Dunia berputar 24 sehari, seorang pria sedang sibuk mengutak-atik sesuatu, nampak dari sorot matanya yang sembab penanda ia belum tidur sama sekali.
Ia adalah Rama kepala rumah sakit pramata, rama adalah pewaris yang bisa dibilang masih belum cukup umur, ia terpaksa mengambil ahli rumah sakit dikarenakan ayahnya yg telah meninggal dunia.
"aku pusing, pekerjaan ini tidak pernah selesai" umpatnya dengan kesal. Rama beranjak dari tempat duduknya dan memilih meninggalkan ruangan tersebut.
Jam menunjuk pukul 11 malam, rama baru tiba dirumahnya lalu membaringkan tubuhnya dengan berat ke atas kasur.
---------------------------
Pagi hari, seperti biasa rama menghubungi sekertarisnya itu. "aku akan ambil cuti hari ini, bisakah kau menggantikanku?" ucapnya seolah sebuah perintah. "baik tuan" lalu dijawab dengan tegas oleh sekertarisnya. Sambungan lalu terputus dan rama beranjak pergi.
Angin sejuk sedang menemani rama yg sedang berolahraga, tubuhnya paling menyukai angin sejuk itu. Setelah hampir satu jam ia akhirnya istirahat di salah bangku taman, lalu meminum air sambil mengkipas tubuhnya.
"permisi tuan, anda ingin es. Saya memiliki banyak rasa ada yang coklat,anggur,dan le......" belum juga selesai berbicara rama langsung memotong pembicaraan "apa kau gila, aku tidak mau" ucapnya sambil melotot.
Tentu saja sang penjual marah kepadanya "oo, maaf tuan saya tidak berbicara dengan anda" ucapnya sedikit jengkel. Rama menoleh ke sampingnya seorang bapak bapak yg terlihat cukup gerah disana.
Rama kini sedang memijat-mijat kepalnya cukup lama, lalu mencari waktu untuk beranjak pergi. "dasar om-om" ucap sang penjual yg tidak lain, tidak bukan ialah sifa.
Sifa adalah mahasiswi semester 4 yang kini sedang mencari berbagai macam pekerjaan, saham keluarganya kini sedang turun, ia kini harus berjuang sendiri untuk tetap hidup.
Telepon sifa berbunyi, ia lalu mengangkatnya. "iya mbak, dengan saya sendiri, ada apa ya mbak?" jawab sifa dengan sopan dan santun. "benarkah mbak?" ucapnya lagi tak percaya. "baik terima kasih mbak, besok saya akan datang pagi pagi sekali" ucapnya lagi lalu menutup telpon, dan ........ "yey yey yey yey... Akhirnya diterima juga, ya ampun, ini pak kembalinnya saya duluan ya pak" memberikan kembalin pada bapak bapak tadi dan beranjak pergi dari sana.
Jadi, beberapa hari yang lalu sifa sempat mendaftar menjadi salah satu pekerja di rumah sakit pratama, dan akhirnya di diterima menjadi cleaning servis.
"aku akan bekerja dan mempelajari sedikit ilmu dari sana, lalu aku akan membuat klinikku sendiri" batinnya dengan senyum dipipinya.
--------------------------------
Pagi harinya, ia bersiap siap bekerja. Sifa telah diberi tugas pertama yaitu membersikan ruangan labolatorium. Disisi lain rama kepala rumah sakit sedang menerima telpon dari sekertarisnya, "ada apa ?" ucapnya langsung keinti. "tuan, nyonya berniat menjodohkan anda !".... Seketika telpon tertutup.
Rama berjalan tergesa gesa untuk menemui ibunya, benar saja ia akhirnya menendang rak berisi sapu yg biasanya digunakan oleh cleaning sevis.
"apa ini siapa yang meletakannya ditengah ruangan begini, tidak tau yang mana jalan kah?, siapa yang meletakannya!" ucap rama tegas. Semua orang terdiam, ia tak berani melirik kepala rumah sakit itu jika mengamuk.
"ah, maaf tuan saya yang meletakannya, maafkan saya" ucap sifa menunduk.
Ia tak mengenali rama, sosok pria dibangku taman kemari meliriknya, benar saja rama mengenali dia.
"siapa namamu?" kembali berucap tegas.
"sifa tuan, maafkan saya" kali ini sifa takut.
"maafkan saya tuan, dia adalah junior saya, saya kurang hati hati dalam mengawasinya tuan, mohon maafkan saya" kini yg berucap ialah nurul gadis yang merupakan cleaning servis juga.
"ajari dia baik baik" ucap rama tegas, lalu beranjak dari sana menginggat masalah perjodohannya.
"kamu tak becus sekali sifa, kamu tau dia siapa, dia itu kepala rumah sakit disini, kamu jangan sekali kali melanggar perintahnya, kamu akan dipecat jika melanggar satu kali lagi" ucapnya kini memainkan tangan.
Sifa hanya menunduk mendengar nasihat dari seniornya itu.
------------------------------
Jam makan siang berbunyi, sifa kini berada di kantin sambil melamun. "masa hari pertama sudah kacau, lagian memang kenapa kalau taruh disana, tidak mengganggu jalan juga kan?, bapak cerewet itu harusnya salah, dia jalan ga liat liat makanya nabrak" umpatnya kembali kepada sang bapak.
Telponnya berbunyi, sifa menggangkat "halo, ada apa ayah ?" salam dari sifa
"ayah berniat menjodohkan mu dengan klien ayah fa!" menjawab salam dengan info mendebarkan
"apa, ayah sudah gila ya?, aku ini masih kuliah yah!, ayah kan sudah berjanji untuk membiarkan aku untuk hidup bebas!" jawabnya kesal
"ayah minta maaf sifa, ini demi ibu dan perusahaan kita" akhirnya ayah mau tidak mau harus jujur
............
Terdengar pembicaraan yg sangat lama akhirnya sifa pasrah dan memilih setuju saja.
"klien ayah akan datang mememuimu 4 minggu lagi, jangan permalukan muka ayah dan berdandanlah yang cantik" ucao ayah memperingati
"baik yah" lalu dijawab lembut oleh sang anak.
Sifa sebenarnya sedikit sedih, tapi jika mengetahui yang ia pertaruhkan ialah sosok sang ibu, sifa akhirnya mengalah dan menerima takdir, ia pasrah akan dijodohkan dengan siapa.
"apa hari ini hari tesialku" umpatnya kesal. "aku sudah terlalu lelah, aku akan tidur saja" batinnya.
---------------------------------
Disisi lain
---------------------------------
"Maksud ibu apa?" sambil menepuk meja yang ada disana.
"ibu hanya merasa kau sudah cukup umur, maka dari itu ibu menjodohkanmu!, lagi pula ibu sudah tua, ibu akan mati jika menunggumu terlalu lama !" ucap ibu lama kelamaan membuat geram rama.
"baiklah ibu, siapa dia?" mengalah bukan berarti sang ibu menang.
"dia teman klien ibu, dari fotonya dia terlihat manis, ibu akan menemuinya 4 minggu lagi untuk mengetahui sifatnya, tenang saja jika tidak cocok ibu akan membatalkannya" ucap ibu pertanda bahwa rama memiliki kesempatan.
"kuharap dia jahad" umpatnya kesal agal tidak terjadi perjodohan.
---------------
#bersambung
---------------
*Dah malam nulis tengah malam
Gabut bener 😁