"Rizki, apa kabarnya" kata Melisa pacar Rizki
"aku baik baik saja Mel, btw kau tak pulang kah. kalo kamu mau pulang aku temenin!" kata Rizki
"ok Riz" kata Melisa
skip...
setelah sampai di rumah Melisa, Rizki langsung pamit pulang. Melisa merasa aneh ketika Rizki tidak seperti biasanya, yaitu Rizki selalu mampir kerumah Melisa sebelum pulang.
"Rizki, masuk dulu yuk. kayak biasanya, pasti kamu lelahkan??" kata Melisa
"Emm..., ku mau pulang saja ya. maaf hari ini tidak bisa mampir kerumahmu, ku pamit dulu ya Mel" kata Rizki
"oh ok, besok besok mampir seperti biasa ya Riz. dan bicara berdua" kata Melisa
"ok, ku pamit dulu ya. bye Mel" kata Rizki sambil melambaikan tangannya
setelah ditengah perjalanan, Rizki tiba tiba melihat seseorang di tengah jalan yang sepi. Rizki mengasih tumpangan di mobilnya, dan saat beberapa menit setelah jalan. Seseorang tadi menggigit leher Rizki seperti Vampir yang kelaparan.
saat Rizki masih sedikit sadar, Rizki menyadari kalo dia Vampir dan bukan manusia. Rizki memberi pesan kepada Melisa kalo dia harus hati hati.
"eh, ada orang di tempat yang sesepi ini. apakah aku harus memberinya tumpangan!?" kata Rizki
"ya sudah lah kasihan dia, pasti dah lama dia menunggu disana" kata Rizki tak perlu pikir panjang
"hey, kamu mau kemana. apa kamu mau barengan sama aku, sampai di depan sana biar dapet taksi lewat"kata Rizki
"oh ok, makasih ya" kata Seseorang itu
suasana terasa canggung, dan Rizki menanyakan nama dia dan mau kemana
"oh ya, nama kau siapa. siapa tahu kita jadi teman dekat, dan kau mau kemana??" kata Rizki
"emm..., namaku Samuel. aku mau ke kota A" kata seseorang yang berada di belakang dan ia bernama Samuel
"oh, Samuel. bagus juga namamu, eh kenapa ke kota A. bukannya itu kota mati ya, apa kamu mau kesana untuk melihat orang yang kamu sayangi meninggal di sana?" kata Rizki heran
"tidak, tapi aku sudah tidak sabar.." kata Samuel
"hah?, tidak sabar apa Samuel??" kata Rizki bingung
"ku tak sabar mau makan, hehe" kata Samuel sambil mengeluarkan sesuatu
"oh mau makan, bentar aku bawa sedikit Roti. kamu makan ya" Kata Rizki sambil memberentikan mobil
"AHHHH...., apa kenapa? kenapa kau Samuel. kenapa kau??" kata Rizki kesakitan
"aku hanya ingin makan darah manusia, dan bukan Roti!!!" kata Samuel
"apa berarti..." kata Rizki
"aku tidak boleh mati disini, masih ada Melisa di sana. aku harus memberi pesan dia harus hati hati!!!" kata Rizki dalam hati
Rizki mengambil HP dan mengetik
"heh, kay kira mau mengasih pesan ke siapa, hah. ternyata kaum manusia sangatlah lemat!" kata Samuel
"heh, kau kira aku bisa mati disini!" kata Rizki
"huh, menyebalkan sekali kau..." kata Samuel dan langsung mengambil HP Rizki
"oh, ternyata pacar. uh darahnya enak kali yak" kata Samuel
"jangan berani beraninya kau menyentuh Pacarku, kalo kau berani!!!. uhuk" kata Rizki sambil memegang kaki Samuel ketika mau keluar mobil
"huh, emang kau sekuat apa lagi setelah ku hisap darah kau hah!!" kata Samuel
"oh, ku lupa. kalo aku menghisapnya aku harus menyamar sebagai kau yak, astaga untung aku tak lupa!!" kata Samuel
"KAUU..." kata Rizki
"apa, mau apa kamu. kau sudah tak berdaya lagi, karna kau kekurangan darah. hahaha" kata Samuel sambil merubah wajah dan badanya seperti Rizki
"kauuu..., kauuu jangan sampai melukai pacarku!!" kata Rizki
"hahaha, biar aku merasakan dia dulu baru aku tidak akan mengganggu dia. tapi dia akan mati duluan, hahaha" kata Samuel yang sudah menjadi Rizki
"awas saja kau samuel...." kata Rizki dan pingsan
skip...
pagi yang cerah, Melisa berangkat ke kampus seperti biasa. Melisa heran kenapa Rizki tidak seperti biasa, dia tidak menjemput Melisa seperti biasa. tapi Melisa tidak heran dan akan percaya kepada Rizki.
saat beberapa menit kemudia Samuel datang sebagai Rizki, dan Melisa berangkat dengan dia.
beberapa menit kemudia, Samuel datang sebagai Rizki
"eh, Melisa. kamu menunggu lama yak, maaf ya aku terlambat. tadi ada hambat tadi di jalan" kata Samuel
"oh ok, tak apa Riz. yuk jalan, nanti kalo kaga bisa bisa terlambat kita!" kata Melisa
"ok Mel" kata Samuel
skip...
"Riz, nanti ke kafe bentar yak. ku mau minum kopi bentar agar tak ketiduran nanti di kampus.." kata Melisa
"oh ok, nanti kita ke kafe" kata Samuel
"oh tak ku duga, ternyata Melisa pacar Rizki cantik juga. hahaha, pasti darahnya sangat enak seperti mukanya!!" kata Samuel dalam hati
"oh ok, sekarang beli dulu gih. aku tunggu disini, jangan lama lama yak" kata Samuel
"ok, bentar ku ambil uang dulu" kata Melisa sambil membuka pintu mobil dan duduk sebentar mengambil uang
saat itulah Samuel mulai bereaksi...
"haha, mudah kali. ku sudah tidak sabar lagi, aku akan siap siap sekarang!" kata Samuel sambil memunculkan taringnya
"oh ok, sekarang aku pergi dulu ya Riz" kata Melisa berdiri
"ok Mel" kata Samuel yang gagal
skip...
beberapa menit kemudian, Melisa masuk ke mobil. dan saat di mobil Samuel yang menyamar menjadi Rizki, menyuruh Melisa untuk berbalik badan dan pura pura ada dahan di pundaknya. dan saat itu Samuel akan menghisap Melisa.
tapi saat akan mau menghisap Melisa, Radio yang ada di mobil berkata kalo ada seseorang yang pingsan ditengah jalan karena kehabisan banyak darah. dan Radio itu berkata namanya siapa.
"Ok, ayo jalan lagi. aku dah pesennin kau juga" kata Melisa
"eh, bentar. ada dahat di belakangmu kamu berbalik dulu gih, aku ambilin" kata Samuel
"eh, masa. kalo ada tolong ambilin dunk Riz?" kata Melisa
"ok, kamu berbalik dulu" kata Samuel
Melisa berbalik dan Samuel memulai, tapi Radio juga langsung berkata tentang masalah itu...
"para hadirin, kalian harus berhati hati. karena ada korban yang pingsan karena kehabisan banyak darah di jalan yang sepi, dan orang itu bernama Rizki Putra. semoga kalian bisa jaga diri baik baik ya" kata Radio di mobil
"apa, kalo dia Rizki Putra. berarti yang di belakangku siapa??" kata Melisa dalam hati
"TUNGGU DULU..." kata Melisa
"ada apa Mel, itu dahan yang berada di belakangmu belum aku ambil" kata Samuel
"kamu bukan Rizki kan, kamu palsu?!!" kata Melisa
"oh kau dah tahu ya, emang aku bukan Rizki. tapi aku Samuel yang sudah menghabisi darah Rizki, haha!!" kata Samuel yang sudah memberi tahu identitasnya kepada Melisa
"berarti aku benar, kau bukan Rizki!!" kata Melisa
"yap, kau jangan mempersulit aku. aku tak suka lama lama, jadi siap siap lah" kata Samuel tidak sabar
"apa, jangan" kata Melisa dan langsung membuka pintu mobil
"Haha" ketawa Samuel
"jangan harap kau bisa keluar dari sini Melisa. kau adalah santapan ku yang berikutnya. hahaha" kata Samuel
"lepaskan aku" kata Melisa sambil memberontak dan Melisa akhirnya bisa keluar
"Ahhhh..., kau berani beraninya keluar..." kata Samuel yang kena Sinar Matahari siang
"ARRRGGGGGG" rasa kesakita Samuel dan akhirnya menghilang
"Rizki, kau apa baik baik saja sekarang??" kata Melisa sedih
skip...
Melisa menuju Rumah Sakit Rizki dan bertanya. Rizki sudah dalam keadaan sadar saat Melisa datang, dan Rizki lun bertanya juga apa Melisa baik baik saja
"Rizki, Rizki. apa kau baik baik saja Riz??" kata Melisa panik
"Me...Melisa aku baik baik saja. kalo kamu gimana apa kamu baik baik saja??" kata Rizki dengan suara lemah
"aku, baik baik saja. untung kau tidak mati Riz" kata Melisa sambil menangis
"oh, untung kau baik baik saja Melisa. aku senag sekali" kata Rizki
"sudah sudah Riz kau harus istirahat sekarang. kamu berbaringlah" kata Melisa
"oh ok" kata Rizki dan langsung ketiduran
"untung kau baik baik saja Riz, kau adalah satu satunya pria yang aku sanyangi!!" kata Melisa dalam hati dan ketiduran di dekat Rizki
mereka berdua kembali seperti dahulu, dan mereka bahagia kembali setelah adegan yang tidak di harapkan itu. semua telah kembali setelah Samuel menghilang.
.....Tamat.....