“Maria… buruan itu kau udah di panggil dokter Hasfie.” Ucap Winda sedikit teriak
“Sabar nunna Winda, aku baru selesai sama dokter Iskandar poli.” Timpal Maria dengan membawak tumpukan status pasiennya
“Buruan udah nunggui tu dokter hasfie.” Lanjut Winda
Maria langsung meletakan tumpukan status ke meja admin untuk di kembalikan ke rekam medis.
“Dokterrr.. kenapa harus aku sih yang dampingi dokter.” Ucap maria dengan membawak tumpukan status milik pasien dokter hasfie
“Iiisshh kok kau lah ya Maria, ente lupa paling banyak dapat oleh oleh kue pei dari Bali.”? Ucap dokter hasfie sambil menghentikan kegiatannya menscroll sosial media melihat ke arah Maria.
“Iaaa ingattt.. udah Ayok kita mulai poli, bawel amat sih.” Lanjut Maria sambil melangkah keluar untuk memanggil pasien yang sudah mendaftar.
Yupss Maria Aytnis Wijaya seorang perawat yang sudah bekerja di salah satu rumah sakit di kotanya. Perawat abng terkenal bar bar, dan terkadang baik hati. Maria sudah 3 tahun bekerja dan 4 tahun menjalankan PKL ke berbagai rumah sakit saat masih pendidikan.
Jam sudah menunjukan pukul 20.00 dan poli dokter hasfie sudah selesai.
“Thanks ya kak mar, buat hari ini. Besok kabari aku kalau pasien ku ada. Oke.” Ucap dokter hasfie ke partner kerjanya.
“Yoiii dokter, jangan lupa juga uang paket.” Timpal Maria menunjukkan gigi behelnya.
“Itu udah aku isikan pulsa kakak. Besok awas aja kalau gak ngabari.” Ancam dokter hasfie
“Aman bosss, udah sana balek lah, sebelum balek sholat dulu nanti kejebak macet di jalan.” Lanjut Maria mengingatkan sang dokternya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan kini waktu sudah sangat terus berjalan. Hari hari Maria di penuh dengan rumah sakit dan pasien hingga ia kadang lupa kalau ia punya pacar yang harus ia kasih kabar. Hubungan Maria dan pacarnya sudah terjalin 1 tahun 2 bulan dan hubungan mereka jalani adalah LDR karena sang pacar seorang TNI-AD.
Maria juga memiliki sahabat yang dari SMP sudah terjalin yaitu Aisha dan Fanny. Dan sahabat dari SMA yaitu Marsha dan Kiki.
Satu lagi guysss hubungan asmara Maria kali ini, Maria tidak memberitahukan ke sahabat-sahabatnya maupun ke orang orang. Hubungannya kali ini emang benar benar di privat.
“Yank udah sampai rumah kah.?” Begitulah isi chat dari kekasih Maria yang bernama Roy
“Bentar beb masih di lampu merah jalan jendral.” Balas Maria
“Ya udah nanti kabari aku ya, soalnya lagi turun piket aku yank.” Roy
“Oke.” Balas Maria
Kadang tiap malam Maria dan sang pacar bertelepon ria bahkan mereka melakukan seperti anak anak alay kayak VC BOBOK. Hahahaaa anj ayy
Hidup terus berjalan hingga persahabatan dan percintaan Maria di terpa angin topan.
“Iiishhhh kesel kali aku sama si Dina itu.” Ucap Susan
“Kenapa sih san.” Jawab Maria
“San.. san.. gak sopan kau ya Maria, aku udah punya anak mau dua ini kau panggil san gak ada embel embelnya yah nyet.” Sewot Susan yang emang lagi esmosi Ehh salah emosi.
“Iya si paling tua.!” Ejek Maria
“Lama lama ku telan juga lah kau Maria.” Ucap Susan.
“Hahahaa emang muat tu mulut nelan aku yang timbangannya 63kg ini.” Ucap Maria melesengi Susan
“An jing udah lah diam kau disitu. Aku lagi kesel ini sama si Dina.” Tutur Susan.
“Iya kesel kenapa naik naik udah kesel. Kenapa sih?” Timpal Maria penasaran.
“Itu si Dina gak mau ngebantui aku padahal kan aku dan dia itu team Ehh dia mala duduk duduk di nerstation, kan kim ak.” Lanjut Susan emosi
“Sabar kau lagi bunting loh kak san, entar darah tinggian baru tau rasa kau.” Lanjut Maria
“Aishhh ngomong sama si Maria gak pernah damai hidup ku. Aku mau nelepon sepupu ku dulu, biar jangan di dekatinya sih dina itu.!” Lagi lagi Susan sewot.
Susan pun memvideo call sepupunya dan menyuruh sepupunya itu untuk menjauhi si dina karena si Maria ada di samping si Susan saat itu nyimbrunglah dia.
“Hallo Ito orang mana.” Ucap Maria meniru yang lagi viral di TikTok
“Hahaha orang bermarga kah ito.” Lanjut sepupu Susan.
“Gak loh, tapi nama ku ada nama papa ku di belakang apakah itu termasuk marga.” Tanya Maria dengan wajah sok polosnya
“Sama lah kita aku pun gak bermarga. Hahahaaa.” Lanjut sepupu Susan
“San, pokoknya kau carikan aku cewek yang berbau medis lah, biar bisa nanti bantui aku rawat kedua orang tua ku.” Lanjut sepupunya Susan
“Iiishhh sewa babby sister aja kali, kenapa harus cari istri medis ujung ujungnya di jadikan baby sister.” Sewot Maria
“Ihhhsss Maria, nanti di penjara kau sama dia mau.?” Lanjut Susan
“Bahhh polisi sepupu kau kak san.?” Tanya Maria
“Iya polisi dia bagian intel dia, mati kau di penjara lah kau, siap ini.” Susan menakut nakuti Maria
“Kau kira takut kali aku sama polisi sepupu kau itu kak san.” Tanya Maria sambil menunjuk ke arah layar handphone susan
“Aku kak san, lahir dan besar di lingkungan TNI dan Polisi jadi ngapai aku takut. Toh yang ku bilang benar kan.! Ngapai dia cari istri kalau nanti di jadikan baby sister untuk orang tuanya mending sewa baby sister langsung lah.” Sewot Maria
“Kok kau lah Maria, lantam betul itu mulut mu.!” Ucap Susan sambil menggeleng gelengkan kepala
“Udah sama sepupu ku ini aja kau Maria.” Ucap Susi tiba tiba
“Udah punya pacar si Maria itu Abang Abang kacang hijau.” Sambung nunna Winda yang dari tadi mendengarkan obralan aku, susan dan sepupunya susan
“Woiii siapa nama mu team Hallo dek.?” Ucap maria
“Hahahaaaa anj ing.. anj ing team Hallo dek bah aku di bilang.” Sambung sepupunya Susan
“Kan emang Iyaa polisi dan tentara kan terkenal dengan team Hallo dok.” Lanjut Maria
“Suka lah Maria, suka.” Lanjut sepupu Susan yang mengalah
“Ehhh tunggu dulu kok kau tau nama ku.?” Tanya Maria tiba tiba
“Ihhsss tadi kan si Susan sendiri yang manggil kau Maria, paok kali kau Maria.!” Kesel sepupunya Susan
“Hahahaaa nge gas bahh, padahal aku kan cuma bercyandaaanya tadi.” Lanjut Maria yang gak mau di pojok kan
“ ehhh Maria.. Maria. Aku Dirli Suprianto.” Timpal dirli sepupunya Susan
“Bahhhh.. nama depan mu ganteng tiba nama belangkang kau jang kek bapak bapak orang Jawa kau.” Ejek Maria
“Dari pada situ pasaran namanya.” Sewot Dirli gak mau kalah.
“Uawak kau pasaran nama ku itu cantik seperti ibunda Tuhan gak kayak nama belakang kau yang jelekan.” Cicit maria menimpali
“Hahahaaa matik kita san, lantam kali mulut kawan mu itu.” Lanjut dirli
“Ehhh tahe hebo kali lah kalian berdua, udah lah sama sepupu ku ini aja kau mar.?” Tanya susan dengan menaik turun kan alisnya. Seketika dirli dan maria hening tanpa suara.
“Ehh tahe di tawari diam kalian berdua, entah jangan jangan jodoh.” Lanjut susan. Dirli dan maria masih kompak diam mendengarkan susan berbicara.
“Udah dir ku matikan dulu, kapan kapan lagi ku telepon kau, ingat jauhi si dina itu.” Susan mengancam dirli dan langsung mematika teleponnya.
“Ehhh udah mati ya teleponanya?” Tanya Maria
“Udah lah hebo kali kalian berdua.!” Jawab Susan kesal
“Kau yang hebo paok.! Btw kenapa sama si Dina?” Tanya Maria
“Si Dina aku dekati sama sepupu ku. Soalnya sepupu ku mau cari cewek dokter biar ada anak cucu opung kami yang dokter.” Balas Susan
“Teman ku ada dokter, tapi Boru Sitorus bisa.?” Tanya Maria
“Bisalah, kenapa gak kau bilang dari tadi taek.” Kesal Susan
“Yakan kau gak ada bilang nyet.” Balas Maria gak mau kalah