Levi dan Asami adalah sepasang kekasih. Mereka berdua adalah penggemar novel bergenre misteri.
Levi sedang duduk sambil membaca novel tentang malaikat. Asami datang menghampiri Levi.
“Levi, menurutmu vampir itu nyata nggak?" tanya Asami.
Setelah mendengar pertanyaan Asami, mendadak tubuh Levi mematung.
“Kenapa Levi?" tanya Asami.
“Ngg... enggak kok," ucap Levi.
“Oh ok," ucap Asami.
Asami lanjut membaca novel tentang teori vampir tersebut. Sementara Levi hanya melihat Asami.
“Levi lihat deh. Katanya vampir akan nyerang manusia setiap 100 tahun sekali," ujar Asami.
Levi gemetar dan memalingkan wajahnya seraya berkata “Gak mungkin itu cuma mitos."
“Ada apa dengan Levi?" gumam Asami.
🌸🌸Keesokan Harinya🌸🌸
Seperti biasa, Levi masih duduk sambil membaca komik. Asami datang menghampiri Levi sambil membawa novel tentang vampir kemarin.
“Levi, aku baru baca. Sebelum nyerang manusia, vampir bakal hisap darah suci milik gadis terpilih," jelas Asami.
“Oh... gitu ya," ucap Levi.
Asami menatap Levi dengan tatapan curiga. Karena biasanya Levi akan bersemangat, jika Asami menemukan sesuatu.
Asami mengajak Levi untuk pulang. Levi menyanggupi permintaan Asami.
“Levi, kamu gak pernah main ke rumahku. Hari ini kamu mau kan ke rumahku?" tanya Asami.
“Aku gak bisa kalau gak diundang," jelas Levi.
“Emang kenapa?" tanya Asami.
“Ya enggak papa, aku cuma mau datang ke runah oeang kalau diundang," jelas Levi.
“Ya udah, aku mengundangmu," ujar Asami.
Levi mengangguk setuju. Asami masih bingung, kenapa Levi tidak bisa datang ke rumah orang lain tanpa diundang. Namun, Asami mencoba untuk melupakan keraguannya.
Sesampainya di rumah, Asami langsung pergi ke dapur untuk memasak. Sementara Levi sedang menunggu di meja makan.
“AWWW...," Asami berteriak kesakitan.
Levi langsung bergegas menghampiri Asami. Ternyata, tangan Asami terluka karena tergores pisau. Darah Asami bercucuran. Levi memandangi Asami sambil gemetar ketakutan.
Levi segera mencari plester dan menutupi luka Asami. Namun, darah Asami membekas di tangan Levi. Tiba-tiba, mata Levi berubah menjadi merah darah.
Asami memegang bahu Levi seraya bertanya apa yang terjadi. Mata Levi menjadi normal kembali. Levi segera berlari keluar dari rumah Asami.
“Apa yang terjadi pada Levi?" tanya Asami.
🌸🌸Keesokan Harinya🌸🌸
Asami dan Levi baru pulang dari sekolah. Levi mengantar Asami untuk pulang ke rumahnya. Saat di jalan, mereka berdua melihat ada pasar malam. Asami memasang wajah imut.
“Kenapa?" tanya Levi.
Asami mengedipkan matanya berkali-kali. Levi tersenyum sambil mencubit pipi Asami.
“Baiklah," ucap Levi.
Mereka berdua pergi ke pasar malam. Asami dan Levi mencoba banyak wahana. Saat mereka sedang bermain, ternyata ada beberapa orang mengenakan jubah hitam yang sedang mengintai Levi dan Asami.
“Jalankan rencana kita berikutnya!" perintah salah satu orang yang menggunakan jubah hitam sambil tersenyum sinis.
Setelah puas bermain, Levi dan Asami memutuskan untuk pulang. Levi dan Asami berjalan pulang. Saat di jalan, tiba-tiba beberapa orang mengenakan jas hitam menghadang mereka berdua.
“Siapa kalian?" tanya Levi seraya memegang tangan Asami sangat erat.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, orang-orang yang menggunakan jubah hitam itu langsung menyerang Levi dan Asami. Setelah berbalas serangan, pada akhirnya, orang yang berjubah hitam lah yang memenangkan pertarungan.
Levi dan Asami dibawa ke gudang tua.
“Maaf aku gak bisa melindungimu," bisik Levi dengan tubuh terikat.
“Enggak papa, kita harus cari cara supaya bisa keluar dari gudang tua ini," bisik Asami yang tubuhnya juga terikat.
Seorang pria masuk ke dalam gudang seraya bertepuk tangan.
“Akting yang bagus adik kecil," ucap Pria berjubah itu.
“Adik?" tanya Asami kaget.
Kemudian pria misterius itu melepas ikatan Levi. Asami bingung, kenapa pria itu melepas musuhnya sendiri.
“Namaku adalah Mammon, aku adalah pemimpin para vampi. Aku menyuruh Levi untuk mendekatimu dan mengambil kepercayaanmu," jelas Mammon.
“Apa yang kau mau dariku?" tanya Asami gemetar ketakutan.
“Bukankah kau sudah tahu, setiap 100 tahu vampir akan menyerang manusia. Itu bukanlah hal yang mudah, kami perlu energi," jelas Mammon sembari tersenyum sinis.
Mammon berjalan ke arah Asami yang masih terikat. Kemudian, Mammon menjulurkan lidahnya dan menjilat pipi Asami.
“Arghhh," Asami berteriak.
“Ternyata tubuhmu manis ya. Aku akan bercinta denganmu dulu sebelum aku menghisap habis semua darahmu," ujar Mammon.
“Aku mohon jangan, hiks" Asami menangis.
Mammon menyeringai bersiap untuk menghisap darah Asami. Namun, Levi menghentikannya.
“Jangan sakiti dia," ujar Levi.
“Ada apa denganmu?" tanya Mammon.
Tanpa basa-basi, Levi langsung memukul Mammon sekuat tenaga. Akhirnya, Levi dan Mammon bertengkar hebat.
“Kau tidak bisa menandingi kekuatanku. Aku adalah Mammon, pemimpin para vampir," ujar Mammon.
“Lalu kenapa jika kau pemimpin para vampir?" tanya Levi kemudian matanya memerah.
“Cihh... dasar pengkhianat," Mammon segera menyerang Levi.
Keduanya kembali bertarung, Levi dan Mammon saling mencekik. Nafas mereka menjadi tak teratur. Levi dan Mammon jatuh bersamaan.
“LEVI," Asami berteriak.
Asami berusaha untuk melepaskan dirinya. Akhirnya, Asami berhasil melepaskan diri. Dia segera menghampiri Levi.
“Levi kamu gak papa kan?" tanya Asami.
Levi hanya diam dan terbatuk-batuk. Mammon memegang tembok, berusaha untuk bangkit lagi. Asami terkejut dan bingung harus berbuat apa.
“Tak ada yang bisa melindungimu lagi," ucap Mammon sambil tersenyum sinis.
Asami berlari ke arah saklar lampu.
“Jangan mendekat, atau aku akan menyalakan lampu ini dan kau akan mati," ancam Asami.
“Cihh... apa kau lupa kalau Levi juga seorang vampir?" tanya Mammon.
Asami baru ingat kalau Levi adalah seorang vampir.
“Pilihannya ada 2, pilih aku dan Levi hidup atau aku dan Levi mati," Mammon memberikan pilihan.
Asami sangat bingung. Di satu sisi dia ingin agar Levi tetap bersamanya. Tetapi di satu sisi, Asami juga tidak ingin umat manusia dalam bahaya.
“Pilih Levi atau umat manusia?" tanya Mammon.
Asami memejamkan matanya sekejap.
“Sudah ku putuskan, aku akan terus melakukan hal yang benar, aku akan menyelamatkan seluruh umat manusia," ujar Asami.
“Aku minta maaf Levi," ucap Asami lagi.
“Jangan lakukan itu," ucap Levi.
“Hahaha, sekarang Levi juga melarangmu," ucap Mammon.
“Jangan lakukan itu, karena aku tak ingin kau mengalami penyesalan dalam hidupmu. Biarkan aku yang melakukannya," Levi berdiri kemudian berjalan ke arah Asami.
“Levi," mata Asami berkaca-kaca.
Mammon segera berlari untuk menyerang Levi. Namun, Levi telah lebih dulu menekan saklar lampu. Lampu menyala, Mammon dan Levi berteriak kesakitan karena kulitnya terbakar.
Levi pingsan dan tergeletak di lantai. Asami menidurkan Levi di pangkuannya.
“Asami, maafkan aku karena telah membawamu masuk ke dalam bahaya," ucap Levi.
“Levi," Asami menahan tangis.
“Aku benar-benar minta maaf. A-sa-mi," Levi menutup mata untuk selama-lamanya
“LEVI," Asami menangis sejadi-jadinya.
“Aku akan selalu mengenangmu, Levi," ucap Asami.
---Tamat---