Kota Mer Bleue adalah tempat yang sangat indah, itu adalah sebuah kota yang dekat dengan laut lepas, ketika matahari terbit ataupun tenggelam, pemandangan di sisi laut kota itu sangatlah luar biasa.
Selain pemandangannya yang indah, kota Mer Bleue juga terkenal karena gadis -gadisnya yang sangat cantik rupawan.
Penguasa kota ini jarang menampakkan diri di tempat umum, menurut rumor yang beredar dikatakan bahwa penguasa kota adalah orang buta, alasan mengapa dia menjadi penguasa kota adalah karena kecerdasannya.
Namun meski begitu kelima anaknya sering menampakkan diri dan mengganti tugaskan pekerjaan ayah mereka, kelimanya adalah perempuan dan masing-masing dari mereka sangatlah cantik.
Putri pertama memiliki rambut pirang panjang dan mata biru kristal yang sangat indah, tubuhnya begitu menggoda, penampilannya saja mampu membuat lawan jenis menuruti permintaanya.
Putri kedua memiliki rambut pirang dan mata hitam gelap, rambutnya pendek dan dia terkesan sebagai gadis tomboy, meski begitu kecantikannya sangat luar biasa, yang paling menonjol darinya adalah lekukan tubuhnya yang sangat besar menggoda, terutama dia juga sering memakai pakaian yang terbuka.
Putri ketiga terlihat sangat murni, dia seperti malaikat yang menjelma menjadi makhluk fana, mungkin itu ilusi atau apa, putri ke tiga sangat wangi, tubuhnya memancarkan aroma vanila menggoda yang membantunya menarik banyak perhatian.
Putri keempat terlihat berkebalikan dari putri ketiga, dia terlihat seperti succubus yang seksi dan menawan, melihatnya membuat lawan jenis ingin berbuat dosa dengannya.
Sedangkan putri kelima... Berbeda dari saudari -saudatinya yang semuanya berambut pirang, dia memiliki rambut hitam pekat yang menyatu dengan malam dan matanya berwarna merah darah mengeluarkan hawa berbahaya.
Di luar putri kelima sering dikira sebagai anak haram, meskipun dia tidak berbuat salah namun reputasinya begitu buruk, nama putri kelima adalah Amber Arabella, nama yang begitu indah namun seringkali nama itu sangat disayangkan untuk diberikan padanya.
Sedangkan di dalam rumahnya, dia selalu di bully oleh saudari -saudarinya, kebenaran yang nyata adalah bahwa saudarinyalah yang membuat reputasinya buruk.
Karena reputasinya yang buruk tidak ada yang menyadari bahwa sebenarnya Amber memiliki kecantikkan yang bahkan melebihi semua saudaranya, dia nampak seperti boneka, yang indah dan tidak terlihat nyata.
Keempat saudarinya selalu memfitnah Amber di depan ayahnya, membuat ayahnya yang buta seringkali memarahi dan menghukumnya.
Amber seringkali melarikan diri, pergi ke laut lepas dan berenang di sekitar untuk menhernihkan pikirannya.
Tanpa menyadari bahwa dia selalu diperhatikan oleh seseorang...
Tyrel Marx Gatra adalah penguasa laut disekitar kota Mer Bleue, dia sering mengamati kota dari kejauhan, dan memastikan keamanan laut sekitar.
Tyrel bukanlah manusia, dia adalah roh penjaga laut yang mengambil tubuh manusia yang telah mati sebagai wujudnya, Tyrel selalu kesepian, dia tidak memiliki teman untuk berbicara.
Hingga akhir -akhir ini ada seorang gadis yang sering kali memasuki wilayah pribadinya, Tyrel mengamati gadis itu dari kejauhan, dia awalnya waspada takut jika gadis itu berniat buruk.
Namun ketika Tyrel melihat wajah gadis itu, dia hanya bisa tertegun, gadis itu sangat cantik, Tyrel berani bersumpah bahwa wajah gadis itu adalah yang paling cantik di seluruh dunia.
Awalnya Tyrel hanya mengamatinya dari jauh, namun lama -lama dia ketagihan, ada perasaan aneh di hatinya, perasaan ingin dekat dengannya dan menjadikannya hanya miliknya seorang.
Akhir -akhir ini dia mengetahui bahwa perasaan yang ia rasakan adalah cinta.
Tyrel ragu -ragu, bagaimanapun dia bukanlah manusia, tapi bagaimanapun cinta itu buta.
Tyrel memberanikan diri mendekati gadis itu, ingin berteman dengannya namun sepertinya gadis itu takut padanya. Gadis itu sering kabur darinya namun Tyrel tidak menyerah dan terus mengejarnya.
Mungkin karena dia juga kesepian, akhirnya gadis itu mau berteman dengannya, Tyrel akhirnya tahu bahwa gadis itu adalah anak penguasa kota, Tyrel juga tahu nama gadis itu, dia sangat senang.
Gadis itu tak lain adalah Amber.
Hari demi hari berlalu dan keduanya semakin dekat, Tyrel sangat senang dengan kemajuan ini hingga suatu hari dia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya, namun tidak sesuai ekspektasinya, Amber menggelengkan kepalanya dengan keras.
"Kenapa?" Tyrel bertanya, dia merasa tidak percaya bahwa perasaanya baru saja di tolak.
"Karena aku jelek. "
Tyrel yang mendengar jawaban itu tidak tahu harus menangis ataukah tertawa, jika wajah Amber jelek maka seluruh gadis di dunia ini itu apa?
"Kamu tidak jelek, dimataku kamu adalah gadis paling cantik. "
"Benarkah?" Amber mendongak ragu -ragu.
"Ya!" dan Tyrel menjawab tanpa berpikir.
"Tapi saudariku dan ayahku mengatakan aku sangat jelek dan seluruh warga di kota mengatakan bahwa aku hanya anak haram..." Amber berkata sambil menyeka air matanya, bukan karena apa yang dia alami tapi dia sangat senang ada orang yang mengatakan bahwa dia cantik.
Tyrel merasa sesak ketika mendengar penjelasan Amber, gadis secantik ini... Sebenarnya di perlakukan dengan buruk?! Terlebih gadis cantik itu adalah orang yang dia suka! Sekilas Tyrel langsung dipenuhi amarah, namun ketika dia melihat Amber yang menangis hatinya langsung luluh.
Tyrel memeluk amber dengan erat, mengelus punggungnya untuk menenangkannya, "Jangan menangis, jika mereka semua mati, bukankah tidak ada yang akan mengatakanmu jelek lagi?" Tyrel berkata sambil tersenyum tulus.
"Kamu... Apakah kamu akan membunuh mereka semua untukku?" tanya Amber di sela isaknya.
"Ya! Aku akan melakukannya!"
"Apakah aku sungguh cantik di matamu? Tapi... Aku merasa aku memang jelek... " Amber sangat bingung, mungkin itu karena omongan persuasif saudari dan ayahnya sehingga kata -kata bahwa wajahnya sangatlah buruk rupa melekat di hatinya.
"Ya! Kamu sangat cantik, kamu wanita paling cantik di dunia ini, bahkan jika itu di dunia lain kau masihlah sangat cantik dimataku! Tidak usah dengarkan mereka, asalkan aku menganggapmu cantik maka kamu memang cantik!"
"Emn. " Amber mengangguk, benar, asalkan Tyrel, satu -satunya orang yang peduli padanya dan orang yang ia cintai menganggapnya cantik, maka dia tidak peduli dengan omongan orang lain.
Asalkan Tyrel masih menganggapnya cantik itu sudah cukup.
Tak lama setelah itu Tyrel menepati kata -katanya, dia membantai keluarga Amber dan membunuh warga kota yang mengata -ngatai Amber, kota yang indah berubah menjadi kota berdarah dalam semalam.
Dengan kekuatannya sebagai penguasa laut, dia membersihkan darah dari kota dengan air laut dan membuat jiwa -jiwa mereka yang telah mati sebagai warga kota yang baru, dimana jiwa -jiwa ini tidak lebih dari seorang budak dan tidak akan bisa mengatai Amber lagi.
Kota indah yang dulunya ditinggali oleh ribuan manusia berubah menjadi kota mati yang ditinggali jiwa -jiwa mereka yang telah mati. Tyrel yang dulunya hanya penguasa laut kini bertambah menjadi penguasa kota juga, hidup bersama satu -satunya orang yang ia cintai....
Amber dan Tyrel hidup bahagia selamanya.
-End-
Mon maap, ceritanya gaje ;v