Apakah kamu pernah berpikir untuk berteman dengan seseorang dari bangsa lain? Persahabatan yang tidak dibatasi oleh perbedaan dan status sosial.
Hubungan persahabatan mungkin saja adalah hubungan yang paling indah dan paling awet bagi sesama manusia. Meskipun tidak semua orang dapat menciptakan hubungan yang erat dan dalam dengan sesamanya, apalagi secara online.
Namun, beginilah cerita persahabatan indah Tiffany Winarto (Indonesia), Nathan Nam (Korea Selatan), dan Eun Soo (China - Korea Selatan)..
Di suatu siang pada akhir pekan.. (pembicaraan dalam bahasa Inggris)
"Aku sudah online. Kalian dimana?" ucap Tiffany, seorang gadis berambut kehitaman panjang di hadapan layar laptopnya.
"Sebentar~~" jawab sebuah suara gadis yang belum nampak di layar.
"Baik, cepatlah sedikit Eun Soo." pinta Tiffany, dengan nada suara yang sedikit tidak sabar.
"Hmm.. mengapa kamu semangat sekali, Tifa?" ucap seorang pemuda yang kemudian muncul di layar laptop.
"Ah, Jong Hyun oppa. Bagaimana kondisimu hari ini?" balas Tiffany santai, namun terdengar bersemangat.
"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir. Setelah tidur nyenyak semalam dan sarapan, aku sudah tidak masuk angin." kata Nam Jong Hyun, yang juga akrab dipanggil Nathan.
"Baiklah. Kalau begitu, yuk cepat berdiskusi, supaya oppa dapat makan siang dengan teratur dan tepat waktu." tegas Tiffany.
"Hahaha. Bukan hanya aku, kalian juga harus makan dan menjaga kesehatan dengan baik. Mengerti?" kata Jong Hyun dengan sedikit heran dan gemas oleh perkataan Tiffany.
"Ok, ok. Yang penting kita segera mulai, lalu makan siang dan berbicara lagi. Dasar Eun Soo.. dari tadi tidak terlihat batang hidungnya." gerutu Tiffany.
"Benar juga. Eun Soo-ya, cepat muncul!" seru Jong Hyun dengan sedikit tersenyum gemas.
"Ya oppa~" jawab Eun Soo centil.
"Ah, apaan sih gadis ini! Ayo cepat sedikit, dong!" sentak Tiffany, mulai kesal.
Mendengar sentakan Tiffany, Eun Soo sedikit terkejut dan tidak sengaja sosoknya nampak di layar laptop.
"Eun Soo-ya. Sedang apa kamu?" kata Jong Hyun dalam bahasa Korea.
DEG
Eun Soo terkejut karena sosoknya tertangkap basah oleh para sahabatnya di layar panggilan video.
"Choi Eun Soo!" seru Tiffany kesal, karena Eun Soo malah bersembunyi lagi.
"Eun Soo-ya. Kamu kenapa? Ada masalah?" ucap Jong Hyun lagi.
Eun Soo terdiam sejenak, kemudian menjawab dalam bahasa Korea; "Rambutku.. sial.."
"Apa katamu? Kamu baru saja mengatakan perkataan kotor, bukan?" geram Tiffany.
"Bukan! Aku tidak berkata seperti itu." protes Eun Soo.
"Tenang Tifa, dia baru saja berkata sesuatu mengenai rambutnya." kata Jong Hyun menenangkan kedua gadis bersahabat itu.
"Rambut? Memangnya rambutmu kenapa, Eun Soo-ya?" tanya Tiffany, semakin penasaran.
"Rambutku tadi tersangkut pada pengering rambut.. kukira aku akan botak.. huhu." rengek Eun Soo dengan sedikit pilu.
Mendengar itu kedua teman Eun Soo terdiam sejenak, lalu berkata secara bersamaan dalam bahasa Korea yang familiar; "Eun Soo-ya, gwaenchana*?" (Apakah kamu tidak apa-apa?)
"Tentu saja aku merasa kesal dan sedih.. rambutku yang indah dan berharga..!" rengek Eun Soo seperti anak kecil.
Tanpa sadar dan secara natural kedua teman Eun Soo tertawa kecil, kemudian keduanya mulai menghibur Eun Soo.
"Maaf, Eun Soo. Aku tidak tahu dari tadi kamu menyembunyikan rambutmu. Tidak perlu malu karena hal seperti itu. Bukankah kita bertiga adalah sahabat?" kata Tiffany, mulai memahami situasi sahabatnya.
"Eun Soo-ya, coba perlihatkan rambutmu. Mungkin oppa bisa membantu." kata Jong Hyun, dengan suara maskulinnya yang selalu terdengar hangat dan bersahabat, kembali dalam bahasa Inggris.
Akhirnya, Eun Soo mulai menunjukkan rambutnya secara perlahan. Rambut pendek sebahu pirang kecoklatan miliknya terlihat sedikit tidak simetris pada sisi kiri, namun wajah murungnya lebih membuat kedua sahabatnya merasa prihatin.
"Ah.. tidak parah kok. Sisirlah rambutmu sebentar, lalu kemarilah. Jangan pikirkan apapun, ayo kita membicarakan hal-hal yang positif dan menyenangkan. Bukankah diskusi kita kali ini adalah mengenai rencana berwisata dan bertemu secara langsung untuk pertama kalinya setelah pandemi corona benar-benar hilang?" kata Jong Hyun dengan riang dan sabar.
Perkataan itu didengarkan oleh Eun Soo. Perasaannya menjadi lebih tenang, lalu mereka pun mulai berdiskusi. Ketiganya baru saja memutuskan untuk melakukan panggilan video semenjak sepekan yang lalu. Kali ini adalah kedua kali bagi mereka melihat satu sama lain pada layar laptop mereka masing-masing.
Sekitar satu atau dua jam kemudian, mereka pun berhenti berbicara dan makan siang. Namun, karena perbedaan waktu Korea Selatan dan Indonesia, yakni 2 jam, Tiffany baru saja hendak menyantap sarapan pagi harinya.
Mereka menghabiskan waktu selama beberapa saat lagi, kemudian hendak menyudahi panggilan video, karena tidak ingin terlalu berlama-lama.
"Tunggu!" seru Eun Soo tiba-tiba.
Secara spontan, kedua sahabatnya langsung berbalik dan bertanya; "Ada apa?"
"Hmm.. itu.. bukankah sebelumnya aku pernah berkata bahwa aku bukanlah keturunan Korea? Apakah kalian tidak pernah merasa penasaran akan nama asliku?" ucap Eun Soo, sedikit kurang bersemangat.
"Hahaha. Tentu saja kami penasaran! Cepat beritahu kami, Eun Soo-ya." balas Tiffany dengan tawa yang akrab.
"Benar. Katakanlah, kami sudah penasaran semenjak pertama kali mengenalmu." kata Jong Hyun sambil terkekeh.
"Hmm.. baiklah. Jangan tertawa.. namaku adalah Xu Yue Ping." kata Eun Soo.
Keduanya hanya mengangguk secara spontan dengan cengiran.
"Mengapa reaksi kalian berdua hanya seperti itu? Apakah kalian tidak menyukai namaku?" kata Eun Soo dengan sedikit cemberut.
"Bukan, bukan begitu. Namamu benar-benar indah, hingga kami tidak dapat berkata-kata." kata Tiffany.
"Hmm.. apakah namaku terlalu sulit untuk diingat? Kalian pasti tidak suka namaku, bukan?" kata Eun Soo, semakin cemberut.
"Aigoo*.. (astaga), untuk apa kamu memikirkan hal-hal sepele seperti pemikiran orang lain terhadapmu, Eun Soo-ya? Sudah, jangan murung lagi. Semangat, semoga harimu baik." kata Jong Hyun seperti biasa dalam mengakhiri pembicaraan dengan siapapun.
"Baiklah.." ucap Eun Soo pelan.
"Eun Soo-ya. Namamu bagus. Hanya saja, kami tidak mengerti bahasa Mandarin, jadi sebutan namamu tadi tidak terlalu kami pahami.. maaf ya." jelas Jong Hyun, dengan senyuman tampan dan bersahabatnya.
Akhirnya, Eun Soo pun kembali bersemangat dan tersenyum senang. Melihat senyuman Eun Soo, baik Tiffany maupun Jong Hyun membalas senyuman itu dengan senyuman yang sama hangatnya.
Begitulah. Pada akhir pekan kali ini pun ketiga orang bersahabat ini amat menikmati kebersamaan dan kedekatan mereka.
Mereka hanya berharap pandemi corona akan segera berakhir, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk berwisata, bertemu secara langsung, dan menghabiskan waktu bersama dengan bahagia.