"Lala di mana kau, kau meninggalkan aku sendiri. Apakah kau tidak suka sama aku, kalo gak suka jangan gini donk. Weh siapa saja yang ada di sini bantu aku keluar dari hutan ini donk" kata Cia kebingungan dan takut
"Hehe ada makanan enak nih. Ku mau hisab dia ketimbang hewan lainnya, wah pasti enak banget yak. Hahaha makan enak" kata Seseorang
"Heh, darah yang sangat segar. Kemari kau wahai wanita, hahaha" kata Seseorang
"Ahhh...., siapa kau kenapa kau!.., a..aku kehabisan darah...., siapa.... Saja tolong aku, ahhhhh!!" kata Cia yang kesakitan dan menangis
Keesokan harinya Rara dan Lucia berangkat ke kampus, saat di kampus ada keramaian Rara dan Lucia langsung menghampiri. Ternyata yang di kerumunin itu adalah mading tentang Cia siswa dari kampus itu juga. Ia meninggal setelah mabuk, ia tidak sengaja masuk ke hutan. Saat Cia di temukan di hutan dekat kampus Cia sudah tidak bernyawa.
" eh, ada apa tu kenapa pada berkerumun begitu yak!?" kata Lucia
"Entah, aku juga tidak tahu kenapa. Tapi dari pada kita kepo, mending langsung aja liat" kata Rara
" ok, ketimbang nunggu rasa kepo ini hilang. Hahahaha" kata Lucia sambil ketawa
"Ok ok, ayo ke sana sekarang" kata Rara penasaran
Saat Rara dan Lucia membaca mading
Majalah Diding kampus
Ada seorang mahasiswi yang dikatakan meninggal di belakang hutan kampus, dia meninggal waktu malam ini. Entah penyebabnya tapi Cia dikatakan meninggal oleh kepolisian.
Saat sebelum meninggal Cia sedang di bar hyungong, setelah di selidiki lebih lanjut Cia setelah bermabukan dia tidak sengaja ke hutan dekat kampus kita.
Entah apa yang terjadi, kenapa Cia bisa meninggal di hutan dekat kampus kita, apakah karena hewan liar, atau dari hewan lain. Karena di badan Cia ada bekas tusuk seperti taring di lehernya.
Ataukah itu Vampir atau hewan.
Setelah membaca...
"Apa Ci..Cia meninggal di hutan deket kampus kita, ini tidak mungkin Cia tidak pernah teledor seperti ini kan Lucia" kata Rara merasa kasihan
"Hooh, ini gak mungkib. Dia adalah seorang mahasiswi yang sangat cerdas, kenapa dia bisa meninggal begitu saja!?" kata Lucia kebingungan
"Ini ada yang tak beres, Lucia bantu aku ke hutan belakang yak nanti" kata Rara
"Apa, aku tak nak mati menggenaskan seperti Cia. Aku di rumah saja yak, kamu saja yang kesana. Nanti kabari aku kalo ada sesuatu" kata Lucia merasa bersalah karena menolak
"Ya tak apa lah, jika aku mati di hutan itu. Tolong kuburkan aku di sisi Ayah dan Mama aku ya" kata Rara sedih
"Oh ok, tapi kamu harus tetep hidup. Hati hati di dalam hutan sana oky" kata Lucia sambil mengerutkan dahinya
"Ok, moga tidak terjadi sesuatu yak" kata Rara
"Ya" kata Lucia
Skip...
Rara menuju kehutan dekat kampus itu, saat Rara mau memasuki hutan itu. Ada teman Rara yang bernama Lutfi juga mau menuju hutan itu.
Saat Rara mengikuti Lutfi, persis di tengah tengah hutan. Lutfi tiba tiba fi serang, entah apa itu dan Lutfi pun meninggal di tempat.
"Eh, ada Lutfi..., apakah aku halu. Tapi bener itu Lutfi!?" kata Rara berbisik sendiri
"Emm..., mending aku ikuti aja dia. Mumpung ada teman"kata Rara
"AHHHHH..." kata Lutfi
Lagi apa Lisa juga"Apa..apa yang yang terjadi, kenapa Lutfi teriak. Apakah Lutfi terjadi sesuatu!?" kata Rara takut
"Lutfi, Lutfi..., kenapa kamu. Hey Lutfi...." kata Rara panik
Rara pun mencari cari Lutfi, saat Rara menemukan Lutfi. Lutfi sudah tidak bernyawa, Rara pun berteriak minta tolong.
Saat Rara minta tolong, Rara mendengar suara berdesir semak semak. Dan Rara langsung lari karena ketakutan dan langsung meninggalkan Lutfi sendiri
"Lutfi, Lutfi. Bangun hey, bangun Lutfi. Ke..kenapa Lutfi tidak bergerak, jangan jangan dia...!?" kata Rara ketakutan
"Ra..Rara, kamu pergilah dari sini. Di si..sini sangat bahaya, ada hewan yang..." kata Lutfi setengah sadar dan langsung meninggal
"He..hewan apa Lutfi, hewan apa. Tolong jawab jangan meninggal dulu" kata Rara ketakutan setengah menangis
"Lutfi..., hiks. Kenapa kau begitu cepat" Kata Rara merasa bersalah
Srek...srek...srek..., suara semak semak berdesir
"SIAPA ITU, KELUAR KAU JANGAN HANYA BERANI DI SEMAK SEMAK" kata Rara teriak dan menangis
"Hehe, berani sekali kau wahai wanita. Aku suka yang kayak gini, sini kau bisa ku makan. Hahaha!!" kata seseorang
"Apa.., aku gak mau mati di sini. Mama Ayah maafkan akau jika aku punya salah. Aku, sayang kalian" kata Rara dalam hati
"Haha, mau kemana kau. Tidak akan bisa lari dari genggamanku. Hahaha!"kata Seseorang
"Tidak, Tidak jangan ikuti aku. Pergi kau, Pergi" kata Rara ketakutan dan Lari meninggalkan Lutfi
"Haha, aku mau makan gimana mau ninggalin mangsa yang seharusnya aku tangkap, hah!!"kata Seseorang
"Tidak, aku tidak boleh ketangkap. Ini juga kesalahan aku yang datang kesini, ini salahku sendiri! Kau sangat bodoh Rara. Kau seharusnya tidak datang kesini" kata Rara bersalah
"Aku juga minta maaf Lutfi, telah meninggalkan kau sendiri di sana" kata Rara bicara dalam hati
"Hehe, jangan lari kau. Nanti aku akan santai dan tidak akan kasar, ayolah kesini" kata Seseorang
"Tidak, kau hewan yang kasar dan tidak punya perasaan. Pergi kau dasar hewan bodoh" kata Rara
"Huh, ku tak suka menunggu nunggu. Lebih baik aku langsung saja, hahaha!!" kata seseorang
"TOLONG, TOLONG AKU. SIAPA SAJA YANG ADA DI SINI TOLONG AKU"kata Rara teriak minta tolong
"Astaga, aku tak mau mati di sini. Ya tuhan bantu aku, aku gak mau mati" kata Rara dalam hati
"Berhenti kau wanita aku tidak suka wanita yang tidak penurut seperti kamu. Haha" kata Seseorang
Brukkkk....
"Hahaha, akhirnya aku bisa menangkapmu. Aku tak sabar merasakannya!" kata Seseorang
"Hey, kau kenapa. Aku cuma wanita yang lemah dan bukan wanita yang kuat" kata Rara sambil menangis
"Aku tidak peduli, haha aku hari ini bisa makan lebih banyak dari pada hari kemarin. Hahaha!" kata Seseorang
Dak...
"Uh, kau berani beraninya..." kata seseorang dengan badan bergetar
"Oh, aku tidak bisa menunggu. Selamat makan, haha" kata Seseorang
"Ahhhhh..., ku tak mau mati. Tapi ini sudah tidak bisa di hindari" kata Rara menangis
"Ayah Mama aku menyayangi kalian. Akan ku tunggu kalian kalo saja aku meninggal disini" kata Rara dalam hati yang setengah sadar
"AHHHHH... Sakit..., aku tahu kau sekarang...., kau adalah Vampir yang menggila. AHHHH" kata Rara kesakitan dan menangis
"Haha, kau enak juga ternyata" kata Seseorang
"Kau...., awas saja" kata Rara yang sudah kehabisan darah
"Haha, emang kau bisa mengancam ku hah" kata Seseorang yang sudah di ketahui oleh Rara, dan dia adalah Vampir yang menggila
"Hiaaaa....," kata Rara
"Ahhh, apa ini. Hey beraninya kamuuuuuu....," kata Vampir itu
"Ak...akhirnya, aku bisa menyelesaikan ini. Aku dah tidak bisa bergerak, dan tidak kuat lagi..., berarti aku akan pergi Ayah Mama. Selamat tinggal" kata Rara yang sudah tidak kuat menahan dirinya
" Rara Rara, bangun. Rara, ini aku Lucia. Ayo bangun Rara" kata Lucia yang tiba tiba datang secepat mungkin karena dia sangat kawatir dengan Rara
"Lu..Lucia" kata Rara setengah sadar
"Rara, kau. Ok ayo kerumah sakit sekarang" kata Lucia
Skip...
Rara berhasil di bawa ke rumah sakit oleh Lucia, tapi darah di badan Rara sangat sedikit. Karena itu Rara harus mendapatkan darah tambahan untuk badanya kalo tidak Rara akan meninggal.
"Apa, Rara kehabisan banyak darah Dok, gimana caranya untuk menyelamatkan dia dok" kata Lucia yang sangat sedih
"Dia harus mendapatkan donor darah yang sama dengan dia. Tapi di sini tidak ada stoknya!" kata Dokter
"Emang darah dia golongan apa dok. Biar saya cari nanti" kata Lucia
"Emm..., golongan darahnya A+Langka. Dan darah itu tidak bisa di jumpai di mana mana" kata Dokter
"Dan darah itu, bisa di jumpai di keturunan bangsawan. Dan sulit untuk di minta" kata Dokter kawatir
"Apa, golongan darahnya A+Langka!?" kata Lucia kaget
"Ya, golongan darahnya itu" kata Dokter
"Saya dok, golongan darah saya A+Langka. Dokter bisa ambil punya saya" kata Lucia
"Apa, tapi darah A+Langka hanya bisa di temukan di kalangan bangsawan. Tapi kenapa dia juga punya golongan darah yang sama dengan bangsawan!?" kata Dokter bingung
"Sudah nanti saja Dok, tanyanya sekarang tolong bantu Rara sembuh" kata Lucia panik
"Oh ok, silakan ke sana" kata Dokter
Setelah donor darah telah selesai, Rara pun kembali sadar dan. Lucia bertanya kepadanya, kenapa dia bisa punya golongan darah bangsawan
"Akhirnya kau sadar Rara" kata Lucia senang
"Lu..Lucia ini di mana??" kata Rara lemas
"Emm..., kamu di Rumah sakit sekarang. Oh ya aku mau tanya" kata Lucia
"Emm..., mau tanya apa Lucia??" kata Rara bingung
"Kenapa kamu bisa punya golongan darah bangsawan, dan kamu sebenernya siapa!?" kata Lucia sedih
"Emm..., aku sebenernya anak yang di telantarkan orang tua aku. Dan entah kemana orang tua kandungku pergi" kata Rara sedih
"Dan aku pun di temukan oleh orang tua yang telah membantuku besar sampai sekarang" kata Rara
"Berarti, kau adalah..." kata Lucia bangga dan agak sedih
"Berarti apa Lucia" kata Rara
"Kamu adik aku yang hilang Rara, kamu adik kandungku Ra" kata Lucia sambil memeluk Rara
"Apa, mana mungkin. Aku hanya anak jalanan, dan di selamatkan oleh orang yang Abik hati" kata Rara
"Benar, kamu adik kandungku yang hilang. Ayah dan Mama pernah bilang, kalo anaknya hilang saat. Kecelakaan terjadi dan waktu itu kamu ada, Ayah dan Mama telah berpesan untuk. Menemukanmu yang hilang" kata Lucia
"Dan Ayah Mama, telah memberikan gelang kepada bayi itu. Dan kamu yang membawa gelang itu Rara, berarti kau adik kandungku yang hilang"kata Lucia Bahagia
"Apa, Ayah dan Mama sebenernya bukan menelantarkan aku. Tapi terjadi kecelakaan!?" kata Rara sedih
"Ya Rara"kata Lucia
"Kakak, aku senang bisa ketemu dengan kakak selama ini. Hiks" kata Rara menagis
"Ya, kakak juga senang ketemu denganmu. Hiks" kata Lucia
"Oh ya, ku boleh bawa Ayah Mama ke rumah tidak, kak. Mereka telah membesarkan aku dari kecil, walaupun orang biasa?" kata Rara memohon
"Ok tak masalah" kata Lucia
Setelah hari hari berlalu, mereka berempat menjadi keluarga yang utuh. Walaupun bukan kandung, tapi mereka seperti keluarga yang sangat baik.
Rara dan Lucia bertemu kembali setelah beberapa tahun berlalu. Sekarang semua berubah dan menjadi lebih baik setelah Vampir itu mati dan tidak kembali.