Kehidupan yang manis adalah impian semua orang. Tetapi, akankah dunia adil dan memberikan hidup yang manis kepada semua orang?.
Komi adalah anak kecil yg kini hidup sebatang kara, ia adalah anak dari hasil perselingkuhan ibunya, dia dibuang di pinggir jalan oleh ibunya.
Komi yg masih kecil belum terlalu paham kenapa ibunya meninggalkannya saat itu, kini ia tidak memperdulikan hal itu dan sibuk mencari makanan didalam tong sampah. Ia begitu senang saat menemukan sepotong roti disana, walaupun bau ia tetap berusaha memakannya.
Komi mulai beranjak dewasa, kini ia telah berumur 13 tahun. Tiap hari komi selalu berusaha untuk tidak bertahan dan memilih mati, tapi tuhan berkata lain, tiap kali ia lapar tuhan selalu menyediakan makanan dihadapannya.
Komi saat itu tengah berjalan ke sebuah toko yg mengeluarkan bau harum dan membuatnya tertarik ke sana, seorang pria datang menghampirinya, memberikan sepotong roti untuk komi makan, Komi pun dengan gembira memakannya.
Pria itu selalu memberinya makan setiap hari, ia bahkan selalu memberikan lebih untuk dimakan nanti. Pria itu bernama kez, dia adalah orang pertama yang peduli terhadapnya. Komi selalu mengingat nama pria itu dan mendoakannya setiap hari.
Pagi itu komi kembali ketoko kez, terlihat toko tersebut sedang banyak pelanggan dan riuh sekali. Saat hendak menoleh, ia melihat sosok ibunya samar samar didalam toko laki laki baik itu.
Ia mengerjabkan matanya beberapa kali, matanya mulai berair melihat sosok ibunya itu, tanpa sadar ibunya ternyata menyadari keberadan anak haramnya itu, ia segera bergegas dan membayar belanjaannya itu dan berlari meninggalkan anaknya yang sedang menangis.
Komi tanpa sadar berlari mengejar ibunya itu.
.............
.............
Sebuah mobil ternyata menabrak komi, ia sedang terkapar tak berdaya saat ini.
Ternyata ini adalah akhir perjuangan hidup komi, darah terus mengalih dipermukaan jalan, pria baik itu menghampiri komi dengan wajah penuh cemas.
Komi telah dia anggap sebagai adiknya, dia selalu suka melihat senyum komi yg ceria, tapi kini dia hanya menanggis tersedu sedu sambil menelpon ambulance untuk segera datang kemari.
Komi mengusap air mata pria itu, terdengar komi menyampaikan sesuatu "terimakasih kak, aku sudah cukup bahagia Atas hidupku, ini sudah waktunya kak, tuhan telah membalas doa saya, saya harap kakak akan terus berbuat baik kepada orang lain" suara serak komi menutup pesan yang sangat ingin dia sampaikan.
.......................
.......................
Kez berjalan mendekati istrinya yang sedang bahagia itu "bagaimana kalau namanya komi" terdengar suara kez dengan penuh perasaan bahagia. Istri nya mengangguk menyetujui nama yg diusulkan oleh suaminya itu. "Komi nama yg bagus" jawab istrinya sambil mengelus kepala anaknya yg baru lahir itu dengan senyum lebar di mulutnya.
Memang komi sekarang bukanlah komi yg dulu yg dikenal oleh kez. Tapi bagi kez, dia serasa sedang menggendong adiknya sendiri.
#tamat