Pada suatu hari di sebuah Desa yang bernama desa Ujung Lebak, di penghujung desa itu ada sebuah rumah tua yang lama tidak berpenghuni.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa dirumah tua tersebut disetiap tengah malam terdengar seperti ada yang sedang beraktivitas.
Ada tiga anak yang penasaran dengan rumah yang banyak di bicarakan oleh penduduk Desa Ujung Lebak, mereka bertiga adalah sahabat dengan umur sebaya dan mereka masih duduk dibangku sekolah menengah pertama.
Mereka bernama Arga, Farel, dan Erin. mereka sahabat dari kecil yang saling menghormati dan saling berbagi.
Pada suatu pagi Arga mengajak Farel dan Erin untuk memecahkan misteri rumah Tua yang terletak penghujung Desa Ujung Lebak.
"Farel, Erin maukah kalian ikut bersamaku?" Farel menanyakan kepada dengan perasaan penasaran.
"iya mau kemana Gaa?" jawab farel.
"Aku ingin mengajak kalian berdua untuk bersamaku, sebenarnya aku ingin memecahkan misteri rumah Tua yang sering dibicarakan oleh penduduk sini. Apakah kalina ingin ikut bersama ku? " ajak Arga pada teman temannya.
Erin dan Farel merasa bingung dengan ajakan Arga, tetapi mereka juga penasaran dengan Rumah Tua itu. Akhirnya mereka berdua pun tertarik dengan ajakan Arga.
"Ya kami mau ikut, Erin juga menyetujui ajakanmu," ucap farel dengan rasa percaya diri.
"Iya Arga kami ikut bersamamu," ungkap Erin sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu, nanti malam jam 08.00 kalian harus sudah siap ya! karenaMisteri Rumah Tua
Surpianah nopita
Ikuti
Pada suatu hari di sebuah Desa yang bernama desa Ujung Lebak, di penghujung desa itu ada sebuah rumah tua yang lama tidak berpenghuni.
Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa dirumah tua tersebut disetiap tengah malam terdengar seperti ada yang sedang beraktivitas.
Ada tiga anak yang penasaran dengan rumah yang banyak di bicarakan oleh penduduk Desa Ujung Lebak, mereka bertiga adalah sahabat dengan umur sebaya dan mereka masih duduk dibangku sekolah menengah pertama.
Mereka bernama Arga, Farel, dan Erin. mereka sahabat dari kecil yang saling menghormati dan saling berbagi.
Pada suatu pagi Arga mengajak Farel dan Erin untuk memecahkan misteri rumah Tua yang terletak penghujung Desa Ujung Lebak.
"Farel, Erin maukah kalian ikut bersamaku?" Farel menanyakan kepada dengan perasaan penasaran.
"iya mau kemana Gaa?" jawab farel.
"Aku ingin mengajak kalian berdua untuk bersamaku, sebenarnya aku ingin memecahkan misteri rumah Tua yang sering dibicarakan oleh penduduk sini. Apakah kalina ingin ikut bersama ku? " ajak arga pada teman temannya.
Erin dan Farel merasa bingung dengan ajakan Arga, tetapi mereka juga penasaran dengan Rumah Tua itu. Akhirnya mereka berdua pun tertarik dengan ajakan Arga.
"Ya kami mau ikut, Erin juga menyetujui ajakanmu," ucap farel dengan rasa percaya diri.
"Iya Arga kami ikut bersamamu," ungkap Erin sambil tersenyum.
" Baiklah kalau begitu, nanti malam jam 08.00 kalian harus sudah siap ya! karena banyak peralatan yang ingin dibawa," ucap Arga gembira.
"Siap," ucap Farel dan Erin bersamaan.
"Memangnya apa saja yang harus dibawa Gaa? " tanya Erin.
Kalian harus membawa Air minum, gunting, tali, lem, Handphone Android kalian , Kamera,Senter, Cat berwarna di malam hari, plastik, dan pisau," Suruh Arga pada Farel dan Erin.
"Untuk apa semua itu? " tanya Farel .
"Nanti kamu pasti tau dengan sendirinya," ungkap Arga sambil tersenyum.
Malam pun sudah tiba, sekarang sudah pukul 07:25 mereka bertiga mulai bersiap siap.
Tepat pada pukul 08:00 mereka bertiga berkumpul di lapangan Desa Ujung Lebak.
"Apakah kalian sudah membawanya? " tanya Arga kepada Farel dan Erin.
"Tentu saja sudah, " jawab Farel dan Erin bersamaan.
Mereka bertiga berjalan menuju Rumah Tua, yang jaraknya tidak jauh dari lapangan tempat mereka berkumpul.
Ketika mereka sampai pintu gerbang rumah Tua tersebut, Arga menyuruh Farel untuk mengambil tali didalam tasnya.
"Farel tolong ambilkan tali didalam tasku yang ada dipunggungku ini, " Ucap Arga.
" Baik Gaa, " jawab farel.
"Ini Arga talinya, memangnya untuk apa tali ini? " tanya Farel.
" Tali ini untuk mengikat pergelangan tangan kiri kita, supaya kita tidak berpisah antara satu dengan yang lainnya." ungkap Arga.
"Oke," jawab Farel dan Erin bersamaan.
Mereka pun mengikat tangan kiri mereka masing masing mengunakan tali, saat mereka memasuki area rumah Tua tersebut dengan perlahan lahan.
Dari depan mereka mendengar suara misterius dan arahnya tidak jauh dari pandangan mereka. Suasana di rumah tua tidak segelap yang mereka kira, karena ada sebagian lampu yang hidup disana dan ada juga cahaya bulan.
Arga mendengar dengan jelas ada suara piano dari dalam rumah tua tersebut.
"Apakah kalian berdua ingin ikut bersama ku? "
Tanya Arga pada Teman temannya.
"Tentu Saja Gaa, "
Jawab farel.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah tua tersebut, ternyata pintunya tidak terkunci.
Ketika mereka masuk kedalam rumah tua itu, Arga menyarankan mereka semua untuk menyalakan senter.
Farel menyenter bagian dinding rumah tua itu yang terbuat dari beton, ternyata banyak lukisan lama didinding Rumah Tua tersebut.
Lama mereka menyusuri ruangan itu, tibalah sampai mereka disebuah tangga yang mengarah ketingkat dua rumah itu.
"Ayo kita naik keatas! " Ucap Erin mengajak Arga dan Farel .
"Ayo! " jawab Arga.
Mereka kemudian menaiki tangga tersebut, setelah sampai di atas mereka bertiga mendengar ada seseorang menaiki tangga.
" Apakah Ada orang lain selain kita di sini?"
Tanya Farel sudah merasa ketakutan.
"mungkin tidak, "
Jawab Arga yang berkeringatan.
"Mumpung langkahnya pelan ayo kita lari, satu , dua , tiga , ayo lari !"
Ajak Arga sambil bersiap siap untuk lari.
Mereka lari dan bersembunyi pada suatu ruangan, dibalik lemari barang antik.
Ternyata seseorang tadi malah menuju ruangan itu juga dan masuk juga kedalam ruangan itu .
Yang datang adalah wanita tinggi, berbaju dress berwarna hitam, dengan rambut panjang berwarna pirang.
Wanita itu duduk di kursi piano dekat lemari tempat mereka bersembunyi, wanita itu memainkan piano dan bernyanyi sendu.
Wanita tersebut menyadari bahwa ada seseorang bersembunyi di balik lemari.
"Siapakah kalian? " tanya wanita tersebut.
Arga keluar duluan lalu disusul teman-temannya.
"Maaf Nona atas kelancangan kami masuk Rumah Tua ini. Nama saya Arga dan ini teman saya Erin dan Farel. Penduduk Sekitar desa mengatakan bahwa rumah ini ada hantunya, karena rumah ini sudah lama tidak berpenghuni tapi sering terdengar suara seperti ada yang beraktivitas bila tengah malam tiba, " ungkap Arga pada wanita itu.
" Iya betul Nona, " ucap Erin.
"Adik-adik yang manis disini tidak ada hantu. Nama saya Nona Siah, saya adalah anak pemilik rumah ini. Saya dari kota dan satu minggu ini setiap sore saya kesini untuk membersihkan dan memperbaiki rumah ini bersama suami saya untuk di jadikan tempat kontrakan. Memang banyak suara beraktivitas kalau malam hari dan siang hari sepi,ya itu karena bila siang hari saya kerja di kota. Sore kerumah ini untuk menginap dan subuh ke kota lagi karena pagi harus bekerja di kantor, " ungkap wanita tersebut pada Arga, Erin, dan Farel.
Wanita tersebut sanggup bulak-balik desa ke kota karena memang tidak jauh jaraknya untuk ditempuh.
" Berarti betul firasat saya bahwa disini tidak ada hantu, tidak seperti bicarakan penduduk Desa. Kami minta maaf sudah lancang masuk rumah ini karena rasa penasaran kami, " ungkap Arga pada wanita itu.
" Iya Adik-adik yang manis, sekarang kalian pulanglah kerumah kalian masing masing ya! ini sudah mau larut malam. takutnya orang tua kalian mencari kalian, " suruh wanita itu pada mereka.
"Iya kami kembali Nona, "
Ucap mereka pada wanita itu.
"Iya, hati-hati dijalan dek! " kata wanita itu.
" Siap Nona, " jawab mereka bersamaan sambil tersenyum lalu berbalik dan keluar dari rumah tua itu.
Mereka pun kembali kerumah masing masing.
Maaf ya baru belajar menbuat cerita sendiri semoga terhibur, Assalamualaikum wr.wb