Aku bermimpi
Di dalam mimpi, aku menjadi anak kecil yang sedang digendong oleh Laki laki Dewasa.
Laki laki itu memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya, di belakangnya ada puluhan bola api berwarna putih yang beterbangan.
Aku melihat bahwa Bola Putih itu akan meledak apabila bersentuhan dengan sesuatu, entah itu bangunan atau orang orang yang berlarian.
"Hahahaa.., Kevin temanku, mau kemana kau pergi? Dengan formasi sihir ini, kau tidak akan bisa berubah ke bentukmu yang lain,"
Laki laki itu tetap berlari sambil mengacuhkan provokasi pihak lain, selang beberapa saat kemudian dia berhenti dan berbicara padaku dengan tergesa-gesa,
"Maafkan aku Tuan Muda, Kau harus tetap hidup karena kau adalah harapan terakhir kita,"
Orang itu kemudian melemparkanku ke dalam lubang aneh, hal terakhir yang aku lihat adalah Api Putih yang menghancurkan segalanya termasuk tubuh Orang itu.
___________________________
Adolf tersentak bangun dari tidur, dia berkeringat dan dadanya berdegup kencang.
Beberapa waktu ini Adolf selalu bermimpi aneh, setiap kali dia bermimpi, mimpi itu semakin terasa nyata baginya.
Ketika pertama kali Adolf bermimpi, itu hanya beberapa siluet orang yang berlari kesana kemari.
Sekarang dia bahkan bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan. Meraka berbicara hal aneh yang terdengar seperti fantasy, mulai dari Bola Sihir, Formasi sihir, sampai Kerajaan Suci.
Beberapa kali Adolf mengira bahwa dia sudah gila karena dia merasa bahwa mimpi itu terlalu nyata, seolah oleh dia sendiri pernah mengalaminya. Memikirkan kembali mimpi itu membuat kepala Adolf jadi tambah pusing.
Kemudian sosok cantik memeluknya dari samping,
"Mimpi buruk lagi?" Adolf melihat kekhawatiran di wajah Lucy jadi dia dengan ringan memeluknya balik seraya menjawab,
"Iya, maaf bila aku membangunkanmu," Adolf berkata dengan menyesal. Lucy hanya tersenyum lembut dan mengelus bagian belakang kepala Adolf,
"Tidak, itu tidak apa apa," tanpa sepengetahuan Adolf, tangan halus Lucy yang mengelusnya mengeluarkan cahaya putih kecil yang samar samar.
Adolf merasa tenang saat tangan Lucy mulai mengelus rambutnya, lalu dia berbicara pada Lucy di depannya,
"Mungkin besok aku akan pergi ke Psikiater untuk mengecek kondisi mentalku, semakin sering itu terjadi semakin aku merasa terganggu," mendengar itu membuat Lucy mengeratkan pelukannya pada Adolf.
"Kalau begitu ayo cepat tidur,"
Kemudian mereka melanjutkan tidur mereka sambil saling memeluk.
Keesokan harinya Adolf dibangunkan oleh suara bersemangat Lucy, ini langka karena Lucy bukanlah orang yang mudah bersemangat,
"Ada apa? Ini masih pagi Lucy..," Adolf yang saat ini masih berada di ranjang dengan lemas menjawab,
"Lihat ini, sayang," Lucy memaksa
"Hemm..," Adolf membuka matanya sedikit dan melihat Lucy yang tersenyum lebar,
"Aku hamil,"
Hening sejenak, sepertinya Otak Adolf masih belum tersambung dengan benar, tiba tiba..
"APAA???" matanya langsung terbuka lebar,
Adolf syok tapi lebih dari itu dia bahagia, mereka sudah cukup lama bersama jadi itu bukanlah hal aneh ketika Lucy hamil anaknya.
"Iya, lihat ini," Lucy menunjukan alat Test Pack kehamilan yang menunjukan bahwa hasilnya Positif.
"Sudah berapa lama?"
"Baru 3 minggu," Lucy menjawab singkat.
Adolf benar benar senang,
Adolf dengan cepat bangun dan memutarnya singkat di udara lalu membawa Lucy ke dalam pelukannya.
Mereka kemudian jatuh di tempat tidur, Adolf menciumnya ringan dan berkata,
"Kau benar benar membuatku menjadi suami paling bahagia, Lucy"
Lucy tersenyum, sepertinya dia senang saat Adolf berkata hal itu.
"Baiklah, baumu tidak enak, segera mandi sana, bukankah kau hari ini ada janji dengan Psikiater,"
"Hahaa, kau benar," Adolf mencium rambut pirang Lucy singkat dan segera keluar ruangan.
Senyum Lucy menghilang dan dia melihat ke arah tempat Adolf keluar dengan sendu sambil mempererat cengkeramannya pada Test Pack.
Di sisi lain, Adolf di kamar mandi sedang membersihkan diri dengan ceria, hatinya berdebar senang karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
Setelah mengeringkan diri dia memandangi pantulan tubuhnya yang telanjang di kaca, Adolf sebenarnya tidak terlalu tampan tapi rahangnya yang lebar menambah nilai plus tertentu di wajahnya.
Anehnya, tubuh Adolf tinggi berotot padahal dia sendiri jarang berolahraga. Dia juga dibesarkan di Panti Asuhan sehingga cukup aneh melihat tubuhnya terpahat dengan baik.
"Yah, mungkin orang tuaku dulu seorang Body Builder sehingga gennya menurun padaku,"
Dia kemudian memakai pakaian yang telah disiapkan Lucy untuknya.
Ketika Adolf melihat ke kaca lagi yang ada disana bukan tubuhnya lagi, tapi Sosok Serigala Besar setinggi 2 meter berwarna hitam dengan Bulu Putih di dadanya.
Sosok itu berdiri tenang memandang Adolf dengan matanya yang berwarna merah darah,
"Wahh!!!" Sontak Adolf terjingkat kaget dan jatuh karena terpeleset lantai kamar mandi.
Ketika dia melihat ke kaca lagi, sosok itu telah menghilang seolah olah dari awal memang tidak ada disana.
'Apa itu tadi??', Adolf bingung.
"Adolf, ada apa di dalam?" Adolf yang kebingungan akhirnya kembali tersadar berkat suara Lucy dari luar.
"T-tidak, aku hanya terpeleset,"
"Apa kau tidak apa apa?" Lucy bertanya lagi terdengar khawatir
"I-ya, aku baik baik saja,"
Kemudian Adolf dengan pelan berdiri dan melihat kembali ke dalam kaca, untungnya disana terdapat bayangan Adolf bukan Monster hitam aneh tadi.
"Apakah aku berhalusinasi? Sepertinya aku benar benar butuh bantuan seorang ahli," Lalu dia dengan cepat berjalan keluar dari kamar mandi.
Setelah keluar, Adolf melihat Lucy sedang memasak dengan tenang di dapur. Dia kemudian memeluknya dari belakang dan mencium pipinya,
"Sepertinya aku harus ke Psikiater sekarang juga,"
Lucy sepertinya kaget mendengar itu,
"Apa kau tidak sarapan dulu?"
Adolf melepas pelukannya pada Lucy,
"Simpan beberapa untukku, belum terlambat untuk sarapan ketika aku kembali,"
Dia kemudian meraih kunci mobil dan mencium bibir merah muda Lucy lagi, lalu Adolf berkata dengan sungguh sungguh
"Tolong jaga anak kita,"
Lucy tersenyum manis mendengar itu,
"Kau bisa tenang",
"Kalau begitu aku pergi dulu,"
Setelah itu, Adolf berjalan keluar rumah menuju mobilnya dan menyalakannya kemudian pergi dengan cepat.
Melihat bahwa Adolf telah pergi, senyum Lucy perlahan memudar dan wajahnya menjadi tanpa ekpresi,
"Keluarlah," Dia berkata dengan dingin
Kemudian 6 sosok berpakaian putih keluar entah darimana, masing masing tokoh itu memakai topeng putih yang menutupi bagian atas wajah mereka, memperlihatkan gigi taring mereka yang mencuat dari mulut.
Melihat itu Lucy tidak kaget malah bertanya dengan nada dingin,
"Untuk apa kalian kemari?"
Salah satu sosok itu berbicara dengan sopan,
"Maaf Tuan Putri, Raja tidak bisa menunggu lebih lama lagi, misi anda telah gagal, jadi kita harus segera membawanya ke Kerajaan Suci,"
Lalu sosok lainnya dengan cepat menambahkan,
"Jika tidak, ketika kekuatannya bangkit tidak ada yang bisa menghentikannya termasuk Ayah anda,"
"Kami juga tidak bisa menyentuhnya secara pribadi karena ada resiko bahwa kekuatannya akan bangkit saat melawan kita,"
"Jadi Raja berencana membuat Anda menjadi tawanan sehingga kita nanti bisa menyegelnya sebelum kekuatannya bangkit,"
Mendengar itu, mata Lucy berubah dingin dan di kedua tangannya muncul lingkaran sihir berwarna putih,
"Aku menolaknya," dia berkata dengan ketus.
Salah satu sosok itu berbicara dengan nada tanpa emosi,
"Maafkan hamba Tuan Putri, tapi anda tidak mempunyai hak untuk menolak perintah Raja,"
Sebelum Lucy bisa merespon, keenam Sosok itu menghilang dan muncul di enam penjuru,
Kemudian sebuah lingkaran sihir muncul dan menjebak Lucy di tengahnya,
"Tidak!" Lucy berteriak.
Segera, Lucy dan 5 sosok itu menghilang secara tiba tiba meninggalkan 1 sosok disana,
Orang itu lalu mengeluarkan secarik kertas dari sakunya dan menaruhnya di meja, beberapa saat kemudian dia juga menghilang.
Adolf saat ini dalam perjalanan pulang sambil membawa beberapa obat obatan, alisnya mengkerut saat memikirkan tadi,
Ketika dia menceritakan semua mimpi dan halusinasinya, Psikiater Tua itu tiba tiba tertawa terbahak bahak dan memberitahunya untuk tidak menonton film Fantasy lagi.
Dia berkata bahwa mimpi mimpi itu mungkin berasal dari film fantasy yang dilihat Adolf, Psikiater itu juga melarangnya untuk mengkonsumsi makanan mengandung halusinogen dan menghimbaunya untuk minum air putih yang banyak.
Bahkan sebelum Adolf sempat protes dia sudah diberi beberapa resep obat penenang dan disuruh pulang untuk beristirahat.
"Ini buang buang waktu, Psikiater macam apa itu tadi?"
"Si Tua itu bahkan tidak mau mendengar semua sanggahanku,"
Dia menghela napas kecewa..
Tapi ketika Adolf mengingat bahwa Lucy dan calon anaknya sedang menunggunya di rumah membuat semua kekesalannya hilang seolah debu tersapu angin.
Dia kemudian mempercepat laju mobilnya, selang beberapa waktu Adolf telah sampai di rumahnya. Dia keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah,
"Aku pulang," tidak ada jawaban,
'Ini aneh, kenapa sepi sekali,' biasanya Lucy akan menjawabnya.
Ketika Adolf masuk lebih dalam, dia melihat ruang keluarga yang sepertinya dihantam angin topan. Dia kaget,
'Apa yang terjadi disini? Dimana Lucy?'
"Lucy!"
"Lucy!? Dimana kau?" dia berteriak sekuat tenaga.
Ketika dia akan pergi ke ruang lainnya, Adolf melihat kertas putih aneh yang terletak di meja.
Seolah kertas itu tau bahwa Adolf memerhatikannya, ia tiba tiba meledak menjadi kepingan kecil tak terhitung banyaknya.
Lalu kepingan itu berkumpul di udara membentuk kepala dengan topeng menutupi wajah atasnya,
"Segera temui kami di Kerajaan Suci, portal terdekat dari sini berada di Tebing Harapan, kami akan menunggumu selama 1 minggu, jika dalam satu minggu kau tidak datang bahkan kami sendiri tak yakin apa yang akan kami lakukan pada istrimu."
Dengan cepat, titik-titik biru itu terpecah dan menghilang secara misterius meninggalkan Adolf yang terdiam.
Adolf memprosesnya cukup lama.
Perasaan Adolf campur aduk antara kaget, marah, khawatir, takut, benci dan lega?
Dia kaget karena mereka datang tiba tiba.
Dia marah karena mereka menculik istrinya.
Dia khawatir tentang keadaan keluarganya.
Dia takut mereka melakukan sesuatu pada istrinya.
Dia benci mengetahui bahwa yang bisa dia lakukan saat ini hanya mengikuti perintah mereka.
Di samping itu semua, dia sebenarnya sedikit lega mengetahui bahwa semua mimpinya ternyata benar-benar ada dan bukan sekedar khalayannya saja.
Mencoba menelepon Polisi? Jika mereka berasal dari tempat yang sama dengan yang ada dalam mimpinya, maka tidak ada gunanya.
Hanya dengan lambaian tangan, polisi akan berubah menjadi abu.
Lagian mereka sepertinya berada di dunia yang berbeda.
Hanya ada satu hal lagi yang mengganjal di hati Adolf, kenapa mereka melakukannya? Apa yang mereka inginkan darinya?
Dan siapa sebenarnya dirinya?
"Ah! Daripada berpikir hal seperti itu, lebih aku segera ke Tebing Harapan,"
Dia dengan cepat masuk ke mobil dan menyalakannya,
Tebing Harapan adalah tempat Pariwisata yang terkenal di kota ini, tebing itu terletak tepat di samping laut, jaraknya 20 Km dari rumah Adolf. Jika dia mengebut, dia bisa sampai kurang dari seperempat jam.
Seperti namanya, Tebing Harapan merupakan tempat yang cocok bagi pasangan muda yang ingin menjalin asmara dengan serius. Dengan pemandangan laut yang tenang menjadikannya tempat yang cocok untuk mengutarakan perasaan pasangan muda.
Tepat 10 menit kemudian Adolf sampai disana, seperti biasa tempat itu sangat ramai. Adolf kemudian naik ke atas tebing, bagian atas tebing sebenarnya cukup datar. Melihat banyak pasangan muda membuat Adolf merasa aneh.
Jadi, apa yang harus dia lakukan saat ini?
Intruksi itu hanya menyuruhnya kesini, tidak menyuruhnya melakukan apapun saat disini.
Mungkin mereka menyuruhnya menunggu?
1 jam berlalu dengan tenang.
'Apa sih yang mereka ingin aku lakukan?' Adolf kesal.
'Tidak mungkinkan mereka ingin aku meloncat dari tebing?'
Kemudian Adolf sadar, setiap kali dia bermimpi hal terakhir yang dia ingat adalah jatuh ke lubang aneh. Walaupun terlihat berbeda, mereka tetap kejadian jatuh yang sama.
Mungkin dia harus jatuh untuk mengaktifkan portal yang dimaksud Pria Bertopeng itu.
Adolf dengan perlahan mendekati ujung tebing itu, ketika hampir sampai dia dihentikan oleh penjaga,
"Maaf Tuan tapi ini adalah batas bagi para pengunjung, berbahaya jika lebih dekat lagi,"
Melihat itu Adolf tersenyum ringan dan berkata sambil menyerahkan segepok uang ke penjaga itu,
"Aku hanya ingin mengambil foto, apa tidak boleh?"
Dengan cepat menerima uang itu, mata penjaga berbinar dan berkata,
"Jika hanya mengambil foto maka tidak apa apa, hati hati jangan sampai terjatuh,"
Ketika Adolf mencapai ujung tebing dan melihat ke bawah dia tercekat,
'Apa aku bisa melakukannya?' dia ragu sejenak, tapi kemudian matanya bersinar penuh tekad.
'Tidak, aku harus melakukannya,'
Adolf mundur beberapa langkah, menarik napas dalam dalam, dan kemudian berlari maju perlahan.
1 langkah, 2 langkah, 3 langkah
Ketika Adolf mencapai langkah keempat, dia tiba tiba meloncat tinggi seolah-olah dia ingin terbang dan menggapai langit.
Kemudian dia jatuh...
"WAHHHHHHHH!!!"
..dia benar benar terjatuh..
..ketika Adolf berjarak 5 meter dari laut, cahaya berpendar biru tiba tiba mengelilingi tubuh Adolf dan dia menghilang.
____________________________
Di atas danau kecil di Dunia Mistic tempat para Goblin memancing, tiba tiba cahaya biru muncul dan mengeluarkan seorang pemuda,
"AAHHH!!!"
*Byuurrszz*
Mengetahui bahwa dia masih hidup, Adolf dengan cepat berenang menuju daratan terdekat.
Ketika dia sampai, suara protes terdengar di sempingnya,
"Hey Bung, kau menakuti semua ikannya,"
Sebelum Adolf sempat meminta maaf, dia kaget melihat bahwa yang mengajaknya bicara adalah manusia kerdil berwarna hijau.
Dia kemudian menjauh sedikit, "Apa kau sakit? Kenapa kulitmu berwarna hijau?
Goblin itu sepertinya tersinggung mendengarnya,
"Apa maksudmu berkata seperti itu?, aku goblin, tentu saja kulitku berwarna hijau,"
"Kau sendiri siapa? Aku belum pernah melihatmu disekitar sini?" Goblin lainnya datang dan menerobos masuk ke dalam percakapan.
"Aku Adolf, seorang manusia, apa kau-," sebelum Adolf sempat bertanya,
"Hahaa,,," "Hahaha"
"Haaha,,,"
Tawa terdengar dimana mana,
"Itu lucu Nak, kami memang bodoh tapi kami tidak bisa dibodohi semudah itu," kata salah satu Goblin disana.
"Aku benar-benar manusia," kata Adolf serius.
Kemudian Goblin yang pertama kali ditemui Adolf datang mendekat padanya,
"Dengar Bung, tidak ada satupun manusia yang bisa datang ke dunia ini,"
"Lalu kenapa aku bisa kesini?" Adolf ragu mendengar ucapan Goblin itu.
"Itu berarti kau bukan manusia," Goblin itu menjawab dengan santai, lalu dia melanjutkan dengan acuh,
"Jangan sampai hanya karena tinggal cukup lama di dunia manusia, kau melupakan jati dirimu yang sebenarnya."
Adolf terdiam, kali ini dia benar-benar terdiam cukup lama.
Melihat Adolf yang tertegun, Goblin itu menjentikan jarinya di depan wajah Adolf.
Hal tersebut mengingatkan Adolf tentang tujuan utamanya datang ke dunia ini, dia datang bukan untuk mencari siapa dirinya tetapi untuk mencari istrinya. Segera dia menghilangkan pikiran yang tidak berguna dan fokus pada satu hal,
"Jadi dimana kita saat ini?" Adolf bertanya.
Goblin itu menjawab, "Kita berada di Kota Wiring,"
"Wiring? Seberapa jauh dari Kerajaan Suci?"
Goblin itu memandangnya dengan aneh,
"Ini daerah Kerajaan Suci, tapi jika yang kau maksud adalah Ibukota Kerajaan Suci, itu adalah satu hari perjalanan dari sini ke arah Barat,"
"Tentu saja itu terjadi jika kau memakai Kuda Terbang,"
"Kuda terbang??" Adolf mencoba mengkonfirmasi.
"Iya, jika kau memakai kuda biasa, itu akan memakan waktu 4 sampai 5 hari perjalanan,"
Adolf berpikir sejenak,
"Jadi dimana aku bisa menemukan Kuda Terbang itu?"
"Ada pusat penyewaan kuda di Pusat Kota, aku peringatkan kau bahwa harganya sangat mahal,"
Adolf menghiraukan peringatannya,
"Dimana letak Pusat Kota?"
Goblin itu menunjuk ke arah utara,
"Berjalan saja ke arah ini selama beberapa menit,"
Adolf kemudian mengucapkan salam sambil tersenyum,
"Kalau begitu terima kasih atas bantuannya dan aku minta maaf soal ikanmu tadi, Jika aku bisa, dimasa depan aku pasti membalas budi padamu,"
Goblin itu juga tersenyum ringan,
"Baiklah, ingat namaku adalah Fred,"
Adolf mengangguk dan berjalan menuju utara,
Ketika di perjalanan dia melihat bahwa peradaban disini seperti peradaban pada abad pertengahan di bumi.
Dia juga melihat berbagai makhluk makhluk aneh berjalan kesana kemari. Ada yang berkepala banteng, memiliki sayap, bertelinga kucing, setengah ular dan banyak lainnya.
Mereka semua terlihat bahagia.
Adolf mengambil smartfonenya dan mengambil foto disana-sini, sayangnya dia tidak bisa menghubungkan Smartfonenya pada internet.
Yah, mana mungkin di dunia lain ada sinyal.
Beberapa menit kemudian Adolf akhirnya sampai pada tempat besar dengan label mencolok bertuliskan 'Penyewaan Kuda'
Adolf kemudian masuk dan di sambut oleh pria kurus dengan wajah yang bermartabat, pria kurus itu memakai pakaian pelayan berwarna hitam,
"Jadi apa yang dibutuhkan Pelanggan Muda disini?"
Adolf dengan langsung menjawab, "Berapa harga untuk Kuda Terbang?"
Pelayan itu menjawab dengan mantab,
"Satu ekor Kuda Terbang seharga 10.000 koin emas dan untuk satu Set Kereta Terbang seharga 50.000 koin emas,"
Mendengar itu Adolf hampir meludahkan ludahnya kemana mana, serius? Dia bahkan tidak punya 1 koin emas pun saat ini.
'Apakah mereka menerima pembayaran lewat kartu kredit?"
"Apa ada masalah, Pelanggan Muda?" Pria Kurus dengan tenang bertanya.
"B-Bagaimana jika pembayarannya menggunakan benda lain?"
Pria itu tetap tenang menjawabnya,
"Kami juga menerima pembayaran menggunakan Batu Sihir dan Artefak Sihir?"
Mendengar itu, jiwa Pebisnis Adolf keluar, Artefak? Bukankah dia membawa Smartfone? Adolf yakin bahwa di dunia ini tidak memiliki benda sejenis Smartfone.
Dia menggosokkan kedua tangannya,
"Berapa harga untuk Artefaknya?"
"Artefak untuk pertempuran seharga 20000 sampai 150000 koin emas, sedangkan Artefak Nonpertempuran seharga 10000 sampai 60000 emas."
Ardolf kemudian menunjukan Artefaknya, Smartfone.
"Artefak ini mampu mengabadikan momen baik berupa suara, gambar atau video, artefak ini juga bisa digunakan untuk memainkan musik dan permainan, Artefak ini juga dapat menyala tanpa batas dengan menyerap sihir di sekitar,"
Setelah beberapa waktu proses perdebatan, mereka akhirnya sepakat dengan harga 60000 koin emas,
Dia kemudian menyewa satu set kereta terbang, itu adalah kereta yang ditarik oleh 2 Kuda Terbang.
Setelah kereta di parkir di jalan, Adolf segera menaikinya, tapi kemudian dia tersadar,
"Aku lupa kalau aku tidak bisa mengendarai kuda,"
Sepertinya dia harus mencari sopir kuda,
tepat sebelum dia turun, sosok dengan pakaian gembel dan jenggot sepanjang pinggangnya datang menuju Adolf,
"Maaf Tuan Muda, Apakah anda membutuhkan Sopir Kuda?"
Adolf ingin menolaknya tapi kemudian dia merasakan perasaan familiar aneh yang ada pada pria berjenggot itu,
"Apa kau tahu arah menuju Ibukota?"
Pria berjenggot itu dengan sopan menjawab,
"Pelayan ini dulu pernah tinggal di Ibukota,"
"Kalau begitu cepat naik," Pria itu dengan cepat naik dan memegang kemudi, lalu dia dengan mudah membuat Kuda Terbang itu berlari dan segera terbang,
Beberapa saat kemudian mereka sudah terbang tinggi di langit,
Lalu Adolf mulai bertanya,
"Jadi siapa namamu?"
"Pelayan ini bernama Dean, Tuan Muda"
"Panggil aku Adolf," Adolf risih saat disebut Tuan Muda.
"Maaf, tapi pelayan ini tidak memiliki hak untuk memanggil nama anda secara langsung,"
"Ha? Kau bukan pelayanku tapi pekerjaku, kau tau?" Adolf mencoba menegaskan posisi mereka saat ini,
"Hamba akan selalu menjadi pelayan Anda, Tuan Muda"
"Kami juga telah menunggu Anda selama 20 tahun, Tuan Muda"
Adolf bingung dengan apa yang dibicarakan Dean,
"Apa sih yang kau bicarakan?"
"Apa Tuan Muda mengingat peristiwa saat Tuan Muda berusia 5 tahun?"
Adolf bingung tapi tetap menjawab,
"Tentu saja aku ingat, saat aku berusia 5 tahun aku masih di pan-"
Tiba tiba ingatan aneh berkelebat di kepalanya, itu adalah mimpi aneh yang dia alami di bumi.
Mengintip Adolf yang tertegun kosong, Dean tersenyum,
"Itu bukanlah mimpi, Tuan Muda"
"Itu adalah ingatanmu"
Adolf merasakan kepalanya teramat sakit, kemudian ingatan lainnya datang seperti banjir,
Dalam ingatan itu, dia berada di ruangan besar sedang makan dengan beberapa orang dewasa, mereka semua tersenyum bahagia dan sesekali bercanda,
Namun, 2 orang dewasa yang paling dekat dengan Ardolf, satu pria dan satu wanita tiba-tiba terbatuk darah, pria itu kemudian berbicara dengan keras,
"Kevin! Bawa keluar Adolf dari sini!"
Tiba tiba kepala Adolf menjadi lebih sakit lagi,
"Uh..," dia memegangi kepalanya,
Dean menjadi khawatir saat melihat itu,
"Tuan Muda, jangan melawannya, biarkan mengalir seperti air,"
Di ingatannya, dia melihat kedua orang dewasa itu tenggelam dalam Api Putih dan segera menghilang menjadi abu.
Tidak tahu kenapa, dia merasa sangat sedih dan matanya tanpa henti mengalirkan air mata,
Kejadiannya berlanjut ketika Adolf berada di gendongan Kevin, dia melihat banyak bola api menghancurkan orang orang, kejadiannya sama ketika yang dia alami di mimpinya.
Ketika Adolf sadar dia telah tertidur cukup lama, dia memegangi kepalanya yang sedikit sakit,
"Dean, berapa waktu berlalu?"
"Baru beberapa jam, Tuan Muda"
"Berapa lama waktu lagi sebelum kita sampai di Ibukota?"
"Karena kita saat ini memakai Kereta Kuda Terbang yang lebih cepat dari Kuda Terbang Biasa, maka kita akan sampai dalam 2 jam,"
Adolf kemudian melihat keluar kereta, masih siang ternyata.
Sekarang Adolf ingat, dia adalah Adolf Armstrong, Tuan Muda Kerajaan Suci sekaligus Calon Raja para Werewolf.
20 tahun lalu, Cirius Vanhellsing, salah satu penasihat kerajaan, telah meracuni Raja dan Ratu yang membuat mereka tidak bisa berubah menjadi Werewolf sehingga Cirius dapat dengan mudah membunuh mereka.
Tidak seperti para Vampire yang mampu menggunakan sihir, para Werewolf diberkati oleh kekebalan alami terhadap sihir.
Tetapi dengan hilangnya pemimpin mereka, kekebalan Werewolf menurun tajam dan kaum Werewolf dapat dengan mudah dikalahkan dan diperbudak.
Kepala Adolf pusing tujuh keliling, dia hanya datang untuk menyelamatkan Lucy, kenapa jadi kacau begini?
"Dean,"
Dean dengan cepat menjawab,
"Iya Tuan Muda?"
"Jadi, bagaimana cara membangkitkan kekuatanku?"
Dean tiba tiba menyesal sendiri,
"Maafkan hamba Tuan Muda, tapi masing masing Pemimpin membangkitkan kekuatan mereka dengan cara mereka sendiri, jadi dalam hal ini hamba tidak bisa membantu,"
"Ya sudah kalau begitu,"
Walaupun Adolf tahu bahwa dia adalah harapan kaum Werewolf tapi Adolf tidak peduli, hal pertama yang harus dilakukannya adalah menyelamatkan kekasihnya.
Urusan kaum Werewolf akan menjadi urusan kedua setelah istrinya.
Beberapa waktu kemudian, mereka akhirnya sampai di Ibukota.
Ibukota Kerajaan Suci adalah kota yang sangat besar, dinding bangunannya di cat putih seolah olah membuktikan kesuciannya.
Setelah turun dari kereta, Dean bertanya pada Adolf,
"Jadi Tuan Muda, apa yang akan kita lakukan? Apa kita akan membentuk pasukan pemberontak? Menyusup kedalam Istana?Memanggil Werewolf yang bersembunyi?"
Mendengar itu Adolf tersenyum,
"Aku akan terang terangan lewat pintu depan,"
Dean tertegun,
"Tunggu, apa?"
"Dimana jalan menuju Istana Kerajaan?"
Dean menjawab dengan linglung,
"Lurus ke arah sana"
Adolf tersenyum dan menuju ke arah yang ditunjuk Dean,
Dean kemudian dengan panik berteriak,
"Jika Tuan Muda melakukannya Tuan Muda akan segera dihabisi,"
"Aku tidak peduli,"
"Jika Tuan Muda meninggal, maka siapa yang akan menyelamatkan Kaum Werewolf?"
Adolf terdiam sejenak lalu menjawab dengan pelan,
"Maaf, tapi aku adalah orang egois, aku harus memprioritaskan hal yang sangat penting bagiku,"
Dean yang mendengar itu tertegun sejenak, lalu dia tersenyum pasrah,
"Kalau begitu hamba akan mengikuti langkah Tuan Muda, mungkin suatu saat peristiwa ini akan menjadi Legenda,"
Beberapa waktu kemudian mereka akhirnya sampai pada gerbang putih yang sangat besar,
Adolf kemudian berteriak dengan keras,
"AKU SUDAH DATANG DISINI, LUCY!!"
Belum sedetikpun berlalu, banyak penjaga keluar dari sisi sisi istana dan mengepungnya,
Saat mendekat, hampir semua penjaga terdiam, kemudian salah satu dari mereka berbicara,
"Tuan Muda??"
Sama seperti Dean yang dapat merasakan keberadaan Adolf, Werewolf lainnya juga bisa.
"Apa yang Tuan Muda lakukan disini?"
Sebelum Adolf menjawab, sosok tinggi dengan pakaian putih dan mahkota emas dikepalanya turun dari langit,
Adolf mengingatnya, Dia adalah Cirius Vanhellsing. Sosok itu bertepuk tangan ringan,
"Benar benar Pangeran yang pemberani, atau aku menyebutnya Mantan Pangeran yang pemberani,"
"Aku tak peduli dengan ocehanmu, apa Lucy baik baik saja?"
Cirius tersenyum gembira,
"Sebelum aku memberitahumu, Penjaga!, segera segel Mantan Pangeranmu itu!"
Kemudian para Penjaga dengan terpaksa memasangkan segel pada kaki, tangan dan leher Adolf, segel itu berupa lingkaran sihir kecil berwarna biru yang mengelilingi anggota tubuh Adolf.
Melihat itu, senyum Cirius semakin melebar hampir merobek wajahnya menjadi 2 bagian.
"Rogue! Aku ada urusan, bawa orang ini menemui Lucius, setelah itu bawa dia kedalam coloseum,"
Beberapa sosok dengan topeng putih muncul dan menggeret Adolf masuk ke dalam istana,
Setelah melewati beberapa lorong putih, akhirnya mereka mencapai sebuah kamar,
sebelum mereka masuk ke dalam, sosok pirang dengan cepat keluar dan memeluk Adolf.
Sosok itu menangis di dada Adolf, Adolf dengan khawatir bertanya pada Lucy,
"Lucy, apa kau baik baik saja?"
Lucy tetap menangis, untuk pertama kalinya bagi Adolf, Lucy berbicara panjang lebar,
"Maafkan aku Adolf, ini semua salahku, Aku sebenarnya bukan manusia, aku adalah Vampire, aku adalah anak Cirius orang yang membunuh keluargamu,
Maafkan aku karena tidak bisa jujur padamu selama ini, 4 tahun lalu aku diberi misi oleh ayahku untuk menggoda dan membuatmu menjadi kekasihku, semua untuk hari ini.
Aku sebenarnya mengetahui segalanya, segala tentang mimpi-mimpimu dan segala tentang dirimu yang belum kau ketahui.
Maafkan aku karena menipumu, Adolf"
Beberapa saat kemudian,
sepasang tangan hangat memegangi wajah cantik Lucy dan mengangkatnya menghadap keatas,
Ketika Lucy melihat ke wajah Adolf, tidak ada kemarahan dan benci, ekpresinya tersenyum hangat tanpa adanya negatifitas disana,
"Kau belum menjawab pertanyaanku, apa kau baik baik saja?"
Lucy tertegun mendengar itu, dia kemudian tersenyum sambil sesegukan,
"Iya, aku baik baik saja,"
"Maka itu sudah cukup bagiku," Adolf tersenyum lega,
Kemudian pandangannya menggelap
ketika dia sadar, dia terletak di tengah tengah tempat seperti arena dengan kursi penonton di sampingnya.
Hampir semua bagian tubuhnya dirantai dengan rantai sihir yang besar.
Di sekitar arena juga terdapat 100 Rogue masing masing memegang Bola Api putih seukuran 2 meter diatas kepala mereka.
Kemudian Adolf melihat Cirius saat ini melayang di udara dengan jubah putihnya, dia juga melihat Lucy yang sepertinya di tahan oleh beberapa rogue, Lucy saat ini menangis keras...
Adolf yang melihat itu tersenyum sedikit,
"Hadirin Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya, hari ini akan menjadi hari berakhirnya Generasi Armstrong yang telah menguasai Kerajaan Suci selama berabad abad,
Hari ini akan diadakan penyucian pada mantan Pangeran Kerajaan Suci sebelumnya, Adolf Armstrong!!"
Adolf yang mendengar itu tetap tersenyum lembut pada Lucy,
Dia kemudian bertanya pada Lucy dengan keras,
"Lucy!, Apa kau masih mencintaiku?"
Lucy yang masih menangis menjawab dengan pelan,
"Aku mencintaimu,,"
Seolah tidak mendengar perkataan Lucy, Adolf mengulanginya,
"Lucy! Apa kau masih mencintaiku?!"
"Aku masih mencintaimu!",
Adolf bertanya lagi,
"Lalu bagaimana dengan anak kita!?"
Lucy menjawab dengan lebih tegas,
"Aku akan merawatnya dengan segenap jiwaku!!",
Cirius yang mendengarnya tertegun,
'Putriku hamil?!'
Adolf menundukan kepalanya,
"Kalau begitu-"
Tiba tiba gemuruh terdengar di langit, awan gelap berkumpul dengan cepat seolah terhisap sesuatu, langit yang awalnya cerah langsung menjadi petang, titik berkumpulnya awan itu adalah tepat di atas kepala Adolf.
Adolf mengangkat kepalanya yang tertunduk, matanya tidak berwarna hitam lagi tetapi merah darah.
"-kau bisa tenang-"
Cirius segera berteriak, "Segera Bunuh Orang ini!!!"
Segera semua Rogue melemparkan Api Putih mereka,
"karena AKU TAK AKAN MATI DISINI!!!"
*JJDAAARRRRRRR!!!!*
Bersamaan dengan 100 Bola Api itu mengenai Adolf, sebuah petir putih besar jatuh dari langit dan menghantam tubuh Adolf.
Pandangan semua orang ditutupi oleh uap putih,
Para penjaga merasakan sesuatu di dada mereka, lalu salah satu dari mereka tersenyum lega,
"Pemimpin telah bangkit!"
Seperti efek domino masing masing dari mereka berteriak sekuat tenaga,
"Pemimpin telah bangkit!!"
"Pemimpin telah bangkit!!"
Mendengar itu Cirius sangat ketakutan,
dengan cepat dia terbang menjauh...
Bahkan sebelum terlalu jauh, sebuah rahang putih besar terbuka di depannya dan dengan cepat menelannya.
Adolf menggunakan ekornya yang besar untuk menghilangkan asap yang menutupi tubuhnya,
Segera semua orang melihat Werewolf putih besar dengan tinggi 20 meter berdiri gagah disana, Werewolf itu mengangkat kepalanya dan melolong dengan keras,
AWHUUUUUUUU!!!!!!!!
Kemudian Werewolf lainnya segera berubah menjadi wujud serigalanya dan iku melolong,
Auuuuuuu!!
Auuuuuuu!!
Auuuuuuu!!
Beberapa saat kemudian lolongan itu berhenti,
Adolf lalu mendekatkan kepalanya pada Lucy yang masih di kursi penonton, dia bicara dengan suara menggelegar,
"err, MAAFKAN AKU KARENA MEMAKAN AYAHMU,"
Lucy kemudian memeluk moncong besar Adolf,
"Tidak apa apa selama kamu selalu ada di sisiku,"
.
.
.
.
.
.
END