"Za,, ayo cepetan nanti keburu siang nih.!" seru Ali teman Reza yang sudah siap dengan kail dan jaring di pundaknya.
Reza, Ali dan beberapa orang lainnya memang bekerja sebagai nelayan di desa itu, desa itu bernama Nyiur dimana banyak sekali Nyiur hijau ditepian pantai yang terlihat biru ketika diterpa sinar matahari.
"iya bentar, mending kamu sarapan dulu deh. sekalian minta bekal sama ibu!" jawab Reza
Ali pun berjalan ke dapur "pagi Bu!" sapa Ali
"eh Ali sudah siap melaut hari ini?"
"selalu siap Bu?"
Ali tinggal disebelah rumah Reza mereka teman sejak kecil, ibu Reza bernama Marni dia seorang janda yang suaminya meninggal dunia tenggelam saat melaut. Di hati kecil Bu Marni ada perasaan takut dan gelisah jika anak semata wayangnya pergi melaut, ketakutan akan terjadi hal seperti yang menimpa suaminya.
Sementara Ali yang tinggal di sebelah rumah Reza pun sama dia tinggal juga hanya dengan ibunya hanya saja bedanya ayah Ali pergi meninggalkan ibu Ali dengan wanita lain keluar dari desa Nyiur karena diusir oleh warga yang menangkap basah mereka selingkuh di dalam rumah. Kejadian itu sudah lama sekali ketika Ali dan Reza masih berusia 5 tahun. Saat kejadian selingkuh itu air laut bergejolak seperti marah desa itu dikotori oleh manusia berkelakuan binatang.
Oleh sesepuh desa agar air laut tenang dan ombak tidak lagi tinggi ketika para nelayan melaut dilakukan pembersihan dengan cara mengusir kedua pasangan kumpul kebo itu dari desa Nyiur. Sejak itu air laut kembali tenang. Sampai beberapa tahun kemudian air laut kembali bergejolak dan menewaskan satu orang nelayan yaitu ayah Reza. Dan sampai saat ini warga desa belum mengetahui penyebabnya.
"ini bekalnya dibawa, hati-hati di perahu kalau ombak dan angin seperti nya tidak bersahabat segeralah pulang ya. jangan diteruskan!" pinta ibu
"iya Bu siap, makasih bekalnya."
"ayo sarapan nya dimakan dulu!" ucap ibu lagi
Ali dan Reza menikmati sarapan sebelum pergi melaut. Setelah sarapan mereka membawa jaring dan kail mereka ke bibir pantai dimana banyak perahu ditambatkan disana, mereka menuju perahu mereka. Perahu bercat biru seperti langit dan laut di tambah beberapa pohon kelapa yang hijau di pinggir nya sungguh cantik.
Mereka meletakkan jaring dan bekal mereka didalam perahu dan mendorong perahu ke sampai agak ketengah dan mereka loncat keatas. Duduk disisi yang berlawanan sambil mendayung dan memasang tirai kapal agar angin bisa membantu mereka mendorong perahu semakin ketengah.
"Li,, pokoknya hari ini kita harus dapat ikan yang banyak nih!" ucap Reza
"iya Za, kamu bener harus itu biar bisa kita jual dan sisanya bisa dimakan."
"iya masa dari kemarin kita dapat ikan hanya cukup buat makan aja." balas Reza
"Dewa Laut tolong bantu kami agar kami bisa mendapatkan banyak ikan hari ini, kasian ibu kami tidak memiliki uang untuk membeli beras!" seru Ali lantang.
Perahu terus berlayar sampai ketengah.
"gimana kalau kita coba jaring disini aja Li!" ajak Reza
"iya boleh,, ayo deh kita lempar jaring kita, kamu kesana aku lempar ke sini!"
"okey!" Mereka melempar jaring masing-masing sejauh mungkin.
Sambil menunggu Reza mencoba memancing ikan dengan alat pancing yang dia bawa "kamu gak mancing Li?"
"gak deh aku mau merem bentar enak banget ini angin nya!" jawab Ali dan segera tidur.
"buset cepat amat tidurnya!" gumam Reza yang tetap memegang alat pancing sambil melamun.
Dari kejauhan Reza melihat ada seorang wanita seperti sedang berdiri bermain didalam laut. Wanita itu cantik, cantik sekali dia berambut panjang tergerai dengan jepit rambut berwarna perak di kedua sisi rambutnya.
"itu ada perempuan bener apa gak sih? ko dia bisa ada disana ya? masa iya ada manusia bisa berenang sampai sejauh dan sedalam ini sih, hebat banget?" Reza heran sambil terus menatap wanita itu tak berkedip.
Masih serius menatap tiba-tiba wanita itu berenang menjauh dengan gelombang ombak yang berwarna warni mengikuti gerakan nya berenang. Reza membangunkan Ali.
"Lii,,, bangun Li,,!" seru Reza menepuk kaki Ali
"ada apa sih, udah banyak ya ikannya?"
"ikan apaan, itu liat deh ada cewek cantik di tengah laut! eh tapi ko udah gak ada ya?!" seru nya lagi
Ali spontan bangun dan mencari kearah yang ditunjuk Reza "mana cewek cantik nya, ada-ada aja kamu? mana ada cewek berenang sampai kesini, ngaco deh, halu ya?!"
"masa iya aku halu? tapi tadi itu beneran nyata Li, cantik rambut ya segini ada jepit rambut perak disini terus yang uniknya pas dia renang itu gelombang air yang ngikutin dia jadi warna warni gitu aneh kan!"
"iya aneh, lebih aneh lagi kamu. mending kita tarik aja jaring nya!" ajak Ali
Reza masih heran tapi dai mengikuti Ali menarik jarigng Ali lalu nanti bergantian menarik jaringnya. Begitu jaring Ali di tarik ikan menggelepar banyak didalam jarimg.
"wah banyak nya, dewa laut jawab doa gue Za. ayo kita tarik jaring kamu!"
Begitu jaring Reza ditarik cukup berat dan sama ikan menggelepar dengan jumlah yang lebih banyak dari ikan di jaring Ali.
"wowww Za,, liat jaring kamu ikan nya penuh!" seru Ali
"wah iya yah,, terima kasih dewa laut,,!!" teriak mereka lantang.
Mereka tak menyadari seorang wanita memperhatikan tingkah laku mereka dari kejauhan sambil tersenyum ditutupi oleh ombak yang naik turun.
"kayanya kita pulang aja yuk Za,!" ajak Ali
"iya yuk,," Mereka pun segera memutar balik perahu mereka dan mendayung ke tepian. Mereka tak menyadari diikuti oleh seseorang.
Ketika perahu sampai di tepian pantai, Ali loncat turun dan mengambil tali untuk menambatkan perahu mereka disebuah tiang. Mereka turun membawa ember dengan ikan yang berjumlah banyak nya.
"wah banyak sekali ikan-ikan mu Reza, Ali,!" tegur seorang bapak-bapak.
"pak,, cepat panggil warga sekitar dan bawalah ember kalian kesini aku ingin membagi hasil tangkapan kepada kalian!" ucap Reza
"wah terimakasih nak Reza, saya akan segera memberitahu yang lain!" bapak-bapak itu berlari dan berteriak.
"Za,, ko malah dibagiin sih? inikan hasil tangkapan kita,?" tanya Ali
"gak pa pa, kita bagi rezeki lah sama yang lain."
Tak lama beberapa warga berdatangan dengan membawa ember mereka dan berbaris, Reza dan Ali mulai membagikan ikan mereka kepada warga tapi anehnya meski sudah dibagi jumlah ikan di ember mereka tidak pernah habis. Semua warga pun sudah mendapatkan ikan dengan rata dan kembali pulang dengan senang.
"terimakasih Reza, Ali."
"terimakasih nak Reza, nak Ali,"
"Akhirnya anakku bisa makan ikan"
Sepeninggalan warga...
Reza dan Ali saling berpandangan aneh karena ikan di ember mereka tak berkurang, "udah dari pada bingung kita pulang aja yuk!" ajak Reza.
***
Sementara di Istana...
Disebuah kamar seorang perempuan sedang melihat benda berbentuk baskom yang menampilkan gambar Reza dan Ali yang sedang membagikan ikan kepada warga, perempuan itu melakukan sihir selama mereka membagikan ikan agar ikan mereka tidak habis lalu tersenyum.
"sungguh baik pemuda itu, tampan pula tuh, seperti nya aku mulai menyukainya." ucap
***
Setelah kemarin mereka dua hari tak melaut karena hasil mereka lebih dari cukup. Sampai semalam Reza bermimpi dalam mimpinya dia bertemu dengan wanita yang sedang minta tolong karena hampir tenggelam, Reza yang panik segera berenang menghampiri wanita itu dan menarik tangan nya membawanya ke tepian.
Setelah Reza berhasil membawa wanita itu ketepian, dan mereka pun berkenalan. Nama wanita itu Marina. Wanita itu bilang "jika kamu ingin menemui ku kamu bisa temui aku di batu karang ujung sebelah sana."
Reza dalam mimpi mengangguk. dan seketika mimpi itu lenyap. Reza pun terbangun heran. "kenapa mimpi gak ada akhirnya ya,. tiba-tiba hilang gitu aja aneh. apa tadi dia bilang batu karang yang di ujung, bukannya warga selalu dilarang kesana ya?" gumam Reza.
Dia bangun kaget ketika hari sudah pagi, setelah mandi dia pun berpamitan pada ibunya ke rumah Ali.
"Al,,Ali,," panggilnya
"ada apa Za? mau ngajak melaut? besok aja deh ikan ku masih cukup buat makan hari ini dan besok!" jawab Ali
"bukan aku mau cerita" Reza menceritakan mimpinya.
"wah jangan macem-macem deh, itu kan tempat terlarang Za. Aku gak berani ah."
"iya yah, ya udah deh. aku pulang ya." pamit Reza
Reza pergi dari rumah Ali tapi dia tidak berbelok kerumahnya, dia berjalan terus dengan santai agar tidak terlihat mencurigakan. Dia sampai di bibir pantai dan terus berjalan menuju batu karang yang berada paling ujung pantai.
"Bagus pantai sepi, apa karena warga masih ada stok ikan jadi mereka gak melaut ya?" gumam Reza.
Reza hampir sampai di tempat yang sama persis dengan di mimpinya, dia bersandar di batu karang paling besar karena sayup-sayup dia mendengar suara wanita bernyanyi. Dengan langkah pelan Reza memberanikan diri untuk mengintip, dia melihat seorang wanita cantik persis di mimpi nya dan sama seperti yang dia lihat beberapa hari yang lalu ketika melaut.
"sedang apa disini?" tanya Reza memberanikan diri
Wanita itu menoleh menatap Reza dan tersenyum "aku sedang berjemur, apa kamu tidak lihat?"
"oiya maaf aku salah bertanya!" jawabnya malu
Wanita itu sedang duduk diatas pasir dengan kaki tertutup selimut hingga air laut membasahinya.
"sini duduk disebelah ku?"
Reza pun mengikuti dan duduk disebelah wanita itu. "kenalkan nama ku Marina, kamu Reza kan?"
"iya betul, kamu sudah tau nama ku. ini aneh kita belum pernah bertemu tapi kenapa aku bisa bermimpi tentang mu, dan mimpi itu kenapa menjadi nyata sekarang?"
"tak perlu bingung, jika kamu mau bertemu dengan ku, datang lah kesini di jam yang seperti ini, jangan datang kesini pada sore hari."
Mereka menghabiskan waktu lama sekali disana hanya dengan ngobrol hingga timbul rasa suka diantara mereka. Sejak saat itu hingga berminggu-minggu lamanya Reza terus menemui Marina disana di jam yang sama tanpa diketahui warga.
Sampai pada suatu hari Reza yang begitu penasaran kenapa Marina selalu menutupi kakinya dengan selimut, akhirnya dengan langkah berat Reza pergi ke sana sore hari dan kembali mendengar suara wanita bernyanyi. Reza mengendap-endap sampai akhirnya dia melihat Marina sedang berenang dengan ekor warna warni nya di dalam laut, lalu Marina mendekat ke pantai dan duduk santai disana tanpa ditutup selimut. Ekor itu bersinar cantik.
"Astaga Marina,,,!!! jadi kamu itu...????" seru Reza kaget melihat pemandangan didepannnya.
Marina pun ikutan kaget melihat Reza yang sudah mengetahui siapa dirinya "Reza maafkan aku tidak jujur padamu. tolong jangan marah padaku, tapi percayalah aku tulus mencintaimu!" ucap Marina
Reza masih terlalu kaget melihat seorang wanita setengah ikan "siapa kamu sebenarnya?" tanya nya gugup
"aku adalah seorang putri, aku putri duyung Marina!"
"kamu duyung? jadi duyung benar ada?"
___TAMAT___
Nyoba bikin Cerpen Khayalan🤭