Genre: Mystery, Horror
Aku terus saja berlari tanpa mempedulikan kemana aku akan pergi, para pembully itu terus saja mengejar ku sampai akhirnya mereka berhenti mengejar ku saat aku sudah memasuki kawasan hutan yang ada di belakang sekolah. Entah kenapa mereka berhenti mengejar ku, aku berhenti berlari dan melihat ke sekeliling ku.
"Semuanya terlihat sama" pikirku
"Halo apakah ada orang?" aku terus saja berteriak seperti orang gila, sembari terus mencari jalan keluar.
SREKK
"Siapa di sana?" tiba-tiba terdengar sebuah suara, aku mencoba mencari asal suara tersebut. Aku harus mencari jalan keluar, aku tidak mengetahui apa-apa tentang hutan ini karena aku murid baru.
"Hei tolong aku!!" aku berseru kencang agar orang yang tadi bisa mendengar ku, dan....
BRUKK
"Aduh...." aku mengaduh kesakitan disaat aku tidak sengaja menabrak sesuatu, aku mendongak dan melihat bahwa yang aku tabrak bukanlah pohon melainkan manusia.
Aku memegang kepalaku yang terasa sakit, aku terus saja mendesis-desis kesakitan sampai akhirnya— semuanya gelap.
******
Aku terbangun di sebuah ruangan yang menurutku cukup sederhana, tapi di ruangan ini terdapat banyak sekali ukiran-ukiran yang unik.
"Akhirnya kau bangun juga" aku menolehkan kepalaku saat mendengar suara dari arah samping kananku.
"Siapa kau? Dimana ini?" tanyaku bertubi-tubi, dia jelas tampak memaksakan senyumnya yang— terlihat manis itu.
"Di hutan Florist, kau tidak perlu tahu siapa aku karena sebentar lagi pasti kau akan keluar dari hutan ini" wah, jawabannya terdengar menohok dan juga dia terlihat menyebalkan.
Tap tap tap
Aku mendengar suara langkah kaki dari pintu masuk ruangan ini, sepertinya ada orang lain selain dia di sini. Perempuan berambut ikal itu menatap ke arah pintu masuk ruangan ini, dan aku juga ikut menoleh. Di ambang pintu aku bisa melihat seorang gadis berambut pendek, dan tinggi badannya sepertinya diatas rata-rata tinggi perempuan normal.
Tiba-tiba aku mendengar suara lain menginterupsi, sepertinya di sini cukup ramai. Tapi ini kan di dalam hutan, masa ada sih manusia yang hidup dan tinggal di dalam hutan?
"THEA, DIA MEMPERMASALAHKAN TINGGI BADANMU...." dan oh, itu juga suara perempuan.
Perempuan berambut ikal itu, perempuan yang tadi berbicara denganku membuat isyarat agar aku bangkit dari posisiku dan segera keluar ruangan ini jika aku mau makan. Sepertinya perempuan berambut ikal itu anak Pramuka dulunya, dia bisa menjadi temanku maybe. Maybe, sayangnya dia menyebalkan.
Perempuan berambut ikal itu menuntunku berjalan, sampai akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Di meja makan, di sini semuanya perempuan. Oh setidaknya aku bisa berteman dengan mereka "kau pasti orang yang tersesat!"
Ucapan yang berasal dari mulut perempuan berambut pirang, secara refleks membuatku mengangguk pelan.
"Kalau begitu, perkenalkan— aku Wiqi" ujar perempuan berambut pirang tadi. Perempuan bernama Wiqi itu mengulurkan tangannya ke arahku, dan aku sambut dengan hangat.
Selesai makan, aku melamun. Aku tidak tahu jam berapa ini? Hari apa ini? Dan yang lebih parahnya lagi, aku tidak tahu kenapa aku bisa ada di sini?!
"Baiklah akan aku jelaskan, kenapa kau ada di sini. Sebelum itu, perkenalkan dirimu. Siapa kau?" perempuan berambut cokelat itu menunjuk ku dengan senyum ramah menghiasi wajahnya.
"Aku Eniref, aku sering di-bully di sekolah ku karena aku berbeda. Dan saat aku lari memasuki kawasan hutan ini, mereka berhenti mengejar ku. Awalnya aku bersyukur mereka tidak mengejar ku lagi, tapi aku sadar bahwa aku tersesat."
Perempuan itu tersenyum "aku Rhea, dan aku tahu apa arti dari nama mu. Eniref dibalik jadi Ferine yang artinya liar, coba lihat ejaan huruf dari namamu"
Note:
Eniref dibalik jadi Ferine
E-N-I-R-E-F = F-E-R-I-N-E
Coba baca terbalik
Ferine
Eniref
Ferine artinya liar
"Aku tidak tahu kenapa orang tuamu memberikan mu nama yang seperti itu, atau bukan orang tuamu yang memberikan mu nama. Jawab aku, siapa?"
"Kakak angkat ku, Erecnis. Dia bilang, dia menemukan aku di depan pintu rumahnya. Saat itu aku masih bayi, dan aku tidak tahu siapa orang tua kandung ku" jawabku.
"Nama kakakmu— sebenarnya cukup tidak masuk akal, coba kita lihat" perempuan itu, Rhea kembali sibuk dengan catatannya.
Note:
Erecnis dibalik menjadi Sincere
E-R-E-C-N-I-S = S-I-N-C-E-R-E
Coba baca terbalik
Sincere
Erecnis
Sincere artinya yang tulus
"Mungkin orang tua kakak angkat mu menginginkan kakak angkat mu menjadi orang yang tulus, baiklah aku akan menjelaskan kenapa kau di sini" sepertinya dia orang yang cukup bawel kurasa, yeah kurasa.
"Kau sudah pingsan selama lima hari, dan pastinya kakakmu akan khawatir padamu. Karena waktu yang ada di sini berbeda dengan waktu yang ada di dunia manusia" jelasnya, yang justru membuatku menaikkan sebelah alisku.
Sepertinya ada yang janggal, oh ya ampun!!
"Apa?!! waktu yang ada di hutan Florist dan di dunia manusia berbeda, jadi maksudmu ini bukan di dunia manusia!"
Rhea mengangguk "yup, hutan Florist sudah tidak termasuk kawasan dunia manusia. Sebenarnya hutan Florist hanyalah pintu menuju dunia lain, dunia yang berbeda dari dunia manusia. Lima hari di hutan Florist sama dengan lima bulan di dunia manusia, jika kau ingin kembali ke sana— jangan pernah mencoba untuk berbalik. Ikuti petunjuk yang aku berikan dan teruslah berjalan, jangan sampai suara lain mengacaukan konsentrasi mu. Ayo, aku akan menunjukkan jalan keluarnya."
Saat aku sudah sampai di luar rumah itu, aku terus saja menatap kearah depan dan mendengar interupsi-interupsi dari Rhea dengan seksama "ini untukmu, jika kau lapar jangan mencoba untuk berhenti. Makanlah ini sembari kau terus berjalan, ini hanyalah makanan ringan yang mungkin bisa menghilangkan rasa laparmu"
******
Aku tidak tahu sudah seberapa jauh aku melangkah, tapi aku kelelahan. Sayang sekali aku tidak bisa berhenti hanya untuk istirahat saja, aku teringat ucapan Rhea "jika kau berhenti, dan tidak bisa konsentrasi pada satu titik saja. Kau tidak akan bisa kembali ke asalmu dan pastinya, kau tidak akan bisa menemukan kami lagi"
Aku terus berjalan, semakin lama aku semakin mempercepat langkahku. Tidak peduli dengan suara-suara yang terus saja bersahutan yang sepertinya mencoba untuk menghipnotis ku, aku lari— tapi kesialan menimpaku...,
BRAKK
Dan semuanya gelap—
☄️☄️☄️
Aku membuka mataku dan melihat ke sekeliling ku, sepertinya aku mengenali tempat ini, aku mencium bau obat-obatan, tidak salah lagi pasti aku sekarang berada di rumah sakit.
Kriett
Suara pintu terbuka membuatku menoleh ke asal suara "oh akhirnya kau sadar, sekarang kau bisa menemui keluarga mu"
Ucapan pria berjas putih itu membuatku bingung "tapi dok, aku hanya punya satu kakak. Itupun kakak angkat, bagaimana bisa anda menyebut keluarga?"
"Sepertinya kau mengalami amnesia, tidak ada satupun dari mereka yang merupakan kakak angkat mu. Mereka semua keluarga kandung mu, dan apa itu dok? Aku adalah tabib di sini."
Tunggu— apakah aku terlempar ke dunia immortal? Oh sial!! Aku tidak bisa pulang, apakah di sini kondisi ku akan semakin parah karena aku berbeda dari mereka?
Hmmm akan kulihat nanti....
******
Tertanda ΩLidya
Aku males jelasin apa makna dari cerita ini tapi— mau bagaimana lagi?
1. Eniref terlempar ke masa depan, di sana teknologi lebih canggih.
2. Kalau terlempar ke masa depan harusnya panggilan dokter tidak berubah bukan? Tapi karena ini ceritaku jadi ini imajinasi ku. Di sini pengobatan yang menggunakan tumbuhan herbal kembali diterapkan, jadi jarang sekali obatnya mengandung bahan kimia.
3. Walaupun obatnya herbal tapi cara pembuatannya menggunakan teknologi canggih.
4. Keluarga kandung Eniref memang berasal dari masa depan, jadi keluarga Eniref tuh bermasalah dan akhirnya demi kebaikan Eniref. Ayahnya Eniref pakai mesin waktu agar Eniref tidak mengetahui masalah keluarga nya, di saat masalah udah surut tapi keluarganya gak tau gimana ngambil si Eniref kembali disaat ia sudah nyaman di tempat ia tinggal. Akhirnya keluarganya Eniref pakai resiko yang besar tapi cukup menguntungkan, mengembalikan Eniref ke masa depan menggunakan hutan Florist yang didalamnya terdapat kekuatan magisnya
5. Sebenarnya ini cukup aneh kalau Eniref percaya-percaya aja sama Rhea, padahal si Rhea cuman bercanda. Tapi yah karena ini udah di rencanain sama keluarga Eniref, jadi si Eniref beneran gak bisa balik lagi ke kakak angkat nya