Sekumpulan siswa sedang berada, di sebuah lahan yang sangat luas. Memakai pakaian yang sesuai dengan tema mereka hari ini, adalah berkemah di sebuah hutan.
Ini adalah kegiatan akhir mereka. Karena mereka, sebentar lagi akan lulus. Tinggal menunggu hasil ujian, yang telah mereka lakukan, minggu lalu.
Somi, seorang siswa kelas akhir, yang kini tengah berada bersama teman-teman yang lainnya.
Somi adalah anak tunggal. Dia juga kebanggaan keluarga. Selain cantik, dia juga berprestasi di sekolah nya. Bisa di bilang, dia adalah puterinya sekolah. Banyak sekali lelaki yang tergila-gila padanya. Dia sudah biasa mendapatkan, seikat bunga, coklat atau pun surat, yang sudah berada di meja nya, ketika dia datang ke sekolah. Tapi somi tidak memperdulikan itu semua, dia tidak ingin berpacaran, sebelum dia lulus sekolah.
"Jadi, setiap tenda berisi 3 orang. Laki-laki tidak boleh bersatu dengan perempuan, dalam tenda. Begitupun sebaliknya. Jika ada apa-apa, cepat lapor kepada ketua pembimbing!. Kalian mengerti?." Tutur sobin, ketua pemandu kemah tersebut.
"Mengerti." Ucap semua siswa, yang kini tengah berjalan ke arah tenda mereka masing-masing.
Somi satu tenda dengan 2 sahabat nya, Dita dan Syera.
Mereka adalah teman dekat somi. Sejak awal masuk SMA mereka bersahabat. Jadi tidak heran, jika mereka sangat dekat, satu sama lain.
Kini mereka bertiga, sedang berusaha mendirikan tenda yang sudah setengah jadi itu. Tidak ada yang membantu nya, karena yang lain pun sedang sibuk, dengan tenda nya masing-masing.
Setelah menghabiskan waktu, kurang lebih 30 menit. Akhirnya tenda yang mereka buat dengan susah payah, sudah berdiri dengan sempurna.
"Aku akan mendekor tenda, bagian dalam nya!." Ucap Syera, pada kedua teman nya.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan bahan untuk memasak!." Ucap Dita. Yang kini, tengah memasuki tenda berwarna kuning itu.
"Kalau begitu, aku akan mencari kayu bakar nya!. Untuk memasak, dan juga untuk membuat api unggun, nanti malam." Ucap somi, kepada kedua teman nya, yang sudah berada di dalam tenda.
"Hemm baiklah!. Hatti-hati, jangan jauh jauh somi-ya!." Ucap Dita. Sedikit teriakan, karena langkah somi sudah agak jauh, dari tenda mereka.
Somi berjalan ke dalam hutan. Berniat mencari kayu bakar, untuk memasak dan juga membuat api unggun.
Kini somi, sudah memegang dua ranting kayu, ditangan nya. Dan terus berjalan masuk, ke dalam hutan.
Ketika sedang mencari-cari ranting, di sekeliling nya. Tiba-tiba, somi melihat bayangan yang lewat, di belakang nya. Dia pun menoleh, tetapi tidak menemukan siapa pun.
"Siapa itu?." Tanya somi, dengan nada yang bergetar. Tetapi tidak ada jawaban.
Somi menganggap, itu hanya perasaan nya saja. Kemudian melanjutkan kembali, mencari ranting. Tapi bayangan itu, terasa semakin nyata. Dia melihat ada yang lewat lagi, di belakang nya. Entah apa itu, tapi itu sangat cepat.
Kini bulu kuduk somi, sudah berdiri dengan sempurna. Dia merasa, ini sudah tidak baik baik saja.
Ketika dia akan berlari, ke luar hutan.
Dia terpeleset, dedaunan yang basah.
"AAAA"
Tiba-tiba, seseorang menompang tubuh nya. Hingga somi tidak jadi jatuh ke tanah. Setelah merasa dirinya tidak terjatuh, somi membuka mata nya, perlahan melihat siapa yang menyelamatkan nya.
Kini, mata kedua nya bertemu, saling bertatapan. Somi melihat seorang lelaki, dengan bola matanya yang biru, hidung nya yang mancung, bibirnya yang tebal, dan pahatan wajah, yang begitu sempurna. Sungguh, Somi mengagumi ciptaan Tuhan yang ini. Dia sangat sempurna, seperti bukan manusia!. Setelah menyadarkan diri, dari pandangan di hadapan nya. Somi melepaskan pelukan lelaki itu.
"K-kau S-siapa?." Tanya Somi gugup. Melihat ke arah lelaki itu, memperhatikan dari bawah hingga atas.
"Aku Seokjin!." Jawab lelaki tersebut.
"K-kenapa kau, bisa ada disini?."
"Kebetulan aku sedang lewat sini!. Dan melihat kau yang akan terjatuh, mangkannya aku menyelamatkanmu." Jawab Seokjin.
"Tapi, kapan kau datang?. Aku tidak melihat keberadaan mu dari tadi!." Ucap Somi. Yang terus saja melayangkan pertanyaan, pada seorang lelaki, yang sudah menyelamatkan nya.
Seokjin hanya tersenyum, ke arah Somi. Memperhatikan leher somi, dengan seksama. Entah apa yang dia lihat, di leher Somi. Sehingga dia tidak bisa, memalingkan pandangan nya, dari leher Somi.
Somi yang melihat itu, bergedik ngeri, dengan tatapan seokjin. Lalu mengibaskan rambut nya, yang tergerai ke arah belakang. Dan dia pindahkan ke depan, untuk menutupi lehernya.
"K-kenapa, kau memperhatikan ku seperti itu?."
"Tidak ada!."
"Ya sudah!. Aku akan kembali ke perkemahan ku!. Terimakasih, karena kau telah menyelamatkan ku!." Ucap Somi. Yang kini sudah berjalan, hendak meninggalkan seokjin.
"Tunggu!."
Merasa ada yang menghentikan nya. Kini somi berbalik ke arah seokjin.
"Ada apa?."
"Kapan kemah ini berkahir?."
"Lusa!. Aku akan kembali pulang!."
Kini Somi sudah berada, di lokasi perkemahan. Duduk melingkar, bersama teman-temannya, di depan api unggun.
"Tadi, aku bertemu seseorang, di dalam hutan. Ketika aku sedang mengambil ranting ini." Ucap Somi, kepada kedua teman nya, yang kini tengah duduk di samping nya.
"Siapa?. Lelaki atau perempuan?. Tanya Dita.
"Lelaki!."
"Apa dia salah satu dari anggota kita?." Tanya Syera penasaran.
"Tidak!. Sepertinya bukan. Karena aku baru pertama kali melihatnya!."
"Benarkah?. Apa dia tampan?." Tanya Dita, penasaran dengan cerita somi.
"Iya dia sangat tampan!. Dia sempurna!."
"Woahh." Ucap kedua teman nya, kagum dengan penuturan somi.
Somi mengingat kembali, wajah tampan lelaki itu, sepertinya dia cinta padangan pertama!."
"Bagaimana bisa, aku terus memikirkan mu?. Padahal kita baru pertama kali bertemu." Batin Somi.
Malam pun berlalu, dengan api unggun, yang menghangatkan tenda mereka masing-masing.
Kini mereka sudah berkumpul, sedang mendengarkan pidato, dari ketua pemandu kemah tersebut.
Hari ini, mereka akan berjalan menyuri hutan. Melihat keindahan alam, dengan titik akhir akan berada di atas gunung, yang terlihat, dari perkemahan tersebut.
Mereka di kelompok kan, menjadi dua kelompok. Dengan satu kelompok, terdiri dari perempuan dan laki-laki
Kini semua siswa, sudah berada di atas gunung. Melihat pemandangan, yang begitu indah. Mereka semua kagum, dengan keindahan alam tersebut.
Somi melihat ke sekeliling nya. Dia sedang mencari seseorang. Iya seseorang yang kemarin dia temui, di hutan. Dia tidak menemukannya kali ini. Meskipun dari awal perjalanan, Somi sudah berharap, agar dia bisa bertemu lagi, dengan lelaki yang sempurna itu. Tapi harapan Somi pupus. Ketika dia tidak bertemu, sampai kembali ke perkemahan lagi.
Kini, mereka sedang berada di dalam tenda.
"Jam berapa kita pulang besok?. Tanya somi.
"Jam 08:00. Setelah kita selesai, membereskan perlengkapan kita semua." Ucap Syera.
Kemudian Somi terdiam, memikirkan ucapan temannya itu.
Dia akan kembali besok, tapi orang itu tidak ada menemui nya, sampai sekarang. Entah apa yang ada dipikiran Somi. Hingga dia merasa sangat sedih, dengan hal itu.
Pagi pun telah tiba. Tidak ada sinar matahari, yang menyengat. Karena hari ini, langit nya berawan. Seperti akan turun hujan!. Setelah membereskan tenda, dan peralatan lainnya. Mereka memasukan semua peralatan, dan koper ke dalam bis. Bersiap untuk meninggalkan, tempat tersebut.
Disisi lain, Somi masih berdiri, menatap tempat yang sudah kosong itu. Yang tadinya di isi, dengan tenda berwarna warni. Somi masih menunggu seseorang itu!. Seseorang yang telah berhasil membuat nya, jatuh cinta pandangan pertama. Dan untuk cinta, yang pertama pula.
Hingga pada akhirnya, seseorang itu datang.
"Brughh!."
Ada yang melemparkan batu, pada somi. Kemudian dia menoleh.
"KAU!." Ucap Somi. Dengan tawa di wajah nya. Kemudian berjalan ke arah lelaki itu.
"Seokjin!. Aku akan pulang hari ini." Ucap Somi. Dengan wajah sedihnya.
"Aku tahu!. Mangkanya aku kesini. Untuk menemui mu!." Somi hanya menundukkan kepalanya, mendengar ucapan seokjin.
"Kenapa kau terlihat sedih?."
"T-tidak!. Aku hanya ingin berterimakasih, sekali lagi padamu!. Terimakasih Sekjin-ah!." Seokjin hanya tersenyum. Seokjin tahu bukan itu alasan Somi bersedih.
"Tidak usah sedih!. Aku akan menyusul mu, suatu saat nanti!. Aku janji!. Dimana rumahmu?." Pertanyaan Seokjin, yang sukses mengubah raut wajah Somi. Dia sangat bahagia.
"Rumah ku di Busan!. Aku akan selalu menunggu mu Seokjin-ah!." Kata terkahir, yang Somi ucapkan. Sebelum dia melangkahkan kaki, meninggalkan seokjin.
Hari demi hari berlalu, dengan semestinya.
Kini Somi sudah menyelesaikan, pendidikan SMA nya. Dan sudah berkuliah, di salah satu fakultas yang berada di busan.
Hari-hari yang Somi lalui, sedikit berbeda. Dengan hari-hari sebelumnya.
Sebelum dia bertemu, dengan seseorang bermata biru itu.
Yang pernah dia temui, 4 tahun lalu. Yang sejak saat ini, belum pernah ia temui kembali.
Somi masih mengingat, janji yang orang itu katakan. Dia akan menyusul Somi ke Busan. Tapi sampai sekarang, dia tidak kunjung datang juga. Sampai Somi sudah memasuki, semester akhir kuliah nya.
Tentu tidak mudah, melewati semua itu. Banyak lelaki yang mengungkapkan cinta, pada Somi. Tapi Somi menolak. Dia masih menunggu seseorang, yang bisa membuat nya jatuh cinta, hanya dalam pandangan pertama.
Kini Somi sedang berada, di sebuah taman di belakang rumahnya.
Tiba-tiba, pembantu dirumah nya datang.
"Nona, ada yang mencari nona!."
"Siapa?."
"Dia tidak mau mengatakan namanya. Tapi dia seorang lelaki!. Berpakaian hitam, dan memakai kacamata hitam juga. Saya rasa, dia sedikit aneh nona!." Tutur pembantu itu.
"Aishh benarkah?. Aku akan menemuinya!." Ucap Somi. Yang kini berjalan, untuk menemui orang tersebut.
Ketika sudah sampai didepan pintu, Somi langsung membuka pintu nya.
"KAU!. Kenapa kau masih terlihat sama seperti saat awal kita bertemu?." Ucap Somi. Yang sangat terkejut dengan keberadaan lelaki, yang serba hitam itu. Iya orang itu, adalah Seokjin. Cinta pertama Somi.
Kini Somi dan Seokjin, sudah berada di meja makan. Bersiap untuk makan. Hanya mereka berdua sekarang yang berada di rumah. Ayah dan ibu Somi, sedang berada di luar negeri. Dan pembantu nya sudah pulang karena dia bekerja paruh waktu dirumah Somi.
"Aku menepati janjiku kan?." Ucap seokjin yang kini menatap somi.
"I-iya, tapi b-bagaimana b-bisa wajahmu, masih sama?." Ucap somi, yang masih tidak menyangka dengan hal itu.
"Kau akan mengetahui nya nanti!." Jawab Seokjin singkat.
"Yasudah ayo kita makan!. Sagopshal nya enak!. Bawang putih nya sangat terasa!." Ucap Somi. Yang kini menyantap makanan nya itu.
Sedangkan Seokjin, hanya menatap makanan tersebut. Enggan untuk menyentuh pun. Dia hanya memalingkan wajah nya, dari makanan tersebut. Somi yang melihat itu, merasa agak aneh dengan Seokjin.
"Ada apa?. Kau tidak suka makanan nya?."
"Aku tidak lapar!. Jadi aku tidak akan makan!. Kau makan saja yang banyak!. Tidak usah mengkhawatirkan ku!." Somi hanya menuruti perintah Seokjin. Lalu kembali menyantap makanan nya.
Setelah selesai makan. Kini Somi sudah berada di kamar nya. Seokjin masih berada dirumah Somi. Dia menyuruh Seokjin, untuk menginap saja dirumah nya. Dia tidak tega, untuk menyuruh Seokjin pulang. Sedangkan hari sudah semakin larut.
"Bagaimana bisa?. Seseorang masih terlihat sama, seperti awal bertemu. Sedangkan kita sudah tidak bertemu, selama 4 tahun. Dan kenapa dia tidak memakan, makanan nya tadi?. Padahal dari tadi, aku tidak melihat nya memakan apapun!. Ini ada yang tidak beres!."
Dialog Somi. Kemudian Somi mengingat-ingat kembali, saat awal pertama dia bertemu, 4 tahun yang lalu.
Seokjin yang terus memperhatikan lehernya. Kemudian, terlintas di benak Somi, untuk mencari tahu kepribadian seseorang, dengan ciri-ciri tersebut.
Ketika sudah mengetikan, ciri-ciri tersebut. Somi terkejut setengah mati. Dia membaca sebuah artikel bahwa, jika seseorang awet muda, tidak memakan bawang putih, dan selalu melindungi dirinya, dari sinar matahari. Orang itu bukan manusia, tapi adalah bangsa vampir.
Somi terbelalak, dengan mulut yang menganga, dan mata yang hampir keluar dari tempatnya. Dia sangat terkejut dengan apa yang di ketahui. Dia sangat tidak menyangka, bahwa seseorang yang berada di rumahnya kini, adalah seorang vampir.
Somi sangat bingung, entah apa yang harus dia lakukan sekarang. Dia panik dan takut. Tapi bagaimana pun juga, dia harus membuktikan nya sendiri. Kemudian Somi pergi ke kamar Seokjin.
"Ada apa?. Apa kau sudah merindukan ku saja?. Padahal baru saja kita bertemu!." Tanya Seokjin dari balik pintu.
Tidak menjawab pertanyaan Seokjin. Somi langsung saja masuk, ke dalam kamar Seokjin.
Seokjin terkejut dengan tingkah aneh somi, yang masuk tanpa izin ke kamar nya. Sedangkan Seokjin masih menggunakan handuk, di pinggang nya. Dia baru saja selesai mandi, terlihat dari rambutnya yang masih basah.
Somi menatap Seokjin tajam. Lalu memberikan satu siung bawang putih, ke arah Seokjin.
Seokjin yang menerima itu, repleks mundur.
"A-apa yang kau lakukan?." Tanya Seokjin terkejut.
"Kenapa?. Apa kau takut?." Ucap Somi penuh penekanan.
"Jauhkan benda itu dari hadapanku!." Ucap Seokjin. Yang kini menjauh, dari benda yang Somi bawa.
Kini Somi menghentikan aktivitas nya. Dia sudah mengambil kesimpulan. Bahwa seseorang yang kini di hadapannya, adalah vampir.
"Ternyata benar, kau bukan manusia!." Ucap Somi. Yang kini sudah berkaca kaca, tidak percaya dengan hal di hadapan nya ini.
"Somi-ya!. Dengarkan aku dulu!."
"CUKUP!. Kau tidak usah menjelaskan apapun lagi, padaku. Kini semua bukti sudah jelas, BAHWA KAU BUKAN MANUSIA!. TAPI KAU ADALAH VAMPIR!." Ucap Somi. Yang kini sudah menetaskan air nya.
Seokjin terkejut, mendengar kebenaran yang Somi katakan. Dia bingung, dari mana Somi tahu tentang dirinya!. Kemudian Seokjin mendekat ke arah Somi.
"Iya aku adalah vampir!. Vampir yang jatuh cinta pada manusia, saat pandangan pertama!." Ucap Seokjin. Yang sudah merapatkan tubuh nya, pada Somi.
"K-kau?. Tapi kenapa kau harus menjadi vampir?." Ucap Somi prustasi.
"Kita memang berbeda. Tapi aku mencintai mu!. izin kan aku membawa mu, ke kehidupanku!. Agar kita bisa bersama selamanya."
"APA YANG KAU KATAKAN?." Tanya Somi. Yang semakin tidak mengerti, dengan perkataan Seokjin.
"Ikut lah dengan ku Somi-yaa. Dan hiduplah abadi bersama ku!. Karena hanya dengan cara itu, kita bisa bersatu!. Kau ingat?. Dulu aku sempat berjanji akan menyusul mu, tapi aku baru datang setelah 4 tahun lalu. Itu adalah perjuangan ku, aku sedang berjuang meminta izin, pada ayah ku, untuk hidup bersama mu. Karena aku mencintaimu!.
Tentu saja ayah ku menolak. Karena kau manusia. Tapi aku mencoba meyakinkan ayah ku kembali, bahwa kau, akan ku jadikan sama seperti ku. Akhirnya ayahku setuju. Tentunya dengan satu syarat. Dan syarat itu adalah, kau harus menjadi bangsa seperti ku." Ucap Seokjin yang kini tengah menatap Somi nanar.
Somi hanya menangis, terjatuh lemas. Kaki nya sudah tidak mampu, menahan tubuhnya. Menyandar kan tubuh nya, Dia menangis sejadi-jadinya.
Kenapa hal ini harus terjadi padanya?. Dia sudah sangat mencintai, lelaki di hadapannya ini. Dia sudah berkorban, menunggu selama 4 tahun. Hanya untuk memastikan janji itu, karena dia menyimpan harapan, akan hidup bersama dengan seokjin selamnya. Tapi apa yang dia dapat?. Dia mencintai seseorang, yang sungguh berbeda dunia dengan nya.
"Apa kau mencintaiku?. Katakan padaku bahwa kau mencintai ku juga!." Ucap Seokjin. menjongkok kan tubuhnya. Menyamakan posisi nya, dengan Somi.
Somi melihat Seokjin, dengan air mata yang sudah sedari tadi keluar, dari tempatnya. Tidak tahan lagi dengan semua nya, Somi memeluk tubuh Seokjin erat. Dia menangis, di dada bidang milik Seokjin.
Seokjin menerima pelukan itu, tak kalah erat. Dia membelai rambut panjang Somi. Lalu mencium kening nya.
Mendapat perlakuan seperti itu, tentu membuat Somi terkejut. Somi langsung melepaskan pelukannya, dari Seokjin.
"Aku mencintaimu Somi!. Aku mencintai manusia seperti mu!. Sekarang semua keputusaan ada pada mu. Jika kau bersedia, dengan syarat yang sudah aku katakan, kita akan bersama. Tapi jika kau tidak bersedia, aku akan pergi dari hidupmu, untuk selamanya!." Ucap Seokjin tulus dari dalam hatinya.
"Apa kau benar-benar mencintaiku?." Tanya Somi memastikan.
"Iya aku benar-benar mencintaimu!. Aku ingin hidup abadi denganmu, selamanya!. Jadilah pendamping hidupku, dan ikut lah denganku!. Maka aku akan menjadikan mu, satu-satunya wanita, di hidupku".
Somi yang mendengar itu tersenyum, bersama air mata yang mengalir dipipinya.
Dia terdiam sejenak, memikirkan keputusan yang akan dia ambil. Dia tidak bisa hidup tanpa orang, di hadapan nya ini. Dia tidak akan menyia-nyiakan penantian nya, selama 4 tahun ini. Sekalipun itu, harus merubah takdirnya.
"Aku juga mencintaimu!. Bawalah aku ke dalam kehidupanmu!." Ucap Somi. Yang kini menempelkan keningnya, dengan kening Seokjin. Kemudian mengangkat kedua tangan nya, dan melingkarkan ke leher Seokjin.
Seokjin yang mendengar penuturan Somi, hanya tersenyum bahagia.
"Apa kau yakin?."
"Aku yakin!. Karena aku, tidak ingin berpisah lagi denganmu seokjin-ahh."
"Baiklah!. Aku akan menjadikanmu vampir sekarang juga!." Ucap Seokjin. Yang kini mengangkat rambut Somi, yang tengah menutupi lehernya. Lalu mengusap lembut leher putih tersebut.
Somi hanya memejamkan matanya, merasakan setiap usapan lembut Seokjin, pada leher nya.
Kini tangan dingin Seokjin, sudah memegang leher putih Somi.
Sedangkan Somi sudah pasrah, dengan apa yang akan terjadi padanya.
"Ucapkanlah selamat tinggal, pada kehidupanmu dimasa lalu, sebelum aku menyesap lehermu!."
"Aku hanya ingin mengucapkan, terimakasih pada kehidupanku yang dulu. Karena sudah mempertemukan ku denganmu!."
Seokjin tersenyum mendengar penuturan somi.
"Bersiaplah sayang!. Jika terasa sakit, gigit saja bahuku, dan peluk erat aku!." Ucap Seokjin. Yang kini tengah mendekatkan bibirnya, pada leher Somi. Dengan hitungan detik, Seokjin menggigit leher Somi. Lalu menyesap darah, yang keluar dari gigitan itu.
"AAAAA SEOKJIN SAKIT!." Ucap Somi. Yang tengah memejamkan matanya, dan mencengkram kuat bahu lebar Seokjin.
END