Cerita ini bermula saat aku duduk di bangku 1 SMA, Kisah cinta yang mungkin tidak aku lupakan.
Abian Kalistiagra, Seorang pria yang membuat ku terpana dengan sifatnya untuk pertama kalinya dan seseorang yang ku cintai sampai detik ini.
Saat itu kebetulan kami berada di satu kelas yang sama, awalnya aku tidak terlalu memperhatikan keberadaannya, tapi setelah beberapa waktu berlalu, sifat dan kepribadian mulai menarik perhatian ku.
Tepatnya saat kami mulai melaksanakan Ujian akhir semester 2 , di saat itu aku duduk di kursi yang tidak jauh darinya. Awalnya aku hanya memperhatikan nya karena bosan dan di saat itulah aku melihat dirinya yang sedang tersenyum sembari bercanda gurau dengan teman, dan tanpa kusadari dia mulai melirik ku, Mungkin dia merasakan ada seseorang yang memperhatikannya.
Saat itu dia melirik ku sembari tersenyum manis dan di saat itu juga, aku memalingkan wajahku dengan cepat, rasanya benar-benar memalukan.
"Ahh kenapa dia harus nengok sih.. "
Ucapku kala itu sambil menahan rasa malu.
Dan setelah kejadian itu kami mulai sedikit dekat, walaupun kami tidak sering mengobrol tetapi kami terkadang di tempatkan di dalam satu kelompok yang sama saat ada tugas kelompok, sifatnya yang sedikit pemalu dan sedikit pendiam membuatku semakin tertarik untuk mendekatinya.
Waktu demi waktu terus berjalan dan rasa suka ku kepada nya semakin besar, tapi hubungan kami masih tetap sama seperti dulu, Mungkin dia tidak memiliki perasaan lebih untuk ku atau entahlah.
Dan yah aku tidak berani untuk menyatakan rasa suka ku kepadanya, aku takut jika Abian mengetahuinya dia akan menjauh dari ku dan menjadi asing. Jadi aku terus memendam perasaan ini selama dua tahun, dan saat kami beranjak naik ke kelas 3 SMA, aku dan Abian berada di kelas yang berbeda.
Rasanya cukup aneh, biasanya kami selalu bertemu saat masih berada di satu kelas yang sama dan kini tidak, tapi aku masih sering kali melihatnya walaupun itu hanya dari jauh.
Sampai detik ini aku masih menyukai nya dan tidak berani untuk menyatakan rasa suka ku kepadanya, mungkin saat kami akan lulus nanti, aku akan memberikan diri untuk menyatakan perasaan ini kepadanya.
Abian Kalistiagra, maaf aku telah lancang mencintaimu.