Dua hari lalu adalah hari ulang tahunku yang ke 21. Mulai hari ini aku resmi dapat menonton atau membaca cerita dewasa #upss, maaf. Tidak tidak, aku hanya bercanda, tapi bohong jika aku berkata bahwa aku tidak tertarik. Karena aku sangat menyukai membaca manhua-manhua yang kebanyakan bergenre remaja-dewasa di salah satu aplikasi manhua dalam ponsel pintarku.
Pada usiaku yang ke 21 tahun ini, aku baru saja menyelesaikan study ku di Stanford university. Aku mengambil jurusan Information System, dan sekarang aku bekerja untuk membuat program-program database yang sederhana. Kalian tidak perlu membayangkan aku yang pintar melakukan hacking seperti yang ada pada film-film action barat. Aku tidak dapat melakukan hal se-luar biasa itu. Seperti pada umumnya orang yang mengambil jurusan teknologi, tentu aku tidak percaya hal hal yang ada di luar logic manusia. Sampai beberapa hari yang lalu!
Okay, maaf, aku lupa memperkenalkan namaku, namaku Cherryl Chu. Kini aku telah bekerja di sebuah software house kecil untuk membiayai hidupku. Beberapa hari lalu tepatnya mulai dari tiga hari lalu, aku terus mengalami kejadian-kejadian di luar nalar manusia.
©by: SweetChinnamon
#FlashBack 16-Nov-2020#
Pada hari ini aku mendapatkan banyak sekali kejutan. Alasannya sebagian besar karena ulang tahunku, namun bisa dikatakan juga kalau ulang tahunku yang ke 21 ini bukan alasan utama dari rasa terkejutku. Semua keterkejutanku adalah ulah laki-laki yang sialnya juga telah merebut segala ak sehatku. Semuanya bermula sejak 3 hari yang lalu.
#13-Nov-2020#
Aku melihat sesosok bayangan yang berasal dari genangan, hmm, mungkin lebih tepat jika disebut kumpulan air yang membentuk manusia. Sosok itu tepat berada di belakangku, aku dapat melihatnya dari kaca kamar mandiku. Dan ketika aku berbalik aku melihat air tadi menyebar dan kembali memenuhi bathup kamar mandiku. Well, jika air itu langsung menghilang/tidak ada ketika aku berbalik, aku pasti akan berpikir kalau itu hanya bayanganku atau mimpiku, namun ketika kumpulan air itu menyebar, aku bahkan terkena cipratan dari air yang seharusnya tenang itu.! Sejujurnya, aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres, namun aku tak terlalu ambil pusing karena apa yang kualami ini di luar nalarku, jadi aku hanya menganggapnya sebagai halusinasiku saja.
Pada hari kedua, #14-Nov-2020#
Aku sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerjaku. Pada hari itu memang sudah gelap, dan aku merasa bahwa aku sedang diikuti oleh seseorang. Hari itu aku hanya dapat berdoa dalam hati, karena memang akhir-akhir ini tingkat pembunuhan sedang tinggi. Sejujurnya aku mengetahui hal ini saat sedang tidak sengaja melihat berita di toko elektronik yang ada di jalanan. Berita itu terus menggema di pikiranku semenjak aku merasakan ada seseorang yang mengikutiku.
Aku tak berani untuk membalikkan badan dan hanya berusaha terlihat tenang dan berjalan lebih cepat sambil tetap berdoa dalam hati. Namun tiba-tiba aku merasakan dan bahkan mendengar suara angin yang sangat kencang berhembus di belakangku, aku juga mendengar suara tabrakan atau hantaman dari taman di belakangku yang terlihat sangat gelap. Aku hanya mengecilkan mataku, berharap dapat melihat dalam kegelapan itu tanpa harus mendekat. Tak lama aku kembali merasakan angin kencang di sekitar tubuhku, mungkin lebih seperti angin topan mini. Aku merasakan kumpulan angin yang mengelilingiku itu, aku hanya dapat memejamkan mataku karena angin yang berhembus sangat kencang itu, aku kembali terkejut saat aku merasakan sebuah tangan yang menggenggam tanganku dengan erat.
"Jangan takut, dia tidak bisa mengikutimu lagi. Aku akan melindungimu"
Aku mendengar suara seorang pria yang berbisik tepat ke telinga kanan ku. Tak lama angin tadi mulai menghilang, dan aku bisa kembali membuka mataku. Aku melihat ke daerah sekelilingku, yang anehnya sangat tenang, seperti tidak ada apa pun yang terjadi tadi. Aku mulai merinding, namun ketika aku melihat hamparan bintang yang ada di langit, aku menjadi sedikit lebih tenang. Akupun bergegas pulang ke rumah sewaku, dan benar saja, aku sudah tidak merasakan ada orang yang mengikutiku lagi.
Dan kemarin, #15-Nov-2020#
Aku kembali mengalami kejadian yang aneh. Kemarin aku diminta untuk kembali ke universityku untuk mengambil kelengkapan berkas-berkas kelulusanku. Namun mulai dari aku menginjakkan kaki melewati gerbang university sampai dengan ke ruang dosen, aku merasakan ada seseorang yang sedang memperhatikanku. Setelah mengurus berkas-berkasku, aku pergi ke perpustakaan, karena ingin membaca beberapa buku. Sialnya, buku yang ingin kubaca terletak di tempat yang lumayan tinggi, yah karena tinggiku tak seberapa, aku harus berjinjit dan melompat lompat untuk berusaha mengambil buku itu. Saat aku hendak terjatuh ke belakang, ada seseorang yang memegang pundakku dan sedikit mendorongku ke arah rak buku untuk menyeimbangkan posisi berdiriku. Dia juga membantuku mengambil buku yang hendak kuraih. Ketika aku mendongak, aku dapat melihat tangannya yang terjulur dari belakang tubuhku. Namun, ketika aku hendak berbalik, aku tiba-tiba kehilangan kesadaranku.
Aku terbangun pada malam hari di dalam sebuah kamar yang asing. Jam besar di depanku telah menunjukkan waktu pukul 11 lebih 45 menit. Aku memperhatikan sekitar, ini adalah kamar yang bersih dengan aroma lavender kesukaanku yang menyegarkan.
"pemilik kamar ini memiliki selera yang bagus" pikirku. Tapi aku tidak ingat kenapa aku berada di sini. Aku mendengar suara aliran air dari kamar mandi dalam kamar ini. Sepertinya aku harus berterima kasih kepadanya terlebih dahulu karena tidak meninggalkanku di dalam perpustakaan, setelah itu aku akan langsung pamit pulang.
Teng.. Teng.. Teng...
Jam besar di hadapanku telah berbunyi, menandakan hari telah berakhir, ini tepat tanggal 16 yang berarti adalah hari ulang tahunku.
cklk..
Aku sontak memalingkan wajahku setelah mendengar bunyi pintu kamar mandi yang akan terbuka. Cukup terpukau melihat sesosok pria tampan di hadapanku. Aku menatapnya terpaku, dan dia juga balik menatap ke dalam mataku. Ada rasa panas yang mengalir dalam darahku ketika kedua mata kami bertemu. Sejenak aku melupakan tekadku. Setelah aku berhasil mengumpulkan kesadaranku kembali, aku segera memotong keheningan.
"oh terima kasih telah menolongku, maaf telah merepotkanmu" ucapku setelah langsung bangkit dari tempat tidur sembari sedikit membungkukkan badanku untuk memperlihatkan rasa terima kasihku.
Kami kembali beradu pandang, dia hanya tersenyum setelah mendengar ucapanku, lalu dia melangkah mendekatiku. Semakin dekat jarak di antara kami, semakin jelas pula sosok dirinya. Aku baru tersadar bahwa saat ini dia sedang bertelanjang dada, aku terkejut dan sedikit tersipu. Aku mengalihkan pandanganku, dan mulai berkata lagi.
"ini sudah larut malam, sebaiknya aku segera pulang" ucapku, kini dia tepat berada di hadapanku.
"Χρόνια πολλά αγαπητέ μου (Chrónia pollá agapité mou)"
Aku hanya diam terpaku, tidak mengerti apa yang dia ucapkan.
"τύχη (týchi), μοίρα (moíra), έρωτας (érotas)" dia kembali berucap, dan aku masih tetap diam termenung di hadapannya. Sepertinya aku harus benar-benar bergegas pulang.
"Mulai hari ini, ini adalah rumahmu. Kau akan tinggal di sini, jadi tak perlu pulang kemana pun" dia kembali berucap, namun, apa yang kudengar dari telingaku, dan apa yang diolah otakku sangat jauh berbeda. Aku sangat terkejut ketika aku dapat memahami kata-katanya.
Tu-Tunggu! Apa katanya?! Tinggal di sini? Apa maksudnya?
"apa maksudmu?"
"kau adalah tunanganku, dan pada usiamu yang ke 21 tahun ini, kita di takdirkan untuk menikah. Tentu saja kita harus tinggal bersama" jelasnya.
Aku mengangkat tanganku dan meletakkan telapak tanganku ke dahinya. Apakah dia demam karena mandi di tengah malam? Atau dia ini orang gila? Tapi bagaimana orang gila bisa punya rumah dengan kamar mewah dan rapi seperti ini?
"Tidak tidak, aku tidak demam ataupun gila, kita memang adalah tunangan, dan pada usiamu yang ke 21 ini, kita ditakdirkan untuk menikah, kita telah dijodohkan dari sejak kita masih belum lahir." ucapnya.
"apa yang kau bicarakan sebenarnya? kau bisa membaca pikiranku? bagaimana bisa?" segala pertanyaan muncul dalam benakku, ini gila.
"baiklah sepertinya aku memang harus menjelaskan dengan terperinci" ucapnya. Aku sedang tidak ingin mendengarkan omong kosong ini, jadi aku memutuskan untuk segera mengambil tasku, dan beranjak keluar dari kamar ini. Baru 1 langkah aku beranjak, namun tiba-tiba ada angin kencang yang mendorongku hingga aku terjatuh ke atas ranjang. Dan dengan cepat laki-laki tadi menahan kedua tanganku di atas kepalaku, dia berada di atas tubuhku saat ini. Dia kembali melanjutkan pembicaraan tanpa peduli dengan tanggapan maupun posisi kami.
"Namaku Baltsaros Pricher Rhodes. Aku adalah anak dari sylph penjaga di Rhodes, tempat dimana berbagai bunga tumbuh. Dulu, ayahmu yang adalah keturunan nereus sang dewa laut, jatuh cinta pada seorang manusia. Tak lama, dia berhasil menikah dengan perempuan itu, namun setelah melahirkanmu, perempuan itu terus melemah karena telah melahirkan keturunan tidak langsung dari dewa. Ayahmu pergi ke Rhodes untuk mengambil bunga keabadian, dia berharap dengan bunga itu, ibumu dapat terselamatkan. Sebagai gantinya ibuku yang seorang sylph meminta imbalan sebagai ganti dari bunga itu, ibuku meminta kekuatan ayahmu, dan juga meminta anaknya yaitu kau untuk menikahiku. Lalu ayahmu juga menyetujuinya, dia melakukan kontrak darah yang tidak bisa dilanggar dengan ibuku."
'dia ini bicara apa, semakin ngawur saja' pikirku
"aku tidak mengarang, sayang" ucapnya, dan dengan tangan kanannya dia membelai lembut daguku, aku bergidik. Tak lama dia bangun, namun tetap menahan kedua tanganku, dia menarikku menuju ke kamar mandi, dan dia memperlihatkan sosok kedua orang tuaku yang sudah lama tak kutemui.
"anakku, maafkan ayah, tapi kau harus bersama dengannya untuk memenuhi janjiku. Kontrak darah yang terjadi bukan antara aku dan ibunya, tapi itu adalah kontrak darah antara kalian berdua" ucapnya. Aku dapat melihat dari sudut mataku, sepertinya laki-laki yang ada di sebelahku ini juga terkejut dengan apa yang dibicarakan oleh ayahku. Namun setelah mendengar ucapan ayahku sepertinya dia benar-benar telah dijodohkan denganku, dan aku terpaksa harus menerimanya. Dari semua yang kudengar tidak perlu bertanya lagi apa yang dimaksud kontrak darah, yang jelas itu pasti bukan suatu hal yang baik.
"Tapi kau tak perlu khawatir nak, aku dapat melihat bahwa dia adalah laki-laki yang baik, dia pasti dapat melindungi dan membuatmu bahagia" ucap ayahku dengan semangat. Oh baiklah, sepertinya dia tidak terlalu merasa bersalah kepadaku.
"menantuku, tolong jaga baik-baik putriku satu-satunya ini" Aku memutar kedua bola mataku mendengarnya. Sementara ayahku berkata dengan senyum lebar terpasang di wajahnya. Sepertinya dia cukup senang dengan "menantu" tangkapannya.
"kalau begitu sampai jumpa!" tiba-tiba genangan air di hadapanku kembali menjadi air biasa, tampak bayanganku dan dirinya dari genangan itu.
"yah, begitulah katanya. Maka, mau tak mau kita harus menerimanya bukan?" ucapnya sambil tersenyum lebar. Wajah manisnya begitu menggemaskan saat tersenyum.
"huh? Sepertinya kau sudah menerimanya dari awal?" ucapku sarkas
"yah, karena aku telah mengawasimu juga sejak lama, meskipun dari kejauhan" ucapnya
"apa maksudmu?" sampai detik ini masih terlalu banyak hal yang tidak ku mengerti
"sebenarnya aku sudah memperhatikanmu dari kita kecil, dulu aku pernah menyamar menjadi orang lain untuk berada di dekatmu. Dulu aku sempat menjadi teman masa kecilmu, aku adalah Henry Lau jika kau masih ingat. Saat itu aku dimarahi oleh ibuku juga ayahmu. Aku dilarang menemuimu sebelum kau berusia 21 tahun. Namun aku sangat tidak sabar sehingga aku menemuimu 3 hari sebelumnya" ucapnya
"apa ternyata kau adalah Henry?! Tapi 3 hari ini aku tidak bertemu denganmu" ucapku. Aku terkejut dengan fakta bahwa dia adalah teman masa kecilku yang juga adalah cinta pertamaku.
"tidak secara langsung, kalau tidak secara langsung berarti aku tidak melanggar larangan ayahmu dan ibuku kan?" ucapnya
"pertama kali aku mengunjungimu, aku sangat terkejut karena ternyata saat itu kau sedang mandi, jadi aku memutuskan untuk pergi terlebih dulu" lanjutnya. Mataku terbelalak, apa maksudnya?! Jadi bayangan sosok air yang kulihat waktu itu adalah dia?! Heol!
"kedua kali, saat aku hendak menghampirimu, kau hampir diserang oleh sosok vampire yang baru bertransformasi, biasanya sosok vampire itu akan lebih sulit untuk mengontrol rasa haus darahnya. Untung saja waktu itu aku sempat menolongmu" ucapnya. Aku terkejut, membayangkan aku hampir mati diserang oleh sosok mengerikan seperti itu sangat membuatku merinding. Aku sedikit terhuyung, dia langsung berpindah dari menggenggam kedua pergelangan tanganku menjadi menopang pinggang dan bahuku. Kami berdua berjalan dan duduk di tepi ranjang.
"Dan kemarin, akhirnya aku dapat muncul di hadapanmu, namun sepertinya rasa senangku itu mempengaruhimu sampai kau pingsan seperti tadi" Setelah mendengar ucapan-ucapannya, aku mengerti mengenai hal aneh yang terjadi padaku 3 hari ini. Itu semua adalah ulahnya -_-
Baiklah, sepertinya mulai saat ini aku mempercayai adanya hal yang dapat terjadi di luar nalar manusia.!
"baiklah, cukup sampai di sini penjelasannya. Mulai saat ini kita akan hidup bersama. Aku juga memiliki identitas manusia, namaku Henry Lau. Aku adalah dosen fakultas kesenian di universitasmu. Sejujurnya aku sedih mengetahui kau tidak mengambil jurusan yang akan kuajari, namun tidak apa, karena setiap harinya aku masih dapat melihatmu. Mulai saat ini, giliranmu untuk mengenalku lebih dalam" ucapnya sembari tersenyum dan mengedipkan matanya padaku
Sebenarnya dia itu kenapa? Masih waras? Kesan pertamaku padanya yang merasa dia keren, tampan dan gagah langsung lenyap begitu melihat sikapnya ini. 😧 Yah, memang dulu saat kami kecil dia selalu mengekoriku, dan aku menyukainya karena dia sangat menggemaskan. Namun jika melihat tingkahnya di usia sekarang, sepertinya aku harus berpikir lagi.
"yah karena sudah seperti ini, bukannya tidak ada pilihan lain lagi? Mari kita mulai dengan menjadi sepasang kekasih terlebih dahulu. Sejujurnya aku juga bukannya tidak menyukaimu. Tapi jika aku boleh meminta, bisakah kau tidak bertingkah seperti kau yang dulu? Melihatmu di usia sekarang membuatku merasa sedikit terganggu" ucapku canggung, takut melukai perasaannya. Aku menggaruk pelan tengkuk leherku yang sebenarnya tidak gatal. Aku meliriknya untuk melihat ekspresinya.
Dia menyunggingkan sebelah bibirnya membentuk sebuah seringai. Tiba-tiba dia kembali mendorongku jatuh ke atas kasur, dan mulai menciumku. Aku terlalu terkejut untuk memberikan respon apa pun. Tak lama dia bangkit dan berkata.
"apakah kau lebih menyukaiku yang seperti ini?" ucapnya menyeringai. Astaga, sejak tadi aku tidak henti-hentinya diberikan kejutan.
"kalau boleh jujur, saat hari pertama di saat kau mandi itu, aku tidak pergi, namun aku tetap menemanimu mandi sayang" oh sial, dia membuatku marah kali ini!
Entah mendapat kekuatan dari mana, aku berhasil melepaskan diri dari kurungannya. Sekarang posisi kami berbalik.
"kau benar-benar..." aku tak bisa melanjutkan kata-kataku karena dia menarik pinggangku ke arahnya dan kembali menciumku.
"wah, jadi ini kau lebih suka berbicara dengan posisi seperti ini ya. Dan karena kau sudah berusia 21 tahun, kekuatanmu mulai bangkit. Jadi kita bisa sering-sering berbicara seperti ini"
"a-apa maksudmu! bodoh!" ucapku tergagap lalu berusaha mendorongnya untuk menjauhkan kami dan berusaha berdiri.
"Oh iya, tadi saat kau keluar dari kamar mandi, kau berkata apa? Lalu kenapa tiba-tiba aku bisa mengerti semua ucapanmu?" Tanyaku
"Itu adalah bahasa kita yang seharusnya. Aku berkata selamat ulang tahun, dan untuk yang kedua, aku semacam menyebutkan kode agar kau dapat memahami ucapanku. Nanti aku akan mengajarimu untuk menggunakan kekuatanmu. Dengan syarat kau harus menerimaku" ucapnya
"Aish, harus kuucapkan berapa kali! Aku akan mencoba bersamamu, itu artinya aku menerimamu bodoh!" Ucapku. Dia tersenyum bahagia, lalu memelukku dengan erat.
Sepertinya mulai saat ini akan lebih banyak hal di luar logic yang akan terjadi padaku. Begitu juga dengan kisah cintaku yang baru dimulai. Berpacaran dengan seorang keturunan peri? Aku bahkan tidak pernah membayangkannya. 🤔☺ Tapi satu hal yang kutahu, sepertinya aku akan bahagia jika aku bersamanya. 🤗🤗
-Fin-