Xiona Zeta adalah gadis cantik,yang ternyata merupakan keturunan dari bangsa serigala, dia hidup di kota Z untuk mengasingkan diri, karena Xiona ingin menjadi seperti gadis biasa pada umumnya, dia tidak mau memiliki kekuatan yang tidak ingin dia miliki. Sang ayah Xio Zet dan sang ibu Young Ta hanya bisa diam melihat sang putri yang ingin pergi ke kota Z, karena menurut mereka itu yang lebih baik untuk Xiona putrinya.
Xio Zet adalah lelaki yang merupakan ayah dari Xiona Zeta, yang ternyata adalah bangsa serigala, Xio merupakan raja serigala yang sangat di takuti oleh bangsa serigala.
Young Ta adalah perempuan yang merupakan ibu dari Xiona Zeta, dia juga berasal dari bangsa serigala.
Zen Coe adalah seorang pemuda tampan nan gagah, yang ternyata merupakan keturunan dari bangsa vampir, Zen memiliki dua adik yang bernama Cloa dan Cloe. Zen dan kedua adiknya juga mengasingkan diri ke kota Z, karena Zen ingin menikmati hidupnya dan ingin merasakan hal yang berbeda di dunia manusia. Zen mempunyai ayah bernama Zang Co dan ibu yang bernama Yu min.
Cloa adalah seorang gadis cantik dan imut,dia adalah adik dari Zen, dia memiliki saudari kembar yang bernama Cloe.
Cloe adalah gadis yang cantik dan imut, dia adalah adik dari Zen dan Cloa, Cloe merupakan kembaran dari Cloa.
Zang Co adalah ayah dari Zen Coe, Zang Co merupakan raja fampir yang sangat di takuti oleh semua bangsa vampir.
Yu min adalah ibu dari Zen Coe, Cloa dan Cloe, Yu min juga merupakan keturunan dari bangsa vampir.
-------------------------------------------------------
"Ayah Xio, Zeta tidak mau tinggal di sini lagi, Zeta mau pergi tinggal di kota Z, untuk merasakan bagaimana rasanya hidup seperti manusia,Zena bosan dengan semua kebisingan yang selalu terjadi di sini, boleh yah Zeta pergi" ujar Zeta memohon pada sang ayah.
"Tidak sayang,itu bisa berbahaya buat kamu, bangsa vampir pasti akan bisa mendeteksi bahwa kamu bangsa serigala" ujar sang ibu Young Ta.
"Ayolah Bunda, Zeta akan menjaga diri Zeta dengan baik, terus tidak akan ada yang bisa mengetahui Zeta ada di kota Z, jaraknya sangat jauh Bun" ujar Zeta masih dengan memohon.
Sang ayah Xio Zet hanya bisa diam, memikirkan keinginan sang putrinya yang ingin pergi untuk mengasingkan diri, hingga akhirnya Xio mengeluarkan suaranya.
"Baiklah, ayah izinkan kamu pergi, tapi ingat berikan pertanda jika kamu sedang dalam bahaya, kamu harus hati-hati, kamu harus bisa menjaga diri kamu dengan baik di sana!!" ujar sang ayah.
"Suamiku apa yang kamu katakan, aku tidak mau kalo putriku dalam bahaya, bangsa vampir sedang mengincar putriku" ujar young Ta dengan suara setengah membentak kepada Xio Zet.
"Tolong sayang kamu jangan pergi, jangan membahayakan diri kamu sendiri yah, bunda mohon tetaplah disini" ujar young Ta kepada Zeta.
"Bunda ku sayang, Zeta bakalan jaga diri baik-baik" ujar Zeta meyakinkan bundanya.
"Tenang lah istriku, putri kita akan baik-baik di sana, kota Z merupakan tempat yang aman untuk putri kita, kamu tidak mau kan kalo putri kita di culik oleh bangsa vampir??" ujar sang ayah Xio Zet.
"Tapi aku takut" ujar Young Ta dengan suara serak karena menangis.
"Percayalah pada putri kita,dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri" ujar Xio Zet.
"Iyah bunda, percayalah pada ku, aku bakalan bisa menjaga diri ku sendiri" ujarnya.
Berbagai cara Zeta dan Xio untuk meyakinkan Young Ta, untuk mengizinkan Zeta pergi ke kota Z, hingga akhirnya Young Ta mengizinkannya.
Setelah mendapat kan izin dari sang bunda, hari itu juga Zeta langsung berpamitan kepada kedua orang tuanya, untuk pergi ke kota Z.
"Ayah, bunda, Zeta pamit yah"ujar Zeta.
"Iyah sayang jaga dirimu baik-baik di sana"ujar sang bunda young Ta.
"Iyah baik-baik di sana, ini pakailah" ujar sang ayah Xio Zet memberikan cincin permata kepada Zeta.
"Cincin?, Untuk apa ayah??" ujar Zeta.
"Cincin ini bisa melindungi mu dari bangsa vampir, bangsa vampir tidak akan bisa mendeteksi bahwa kamu adalah bangsa serigala" ujar sang ayah Xio Zet.
"Baik lah ayah, Zeta akan selalu memakainya" ujar Zeta
Zeta pun akhirnya memasangkan cincin yang di berikan oleh ayahnya, setelah itu dia langsung pergi dari kediamannya.
-------------------------------------Di lain sisi
"Ayah, Zen pamit untuk pergi ke kota Z, jaga diri ayah baik-baik di sini" ujarnya sambil memeluk sang ayah.
"Ayah, Cloa pamit yah, jaga diri ayah baik-baik disini, jangan memikirkan ku, tenang lah ada kak Zen yang menjagaku" ujar Cloa dengan memeluk ayah nya.
"Iyah ayah, Cloe juga pamit yah" ujarnya sama dengan memeluk sang ayah.
"Bunda, Kami pamit yah" ujar ketiganya dengan memeluk sang bunda.
"Iyah sayang, hati-hati yah, Zen jaga adik-adik mu yah" ujar sang bunda dan di iya kan oleh Zen.
Setelah berpamitan kepada sang ayah dan sang bunda, kini ke tiga saudara itu langsung pergi meninggalkan kediamannya.
Zen, Cloa dan Cloe langsung pergi menuju kota Z tempat tujuannya, mereka tinggal di rumah yang besar dan mewah dengan desain yang terlihat seperti rumah yang ada di tempat kediamannya.
----------------------------------------------
Hari-hari telah di lalui oleh mereka, kini sudah tidak terasa mereka telah menikmati hari-hari nya di dunia manusia selama 1 tahun lamanya, Zeta, Zen,Cloa dan Cloe satu sekolah tapi beda kelas, Zeta dan Zen sama satu kelas sedangkan Cloa dan Cloe beda kelas, Cloa dan Cloe merupakan adik kelas dari Zeta dan Zen, tetapi Zen merupakan murid baru di sekolah nya.
DI SEKOLAH
"Awassss" teriak Zen langsung berlari menghampiri Zeta yang akan tertimpa genteng yang jatuh.
"Brukkk" suara genteng jatuh.
Sedangkan Zeta jatuh bersama Zen yang menolongnya, Zen berada di atas tubuh Zeta untuk melindunginya dari genteng yang jatuh.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Zen, masih di posisi mereka yang jatuh di tanah.
"Aku tidak apa-apa" ujar Zeta.
"Terima kasih sudah menolong ku" tambahnya lagi dan mereka langsung berdiri.
"Kenal kan namaku Zen Coe" ujarnya meyodorkan tangannya pada Zeta.
Zeta akhirnya menerima jabatan tangan dari Zen dan memperkenalkan dirinya juga.
"Aku Zeta"ujar Zeta
"Kamu anak baru yah" tambah Zeta.
"Iyah, kalo kamu" ujar Zen.
"Oh, Iyah aku juga anak baru, tapi udah setengah tahun belajar di sini" ujar Zeta.
"Ya udah ini udah mau masuk jam belajar, kita masuk kelas" tambah Zeta lagi.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk masuk ke kelas,tapi Zen yang belum tau kelarnya dimana menemui guru di kantornya.
Beberapa saat berlalu kini Zen di antar oleh pak Joni untuk menunjukan kelasnya.
Setelah samai kelasnya, pak Joni memperkenalkan Zen pada murid-muridnya.
"Selamat siang anak-anak"ujar pak Joni
"Siang pak"ujar semuanya.
"Ada anak baru di kelas kalian, silakan memperkenalkan diri kamu!" ujar pak Joni.
Zen pun memperkenalkan dirinya kepada siswa dan siswi.
"Perkenalkan nama saya Zen Coe" ujar Zen
"Salam kenal Zen" ujar semuanya.
"Silahkan Zen kamu duduk di kursi sebelahnya Zeta yang kosong!" ujar pak Joni.
Akhirnya Zen duduk di kursi yang kosong di pinggir tempat duduk Zeta.
"Hai Zeta, kita satu kelas yah" ujar Zen dengan tersenyum.
"Iyah" ujar Zeta dengan membalas senyuman Zen.
Seta sangat terpukau dengan senyuman yang di berikan oleh Zen padanya, sungguh membuat Zeta ingin terus memandangnya, hingga tanpa sadar Zeta terus memandang Zen dengan terus tersenyum.
Wajah gagahnya membuat para siswi menyukainya dan di tambah lesung pipi di sebelah kanan yang menambah senyuman nya menjadi manis.
Begitu juga dengan Zen, Zen telah menyukai Zeta, dari awal dia ketemu, saat Zen menolong Zeta dari genteng yang akan menimpa Zeta tadi pagi.
Di lain ruangan kini Cloa dan Cloe sedang mengenalkan dirinya pada semua teman-teman kelasnya.
"Perkenalkan nama ku Cloa dan ini adik saya Cloe, salam kenal kalian" ujarnya dengan ramah.
"Salam kenal juga Cloa dan Cloe" ujar semuanya.
"Baik, Cloa,Cloe kamu duduk di bangku sana yah!" ujar Bu Jani.
"Iyah Bu" jawab keduanya.
Akhirnya kini Cloa dan Cloe memilih tempat duduk yang kosong berada di tengah-tengah.
------------------------------------------------
Hari-hari telah terlewat kini hubungan antara Zeta dan Zen telah menjadi dekat, dan Zen memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada Zeta.
Dimalam hari yang begitu ramai terdapat banyak sekali kendaraan yang berlalu lalang, dan juga orang-orang yang tengah berjalan dengan pasangannya, rembulan yang membentuk setengah lingkaran, dan lampu yang ada di kota berkelap-kelip memancarkan cahaya nya dengan sangat terang, menjadi saksi hubungan keduanya yang akan terjalin dengan hitungan menit.
"Zeta, apakah kau mau menjadi kekasihku?" ujar Zen menghadap ke arah Zeta dengan tangan Zeta yang telah di genggam oleh Zen.
"Iyah, aku mau"ujar Zeta tanpa ragu.
Akhirnya mereka berpelukan, seolah menyalurkan kebahagiaan yang ada pada diri mereka masing-masing.
"Aku mencintaimu" ujar Zeta.
"Aku sangat-sangat mencintaimu" sanggah Zen.
Di sela-sela pelukannya keduanya saling mengatakan cinta yang begitu besar yang terdapat di dalam hati keduanya.
Keduanya merahasiakan identitas asli mereka, bahwa mereka bukanlah manusia.
Hubungan keduanya tidak cukup lama, karena sebuah kenyataan bahwa mereka tidak lah berjodoh.
Malam hancurnya hubungan Zeta dan Zen.
Dilihatnya kini Zen yang sedang mengintai sang mangsa, Zen yang sedang kehausan, dia mengincar seorang gadis yang sedang berjalan di gang sepi, yang hanya terdapat dia dan gadis itu, tapi salah di balik semak-semak, ada seorang gadis lagi yang membuntuti Zen dari belakang.
Gadis itu melihat kedua taring Zen, gadis itu kaget, ternyata kekasihnya selama ini bukan lah seorang manusia yang selama ini ia pikirkan, ternyata kekasih yang dia cintai adalah seorang vampir.
Yang melihat itu adalah Zeta.
Di lain sisi Zen telah mendapatkan mangsanya, Zen sedang menghisap darah di leher wanita yang dia intai.
Zeta merasa pupus sudah harapannya bisa hidup bersama kekasihnya yang merupakan seorang vampir, karena di dalam sejarah bangsa serigala tidak boleh sampai menikah dengan bangsa vampir.
Ke esok kan harinya Zeta meminta bertemu dengan Zen di taman kota dekat rumah nya, Zen pun mengiyakan dan menunggu Zeta datang.
Tidak lama Zeta telah datang, dia langsung menemui Zen, dilihatnya Zen nampak bahagia bertemu dengan Zeta, Zen menampakan senyuman manisnya dengan lesung pipi di sebelah kanan sungguh manis.
Zeta yang melihat senyuman itu sungguh merasakan sedih bahwa hubungan keduanya akan berakhir.
Sedih, itulah yang Zeta rasakan saat ini, betapa sedihnya dia akan berpisah dengan Zen orang yang dia cintai, tapi ini sudah menjadi larang bagi bangsa serigala untuk tidak berhubungan dengan bangsa vampir.
"Zeta sayang" ujar Zen berdiri dan langsung memeluk Zeta.
"Zen, kita udahan ajah yah, kita udah gak cocok" ujar Zeta melepaskan pelukan Zen.
Zen yang mendengar apa yang di katakan oleh Zeta sangat kaget dan senyuman manisnya langsung menyusut.
"Kenapa, apa yang terjadi?"ujar Zen.
"Kita putus"ujar Zeta langsung pergi kembali kerumahnya.
Zen terus diam di tempat mencerna apa yang di katakan oleh Zeta.
Hancur, itu yang bisa menggambatkan perasaan dari keduanya saat ini.
Di rumah, Zeta merasa hancur, dia telah salah mencintai seseorang hingga sedalam ini, dia hancur memutuskan hubungannya dengan Zen.
Hari-hari telah di lewati, Zen selalu meminta penjelasan kenapa Zeta memutuskan hubungannya,apa masalahnya.
Tapi Zeta tidak mengubrisnya, dia selalu diam, sia juga selalu bersikap biasa saja agar Zen tidak tau bahwa dia adalah bangsa serigala.
Keduanya tersiksa atas cinta yang ada dalam hati keduanya, tapi itu keputusan yang baik bagi keduanya, dia adalah bangsa serigala dan vampir yang tidak akan pernah bersatu.
----------SELESAI----------