Siapa yang datang
"Halo ibu, aku lagi di rumah sakit. Alfa dari kemarin muntah muntah terus" kata ku sambil menelfon ibu.
" Sekarang, kamu di rumah sakit mana?"
" Aku lagi di rumah sakit xxx yang ada di jalan jendral sudirman".
" Apa!!! Kamu yakin memasukkan alfa ke rumah sakit itu ( katanya sambil terheran)?.
" Iya bu aku yakin.
" Ya sudah, besok ibu datang bersama ayah dan kakek"
"Iya bu"
"Kalau ada apa apa, langsung telfon ibu"
"Iya ibu ku sayang (kata ku sambil
terkekeh)"
Sore berganti malam begitupun suasana di rumah sakit ini,dari banyak nya orang yang berlalu lalang di luar, sampai tidak ada.
Mencekam itu lah ku rasakan. Untung nya anak ku alfa nggak terlalu rewel malam ini..
ku liat cairan infus anak ku tinggal sedikit, ku bangun kan pak suami untuk menjaga alfa sebentar.
" Pah,pah. Bangun, mama mau ke ruangan perawat dulu. Cairan infus alfa sudah mau habis"
" ( sambil menguap dan mengucek kucek mata) iya mah, cepat yah mah. Papa ngantuk banget nih.
"Iya Papah"
Baru mau buka pintu seseorang telah memanggil ku.
Ibu, kalau mau buka pintu jangan lupa ucap salam ya ibu dan kalau dengar sesuatu nggah usah di hiraukan jalan aja,takutnya mereka mengganggu ibu ( kata mbak yang di kamar sebelah)
(Di rumahan sakit ini 1 rungan 5 kamar, dan setiap kamar di bentang tirai yang panjang) .
Aku pun membalasnya dengan tersenyum ( iya mbak).
Baru satu langkah aku keluar dari ruangan, suasana di Koridor rumah sakit sangat aneh.
Aku mengucapkan salam di setiap melangkah, dan tak lupa juga aku mengucapkan ayat suci Al-Quran.
(Aku berkata dalam hati, kok suasana begini, berbeda dengan tadi sore).
Aku berjalan dengan hati hati, sesampai nya di tangga aku melihat perawat lagi duduk dekat dengan tangga. Aku pun menyapa nya.
Malam mbak, kok mbak sendiri an di luar, Teman-teman nya mana mbak.
Dia hanya menunjukkan satu ruangan. Yang entah apa maksudnya. Bukannya ruangan perawat ada di kanan yaa, kok dia menunjuk ke arah kiri, bukannya ruangan sebelah kiri ruangan mayat yahh kata ku. Ku liat bibirnya terangkat, mungkin lagi senyum.
Aku Hanya berpikir positif, mungkin lagi nungguin temannya yang lagi observasi.
Ya sudah kak, aku pamit dulu kak.
Aku setengah berlari ke ruangan perawat.
Sesampainya di ruangan perawat.
Aku mengetuk pintu, dan mengucapkan salam. Hingga akhirnya ada satu perawat membuka pintu. Dia heran liat aku yang hanya sendiri ke ruangan ini.
Tanpa basa basi aku pun menanyakan tujuan ku.
Mbak, cairan infus anak ku mau habis.
Kalau boleh tau di ruangan mana?
, di ruangan cempaka no 12.
Di pun heran kembali mendengar perkataan aku.
Iya nanti saya ke ruangannya mba yah.
Iya mbak. Terima kasih.
Aku pun kembali ke ruangan anak ku di rawat.
Entah mengapa suasananya lebih mencekam, dari yang tadi. Aku mendengar suara anak anak bermain, dan berlarian di dalam ruangan .
Aku juga mendengar suara tangisan yang sangat menyeramkan di bawah tangga.
Kok kayak ada yang ngikutin dari tadi ya, bulu kuduk ku berdiri pada saat mau aku berbalik.
Aku nggak menemukan siapa pun itu..
aku mendengar suara lemparan batu, aku pergi me ngecek asal suara itu, setelah sampai di arah suara itu, tiba suara itu menghilang secara misterius, aku pun berpikiran positif mungkin orang iseng melempar.
Aku kembali ke ruangan dengan was was, entah mengapa perasan ku menjadi tidak enak, dan benar saja di ujung jalan aku melihat sosok perempuan dengan pakaian aneh yang sangat kotor, dengan muka yang hancur dengan penuh belatung sedang tersenyum kepada ku. Aku mematung dalam sekejap, seluruh tubuh ku tidak bisa di gerakkan, perlahan wanita itu mendekat dengan kaki yang tertatih Tati kepada ku. Ya Allah kenapa tubuh ku tidak bisa di gerakkan, aku pun menangis sambil mengucapkan ayat suci Al-Quran, hingga ada yang menepuk punggung ku, aku pun menoleh dan nyaris teriak.
Ternyata perawat. Ibu ngapain berdiri sini, bahaya loh bu.
Kami pun berjalan ke ruangan anak ku, perawat itu pun memberi pesan kepada ku, ibu nanti kalau masuk jam 11 atau 12 usahakan putar ayat suci Al-Quran, ibu kayaknya sudah di incar.
"Hati hati bu" Ucap suster pergi
Aku ingin bertanya, tapi aku urungkan, besok aja deh aku tanyakan.
kami pun masuk ke ruangan sambil mengucapkan salam.
Mbak tadi aku liat teman mbak lagi nangis di bawa tangga.
Dia kayaknya lagi sedih mbak.
Mereka melihat satu sama lain dan perawat itu pun ngomong ke saya, kayaknya kamu akan selamat ini malam, mungkin dia yang menyelamatkan kamu.
Setelah mengganti cairan infus para suster pun keluar dari ruangan.
Banyak macam pertanyaan di kepala ku, membuat kepala ku pun pusing.
Aku mendengar mereka berlari ke arah bawa. Apa mereka takutkan, bukannya mereka sudah terbiasa disini. Kata ku saat mau baring.
Sekitar jam 12 malam, aku merasakan hawa pasan yang aneh, aku memutar ayat suci Al-Quran sesuai yang disarankan perawat tadi. Secara perlahan hawa panas itu berubah kembali.
Aku mendengar seseorang berjalan mondar mandir di depan ruangan. Aku pun mengintip dari jendela, ku buka perlahan kain gorden ku buka dan anehnya aku tidak melihat siapa di depan ruangan. Hampir satu jam suara itu aku dengar. Hingga jam 12 lewat aku melihat seseorang membuka pintu ruangan.
Aku membuka kain pembatas dan yang aku liat hanya seseorang berbadan besar muka yang sangat menyeramkan bersama perawat yang aku liat di bawah tangga. mereka membuka satu persatu kain pembatas. Entah apa yang mereka cari. Hingga mereka sampai di kamar sebelah anak ku. Ku liat mereka sedang menjilat muka pasien yaang sedang sakit dan bahkan yang sedang menjaga pasian, saat itu aku syok.
Allah semoga mereka nggak masuk ke sini.
Aku masih melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan, kulihat perawat itu melihat ku dan tersenyum, buru buru aku menutup kain pembatas tersebut.
Ku lihat mereka berada di depan kamar, aku mengucapkan ayat suci Al-Quran, dan ternyata mereka melewati kamar anak ku. Aku berucap.
Alhamdulillah, the power of ayat suci Al-Quran..
ku intip mereka dari dari jendela. Dan ternyata mereka ke ruangan sebelah.
Ya Allah rumah sakit apa ini. Belum sempat aku menutup gorden jendela.
Aku melihat muka yang menempel di atas jendela dengan rambut yang sangat panjang.
Aku tentu syok melihatnya, muka yang hancur dan penuh dengan ulat dan darah di mana mana yang aku liat tadi di ujuk ruangan..
Aku mematung lagi melihat sosoknya itu dan suara nya menggema di seluruh ruangan ini.
Badan ku kembali nggak bisa di gerakan, aku tutup mata dan mengucapkan ayat al Quran akhirnya badan ku bisa bergerak.
Aku ingin teriak, tapi ku urungkan takutnya membangunkan pasian yang lagi tidur, aku langsung pergi ke tempat tidur anak ku.
Ku coba pejamkan mata tapi tidak bisa
Hingga pagi menjelang. Akhirnya ibu aku pun datang, dan ku ceritakan kejadian semalam kepada keluarga aku. Akhirnya kami memutuskan untuk pindak ke rumah lain. Sebelum pindah, ku liat wanita semalam tersenyum melihat ku, aku segera pergi dari tempat itu. Sebelum pergi dari tempat itu, aku bertanya maksud dari perkataan semalam, dan perawat itu mengatakan, kalau yang aku liat semalam adalah mahluk penunggu di sini, dan perawat yang kamu liat ada lah perawat yang pernah bekerja di sini dan sosok yang menyeramkan kamu liat, adalah mahluk lainnya yang mengingin kan tumbal, ibu beruntung sosok perawat itu mau menyelamatkan ibu. Ya sudah saya tugas dulu bu. .
Dan benar saja kamar samping anak ku di rawat tiba tiba meninggal. Antara percaya dan tidak. Mungkin hanya Allah yang tau.