Aku adalah seorang penjelajah yang suka mencari hal-hal baru dan menarik. Aku selalu bermimpi untuk bertemu dengan makhluk-makhluk legendaris yang ada di dongeng-dongeng, seperti peri, unicorn, atau naga. Aku percaya bahwa mereka ada di suatu tempat di dunia ini, hanya saja tersembunyi dari pandangan manusia.
Suatu hari, aku mendapat kabar bahwa ada sebuah pulau terpencil di tengah lautan yang belum pernah dijamah oleh manusia. Pulau itu konon memiliki keindahan alam yang luar biasa dan berbagai macam flora dan fauna yang langka. Aku pun segera bersiap-siap untuk berangkat ke pulau itu dengan kapal pesiar milik temanku.
Setelah beberapa hari berlayar, kami akhirnya tiba di pulau itu. Aku merasa sangat senang dan takjub melihat pemandangan di depanku. Pulau itu memang sangat indah, dengan pantai berpasir putih, laut biru, hutan hijau, dan gunung berapi. Aku segera turun dari kapal dan mengambil tas ranselku yang berisi perlengkapan penjelajahan.
Aku memutuskan untuk menjelajahi hutan di pulau itu. Aku ingin melihat apa saja yang ada di dalamnya. Aku berjalan menyusuri jalan setapak yang dibuat oleh binatang-binatang. Aku melihat banyak sekali pohon-pohon besar dan bunga-bunga warna-warni. Aku juga mendengar suara-suara binatang yang beragam, seperti burung, monyet, kadal, dan lain-lain.
Aku merasa seperti berada di surga. Aku terus berjalan tanpa memperhatikan waktu. Aku tidak tahu sudah berapa lama aku berada di hutan itu. Tiba-tiba, aku melihat sesuatu yang membuatku terkejut. Di depanku, ada sebuah gua besar yang terbuka lebar. Dari dalam gua itu, keluar asap hitam yang tebal.
Aku penasaran dengan apa yang ada di dalam gua itu. Aku mendekati gua itu dengan hati-hati. Aku merasakan panas yang semakin meningkat seiring dengan mendekatnya gua itu. Aku juga mendengar suara gemuruh yang menggelegar dari dalam gua itu.
Aku sampai di mulut gua itu. Aku mencoba untuk melihat ke dalamnya, tapi asap hitam itu menghalangi pandanganku. Aku harus masuk ke dalam gua itu jika ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Aku mengambil senter dari tas ranselku dan menyalakannya. Aku mulai masuk ke dalam gua itu dengan senter sebagai penerang.
Aku terus berjalan ke dalam gua itu. Gua itu sangat gelap dan lembap. Dinding-dindingnya penuh dengan batu-batu tajam dan stalaktit-stalagmit. Lantainya penuh dengan kerikil-kerikil dan tulang-tulang binatang. Bau belerang menyengat hidungku.
Aku merasa semakin takut dan ingin segera keluar dari gua itu. Tapi, rasa penasaranku lebih besar daripada rasa takutku. Aku ingin tahu apa yang membuat asap hitam dan suara gemuruh itu.
Akhirnya, aku sampai di ujung gua itu. Di sana, aku melihat sesuatu yang membuatku tercengang. Di tengah-tengah gua itu, ada sebuah naga raksasa yang sedang tertidur pulas. Naga itu memiliki tubuh panjang dan bersisik merah, sayap lebar dan bersisik hitam, kepala besar dan bersisik kuning, mata bulat dan bersisik hijau, taring panjang dan bersisik putih, dan ekor bercabang dan bersisik biru.
Naga itu tampak sangat menakutkan dan megah. Aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Aku berada di depan makhluk legendaris yang selama ini aku impikan. Aku merasa sangat beruntung dan bahagia.
Aku ingin mendekati naga itu dan menyentuhnya. Aku ingin merasakan sisik-sisiknya yang berwarna-warni. Aku ingin melihat matanya yang indah. Aku ingin mendengar suaranya yang menggelegar.
Aku mulai berjalan mendekati naga itu dengan perlahan-lahan. Aku berharap naga itu tidak terbangun dan marah. Aku berharap naga itu mau berteman denganku.
Aku semakin dekat dengan naga itu. Aku hampir sampai di sampingnya. Aku mengulurkan tanganku untuk menyentuh sisiknya yang merah.
Tiba-tiba, naga itu terbangun. Matanya yang hijau membelalak melihatku. Mulutnya yang kuning mengeluarkan api yang menyala-nyala. Ekor bercabangnya yang biru menyambar-nyambar ke arahku.
Aku kaget dan ketakutan. Aku sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan besar. Aku telah mengganggu tidur naga itu. Aku telah menyinggung naga itu.
Aku berlari secepat mungkin menuju pintu keluar gua itu. Aku berharap bisa selamat dari amukan naga itu. Aku berharap bisa kembali ke kapal pesiar temanku.
Aku tidak tahu apakah aku bisa bertemu lagi dengan naga itu. Aku tidak tahu apakah aku bisa meminta maaf kepada naga itu. Aku tidak tahu apakah aku bisa berteman dengan naga itu.
Aku hanya tahu bahwa aku telah bertemu dengan makhluk legendaris yang selama ini aku impikan. Aku hanya tahu bahwa aku telah menjalani petualangan yang paling menakjubkan dalam hidupku.
Aku hanya tahu bahwa aku telah mengalami pertemuan dengan naga.