kudengar guyuran air hujan yang deras kini mulai turun ke permukaaan yang membasahi rumah rumah warga, pukul enam pagi beriring kabut mendung suara guntur dan derasnya air semakin membuat suasana pagi hari ini mencekam.
hawa terasa mulai dingin membuat para penghuni rumah diam dirumah tidak bisa melakukan aktivitas pagi seperti biasanya.
Sejujurnya aku tak begitu menyukai hujan,aku lebih menikmati gerimis kecil hujan ketika hujan akan merada dan pada saat itu sering sekali pelangi diawan muncul dalam waktu yang tidak begitu lama,Perkenalkan namaku Dahayu seorang gadis berkulit kuning Langsat.
kini aku sedang berada berada dalam kelas sedang piket kelas sambil mendengarkan musik di airpods tanpa kusadari sangking fokusnya diriku pada kegiatan yang kulakukan sekarang,aku dikejutkan oleh temanku yang bernama Ajeng Aruna dia menepuk pundakku.
"Hayo mikirin apa masih pagi jangan melamun nanti kerasukan loh"ucap Ajeng padaku sambil menakuti diriku yang sedang menyapu lantai kelas karena hari ini adalah jadwal piketku yang membuat diriku berada dikelas sepagi ini.
oh iya ngomong-ngomong Ajeng ini anak yang berkulit sawo matang sang pencinta seni entah itu music,lukisan,menulis,dsb.
"Apasih siapa yang melamun,aku sedang menikmati hujan dengan iringan musik jangan bikin takut deh."ucapku kesal karena ucapan Ajeng yang membuatku takut.
"Hahaha maafkan aku,aku hanya bercanda tidak perlu takut ada aku."ucap Ajeng sambil tertawa setelah melihat respon yang kuberikan itu.
"Udahlah kesel aku ngomong sama kamu"ucapku kesal karena respon Ajeng karena jawabaku tadi.
karena aku kesal terhadap Ajeng akupun melanjutkan menyapu lantai sambil menikmati musik dan suara hujan sambil melihat luar jendela melihat rintikan hujan dan juga mengingat masa laluku di masa smp.
sebelum mendapatkan dia maupun sudah mendapatkan dia ngomong-ngomong gimana kabarnya ya,aku masih ingat pertemuan dengannya kalau tidak salah bertemu dirumahnya Rina saat mau mengerjakan tugas-tugas sekolah dulu.
Flashback on
Dulu aku bertemu dengan Harsa sewaktu ada virus COVID 19 dirumah temanku Rina sewaktu smp sedang mengerjakan tugas bersama karena aku tidak nyaman mengerjakan tugas sendirian di rumah.
tidak di sangka dirumahnya Rina ada teman kakaknya yang bernama Harsa awalnya aku biasa saja,setelah aku menyelesaikan mengerjakan tugas-tugas sekolah aku pulang.
setelah selesai membereskan barang-barang,aku diantar Rina setelah itu aku pulang kakak rinai tiba-tiba bicara kepada Rina bahwa temanya Harsa suka denganku.
karena aku dari dulu tidak pernah disukai oleh laki-laki secara lawan jenis,aku yang mendengar ucapan perkataan Rina saat bercerita tentang orang yang menyukaiku.
Perkataannya membuatku senang lalu setelah beberapa Minggu aku diajak berpacaran namun aku menolaknya karena aku belum percaya lalu menyuruh Harsa menunggunya selama satu tahun baru ia mau menerima harsa.
Setelah beberapa bulan Harsa selalu baik pada padaku,dia akan selalu mensupport apapun yang kulakukan meskipun dia seorang bajingan pemabuk.
pada akhirnya hubunganku dengannya berakhir karena Harsa sudah lelah atas sikap sikapku yang kelewat cuek meskipun hubungan mereka sudah selesai.
aku masih saling kasih kabar karena posisi Harsa diputuskan olehku Harsa berada dipondok dia diam-diam selalu berbohong padaku.
Sekarang dia berada dipondok karena sangking nakalnya dia,orang tuanya Harsa mengirimnya ke pondok karena sudah lelah tingkah laku Harsa setelah beberapa lama ada nomor asing yang ternyata seorang wanita minta tolong padaku bahwa dia ingin mendekati Harsa
nomor asing itu menyuruhku untuk memblokir semua tentang Harsa entah itu media sosial maupun yang lainnya karena wanita itu cemburu padaku karena dia ingin mendekati Harsa.
karena Harsa selalu menstalking media sosialku tapi aku tidak peduli karena hubunganku dengannya sudah selesai.
Sekarang aku sudah tidak peduli dengannya karena sekarang aku fokus pada diriku sendiri yang ingin menata hidup, lagi pula dia bukan tipeku,sekarang aku harus fokus pada pendidikanku sendiri.
Flashback off
Ah sudahlah aku tidak ingin memikirkannya lagi aku akan melanjutkan membersihkan kelas keburu bel berbunyi sekarang hujannya sudah reda sekarang aku harus fokus apa yang aku lakukan sekarang.
"Hey kok malah melamun sih nanti kesambet lo, bentar lagi bel bunyi ayo selesaiin pekerjaanmu"ucap Ajeng menyadarkan diriku saat melamun.
"Ha?eh iya bentar."ucapku tersadar apa yang kulakukan sekarang.
"Mikirin apa?kalo punya masalah cerita ke aku biar kubantu jangan di pendam sendiri."ucap Ajeng khawatir saat melihat aku melamun tadi.
"Enggak ada masalah kok aku hanya mengingat masa laluku dulu waktu masih SMP."ucapku sambil menata sapu yang setelah kupakai.
"Oh gitu lain kali jangan melamun nggak baik."ujar Ajeng padaku supaya tidak melamun lagi.
"Iya iya aku tidak melamun lagi"ucapku mengiyakan ucapan Ajeng padaku menuju lapangan.
Tidak berselang lama ada pengumuman bahwa sebentar lagi akan apel pagi Karena pagi ini tidak bisa upacara sebab lapangannya tidak bisa digunakan karena becek setelah hujan.
Catatan:
Mohon maaf bila dari kalian tersinggung namun cerita ini hanya sebuah karangan saya buat dari pemikiran saya sendiri mohon maaf bila ada kesamaan dari cerita saya, satu lagi cerita ini sebagian besar saya ambil dari kisah saudara dekat saya.
oh iya maaf cerita saya tidak terlalu bagus karena baru pertama kali membuat cerita 🙏