirinya untuk melihat keadaannya.
aku sangat senang karena Nasya sudah tidak kenapa-kenapa, aku sangat takut tadi seakan aku tidak mau kehilangannya. sepertinya aku mulai menyukainya.
setelah lulus SMA, aku, Angga dan Nasya melanjutkan kuliah di universitas yang sama di jakarta.setelah kenal Nasya sudah lama aku berniat ingin menembak Nasya karena aku sudah mulai suka dengan nasya.
pulang sekolah aku mengajaknya untuk datang ke cafe malam ini. dan dia pun mau untuk datang. tibalah malam hari aku segera bersiap untuk datang ke cafe. dan saat hendak pergi aku bertemu dengan adikku.
" kakak mau kemana berpenampilan bagus begitu ?" tanya Andi.
"benarkah penampilanku sudah bagus" tanyaku padanya.
"iya, kakak mau pergi kencan ya." tanyanya lagi dan aku pun menjawabnya dengan tersenyum malu. dan aku pun pergi menuju cafe dengan menaiki motor.
dan ketika aku sampai di cafe jantung ku pun berdebar kencang. Nasya pun mengajakku untuk segera duduk. aku pun mencoba menyatakan perasaanku pada Nasya, walaupun aku sangat gugup.
ketika aku sudah menyatakan cintaku padanya, dia terlihat kaget dan aku semakin khawatir dia tidak akan menerimaku.
" jujur rik, sebenarnya aku juga mencintaimu dari sejak kita masih SMA dan aku... aku mau rik aku mau jadi pacarmu" jawab Nasya yang membuat hatiku sangat senang.
selama kami pacaran, meski banyak masalah yang datang kami mampu melaluinya dan saat hari libur kami pergi jalan-jalan ke taman hiburan. disana kami bersenang-senang.
disaat kami sedang ingin membeli minum, Nasya bertemu dengan seorang laki-laki, Nasya pun memperkenalkan orang itu padaku.laki-laki itu namanya radit, dia adalah teman masa kecilnya Nasya, namun mereka berpisah waktu Nasya pindah ke Medan dan tidak pernah bertemu lagi sejak Nasya pindah.
melihat mereka begitu akrab, aku jadi cemburu dan aku takut kalau Radit akan merebut Nasya dariku dan kehilangannya.
semakin lama nasya dan Radit semakin akrab dan Nasya jarang selalu ada untukku melainkan waktunya habis untuk bertemu dengan radit. dulu setiap hari aku dan Nasya selalu bertemu dan jika tidak bisa bertemu kami akan vc an.
tapi sekarang jangankan vc an bertemu aja jarang, aku pun mulai marah dengan sifatnya nasya yang mulai berubah. tepat 1 tahun kami pacaran, aku mengajak Nasya untuk merayakan hari jadi kami yang ke 1 tahun di sebuah restoran.
" kamu ingat gak kalau hari ini hari apa." tanyaku padanya setelah kami sampai di restoran.
" hhmm hari... hari Selasa, emang kenapa ?" tanyanya kembali membuat aku menjadi kesal.
" kamu gak tahu ini hari apa ??" bentakku padanya karena emosiku sudah tidak bisa aku tahan lagi, dia pun hanya terdiam ketika melihatku marah. " nay masa kamu gak ingat sih, hari ini tepat 1 tahun kita pacaran dan aku ngajak kamu kesini untuk ngerayainnya.semenjak kamu kenal dengan radit kamu berubah nay, kamu gak seperti dulu yang aku kenal." bentak ku padanya.
" iya! aku emang berubah! aku sudah bukan yang dulu lagi. aku udah bosan dengan semua ini, aku ingin semua ini berakhir." jawabnya yang membuat aku kaget.
" jadi kamu ingin putus, kamu ingin pergi bersama Radit dan meninggalkanku, oke kita putus! sekarang kita sudah gak ada hubungan lagi, kamu bisa bebas bertemu dengan radit cowok yang kamu cintai itu." ucapku tanpa pikir panjang dan pergi meninggalkan nasya.
sekarang hubungan kami sudah berakhir, aku dan Nasya sudah tidak pernah bertemu lagi maupun itu vc an. setelah kami putus Nasya dan Radit menjadi semakin dekat dan dari kabar yang aku dengar mereka sudah pacaran, secepat itu kan Nasya sudah melupakanku, melupakan semua kenangan indah yang sudah kami lalui bersama selama 1 tahun ini.
sudah beberapa hari ini aku tidak melihat Nasya masuk kuliah, mungkinkah mereka pergi liburan, aku pun tidak terlalu perduli karena aku dan dia sudah tidak ada hubungan lagi.
1 Minggu kemudian aku memutuskan untuk pindah kuliah, supaya aku bisa melupakan Nasya. kuliah disini hanya membuatku mengingat masa laluku bersama nasya.
saat aku di bandara menunggu pesawat lepas landas, aku melihat radit berlari menemuiku, aku pun heran kenapa Radit datang menemuiku.
" jangan pergi rik." kata Radit yang kecapean karena berlari menemuiku.
" ada apa dit, kenapa kamu berlari menemuiku di sini." tanyaku pada Radit.
" aku tidak mau lagi menyimpan rahasia ini." jawabnya yang membuat aku penasaran.
" rahasia apa dit ?" tanyaku semakin penasaran.
" saat ini Nasya ada di rumah sakit, sebenernya Nasya itu mengidap penyakit kanker otak stadium lanjut, dia bilang padaku untuk merahasiakannya darimu tentang penyakitnya, dia tidak ingin membuatmu sedih, namun melihatnya yang terus menangis saat melihat photomu aku jadi ikutan sedih dan aku ingin membuatnya senang dengan mempertemukan kalian." jawab Radit panjang lebar.
" jadi kalian tidak pacaran." tanyaku
" Nasya itu sudah aku anggap sebagai adikku dan selama ini aku hanya menemaninya saja apalagi saat dia pergi ke rumah sakit." jawabnya lagi.
mendengar kalau Nasya sedang sakit aku pun pergi menemuinya di rumah sakit bersama Radit. dan saat aku sampai di sana, Nasya sudah terbaring di kamar rumah sakit. aku pun pergi menemuinya sambil menangis dan ketika aku mengengam tangannya dia terbangun.
" Riko kenapa kamu ada di sini ?" tanyanya padaku yang melihatku sudah ada di sampingnya menggenggam erat tanganya.
" kenapa kamu gak bilang sih kalau kamu sakit, aku kan jadi khawatir.? tanyaku padanya.
" aku tidak ingin membuatmu sedih ketika melihatku pergi meninggalkanmu, makanya aku bilang pada Radit agar kami pura-pura pacaran, agar kamu marah dan pergi meninggalkanku." ucapnya.
" aku tidak akan meninggalkanmu, aku ingin selalu ada untukmu maupun suka dan duka karena aku mencintaimu, tolong jangan menyimpan rahasia lagi dari ku aku mohon." kataku sambil memeluknya.
semakin lama Nasya menjadi semakin lemah karena kankernya sudah semakin menyebar dan akhirnya Nasya sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan, sepanjang hari Nasya hanya terbaring di tempat tidur.
keesoakan harinya saat aku datang kerumah sakit aku melihat ada ayahnya Nasya menangis di luar kamarnya nasya di rawat, aku pun menanyakan apa yang sudah terjadi, dan ayahnya Nasya pun memberitahu kalau nasya sedang kritis dan dokter sedang berusaha untuk menyelamatkannya.
setelah beberapa lama akhirnya keadaannya Nasya kembali stabil,aku pun bergegas untuk pergi menemuinya.
" nay... kamu gak apa-apakan nay, kamu baik-baik aja kan nay, aku sangat khawatir dari tadi" kataku pada Nasya yang semakin lemah.
" rik makasih ya untuk semuanya, hidupku menjadi menyenangkan bersama denganmu, aku masih ingin bersamamu selamanya menikmati dunian ini bersamamu, namun waktuku sudah tidak banyak lagi, cepat atau lambat aku akan segera pergi meninggalkanmu."ucapanya.
" gak kamu gak boleh meninggalkanku, aku ingin kamu selalu ada bersamaku, aku tidak ingin kehilanganmu." kataku pada Nasya sambil menangis dan memeluknya dengan erat.
keesokan harinya ketika aku terbangun, Radit menelponkon dan menyuruhku untuk segera datang ke rumah sakit, aku pun segera bergegas menuju rumah sakit dan saat aku sudah sampai di rumah sakit, hatiku sangat hancur melihat nasya yang sudah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya.
gadis yang sangat aku cintai dan sayangi sudah tidak akan pernah aku lihat dan temui lagi.terima kasih nah sudah pernah ada dalam hidupku semoga kamu tenang di alam sana aku akan selalu mengingatmu.
.