Namaku Lisa gadis remaja yang berusia 19 tahun. Aku hanya seorang anak petani yang hidupnya sangat memilukan hidup di desa kecil yang begitu sejuk karna banyaknya pepohonan yah desa ku bernama Desa Berkabut. Aku anak pertama dari tiga bersaudara, adik- adikku masih sekolah semuanya terpaksa aku harus membantu kedua orang tuaku untuk bekerja sehari-hariku bekerja sebagai kuli kupas bawang harian yah lumayan yah sehari aku bisa mendapatkan upah sebesar dua puluh lima ribu untuk membantu ayah dan ibu ku untuk membeli beras.
Di setiap malam ku tak terasa air mataku selalu menetes membayangkan betapa pilunya kehidupan keluargaku ingin rasanya aku menyalahkan Tuhan atas semua ini tapi itu tak mungkin aku hanya bisa sabar sabar sabar!!.. Dengan semua penderitaan ini seringkali ingin aku membentak kedua orang tua ku kenapa kalian tak bisa sama dengan orang tua lain yang bekerja di kantor, kehidupan anak- anaknya sangat layak mereka dapat....
Kenapa?
Kenapa?
Dalam tangisku ingin rasanya jalan-jalan ke kota melihat keindahan suasana kota, ingin belanja, ingin jajan . Tapi? semua hanya hayalan semata malahan aku harus menjadi kuli.
Hmmmmm ...
Keesokan paginya, aku harus bekerja lagi sebagai kuli kupas bawang . Mata dan jari ku terasa amat pedis tapi aku harus melakukan pekerjaan ku ini satu- satunya yang bisa aku lakukan karna aku hanya tamatan SMP mau kerja dimana lagi yah harus seperti inii. Batin ku sakit ingin rasanya ku menangis bahkan pikiranku terisak ingin menggores nadiku dengan pisau yang ku gunakan untuk mengupas bawang.
Mamaaa ? kenapa hidup begitu keras aku tak mampu mama aku mau hidup bahagia seperti
anak-anak seusiaku. Hmmm
Dalam lamunanku tak terasa pisau mengenai jariku sontak membuatku kaget hmm secepatnya aku obati lukaku untung saja bawang-bawangku sudah selesai ku kupas. Upahku telah ku dapat ingin secepatnya pulang ke rumah di setiap jalan aku melihat kiri kanan membuat hatiku semakin sedih karna sudah lelah hari-hariku harus jalan kaki. Aku berhenti sejenak di pohon besar yah pohon ini adalah pohon yang ada penghuninya yaitu HANTU. Banyak penduduk yang tak berani untuk duduk atau lama-lama di dekat pohon ini, setiap kendaraan yang lewatpun harus memberikan klakson katanya ada Penghuni di balik pohon ini yang sangat menakutkan banyak pengendara yang sudah jatuh dan meninggal di depan pohon tersebut. Hiii sangat serem sekali. Sore itu aku tak kesedihan ku menutupi ketakutanku tak disangka aku duduk sendirian di pohon itu meneteskan airmataku menceritakan malangnya kehidupanku yah tak terasa sudah pukul 18:00 Wib tiba-tiba badanku terasa merinding, jantungku terasa kuat sekali berdetak rasanya ada seseorang di sampingku.
Tanpa ku duga ada sosok laki-laki tampan didekatku dan memegang pundak ku ahhhh sontak aku kaget dan teriak maafkan aku Hantu penghuni pohon maafkan aku, aku tak akan datang lagi aku orang baik jangan bunuh aku jangan jangan. Sambil menutup mataku tiba-tiba terdengar suara laki-laki yang berkata jangan takut, aku tak akan menyakiti mu aku akan menjagamu dan membuatmu bahagia asalkan kamu mau jadi kekasihku. Mendengar suara itu aku mencoba membukakan mataku dan memandang siapa kah itu? kaget pria tampan, putih bahkan aku melihat sebuah mobil pikirku pasti punya ini cowok aku mecoba menyuruh dia mengucapkan ucapannya lagi karna mungkin aku salah dengar dan ternyata tidak.
Saat itu juga aku menerima dia menjadi kekasihku dia mengantarku pulang dengan mobilnya aku sungguh bahagia baru kali ini aku rasakan indahnya naik mobil. Senyum ku membuat dia benar-benar semakin kagum dengan kecantikanku yah pria itu bernama ALGI. Sesampainya di rumahku aku menyuruhnya masuk untuk bertemu dengan ibu dan ayahku tetapi dia menolaknya yaudah lah mungkin dia masih malu. Algi memberikanku kecupan dan beberapa uang untuk kebutuhan ku sehari-hari aku begitu senang dan bahagia.
Uang yang diberikan Algi aku memberikan juga kepada orang tua ku tetapi mereka kaget darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu yah aku mulai menceritakan kejadian yang kualami tiba-tiba ayahku marah besar dan memutuskan ku untuk menjauhi algi dia tau pasti hantu di pohon itu telah menyurupai dirinya sebagai manusia untuk mendapatkan nyawa anak gadis yang masih perawan. Mendengar ucapan ayahku, membuatku kaget tapi aku tak percaya dengan semua itu aku yakin dia benar-benar manusia bukan hantu.
Beberapa lama aku menjalin hubungan dengan algi apa yang ku mau selalu dia berikan tetapi badan ku terasa sakit tubuhku mulai sakit sakit. Orang tua membawa ku berobat tak temukan penyakit dalam tubuhku mereka terpaksa membawaku di pak ustad dan ternyata tubuhku sudah perlahan dimakan oleh algi dia ingin membunuhku dia adalah hantu mendengar semua aku benar-benar sakit hati aku teriak menangis sekuat-kuatnya aku telah jatuh cinta dengan seorang Hantu dan dia ingin membunuhku. Tubuhku selalu di obati tiba-tiba suara algi datang kuatnya angin dan ia berkata Lisa kamu harus mati hiduplah bersamaku di dalam pohon itu aku mencintai mu kamu harus mati. Dunia kita berbeda aku tak ingin berpisah haruslah mati bersamaku. Aku teriak tidak tidak kamu cowok yang sangat kejam aku kecewa selama ini aku mencintai dan pacaran dengan seorang hantu. Pergi, pergi aku tak ingin MATI !!!
Hantu itu semakin mendekatku untuk membunuhku tetapi kuasa Allah lebih kuat dengan doa orangtua ku dan pak ustad akhirnya Hantu itu pergi dari hidupku. Tak terasa aku memuntahkan pasir yang begitu banyak membuat tubuh lemah dan akhirnya pingsan. Dari kejadian itu aku sadar bahwa lebih baik hidup sederhana dari pada hidup dengan bahagia tapi tak halal dan ternyata Hantupun bisa menyukai kita maka dari itu perbanyak diri dengan dekat dengan Tuhan dan perbanyak shalat.