Gue Dre,
Bukan orang beruntung yang mendapat paras sempurna bak Dewa Apollo
Gue Dre,
Just Call me Dre and I'll Call you My Boo,
Begitulah kalimat yang kadang gue jadikan teman dipostingan media sosial dengan lebih dari dua juta pengikut itu, dan boom! Like, komen tentu banjir.
Gue Dre, dengan senyum manis yang katanya melelehkan kaum hawa,
Gue Dre, yang selalu gonta-ganti mobil demi menghiasi konten,
Gue Dre, dan gue seberuntung itu,
Gue Dre, yang dulu gak pernah nyerah cari perhatian kaum hawa,
Gue Dre, yang sekarang dengan sekali senyum langsung dapat perhatian kaum hawa.
Tentu semua itu butuh proses, gue gak seberuntung orang ganteng lainnya yang bisa glow up tanpa usaha apa-apa,
Gue Dre, dengan dibantu sahabat gue Rey dan Lyn, gue bisa bangkit dan semangat buat bisa jadi sehebat ini, menurut gue.
Gue Dre, sebenarnya gue biasa aja, tapi karena sahabat gue ngajarin gue buat skin care-an, ya jadilah gue, Dre yang sekarang. Dalam segi fisik.
Gue Dre, yang berusaha menuhin standar ketampanan di mata kaum hawa, dan gue berhasil.
Terserah Lo mau anggap gue apa, banci, alay, or whatever I don't care, karena gue bisa seperti ini karena usaha yang Lo anggap alay, please, jangan nilai maskulinitas pria dari cara dia suka merawat diri, gue merawat diri karena gue bersyukur punya fisik seperti ini, yang hanya perlu dirawat aja biar bisa bikin gue makin memperindah ciptaan Tuhan.
Cukup Dre! Gue bosen bahas Lo!
Intinya, Dre keren, kaya, baik, humoris, seorang selebgram, youtuber, dan masih banyak lagi.
Sebagai seorang selebgram yang selalu menuhin beranda sebagian kaum hawa dengan postingan gak mutu, like, foto diri sendiri yang habis bangun tidur dengan caption 'Suatu saat gue bakal bangun tidur disamping lo' trus fotonya alay dengan nunjukkin mata sayup nunjukkin alis tebelnya yang sialan bikin iri para orang yang gak beruntung bisa dapet alis setebel itu.
Yaaahhh, intinya dia suka bikin kaum hawa berjerit-jerit, nahan nafas, atau jadi bahan halu mereka. Dre suka aja, walau tindakannya ini memang sering bikin baper anak orang dan suka bikin mereka berekspetasi indah di angkasa.
Dre do it just for fun,
Ahhh, ditambah sekarang ada aplikasi trend dari negeri China yang hampir semua orang punya! Yaahh, keteneran Dre makin nambah gila aja. But, Dre just ordinary, dia sebenarnya biasa aja. Dia suka liat fansnya, dia hargain fansnya juga, dia suka nyapa di setiap live insta nya.
Dan Dre yang secara gak langsung bikin kaum hawa sebagian jatuh cinta sama dia walau lewat medsos dan aplikasi dance musik, gak nyangka bakal ngalamin fase itu juga,
Dre lagi jatuh cinta ...
Entah pada pandangan pertama atau bukan, tapi Dre sedang jatuh cinta terlihat dari sorot matanya. Andai hal itu benar-benar, dan Dre serius, mungkin selain Dre bikin kaum hawa jatuh cinta, dia bakal bikin kaum hawa sakit hati juga kalau dia sampai ke jenjang yang serius dalam hubungan romansa anak remaja.
Minggu pagi yang cerah waktu itu, Dre, Rey dan Lyn sedang berada di sebuah tempat olahraga yang di sebut GOR TLJ, pusat dimana seluruh orang yang tinggal di kota itu bisa melakukan olahraga apapun, mulai dari lari, badminton, tenis, voli, senam, dan masih banyak lagi.
Dre sedang berolahraga basket, ugh! Penuhin standar banget yaaa, udah keren pemain basket lagi, yaa emang, Dre emang suka basket aja sejak kecil ingusan, soalnya bapaknya Dre suka juga, jadilah nurunin ke anak.
Lyn, yang notabene cewek sendiri cuma bisa nunggu di tribun sambil Wi-Fi an, tentu Dre dan Rey tanding dilapangan, tak jarang ada yang mendekat dan menyapa, yaa, kalian tau sendiri pesona Dre.
Sampai disuatu bidikan, Dre hendak memasukan bola basket ke ring, namun matanya menangkap sosok yang akhir-akhir ini menjadi bayangan dikepalanya. Tepat di seberang sana, area senam yang ternyata tengah digunakan anak dance untuk latihan tari, Dre melihatnya!!! Gadis itu!!! Gadis yang sudah berhasil mencuri atensi Dre.
Sring!
Bola masuk dan Dre langsung menuju tribun untuk duduk, berniat melihat lebih jelas, yaa, tribun tempat dia duduk lebih tinggi dari lapangan basket dan lainnya, sehingga ia bisa memantau semua lapangan (kecuali lapangan lari) yang berada di depan tribun, lapangan yang hanya diberi skat jaring dari besi. Meninggalkan Rey yang asyik main dribble sendiri.
"Lyn! Gue lihat dia!" Bisik Dre setelah menenggak minumannya, Lyn yang tengah senyum-senyum lebar sambil melihat ponsel tak menggubris ucapan Dre.
"Ck! Lyn!" Dre langsung merebut ponsel Lyn, sang empu pun terkejut.
"YAAAAKKKK HUANG RENJUN GUEEE JANGAN DI EMBAT, EHH!!! ANJ*R LO DRE!!! GUE LAGI HALU JUGA!!!"
"Paansi! Sekali-kali liat yang lokal kek,"
"Gue belom minat, hush hush! Sana main lagi, ganggu orang lagi pacaran aja!"
"Lo pacaran?"
"Yaa itu tadi pacar gue di ponsel,"
"Ah tae!" Dre pun terpaksa mengembalikan ponsel Lyn yang sudah direbut-rebut oleh sang pemilik.
"Lyn! Dia ada disini!"
"Yaudah samperin! Paansi, jadi cowok kok cupu banget! Dulu aja pede banget gak ketulungan! Deketin cewek!"
"Njirrr beda cerita kalo dulu,"
"Oh iyaa, udah beda," ucap Lyn seolah menyindir. Lyn pun fokus ke ponsel lagi.
"Dia anak dance?" Tanya Dre pada diri sendiri, melihat ketempat senam, Dre bisa melihat gadis itu tengah berlatih, sesekali menghembuskan nafas karena tarian berhenti mendadak, lalu menari lagi, lalu melihat dia yang membenarkan rambut, lalu menguncir rambutnya, lalu tertawa karena melihat temannya salah gerakan, lalu tertawa lagi kala tak sengaja bertabrakan kala digerakan tertentu, yaaahh intinya Dre melihat dengan serius setiap gerakan gadis yang sedang ia suka itu.
"Kenapa kok udahan Dre?" Tanya Rey yang ikut duduk disamping Dre.
"Dia ada disini Rey,"
"Samperin,"
"Ah! Minta samperin teros! Kenal aja enggak!"
"Ya makanya kenalan bang!" Ucap Rey menggeleng,
"Gue gitu kalo tertarik sama cewek, coba kenalan, ajak temenan, trus pahamin karakternya, kalo klop yaudah gas!" Jelas Rey setelah minum, dia menjelaskan dengan penuh pengertian dan seolah menunjukkan bahwa ia cukup berpengalaman masalah seperti ini.
Dre hanya bisa menerawang masih setia menatap gadis itu, seolah memikirkan banyak hal, hingga akhirnya ia menghela nafas panjang. Dia berdecak kala mendengar jeritan dan pekikan Lyn yang seperti orang gila sambil menggoyang-goyangkan ponselnya gemas. Dre pun beranjak dan menekan kepala Lyn hingga kepala sang gadis terdorong kedepan.
"Halu mulu! Inget pulang!"
"ARRRGGHH DRE SIALAN!"
Dre, Rey dan Lyn pun menuju ke parkiran mobil.
"Eeehh, si anj*r, ganti mobil Lo? Yang ini namanya siapa?" Tanya Rey sambil membuka pintu mobil coopernya dengan kunci, yaa, tadi mereka tidak berangkat bersama, terlebih rumah mereka juga cukup berjauhan, Dre tersenyum lalu menepuk pelan bagian kepala atap mobil.
"Yang ini namanya Violet," jawab Dre sambil tersenyum menawan, Lyn melongo,
"Bentar, gue gak liat ada ungu-ungunya di mobil Lo, Lo emang kalo namain mobil Lo suka gak sinkron yaaa?!" Tanya Lyn terheran-heran. Dia pernah sekali menumpang mobil Lamborghini milik Dre yang berwarna merah pekat seperti hati, saat itu ia pulang kampus sore hari, sedangkan teman nebeng nya si Gin gak masuk, alhasil Lyn yang suka nebeng gak punya tebengan, datanglah Dre bak malaikat menawarkan tumpangan ...
Saat itu Dre mengatakan bahwa dia membawa si Dark, jadi Lyn bisa nebeng, walau kapasitas ekslusif cuma bisa dua orang, yaa intinya waktu itu dia bisa nebeng. Ternyata, si Dark yang dibenak Lyn adalah hitam mengkilat itu jauh dari ekspetasi, yang dia lihat, justru warna merah hati layaknya darah, ahh, yang penting gelap mungkin yaak? Tapi si Violet ini gak ada sinkronnya bener.
"Udah lah Lyn, biarin aja, buruan masuk, Dre, tawarin tuuhh si doi, tadi gue lihat doi udah pulang juga," ucap Rey yang langsung direspon cepat oleh Dre, ia langsung melihat ka arah seberang parkiran dimana banyak anak dance berbaju putih sedang berjalan bersama sambil menenteng tas ransel kecil mereka.
Setelah Rey dan Lyn pamit, Dre tidak langsung pulang karena dia melihat doinya gak langsung keluar area GOR, tapi menuju area kantin. Dre pun ikut berjalan ke kantin, yah, habisin uang yang didompet juga deh, dia cuma bawa lima lembar warna merah sisanya kartu berwarna gold. Ah sayang sekali, tadi Rey dan Lyn sudah pulang, Dre ingin mentraktir temannya.
Tapi tak apalah, Dre pun asal memilih tempat duduk, yang sekiranya gak terlalu mencolok kan pesonanya.
Dari sini dia bisa mendengar obrolan para gadissss ...
"Ahahaha, gak lah, gila apa, yang ada patah tulang nanti,"
"Tapi gue tadi gak merasa berenergic banget loooh,"
"Dih, tadi Lo nabrak si Nay yaaa monmaap, lo sampe keluar dari koreo,"
"Hahahah, gue udah minta maaf kali, ya kan Naayy,"
Oh, namanya Nay.
"Sans sans, tadi juga sering ketabrak-tabrak, formasinya kurang jauh apa ya?"
"Iya kurang jauh, ih, ya tadi ada ibu-ibu mulai dateng!"
"Ehhh gila gilaaa, gue dari dulu pengen banget dance good boy, itu gampang banget tau,"
"GD X Taeyang itu?"
"Yoi!!!"
"Apaan good boy good boy, gue kemaren nemu good boy yang good looking juga looh,"
"Siapa?"
"Jangan bilang si D-
"Dre Parker njiir njirr njirrr ganteng sumpah!"
Dre melotot, ia buru-buru mencari masker yang selalu ia sediakan di tas kecil miliknya, menutupi wajahnya dan mulai sok pasang aerphone padahal tidak menyetel musik di sana.
"Ahh, booming banget dia, Lo baru tau Han? Duh, ketinggalan jaman banget sih!"
"Kalau gue ketinggalan jaman, si Nay ini apaan dong?!"
"Duuhh, gue lupa sama Meganthropus satu ini,"
"Paansi!"
"Bikin IG Nay, lo punya ponsel bagus kek gak ada manfaatnya banget,"
"Gue gak minat,"
"Kalo Dre menurut gue gak ganteng sih, dia lebih ke keren sama manis banget, senyumnya itu loh, warm banget asli,"
"Iihh keren banget!!! Dia keren plus ganteng tau!"
"Lo mah semua cowok bening dibilang ganteng Kir, gak peduli yang biasa aja asal putih bersih langsung dibilang ganteng,"
"Emang Dre kayak gimana si?"
"Ahh Nay! Lo harus liat sama nilai coba, Dre ganteng apa gak!?"
Ugh, Dre tanpa sadar menarik bibirnya keatas, di kepoin sama doi ternyata seseneng ini ya?
"Ehm ... biasa aja,"
Ditengah senyum-senyum bahagianya Dre mendadak berubah jadi datar, 'biasa aja katanya' Dre tanpa sadar menghela nafas.
"Kok biasa siihh?!"
"Bentar-bentar, Lo lagi liat foto yang biasa, gue ada foto waktu dia naik mobil nya sumpah itu keren banget!!!"
"Nih,"
"Ck, biasa aja,"
"Heh! Si Nay ini gak bakal pernah tertarik! Udahlah, pacaran aja gak pernah, katanya gaada cowok yang menarik dimatanya, sekalipun gue tunjukkin foto si Eun Wo,"
"Ah Nay gak asik,"
"Bukannya gak asik, gak mau halu aja,"
"Heh, si Dre ini tinggal di kota kita lohh!!!"
"Oh masa? Gue gatau,"
"Dia udah kuliah setau gue,"
"Nahh, kann, ya ampun kita aja masih SMA gini, Dre mungkin juga udah punya pacar, gak mungkin orang kayak Dre itu Jomlo,"
ASUMSI MACAM APA ITUUUUU, DRE RASANYA INGIN MELEMPAR KURSI KE ATAS!!!
Ya ampun kenapa doinya ini terdengar ... keras kepala sih?! Tapi itu gemesin!!!
"Gue Jomlo Nay, astaga," lirih Dre.
"Iya sih, mungkin Dre udah punya pacar, anak kampus, tenar lagi, di kampur mbak-mbak nya udah pinter skincare an yaakk!!! Gak mungkin Dre gak nyantol,"
"Tapi dia kereeennn, gue pengen minta no wa nya, barangkali aja gue lucky kaaan,"
"Orang lokal ini! Satu kota lagi!"
"Kenapa kalian ngomong seolah Dre itu bisa digapai gitu sama kalian, emang Dre mau apa sama kita-kita,"
"Anj*r si Nay kalo ngomong damage nyaaa, iya bund iyaaa, gak nakal lagi,"
"Gaje emang!"
"Lagian Lo suka yaa jalin hubungan sama orang tenar?"
"Gue kok gak minat yaa, makanya gue gak terlalu suka gituuu,"
"Buat halu doang Nay buat haluuu,"
"Halu mulu dah!"
Dre beranjak dari kursi meninggalkan kantin GOR, ia ingin pulang saja. Dia seolah habis menerima penolakan.
Gini yaaa, berjuang aja belum udah nyerah itu tuh Dre. Kasian banget siii, tau doinya gak suka sama orang tenar. Karma mungkin, bikin anak orang baper mulu, sekarang baru tau rasanya sakit kan bahkan sebelum di baperin. Kasihan banget sih lu Dre.
Walau Dre tau, cewek gak cuman satu di dunia ini, tapi yang berhasil menambah dihatinya itu susah, dan baru kali ini Dre merasa kehilangan, rasanya untuk memulai semua dari awal itu sulit, Dre udah capek,
Dre tidak suka memaksa perasaannya, makanya ia jarang bisa menjadi terlena dan termabuk seperti ini oleh kisah asmara.
Hufft, asmaranya sudah kandas walau belum memulai.
....
Dre jadi malas, jadi malas, dia memang tidak pernah mengharapkan ketenaran, dia hanya suka saja melakukan hal-hal seleb di medsos. Itu menghibur sekali. Tapi ... jika dipikir itu tidak ada gunanya juga, hanya untuk bersenang-senang yang malah membawanya dititik ini.
"Yaaahh, dulu aja Lo gak gini Dre, berani ngejar,"
"Beda Lyn, ini yang gue suka masih remaja labil kelas sebelas! Gila apa?"
"Enggak juga sih, tapi aneh jadinya wkwkwk, entar lu dikira abangnya lagi kalo beneran jadi,"
"Ah gatau lah,"
"Tumben banget sih Lo gini,"
"Gue juga gatau anj*rrr, males gue,"
"Ah patah hati Lo?"
"Iya,"
"Pantesan kok sekarang gak aktif medsos lagi, pada nanyain tuh ladies-ladies Lo, tenang aja Dre, Lo punya cewek online banyak!"
"Gak lucu,"
"Mungkin ini saat nya Lo jadi Dre yang sebenarnya siapa Dre itu,"
Dre menerawang pada langit-langit.
"Apa?"
"Dre yang dulu tuh biasa aja, Dre yang gue kenal itu kalem-kalem polos tauuu! Biasa aja kalo main sesuatu, gak sampe serius ... Dia main emang buat seneng-seneng doang, selebihnya itu cuma selingan, "
"Apa Lyn? Gue main apa?"
"Ya itu! Lo sering main sosmed, Lo juga secara gak langsung mainin perasaan orang-orang diluar sana yang mengagumi elo dan berharap punya Lo, pleasee laaahh kalo Lo gak bisa ngasih harapan buat dimilikin jangan kasih harapan seolah mereka bisa milikin elo Dre, main juga ada batasnya,"
Dre terdiam, memikirkan sejenak, yaahh, apa yang dikatakan Lyn benar.
"Gue lupa yaaa kalo lagi main seneng-seneng aja, wkwkwk,"
"Nah itu! Sadar Lo?!"
"Udah yaa Dre, jangan bikin mereka berharap sama jodoh orang, mainnya secukupnya aja, mungkin Lo juga gak akan rela kan kalo jodoh Lo kayak Lo juga,"
"Gapapa, main buat pelampiasan sesaat doang, tapi kayaknya kok jahat banget sih, pelampiasan nya, mana libatin orang lagi, wkwk,"
Huuufftt,
Kisah gue emang gak menarik banget,
Gue Dre, yang lagi asyik main doang,
Gue Dre, lupa kalo lagi main doang,
Gue Dre, yang menyerah sebelum berjuang,
Gue Dre yang capek buat nyari ketulusan sama kemurnian dalam perasaan,
Gue Dre, gue bukan bintang medsos,
Gue Dre, karena gue sadar, bahwa Dre gak kayak gitu, makanya gue sebut diri gue Dre karena Dre yang Dre kenal gak kayak gini, lupa main sampe bisa libatin hal serius.
Wkwkwk, gue lagi patah hati, mungkin karma karena suka bikin orang kebawa perasaan dalem hati.
Oke gue itu Dre, gue Dre karena gue adalah Dre,
Dan apasih yang Lo harapin dari kisah cowok macam gue ini, gak jelas kan, nyesel Lo baca, absurd banget soalnya, intinya gue mau kenalan kalo gue Dre ... salam kenal, gak pake emot love kok janji!
See youuu ❤️❤️❤️
Biasa gaes, laki-laki suka ingkar janji,
Ya maaf!!!! Astaga, makasih ya Lyn udah nyadarin gue ...
Ya