Siapa yang tidak mengenal anak CEO terkaya ini. Walaupun ayahnya seorang CEO yg berpengaruh dinegaranya tapi tidak dengan anaknya yg sewenang sewang hanya mementingkan diri dan sendiri dan jangan lupa ia sangat kejam terhadap siapapun itu mau cowok ataupun cewek.
"Jisung! Sudah berapa kali ayah mengajarimu untuk bertatakrama dan jangan mementingkan diri sendiri! Kau buat ayah malu!! Bentak sang ayah yaitu juang Jeno.
Jisung hanya menghela nafas.
"Bukan urusan ayah juga kan? Kalo aku seperti ini. Ini semua juga karna ayah yang tak pernah ada untukku!! Bentaknya kembali.membuat sang ayah menggeram marah
"Cukup! Kau boleh pergi kemana pun saya sudah tidak Sudi lagi memiliki anak sepertimu!"menunjuk jisung.
Jisung mendengus lalu ia berucap
"Aku pun tak Sudi memiliki ayah yang hanya mementingkan pekerjaan ketimbang anaknya. Apa karna mommy mati ayah jadi berubah begini? Baiklah, kau bukan ayahku lagi" pergi meninggalkan Jeno yg diam mematung
"Apa aku keterlaluan... Menatap Malang jisung yg pergi dari rumahnya.
"Hahhh kalo udh gini, gue mau kemana?
Jisung mengendari motornya tak tentu arah dgn kecepatan di atas rata-rata.
Saat ia tengah melamun memikirkan akan tinggal dimana didepannya ada seorang lelaki yg akan menyebrang dgn terburu buru.
Ckitttt
Jisung melepas hlmnya dan menghampiri si cowok yg sedang ketakutan sambil menutup matanya dgn kedua lengannya.
"Kau mau mati ya?!
"Ma-maaf..kak, sa-saya g sengaja...
Huhhh
"Nama Lo siapa?
"Haechan
Lo tinggal dimana?
Di kosan noxxx kak
Gue anterin
What?! Sejak kapan orang terkenal kejam mau menghantar pulang sosok yg ia sendiri baru kenal?
Gpapa kak, saya pulang sendiri aja
Udah sana gue ini hampir malam."menatap langit.
Haechan pun juga sama.
Boleh" jawabnya.
Akhirnya jisung menghantar haechan pulang ke rumahnya.
"T-terima kasih kak, mau mampir?
"Keknya gue harus cari kontrakan juga. "Gumamnya.
"Kaka lagi cari kontrakan yah?
Eh?
Gimana kalo Kaka tinggal di kosan saya aja untuk sementara nanti kalo udah ketemu Kaka bisa pindah, bagaimana?
Jisung menatap haechan lekat
"Gpp? Haechan menggeleng.
"Boleh deh, tapi emang g bakal ngerepotin Lo?
"Tenang ajah. Jawab haechan terkekeh.jisung pun ikutan terkekeh karna ia bisa melihat wajah cantik itu tertawa walaupun hanya samar samar karna gelap.
"Haechan membawa jisung ke kosannya. Kaka tidur kamar saya ajah, nanti biar saya ajah yg tidur disopa".
"G usah saya ajah, kan saya cuman numpang.haechan menggeleng.
Jangan!! Kaka kan tamunya. Jadi echan ajah.
"Udh biar adil kita tidur berdua.titik!
Tanasnya sebelum haechan protes.
"Baiklah...
"Kaka, sebenarnya tinggal diamana?" Tanya haechan saat mereka berdua sedang berbaring dikasur.
"Sebenarnya gue anak Jung Jeno, tapi gue di usir... Ungkapnya.
"Kok bisa?" Tanya haechan penasaran sambil menatap jisung kasian.
"Iyah, karna gue nakal. Gue udah buat ayah gue malu sama kelakuan gue dan yah. Akhirnya gue di usir dan duit gue habis buat poya poya dan gue miskin."jujurnya. haechan hanya tersenyum hangat.
"Coba kak jisung perbaiki lagi perilakunya. Dan minta maaf sama ayah kak jisung. Siapa tau ajah kak jisung mau memberikan kesempatan buat kak jisung berubah..."nasihat haechan.
Jisung menatap haechan binar.dia pun tersenyum dan haechan juga membalas senyuman jisung.
Pagi harinya jisung mendatangi rumah ayahnya. Ia akan menuruti perkataan haechan tadi malam buat minta maaf dan merubah diri untuk menjadi lebih baik lagi.
Tok
Tok
Tok
Pintu terbuka dan menampakkan Jeno dengan setelan santainya menatap jisung.
"Jisung.
Greb
"Hiks. Maaf... Maafin jisung yah... Jisung janji jisung bakalan berubah... Hiks".
Jeno pun ikutan menangis mendengar kata kata anaknya "ayah juga minta maaf.. g pernah ada saat jisung butuh ayah... Ayah bener bener ayah yang jahat.
Jisung mendongak menatap ayahnya
"Yah... Boleh minta satu permintaan?
"Apa?
"Yah... Jisung mau nikahin haechan!.
"Siapa haechan?
"Dia yg udah buat jisung sadar, dia juga yg udah buat jisung berubah dan mau minta maaf sama ayah."jelasnya.
"Yah restui"
"SERIUSS!!"
Yeah..
Horeeeee!!!
Jeno hanya menggeleng