Percaya atau tidaknya kita tentang time traveling itu kembali lagi ke personal masing masing, namun bagi saya itu bukan sesuatu yang mustahil, sudah banyak fakta di depan kita bahwa sesuatu yang dulunya dianggap tabu kini sudah diciptakan, begitu juga halnya dengan Time Traveling.
2090, Mahasiswa asal jepang menemukan solusi tentang kenyataan Time Traveling, lebih tepatnya lagi mesin yang memaksa otak mengulang rekaman melalui pikiran dan mata yang menjadi lensa otak sebagai kamera, karena ia sudah mencoba mencoba sendiri kembali ke masa lalu menemui Andreas vandert, dan itu berhasil, bahkan ia mempunyai gambar dirinya bersama Andreas vandert, gambar yang sulit untuk ditiru dan membingungkan banyak ilmuan.
Pada tahun 1759, Andreas vandert asal Belanda ilmuan yang pertama kali meneliti Ruang waktu, ia membenarkan adanya ruang waktu yang bisa membuat kita pergi ke masalalu, teori teorinya yang kini dijadikan patokan oleh Tokio dalam meneruskan kegilaan Andreas dalam memecahkan teka teki ruang waktu.
Tokio yamaguchi, mahasiswa genius yang mempercayai adanya ruang kembali kemasa lalu, dengan ilmu dan kegilaan pemikirannya ia membuat mesin Time Traveler, ia menghabiskan waktu kurang lebih 7 tahun hanya untuk membuat teori, meneliti lalu mengumpulkan data-data untuk membuat sebuah mesin yang ia beri nama : (Holrex29.0).
Tokio tidak sendiri dalam melakukannya, ia dibantu oleh sahabatnya Gin, mereka menghabiskan waktu lebih dari 5 tahun bersama sama dalam merancang serta membuktikan hasil pemikiran mereka berdua.
"Shin, kau sudah mengumpulkan data datanya?"tanya Tokio.
"Tentu saja, namun itu belum cukup."balas Gin.
"Maksudmu?".tanya Tokio serius.
"Aku masih harus mengumpulkan beberapa informasi lagi."balas Gin.
"Oh baiklah, kuserahkan itu padamu."balas Tokio pergi meninggalkan Gin yang sibuk dengan laptopnya.
Tokio sudah mencapai batasnya, ia mulai tidak sabar untuk menguji mesin yang sudah ia buat 1 tahun yang lalu bersama Gin, Tokio adalah pencetus ide gila itu, dia ia juga menjadi orang yang mempunyai kendali penuh atas itu.
******
20 Mei 2090.
Percobaan pertama.
Malam itu Tokio dan Gin sudah berkumpul untuk menguji mesin buatan mereka, untuk pertama kalinya Tokio merasa lebih dari bersemangat, ia mulai berbaring di dalam mesin yang berbentuk peti, mesin itu 90% dari besi serta alat alat lainya yang mendukung kelancaran jalannya operasi pengujian tersebut.
"Kau sudah siap."tanya Gin gugup.
"Aku tidak pernah merasa sesiap ini, lakukan lah."balas Tokio tersenyum gugup bercampur senang.
Gin menyalakan semua alat pembantu, ia mulai bermain dengan laptopnya, saat semua alat menyala dan siap beroprasi, Gin menekan tombol ON pada salah satu alat di kepala Tokio, setelah 5 menit berjalan Gin kaget melihat reaksi tubuh Tokio yang bergetar hebat dan mengejang, Tokio tampak menahan sakit, wajahnya memerah dan semua uratnya mulai membengkak mengeras, Gin yang panik langsung menghentikan mesin itu, Tokio tampak terengap engap setelah lepas dari mesin yang ia ciptakan sendiri.
"Kau tidak apa apa?"tanya Gin panik.
"Ya aku baik baik saja, namun ini terlalu kasar."balas Tokio menatap Gin serius.
"Kita harus membuatnya beroprasi lebih lembut."ucap Tokio masih dengan nafas gentingnya.
Tokio menceritakan semua kepada Gin, tentang apa yang ia lihat dan apa yang ia rasakan, mereka tampak serius, karena Tokio memang sudah melihat putaran waktu yang berputar arah dari kanan ke kiri, namun ia mengatakan tekanan mesin itu terlalu menyakitkan, otaknya terasa ingin pecah, beruntunglah ia karena Gin cepat, telat 15 detik saja Tokio tewas termakan waktu gelap.
Bulan berganti bulan mereka memperbaharui mesin waktu itu, mereka juga mengubah namanya menjadi (GCI30.0) sebagai sejarah pergantian nama mesin waktu yang Tokio anggap bukanlah hanya teori melainkan sebuah fakta yang harus diakui dunia
*****
13 December 2090.
Percobaan kedua.
Seperti sebelumnya, percobaan kedua ini dilakukan saat tengah malam, Tokio sudah berbaring, bersiap untuk percobaan kedua, Gin menyalakan mesinnya.
"Kau siap kawan."tanya Gin semangat.
"Let's gooooo."balas Tokio lebih bersemamgat.
Percobaan sudah berjalan hampir 10 menit, tidak seperti percobaan pertama, kali ini Tokio tampak nyaman berbaring dengan santai, Gin melihat monitor untuk mengecek keadaan Tokio yang memang tampak normal.
Sementara itu, Tokio sudah masuk kedalam ruang penuh warna yang berputar, ia melihat jam yang berputar mundur sangat cepat, ia tertegun melihat seisi ruangan warna itu yang juga berputar tanpa membuatnya pusing, jarum jam raksasa itu terus berputar hingga akhirnya berhenti, tampaklah pemandangan hutan lebat, ia heran dan berkata kepada Gin.
"Gin kau disana?"tanya Tokio.
"Ya aku disini, apakah berhasil?"ucap Gin balik bertanya.
"Haha kau tidak akan percaya ini."balas Tokip sangat senang.
"Benarkah."balas Gin terharu dengan hasil selama 5 tahun bersama Tokio melewati hari menciptakan fakta yang terlupakan.
"Haha, ini luar biasa Gin."ucap Tokio sambil tersenyum bahagia.
Gin tidak menjawabnya, ia terlalu bahagia dengan keberhasilan mereka berdua sehingga ia melompat lompat girang dan berteriak sesuka hatinya.
"Baiklah, bisakah kau lihat di monitor tahun berapa itu."ucap Tokio, Gin langsung memeriksa monitor untuk mengontrol otak Tokio dan berkata.
"1819."ucap Gin.
"Bisakah kau mundurkan lagi, antar aku ke tahun 1759."ucap Tokio.
Tanpa menjawab Gin mulai bermain dengan laptopnya dan selesai.
"Sudah, kau akan menuju tahun 1759, dalam beberapa detik."ucap Gin.
Tokio memastikan, tentang apa yang ia lihat, perubahan bangunan serta tempat tempat yang muncul lalu hilang berganti bangunan gedung lama, suasana yang berganti ganti, lalu setelah itu jam raksasa berhenti lagi dan ia lihat dengan jelas pemandangan kota london tahun 1759.
"Helloworld."ucap Tokio tersenyum gembira.
Ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruangan warna itu, ia telah sudah berada di tengah tengah kota tanpa ada yang menyadari kemunculannya di tengah keramaian, ia memastikan sekali lagi tentang apa yang ia lihat bukanlah sebuah imajinasi, ini nyata ia menginjak tahun itu, tahun yang dimana isinya dipenuhi oleh orang orang gila dengan teori tentang masa depan.
"Gin, ini sangat luar biasa."ucap Tokio.
"Kau bisa menggunakan barang barang yang kau tidak."tanya Gin penasaran.
"Kurasa iya, namun disini tidak ada signal."ucap Tokio melihat smartphone nya."balas Tokio.
"Tapi itu bepungsi bukan, jika iya maka ambillah gambar, lalu kirim ke surelku melalui pusat telekomunikasi disana."ucap Gin.
"Baiklah."ucap Tokio, ia memotret pemandangan kota tua yang ramai, serta benteng beton pertahanan kota London dan beberapa monumen serta ikon ciri khas London.
Setelah selesai, ia melanjutkan pertualangannya mencari Andreas vandert untuk memberitahu kakek tua itu tentang kebenaran semua teorinya.
"Gin, aku menemukan rumahnya."ucap Tokio senang.
"Baiklah, tanyakan apa yang kuberitahukan kemarin."ucap Gin, ia bertanya tentang paras putri tunggal Andreas vandert, Nona Velina vandertcrutch.
Tokio mendekati rumah besar kuno khas jaman dahulu, ia mulai mengetuk dan akhirnya ia langsung bertemu dengan Profesor Andreas vandert.
"Kau mencari siapa."ucap Andreas.
"Aku mencarimu Tuan Andreas vandert."balas Tokio girang, sementara Profesor itu hanya diam dan tampak kebingungan.
"Masuklah."ucap Andreas.
Diruang tamu mereka duduk berhadapan, tanpa aba aba Tokio melepaskan jubahnya yang menutupi baju modernnya, Profesor itu melihat Tokio dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
"Siapa kau?, aku tidak mengenalmu."ucap Andreas masih memperhatikan Tokio.
"Aku, Tokio. aku berasal dari Japan, dan aku penggemarmu."ucap Tokio tersenyum, namun itu membuat Andreas tambah kebingungan.
Tokio tersenyum, ia mengeluarkan dompet menjejerkan tanda pegenalnya, dan ia juga meletak Smartphonenya di meja, tampaklah sepasang mata yang tidak berkedip melihat barang barang itu dan sesekali melirik Tokio.
"Apa ini aku tidak mengerti."ucap Andreas bingung.
Tokio tidak menjawabnya, ia mengeluarkan buku dan meletakannya di atas meja, seketika raut wajah andreas berubah kaget, ia memegang buku yang sangat ia kenali itu, itu buku catatan Andreas tentang semua teorinya, buku yang di dapat Tokio dari kakeknya yang masih tersimpan tanpa cacat.
"Aku dari masa depan, tepatnya aku berasal dari tahun modern 2090."ucap Tokio mengagetkan Andreas matanya berkaca kaca, tak percaya namun itu nyata.
"Bagaimana bisa?"tanya Andreas bingung.
"Dijamanku itu semuanya sudah serba digital dan sangat canggih, aku membuat sebuah mesin untuk membuktikan teori teorimu.
Seketika air mata kakek tua itu mengalir tak terbendung, ia memeluk erat Tokio dan berterimakasih karena percaya teori teori gilanya, mereka berbincang bincang banyak hal, Tokio mengajaknya berfoto, dan itu membuat Andreas takjub dengan alat canggih yang digenggaman Tokio.
"Waktuku sudah tidak banyak, aku masih harus pergi mencari pusat telekomunikasi untuk mengirim surel kepada temanku."ucap Tokio, Andreas memanggil Anaknya, Velina ternyata wanita itu sangat cantik.
"Kau pergilah, beritahu dia gedung pusat telekomunikasi."ucap Andreas memerintah anak gadisnya itu.
Tanpa membantah Velina menemani Tokio, mereka berbincang bincang, Tokio mengeluarkan Smartphonenya dan menunjukan foto Gin.
"Nona vandert lihatlah ini."ucap Tokio.
"Siapa dia."tanya Velina.
"Dia adalah lelaki dari masa depan yang sangat mengagumi kecantikanmu."balas Tokio tersenyum, Velina bingung namun ia meraba foto itu tampak kagum dengan sosok Gin yang tampak begitu tampan melebihi ketampanan Tokio.
Namun didalam hati wanita itu sangat bingung, apa lagi benda itu sangat aneh baginya yang baru pertama melihatnya, Tokio mengambil foto mereka berdua untuk mengerjai Gin di masa depan.
Setelah sampai di kantor pusat itu Tokio langsung berlari masuk kedalam ditemani oleh Velina, mereka mulai meminjam alat pengirim file, foto foto itu disalin menjadi sebuah kode yang diketik dimesin ketik, lalu dikirimkan melalui Teletor yang mampu mengirimkan data pada masa itu.
"Sampaikan salamku pada ayahmu."ucap Tokio berpisah dengan Velina.
"Baiklah, tapi kau mau kemana."tanya Velina.
"Aku masih ada urusan lain dah, sampai bertemu lagi."ucap Tokio berlari meninggalkan Velina yang hanya bisa melihat kepergian Tokio.
Setelah itu Tokio kembali ketempat dimana ia muncul pertama kali di pinggir kota, ia menganggil Gin dan masuk kedalam ruang itu lagi.
"Gin kau disana."ucap Tokio.
"Ya, apakah kau sudah selesai."tanya Gin.
"Sudah semua beres, bawa aku pulang."ucap Tokio dengan penuh kebahagiaan.
Singkat cerita, percobaan itu lancar mereka berhasil, merek saling merangkul kegirangan, dan mereka merayakan itu dengan minum alkohol bersantai di balkon apartemen menikmati indahnya suasana malam kota jepang yang begitu sempurna.
Sementara itu Tokio lupa akan file surel yang ia kirim, mereka memeriksa file yang berbentuk tulisan kode, Gin dengan keahliannya dibidang komputer langsung mencetak kode kode tersebut menjadi sebuah foto, mereka lalu menunggu hasil foto itu keluar, naas bagi Tokio foto pertama yang keluar pertama adalah fotonya bersama Velina, Tokio mencium pipi Velina, raut wajah Gin berubah Tokio melompat berlari dikejar oleh Gin yang tidak rela dengan apa yang ia lihat.
Mereka akhirnya kelelahan dan tertawa bersama, sebentar lagi semua akan berubah, mereka berhasil melakukannya, mereka berteriak Yossssshhaaaaaaa….
.
.
.
.
.
.
.
.
Tamat.
Cerita ini hanyalah sebuah imajinasi fantasy, serat fiksi dari otak Author ya hehe, lebih tepatnya gabut 😂
Hormat saya.
[iitarnt_ia]