Berulang kali aku menulis harap pada setiap jejak abjad yang tersusun; dari segala keinginan yang sudah beberapa kupatahkan—aku masih menyimpan satu angan berharap kau dapat mengumpulkan serpihan dari setiap impian.
Jangan membuat luka-luka ini tergores tanpa makna, jangan membuat tangis-tangis yang meluruh ini jatuh sia-sia, jangan membuat aku menyesal telah melepaskanmu hari itu. Bayarlah semua keterpurukanku dengan kebahagiaanmu; dengan kebaikanmu menjalani hari-hari tanpa aku—kau berjanji untuk itu.
Dari sekian banyak yang memahami, kau yang paling mengerti; aku tidak pernah senang melihatmu kalah dengan keadaan. Entah saat dahulu aku masih menjadi teman ceritamu, atau kini; sebagai seseorang yang diam-diam mencari tahu kabarmu.
Sesakit apapun aku menyaksikan kau memenangkan perpisahan kita—dengan menemukan hati lain untuk diisi; kebenarannya tetap lebih pedih saat aku melihatmu tidak baik-baik saja.
Maka, tolong. Hiduplah dengan sebaik-baiknya, bertemulah dengan orang-orang yang mampu menciptakan tawa; bahagialah agar hancur-hancurku tak sia-sia.