Pada suatu hari di sebuah kosan khusus untuk lelaki tinggallah 12 orang remaja yang hidup bersama selama kurang lebih satu tahun. Pada suatu hari Doyoung, dia diberi amanah oleh budenya untuk merawat anaknya selama seharian penuh. "Baik baik ya jangan nyusahin unclemu" ucap budenya sembari melepaskan genggaman tangannya dari Rowoon, anaknya. "Eumm" ucap Rowoon dengan mengangguk-anggukkan kepalanya lucu. "Bye bye sayang, mama kerja dulu" mamanya Rowoon melambaikan tangan. Lalu pergi dengan menaiki taxi yang telah dipesannya.
***
"Bang, bisa bantuin gue gak?" Doyoung mendekat ke arah Junkyu yang sedang rebahan di sofa sembari memainkan smartphone miliknya.
"Bantuin apaan? Gue mager ngapa-ngapain." Ucap Junkyu tanpa mengalihkan tatapan dari smartphone miliknya.
"Aelah bang, bantuin gue dong, gue disuruh jaga ni bocah." Junkyu mengalihkan perhatiannya dari ponsel dan melirik Doyoung.
Disebelah Doyoung ada seorang anak kecil yang sangat imut, dengan mata bulat besar yang membuat siapapun yang melihatnya tak ingin jauh darinya.
"Ihhh, gemes banget sihhh kamuuu... Siapa namanya Doy?" Junkyu langsung mendatangi anak lelaki tersebut dan langsung menguyel - nguyel pipinya.
"Dia keponakan gue, namanya Rowoon, orangtuanya baru ada kerjaan yang gak bisa ditinggalin, makanya anaknya di titipin ke gue" jelas Doyoung.
"Rowoon mau nga main sama kak Jun?" Ucap Junkyu kepada anak lelaki tersebut.
"Engga mawu" ucapan Rowoon membuat Junkyu tak patah semangat, Junkyu akan terus membuat Rowoon mau bermain dengannya.
"Rowoon gak mau main sama kak Junkyu? Kan Junkyu itu baik loh, lucu lagi, ntar Rowoon dikasih es Boba sama kak Junkyu" Doyoung berusaha membuat Rowoon mau pergi bermain bersama Junkyu.
Rowoon tampak berpikir sejenak, "emmmmm, mawu. Tapi acu mawunya ec cucu cotelat." Junkyu tersenyum gembira, lalu ia segera keluar untuk membelikan susu coklat untuk Rowoon.
Beberapa saat kemudian Junkyu datang dengan membawa susu coklat di tangannya, lalu ia memberikan susu itu Kepada Rowoon.
"Ini susu coklat pesanan pak bos kecil" Junkyu menyerahkan susu coklat itu kepada Rowoon. Rowoon menerimanya dengan senang hati.
"Jadi sekarang Rowoon mau main sama kak Jun kan?" Tanya Junkyu dan dibalas anggukan oleh Rowoon.
Skip
Doyoung dan Junkyu sekarang sedang menemani Rowoon bermain masak-masakkan. Jadi, ceritanya Doyoung dan Junkyu jadi pembelinya, sedangkan Rowoon jadi penjualnya.
"Aku mau pesan nasi goreng sayur ya" ucap Junkyu kepada Rowoon sang penjual.
"Iya, dicunggu cebental ya kak" ucap Rowoon sembari memotong sayuran.
"Aku juga mau pesen nasi goreng sayur" Doyoung tak mau kalah.
"Cunggu cebental ya kak, maci anteli" Rowoon masih sibuk dengan sayurannya.
"Ini naci golengnya dah jadi" ucap Rowoon kepada Junkyu dan Doyoung.
"Terimakasih koki Rowoon" ucap mereka berdua bersamaaan. Rowoon tersenyum cerah, lalu melanjutkan memotong-motong sayuran lagi.
"Rowoon, kita main ke luar yuk" ajak Doyoung.
"Iya main di luar aja, pasti lebih seru." Tambah Junkyu.
"Emmm, yaudah acu mawu, yuk."
Akhirnya mereka bertiga keluar dan pergi menuju taman di dekat kompleks sekitar sana.
"Kita mau mainan apa nih?" Junkyu mengawali percakapan.
"Cejar - cejaran" Rowoon bersemangat.
"Siapa yang jaga?" Tanya Doyong.
"Uncel doy yang jaga" jawab Rowoon.
"Yaudah. Ayok mulai". Junkyu dan Rowoon langsung berlari menjauhi Doyoung. Sedangkan Doyoung berusaha mengejar mereka berdua.
"Hahahaha, uncel doy gak bica ngejal acu. Hahahaha" Rowoon tertawa sambil ll Rowoon.
Doyoung pun mendatangi Junkyu dan Rowoon. "Mainnya udah yaa, Sekarang kita pulang, pasti kak Junkyu juga udah capek" ucap Doyoung.
"Aaaa, acu mau main lagi, acu gak mawu pulang..." Rengek Rowoon.
"Emm, gimana kalau kita beli ice cream cream aja" Junkyu memberikan ide.
"Tuh liattt ada banyak yang jual ice cream, Rowoon mau yang mana?" Tanya Doyong.
"Acu mawu yang icu, mawu laca cetlobeli" ucapnya sembari menunjuk salah satu penjual ice cream disana.
"Yaudah, yuk kita ke sana." Ucap Doyoung dan langsung membopong tubuh Rowoon, takutnya Rowoon akan berlari kesana-kemari.
Skip rumah
"Woi, dari mana aja ?" -Haruto.
"Weh anak siapa tuh yang Lo bawa?" -Asahi.
"Huuuu, pergi kaga ajak - ajak." -Mashiho.
"Kalo mau pergi tu kasi tau temen yang lain, biar gak pada bingung nyariin" -Jihoon.
"Nah bener tuh kata bang ji, kita dari tadi tu nyariin kalian berdua, eh taunya malah seneng seneng di luar sana." -junghwan.
"Iyaa iyaaaaaa, maapin gue, gue gini - gini ya cuma di ajak sama si Doy buat jagain ponakannya" terang Junkyu.
"Jadi tu bocah ponakan lo Doy?” tanya Sahi.
"Iyee, jadi gue tuh disuruh sama ortunya buat jagain dia, soalnya ortunya baru sibuk." Jelas Doyoung.
"Owalah gitu, tapi kok kaga ngajak kita - kita, malah cuma ngajak Junkyu?" - Jeongwoo.
"Iya nih curang banget, masa cuma bang Jun yang di ajak, Hwan kan juga suka anak kecil" - Junghwan.
"Ya maap, gue waktu balek ke sini yang gue liat cuma Junkyu doang, yaudah gue ajak dia aja" ucap Doyoung.
"Dah lah, yang udah berlalu gak usah di ungkit - ungkit lagi, yang penting kan tu bocah juga masih ada di sini." Lerai Hyunsuk.
"Btw, ponakan lo namanya siapa?" Tanya sahi.
"Nah, kenalin nih ponakan gue yang paling ganteng dan imut, namanya Rowoon." Ucap Doyoung sembari memperlihatkan Rowoon yang berada di sampingnya.
"Hello Rowoon, aku kak Ji" - Jihoon.
"Annyeong Rowoon" -Sahi.
"Haii, kita sama-sama ganteng" - Haruto.
"Allo Rowoon, ishh gemes banget sii, pengen gue makan" - Junghwan.
"Heh, Ngada ada aja, nih ponakan gue ya, awas aja Lo" doyoung tak terima dengan perkataan Junghwan.
"Aelah bang, gitu aja ngambek. Becanda bang, BECANDA"
Semua langsung tertawa terbahak-bahak.
---
"Uncel doy mana? Acu mawu bobo cama uncel Doy" rengek Rowoon ke Jihoon.
"Emm, uncle Doy baru mandi, Rowoon tidur sama uncle Ji aja yaa?" Ucap Jihoon dan dibalas gelengan Rowoon.
"Gak mawuu," Rowoon mulai merengek "mau uncel Doy." Rowoon mulai menangis.
"Cup-cup-cup, masa Rowoon nangis sih? Gak malu diliatin sama uncle - uncle di sini?" Tanya Yoshi.
Rowoon tetap saja menangis, malah tambah keras menangisnya.
"Huwaaaaaa, maw- hiks...wu uncel hiks -Doy, ac hiks -cu mau uncel hiks -Doy. Hikss hiks hiks." Rowoon meronta-ronta, dia sampai berguling-guling di lantai.
"Sayang, cup-cup-cup. Sama uncle Mashi aja yaa." Ucap Mashiho
"Eng-ngak -hiks mawuu hiks" Rowoon terus saja menangis.
"Sini Gending uncle mashi, nanti uncle anter ke uncle Doy" mashiho berusaha menenangkannya.
"B-beneran hiks.." tangis Rowoon mulai berhenti.
"Utututu, gemes banget sih kalo habis nangis kek gini, lucu banget" ucap Mashiho sembari membersihkan bekas air mata di pipi Rowoon.
"Sini-sini peluk uncle" ucap Mashiho. Rowoon pun mendekat ke Mashiho dan disambut pelukan hangat oleh Mashiho.
Kemudian Mashiho menggendong Rowoon. Sedangkan teman-teman yang lain membersihkan tempat yang tadi dijadikan taman bermain untuk Rowoon.
Skip
"Gimana rasanya jadi babysister?" -Junkyu
"Cape sih, tapi seru" -Yoshi
"Lucu banget, jadi pengen punya adek kecil" -Junghwan
"Jadi keinget adek gue" -Sahi
"Jadi kangen sama Ade gue" -Haruto
"Seruuu bangettt" -Jaehyuk
"Jadi pengen punya anak" -Hyunsuk
Sontak semuanya langsung memandang ke arah hyunsuk tengan tatapan tak percaya.
"Bang? Sehat?" Tanya Haruto.
"Wait-wait. Bang lo aja belum nikah bang" ucap Yoshi.
"Stttt.... Kalian diem aja deh, gue kan cuma asal ngomong." jelas Hyunsuk.
"Dah lah, mending kita selesaiin ini dulu" Jihoon menengahi.
Skip
"Doy nih ponakan lo nangis nyariin Lo" ucap Mashiho di depan kamar Doyoung.
"Bentar-bentar gue pake baju dulu" ucap Doyoung dari dalam kamar.
Doyoung membuka pintu dan langsung disambut senyuman milik Rowoon.
"Rowoon habis nangis ya?" Tanya Doyoung.
"Iya, nyariin lo, ngantuk katanya" jawab Mashiho.
"Yaudah sini, sama uncle Doy." Doyoung merentangkan tangannya dan Rowoon langsung meloncat kepelukan Doyoung.
"Yaudah gue nidurin ponakan gue dulu ya" ucap Doyoung.
"Yaudah, gue mau bantuin yang lain buat beresin mainannya Rowoon " ucap Mashiho.
Sepeninggalan Mashiho, Doyoung menutup pintu kamarnya dan membaringkan Rowoon di kasur miliknya.
"Uncel, acu nyancuc" ucap Rowoon yang menahan matanya yang mau terpejam.
"Iyaa, sini uncle peluk" Rowoon mendekatkan tubuhnya ke Doyoung.
Beberapa menit kemudian Rowoon sudah benar-benar terlelap dalam tidurnya, setelah mencium kening Rowoon Doyoung pelan-pelan keluar dari kamar menuju ke ruang tengah.
Diruang tengah semua orang sedang mengobrol dengan memakan camilan yang berada di atas meja.
"Thanks ya semua, dah mau bantu gue buat ngurus ponakan gue." ucap Doyoung kepada teman-temannya.
"Santai aja Doy, kita juga seneng kok, apalagi ponakan lo itu lucu banget, ya gak gaes?" Ucap Yedam dan langsung diangguki oleh teman-temannya.
"Eh si Rowoon di jemput kapan sama ortunya?" Tanya Junkyu.
"Keknya sih ntar malem" jawab Doyoung sedikit ragu.
"Yah, kok cepet banget sih" -Jaehyuk.
"Lah hwan aja belum sempet main ma baby Rowoon" -Junghwan.
"Lah lu sih, malah makan terus, yaa salah siapa?" Balas Jeongwoo.
"Lah Hwan kan laper, ntar kalo gak makan dulu Hwan lemes" elak Junghwan.
"Serah Lo Hwan, Hwan." Ucap jeongwoo.
" Rowoon udah tidur?" -Yoshi.
"Kalo belum ya gue gak bakalan di sini" -Doyoung.
"Dah dah, kalian pasti lapar, yaa kan? Nih gue dah masakin kalian semua" ucap Mashiho sembari meletakkan makanan di atas meja.
"Wihhh, kapan lo masak Mash?" Tanya Haruto.
"Tadi, setelah gue nganterin Rowoon." Ucap Mashiho.
"Oww, yaudah yuk makan dah laper nih" ucap Junghwan dan langsung mendapatkan lirikan dari semua orang.
"Hehehehe, bener kan pada laper?" Ucap Junghwan lagi.
"Iya iya, yuk makan" ajak Mashiho.
Akhirnya setelah mereka menjadi babysister untuk baby Rowoon, mereka mendapat makanan yang dimasak oleh cef tersayang mereka yaitu Mashiho. Mereka semua pun menikmati makanan yang tersedia di atas meja.
Skip sore
"Nah gini kan cakep" ucap Junkyu setelah memandikan Rowoon dan mengganti pakaiannya.
"Bentar lagi Rowoon dijemput sama mama Rowoon" ucap Yedam.
"Acu gak mawu Puyang, acu maunya dicini cama uncel uncel" ucap Rowoon.
"Nanti kasian mamanya Rowoon ditinggal sendirian di rumah, emang Rowoon gak sedih?" Tanya jihoon.
"Mmmm, acu mawunya dicini" Rowoon tetap kekeh tidak mau pulang.
Ting tonggg.....
"Eh bude, ini Rowoonnya dah Doy mandiin"
"Iyaa, makasih ya Doy, yaudah bude mau ambil Rowoon yaa" ucap budenya Doy.
"Sayang, yuk pulang sama mama" ucap ibunya Rowoon.
"Acu gak mawu Puyang maa" rengek Rowoon.
"Kasian uncle mu, pasti Capek jagain kamu" ucap mamanya.
"Aaaa.... Acu gak mawu Puyang... Hiks-hiks " Rowoon menangis lagi.
Akhirnya mamanya menggendongnya dan membawanya pulang kerumahnya.