Membayangkan tentang bagaimana jika ia menikah nantinya , itulah yang sedang dibayangkan oleh seorang gadis itu. Panggil saja dia Syafa , Syafa gadis yang berumur 20tahun itu terus saja membayangkan saat ia menikah nantinya.
"Haduh, jodohku santai banget kamu jemput aku. Nanti pas kamu jemput akunya udah diambil sama orang." Gerutu Syafa
Cklek... Suara pintu terbuka
"Yaampun anak gadis!! Menghayal terus , gaada kerjaan banget kamu ini."
"Aduhh umi jangan marah marah dong , wajar dong mi aku menghayal" Sahut Syafa sambil memegang kedua telinganya
"Wajar apanya , kamu itu baru 20tahun, tapi udah kebelet nikah"
"Hehehe umi tau aja"
"Ampun dah nih anak , Umi bilang sama Abi nanti biar kamu dijodohkan"
"Ihh nda mau mi , nanti jodohnya om om brewokan lagi"
Umi hanya tertawa mendengar jawaban dari anak gadisnya itu.
Beberapa bulan berlalu,sampailah pada saat Syafa berulang tahun yang ke 21tahun.
"Selamat ulang tahun Anak Abi dan Umi" Ucap kedua orang tua Syafa,sambil mengecup kening anak gadis tercinta.
"Hihihi makasih Umi dan Abi sayanggku." Jawab Syafa sambil memeluk keduanya
"Hbd adekku yang kebelet nikah terus"
"Apaan sih bang!!,kamu nah enak udah punya istri,lah..aku ? Calon aja belum ada."
"Hahaha lucu amat sih adekku,nanti Abang jodohin kamu sama temen abang." Jawab Ray dengan gemas sambil memegang pipi adiknya.
"Dih..gak mau!!"
Mereka hanya menertawakan tingkah Syafa yang sangat lucu.
Hari demi hari berlalu,Syafa beraktivitas seperti biasa. Hari ini ia pergi ke pondok pesantren milik keluarganya untuk mengantarkan kue buatannya,karena ada acara disana.
Setibanya disana ia disambut hangat oleh santriwati disana. Mereka senang bertemu dengan Syafa,setelah beberapa bulan ia tak berkunjung ke sana. Disana Syafa sangat terkenal,karena kebaikan hatinya.Syafa terkadang juga sering mengajar santriwati yang ada di sana.
Setelah bersilaturahmi dengan santriwati-santriwati dan mengantarkan kuenya,ia melanjutkan perjalanan nya menuju rumahnya.
Diperjalanan menuju pulang,Syafa singgah ke sebuah minimarket.
"Humm..lapar banget,beli camilan dulu deh."
Saat Syafa sedang mencari-cari camilan, ia tak sengaja menabrak seorang lelaki yang sedang membawa keranjang belanjaan,yang akhirnya terjatuh karena Syafa menabrak nya.
"Duhh,yaampun maaf ya om..tadi saya gakliat, maaf banget om."ucap Syafa sambil menundukkan kepalanya
"Om?,siapa yang om?" Ucap lelaki itu , sambil menatap heran Syafa
"Lah nih orang kenapa dah" gerutu Syafa dalam hatinya
"Tentu saja anda, saya meminta maaf kepada anda" sahut Syafa
"Yaampun saya ini masih muda tolong jangan panggil saya om,itu terasa menyakitkan" ucap lelaki itu panjang kali lebar
"Ha? Oh baiklah , maafkan saya" sahut Syafa dengan komuk wajah yang heran dengan lelaki itu
Setelah Syafa meminta maaf , ia langsung membayar belanjaan ke kasir. Lelaki itu ? Dia pergi begitu saja setelah Syafa meminta maaf.Syafa sudah sampai di rumahnya,setelah sampai ia langsung membersihkan dirinya,lalu berbaring di ranjang.
"Huh..dasar hari ini benar benar membuat ku kesal, karena bertemu lelaki aneh itu." Ucap Syafa dengan nada kekesalan
Malam tiba,ini saatnya makan malam.
"Nak Syafa ayo makan!" Teriak umi , mengetuk pintu kamar Syafa
"Iya umi , nanti Syafa ke meja makan"
Syafa menuju ke meja makan.
"Nak kemari" ajak umi
"Iya mi"
Mereka makan malam bersama,setelah makan malam mereka duduk di ruang keluarga bersama sama.saat mereka sedang asyik mengobrol, tiba tiba Abi datang sepulang dari pengajian.
"Nak Syafa,ada yang ingin Abi bicarakan"
Abi duduk sambil menyeruput secangkir air putih yang telah disediakan.
"Apa bi?"
"Jadi..begini nak , Abi ingin menjodohkan kamu dengan anak teman Abi"
"Apaaaaa!"
Sontak Syafa terkejut dengan apa yang abinya katakan, dijodohkan? Tidaaakk bukan kisah cinta seperti itu yang diinginkan oleh Syafa.
"Loh? Kenapa nak , bukannya kamu bilang ingin segera menikah nak." Tanya Abi dengan polosnya
Mereka tertawa mendengar pertanyaan Abi yang terdengar menggelitik hati
"Ga gitu juga bi,Syafa emang pengen segera menikah,tapi Syafa gamau dijodohkan bi." Rengek Syafa
"Yakin?dia temen abang loh,ganteng , Sholeh,baik hati, pokoknya baik hati deh dan idaman cewe banget sama kayang Abang." Sahut Ray dengan pedenya
"Dih mana ada , kamu kepedean Ray" sahut istrinya Ray
Mereka tertawa lagi karena kelucuan yang dibuat oleh kedua pasutri ini.
"Nak coba kamu pikirkan baik-baik, nak Al ini anaknya baik" jelas umi
"Al?"
"Iya nak , namanya Al" jawab Abi
"Udahlah bi , pertemukan aja dulu mereka nanti juga saling mengenal satu sama lain,dan mungkin mereka nantinya saling suka" sahut umi menjelaskan
"Hemm baiklah , nak Syafa setuju kan?"
"Ikut ajalah bi" jawab Syafa
Satu bulan kemudian,Hari ini adalah hari dimana Syafa dan Al akan saling bertemu.
"Nak Syafa , bersiaplah..kita akan segera berangkat kerumah calonmu nak."
"Yaampun mi,udah calon aja" sahut Syafa sambil membenarkan hijabnya
Setibanya di rumah Al,mereka disambut hangat oleh keluarga Al.
Saat Syafa memasuki rumah itu , ia terpanah dengan suara yang ia dengar, suara yang sangat merdu.
"Suara apa itu umi?" Tanya Syafa
"Itu suara nak Al , dia sedang mengaji nak" jawab umi
"Huh? Merdu sekali" batin Syafa
"Tunggu sebentar ya , bunda panggilkan dulu nak Al" ucap bunda Al
"Iyah , santai aja kak" sahut umi
Tap..tap.. dari tangga terlihat seorang lelaki berambut hitam , kulit putih mulus , wajah yang terlihat tegas dan lembut , dia memakai jas hitam dengan dasi yang rapi sedang berjalan menuju bundanya.
"Itu adalah Al?" Tanya Syafa dalam hati
"Bunda?" Dengan suara lembut Al bertanya kepada bundanya
"Ya nak?" Sahut bunda Al
"Tadi..bunda panggil Al, ada apa?"
"Iya nak , sini duduk dulu" ajak bunda sambil memegang tangan Al agar duduk
Al pun duduk , lalu pandangannya teralihkan dengan orang yang tidak asing baginya.
"Kamu? Kamu yang panggil saya om waktu itu bukan?" Tanya al sambil menoleh kearah Syafa
"kamu!!!" Syafa berdiri
"Kamu kan orang yang aneh itu!!" Syafa kaget , ternyata itu adalah orang aneh di minimarket
"Aduh nak,kenapa teriak-teriak? Ayo duduk dulu" ucap umi
"Umi,dia itu orang aneh di minimarket" sahut Syafa
"Orang aneh? Kamu panggil saya orang aneh ? "
Melihat situasi yang tidak bagus , bunda Al dan umi Syafa langsung mengambil tindakan.
"Anak-anak sudah , jangan berdebat" ucap umi Syafa dan bunda Al
"Iya kalian ini jangan berdebat seperti itu,nanti tidak mungkin kan di pelaminan seperti itu" jelas bunda Al
"Pelaminan!" Sahut mereka berdua bersamaan
Mereka kaget, apa-apaan itu "pelaminan?" . Sesaat mereka berpikir, jangan jangan mereka dijodohkan.
"Hemm iyaa, kalian kami jodohkan"
Jawab umi Syafa
"Loh mi? Syafa gamau sama dia mi" rengek Syafa
"Nak Al gimana ? " Tanya Umi Syafa
"Kalau semisalnya ini memang yang terbaik , Al ikut saja" jelas Al
Sebenarnya ia tak mau , tapi dia tidak mungkin membantah keputusan orang tuanya.apapun itu jika itu memang terbaik baginya , Al akan menurutinya.
"Nak Syafa bagaimana?" Tanya bunda Al
Syafa berpikir "aku rasa tak ada salahnya menerimanya, mungkin dia cukup baik" batin Syafa
"Syafa ikut saja bun"
Syafa dan Al memang disuruh memanggil umi Syafa dengan sebutan yang sama , begitupun sebaliknya dengan Syafa.
Akhirnya setelah mereka berdua saling menerima satu sama lain,kedua keluarga besar bertemu dan saling menentukan tanggal ijan kabul mereka.
Sebulan setelah pertemuan kedua keluarga besar,mereka akan segerah sah dalam ikatan suci.
Langkah kaki seorang perempuan mulai terdengar.indahnya seorang Syafa begitu memabukkan hati, gaun putih panjang yang terbalut di tubuhnya ,dengan hijab syar'i yang dihiasi permata yang berkilau, mahkota diatas hijabnya yang mewah membuat semua orang terpana dengannya.
Begitupun dengan Al yang sangat terlihat tampan dan gagah sedang menuju ke pelaminan.
"Mereka benar-benar pasangan yang serasi" ucap orang orang
Beberapa saat kemudian,seperti mimpi ternyata kedua orang itu sudah sah menjadi suami istri.pernikahan yang diiringi dengan kebahagiaan serta tangis haru.
"Kita memang tidak tahu jodoh kita
siapa dan dimana , jodoh akan datang
sendiri tanpa di kita tahu.jadi
bersabarlah dan persiapkanlah diri
karena kita tidak tahu apa yang ada di
depan kita."
~TAMAT~
Note: •makasih buat yang udh baca , maaf kalau ada kesalahan ya🙈
Terimakasih (´∩。• ᵕ •。∩`)