Siang itu terasa begitu teduh,udara terasa sejuk,sisa sisa hujan pagi tadi masih terasa dan meninggalkan aroma khasnya.
Disudut taman kota terlihat seorang laki laki tampan yang sedang menatap sekumpulan anak kecil yang sedang bermain dengan riang.
>>FLASHBACK ON<<
"Rendy om minta kamu sabar ya nak,hasil test menunjukan ini adalah CML atau kanker darah". Dokter yusuf menjelaskan hasil test yang dilakukan rendy,kedua orang tua rendy shock mendengar kabar itu.
"Mama papa tenanglah,inshaAllah rendy kuat menerima cobaan ini". rendy menunjukan ketegarannya dihadapan mereka walaupun sebenarnya dia pun shock mendengarnya,masa depan dan cita citanya yang selama ini dia perjuangkan seketika itu juga terasa hancur.
"Kamu kuat ya sayang,kita akan cari pengobatan terbaik untuk kamu ya sayang" ucap mama disela tangisannya,tangannya terus membelai wajah anak lelaki satu satunya itu,rendy mengangguk dan tersenyum.
>>>FLASHBACK OFF<<<
"Akh,bahagianya mereka". rendy bergumam, tiba tiba muncul seorang gadis cantik menghampiri anak anak kecil itu dan membelai satu persatu kepala mereka.
"Ayo anak anak sudah siang,waktunya makan siang dan istirahat" gadis cantik itu mengajak mereka pulang.
"Sebentar lagi ya kak,10menit lagi ya" bujuk mereka,gadis itu pun mengiyakan lalu berjalan meninggalkan mereka.
Rendy menatap gadis cantik itu,tubuh tinggi langsing,kulit sawo matang,rambut panjang bergelombang,gadis yang sempurna dimata rendy.
"Hmm..permisi,boleh saya duduk disini?" tiba tiba saja gadis itu sudah ada didepan rendy yang masih asik melamunkan gadis didepannya.
"Oh iya maaf,silahkan" rendy sedikit bergeser dari tempatnya,gadis cantik itu pun duduk dan memperkenalkan diri.
"Aku sonya,kamu??" tanyanya.
"Rendy" jawab rendy singkat lalu matanya kembali menatap anak anak itu. Sonya dapat merasakan sifat dingin rendy,dan dia pun memilih untuk tak meneruskan percakapannya.
'tadi matanya tak bisa lepas dariku,tapi sekarang setelah aku ada disampingnya dia malah bersikap dingin padaku,laki laki aneh!' bisik sonya.
"Ka sonya ayo kita pulang". seorang anak lelaki kecil berlari menuju tempat mereka duduk.
"Oke,ayo sayang" jawab sonya lalu bangun dari duduknya.
"Aku duluan ya ka rendy,bye" ucap sonya
"Hati hati" jawab rendy sambil melambaikan tangan ke anak kecil disamping sonya. Perlahan anak kecil itu dan sonya pun berjalan menjauh sampai menghilang dari pandangan rendy.
Keesokan harinya rendy kembali datang dan duduk dibangku taman yang sama,tak berapa lama sonya dan anak kecil yang kemarin digandengnya pun terlihat sudah mulai berjalan mendekati taman itu.
"Hmm,kamu memang suka duduk disini atau sengaja menungguku?" Tanya sonya yang sudah berdiri dihadapan rendy mulai menggoda.
"Haha..memangnya cuma kamu saja yang boleh setiap hari datang kesini?" Jawab rendy sambil menatap mata indah sonya.
"Ya sudah kalau engga mau mengakui juga gak apa apa". sonya pura pura ngambek,ada sedikit senyum diwajah rendy.
Setelah 1jam mereka berbincang bincang dan adik sonya puas bermain sonya dan adik kecilnya pun pamit dan meninggalkan rendy,5menit kemudian rendy pun pergi meninggalkan taman itu.
Semakin hari rendy semakin dekat dengan sonya,wajah cantik gadis itu selalu membayangi hari hari rendy,mama dan papa yang melihat perubahan dalam diri rendy pun ikut bahagia.
"Sayang,apa kamu jatuh cinta dengan gadis ditaman itu?" Tanya mama, rendy terkejut mendengar pertanyaan mamanya.
"Mama mengetahui semuanya ren,sebaiknya segeralah lamar gadis itu sayang" ucap mama lagi.
"Apa rendy masih berhak untuk itu ma?"tanyanya.
"Usia rendy tak lama lagi ma,apa rendy harus menghancurkan kehidupan gadis itu?" Kata kata rendy membuat mama menitikan air mata.
"Kamu berhak bahagia,dan kamu harus optimis kamu pasti sembuh sayang" hibur mama.
Mama dan rendy ngobrol berjam jam hari itu,mama menyemangati rendy dan meyakinkan bahwa tak ada yang tak mungkin didunia ini.
Keesokan harinya rendy kembali lagi ketaman itu tapi dengan suasana hati yang berbeda.
"Sudah lama menungguku?" Ucap sonya yang tiba tiba muncul dan langsung duduk disamping rendy.
"Lumayan"
"sonya ada yang mau aku sampaikan,sepertinya ini hari terakhirku datang kesini". Ucap rendy.
"Loh ka rendy mau kemana?" sahut sonya. Rendy hanya diam menatap lurus kedepan.
"Ka rendy,aku tau kamu menyukaiku,aku pun sama ka,aku menyukaimu" sonya langsung mengungkapkan perasaannya.
"Lupakan itu sonya,aku tidak layak untuk kamu"
"Kenapa ka rendy bicara seperti itu?"
"Sudahlah sonya,lupakan aku". rendy bangun dari kursinya dan berniat meninggalkan sonya,tapi tangan sonya langsung mencekal lengan rendy dan langsung memeluknya.
"Apa salahku ka?kenapa ka rendy mau meninggalkan aku?"
"Bukan salahmu,tapi aku! kita tak mungkin bisa bersama".
"Apa maksud ka rendy?" rendy tak menjawab pertanyaan sonya,dia langsung melangkah pergi meninggalkan gadis itu yang berteriak memanggil manggil namanya.
Hancur perasaan sonya,dia merasa cintanya kepada rendy bertepuk sebelah tangan,air matanya pun tak berhenti menetes dipipinya.
"Bangunlah sayang".tiba tiba ada wanita yang mendekati sonya dan menyuruhnya duduk bersamanya.
"Aku laura mamanya rendy,maafkan anak tante"
Sonya terkejut mendengar kata kata wanita itu.
"Apa kamu mencintai rendy?" tanyanya. sonya mengangguk perlahan.
"Tapi rendy tidak mencintai sonya". ucap sonya lirih sambil menyeka air matanya.
"Sonya,ada yang tante ingin ceritakan,rendy saat ini sedang sakit,dia terkena kanker darah,usianya tak lama lagi". Kata kata dari mulut mama rendy membuat sonya sangat terkejut.
"Ka rendy sakit kanker tante?? Jadi itu penyebab ka rendy menolak sonya".
"Lupakan rendy sayang,kamu sangat cantik dan juga masih muda,jangan sia siakan hidupmu sayang" ucap mama rendy lagi.
"Tapi sonya mencintai ka rendy tante" tangis sonya pun pecah,mama rendy yang melihat ketulusan sonya langsung memeluk gadis itu dan mengajaknya berjalan menuju mobilnya.
"Kita mau kemana tante?" tanya sonya ketika mobil mulai berjalan.
"Kita temui rendy ya sayang?" sonya pun mengangguk. tak berapa lama mereka pun sampai,tante laura langsung membawa sonya kekamar rendy.
Tok..tokk....
"Ya,masuk" sahut rendy dari dalam kamar.
"Sayang,lihat siapa yang datang" ucap mama sambil menggandeng tangan sonya,rendy terkejut melihat kedatangan gadis yang sangat dicintainya itu.
"Ren,menikahlah dengan sonya nak" rendy terkejut mendengar kata kata mamanya.
"Ma,tolong jangan bahas itu lagi". ucap rendy singkat.
Tiba tiba saja rendy ambruk dan tak sadarkan diri,mama dan sonya panik melihat rendy pingsan dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit rendy langsung ditangani oleh doktrr yusuf,setelah menunggu 2jam akhirnya dokter yusuf keluar menemui papa mama dan sonya.
"Hmm..begini,kondisi rendy semakin memburuk,kemungkinan dia hanya bisa bertahan tak sampai 1 bulan lagi". mama histeris mendengar penjelasan dokter yusuf,sementara papa langsung lemas dan menjatuhkan diri duduk dikursi.
Perlahan sonya berjalan menjauh ke sudut ruangan. "Ka rendy hiks..hiks..jangan tinggalkan aku ka". air mata mulai menetes dipipi sonya dengan tubuh yang gemetaran.
"Ayo nak kita masuk temui rendy". mama memdekat dan menggandeng tangan sonya.
Diatas tempat tidur terlihat rendy yang sudah sadarkan diri dan dengan bermacam alat ditubuhnya.
"Sayang,kamu baik baik saja?" tanya mama.
"Rendy baik ma,mama jangan khawatir ya". sahut rendy.
"Ka rendy" ucapan sonya terputus karena tak sanggup menahan tangis melihat kondisi pria yang dicintainya. Mama dan papa memutuskan memberikan ruang kepada mereka berdua dan langsung meninggalkan kamar rendy.
"Maafkan aku sonya,inilah aku,ini yang membuatku tak mungkin menjadikanmu milikku"
"Ka..aku mencintai ka rendy dalam kondisi apapun,dan aku yakin cinta kita akan menguatkan kak rendy" ucap sonya sambil menggenggam tangan rendy.
"Usiaku tak lama lagi sonya,jangan sia siakan hidupmu untukku".
"Nikahi aku ka,izinkan aku mendampingimu" pinta sonya,rendy terkejut memdengarnya.
"Apa?tidak sonya,aku tak ingin menyiksamu".
"Aku ingin selalu bersamamu ka,yakinlah kita akan bisa melewati semua ini".
'Aakkhhhhh sonya,seandainya kau tau perasaannku,andai saja keadaannya berbeda aku pasti tak akan pernah melepasmu,aku pun sangat mencintaimu' rendy berbisik dalam hati.
"Setidaknya berikan kesempatan untuk kita bisa berbahagia ka". bujuk sonya lagi.
"Sonya,aku sangat mencintaimu".ucap rendy lirih,sonya terharu dan menangis,sonya mengecup pipi rendy dengan lembut. Tiba tiba mama masuk kedalam kamar.
"Sonya,kamu kenapa?" tanya mama yang melihat sonya sedang menyeka air mata diwajahnya.
"Hmm..rendy ingin menikah dengan sonya ma" sahut rendy. Mama yang mendengarnya merasa sangat bahagia dan langsung memeluk mereka berdua.
Setelah kondisi rendy membaik dan diperbolehkan pulang seakan tak mau membuang waktu mereka pun langsung mempersiapkan acara pernikahan,kondisi rendy semakin hari semakin membaik dengan kehadiran gadis cantik itu disisinya,dialah yang merawat dan mengurus segala pengobatan rendy.
"Aku mencintaimu sonya". ucap rendy sambil mengecup tangan sonya,gadis cantik yang akan menyuapkan obat kemulut rendy itu pun tersipu malu.
"Aku juga sangat mencintaimu kak". jawab sonya. Rendy langsung memeluk kekasihnya,hari demi hari berlalu,kondisi rendy semakin membaik,sampai akhirnya hari yang ditunggu tunggu pun tiba.
Tamu tamu terlihat sudah memenuhi ruangan akad nikah,rendy duduk didepan meja akad dan terlihat sangat tampan dengan jas broken whitenya.
Tak lama kemudian muncul pengantin wanita yang menggunakan gaun putih panjang dengan aksen bunga bunga kecil yang membuatnya terlihat sangat cantik dan anggun,semua mata terpesona melihat sonya,terutama rendy.
"Kamu cantik sekali sayang". ucap rendy membuat sonya tersipu.
"Kamu juga tampan sekali cintaku". sahut sonya lalu duduk disamping rendy.
Akad nikah pun dimulai,berlanjut dengan resepsi yang sangat meriah,hari itu benar benar hari yang sangat membahagiakan untuk semua yang hadir disana,rendy dan sonya terlihat sangat bahagia dan saling mencintai.
"Sayang sudah malam,waktunya kalian istirahat". ucap mama kepada rendy juga sonya,pasangan pengantin baru itu pun berjalan meninggalkan ruangan yang mulai sepi itu dan masuk kedalam kamar pengantin mereka.
Sonya yang sedang gugup langsung duduk didepan meja riasnya,perlahan rendy berjalan mendekati sonya yang mulai merasa deg deg'an dan grogi,rendy menyentuh pundak sonya dari belakang dan menariknya kedalam pelukannya,dengan lembut rendy mengecup bibir sonya yang dari tadi menundukan pandangannya.
Sepasang pengantin baru itu pun memulai malam pertama mereka dengan penuh rasa cinta,rendy benar benar merasa sangat bahagia malam itu karena akhirnya dapat bersatu dengan gadis yang sangat dicintainya,sepanjang malam rendy menatap wajah cantik sonya yang terlelap dalam pelukannya,sampai akhirnya rendy pun ikut terlelap...untuk selamanya.
Adzan subuh telah berkumandang,sonya melihat rendy yang masih memejamkan matanya,perlahan diusapnya wajah suami yang sangat dicintainya itu.
"Kenapa badan ka rendy dingin ya??" sonya bertanya tanya,dia langsung menggoyang goyangkan tubuh rendy.
"Kak..kak rendy,bangun lah sayang,buka matamu". ucap sonya dengan air mata yang mulai menetes. Tubuh rendy tetap tak bergerak,rendy menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan wanita yang sangat dicintainya,rendy pergi meninggalkan dunia ini dengan senyum kebahagiaan yang terlihat jelas diwajahnya.
"Ka rendyyyyyyy.....!! Jangan tinggalkan sonya ka!!" Jerit sonya histeris melepas kepergian lelaki yang belum genap satu hari menjadi suaminya.
Kini rendy telah beristirahat dengan tenang dalam kedamaian cinta sonya,kepergiannya diiringi kebahagiaan hingga mampu menghilangkan rasa sakit yang dirasakan tubuh lemahnya.
Rendy telah pergi untuk selama lamanya,meninggalkan berjuta kenangan indah untuk orang orang yang ditinggalkannya,terutama untuk sonya,istri yang sangat mencintainya.
>> 4tahun kemudian <<
"Cello,mainnya jangan jauh jauh nak" suara sonya kepada seorang anak lelaki tampan yang sedang asik bermain ditaman,sonya duduk dibangku tempat pertama kali dirinya bertemu dengan cinta dalam hidupnya.
Setiap hari sonya membawa cello ketaman itu dan duduk dibangku yang sama,anak lelaki kecil itu adalah anak rendy,buah dari penyatuan cinta dan kasih sayang mereka berdua malam itu,yang akan selalu jadi pengingat cinta terbesar dalam hidup sonya dan yang akan selalu dijaganya sampai maut menjemput dan menyatukannya dengan rendy kembali disurga nanti.
Sonya meletakan tangannya dibangku tempat rendy selalu duduk sambil menatap anak mereka yang tampan.
'Beristirahatlah dengan tenang sayangku,akan kujaga anak kita dengan penuh cinta dan kasih sayang selamanya.
I love u suamiku".
Udara yang semula terasa sedikit hangat berubah sejuk seperti ketika sonya dan rendy pertama kali bertemu,cinta sejati dua sejoli yang dipisahkan oleh maut itu tak pernah mati,sonya menjaga cintanya kepada rendy seumur hidupnya,sampai tiba waktunya maut pun datang menjemputnya dan kini menyatukannya kembali dengan cinta dalam hidupnya, CINTA SEJATI nya..