Bali 2 mei 2020, ku buka sebuah surat yang ditulis oleh seseorang untuk ku 6 tahun lalu.
Jakarta 2 mei 2014
Untuk Mira
Ra ... hati ku sakit sekali mendengar pertunangan mu hari ini
kamu tahu aku sangat mencintai mu
aku bersumpah akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mu
tapi kamu. ..tidak pernah mencoba memberi kesempatan pada perasaan ku
aku tidak mau kehilangan mu untuk selamanya
namun aku juga tidak bisa memaksakan kehendak ku untuk mu
aku pergi ra ...
datanglah pada ku saat kau sudah mencintai ku
_ leon _
Leon adalah laki-laki yang baik, kami bertemu saat usiaku 20 tahun. Saat itu dia melamar di Restauran milik Papa menjadi seorang OB, di sanalah kami bertemu pertama kali.
Dia yang datang saat interview menunjukan senyumnya yang begitu menawan pada ku yang duduk di sebelah tempat duduk seorang HRD, aku pun membalas senyumnya.
Lalu beberapa lama dia bekerja di kantor Papa, setiap hari kami bertemu dia membersihkan ruangan ku. Dia sengaja berlama-lama di ruangan ku, em ..... aku tahu itu. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk menyelipkan surat di laci ruang kerja ku.
Dia minta maaf pada ku karena sudah lancang menyukai anak dari seorang pengusaha besar. Aku merasa sangat bahagia karena laki-laki yang aku sukai juga menyukaiku, tapi bagaimana dengan Papa, dia tidak akan membiarkan Leon bekerja di restauran ini lagi saat tahu bahwa leon berani mengirim surat untuk ku.
Aku putuskan untuk tidak membalas surat yang dikirim leon pada ku.
Setiap hari dia selalu menyelipkan satu surat untuk ku kemudian karena merasa khawatir dengan pekerjaannya aku memutuskan untuk membalas suratnya agar dia berhenti mengirimi ku surat.
Dear Leon
Leon maafkan aku tapi aku tidak menyukai mu
berhentilah mengirimi ku surat
kamu harus paham
ini demi kebaikan kita
maafkan aku
_mira_
Papa datang pada ku memberi kabar tentang perjodohan ku dengan anak dari rekan bisnisnya. Aku tidak bisa menolak Papa. Aku adalah putri satu-satunya, sejak kecil Papa ingin aku menjadi istri dari seorang laki-laki yang lebih mapan dari Papa sehingga tidak merubah status sosial ku.
Sebab itu, Papa selalu melempar keluar karyawan yang berani mendekati ku.
Jika ku tanya tentang cinta Papa selalu bilang " Cinta akan tumbuh saat kalian bersama seperti Papa dan Mama " .
Sejak ku kirimkan surat untuk Leon, dia tidak pernah lagi muncul di hadapan ku. Aku tahu dia pasti membenci ku, tapi aku tidak punya keberanian untuk memberikan harapan palsu padanya.
Dia berhak bahagia, dia membutuhkan pekerjaan ini, dia tidak boleh kehilangan pekerjaan karena aku. Hal itu selalu aku ingat sehingga aku tidak akan bertindak ceroboh dengan merusak masa depan orang lain dengan menyatakan perasaan ku yang sebenarnya untuk Leon.
2 mei 2020
Setelah membaca surat dari Leon 6 tahun lalu yang selalu ku simpan aku berdiri dan berjalan menuju balkon rumah ku.
Aku menatap pada langit malam yang indah dengan bintang-bintang. " Pa sekarang aku sendiri tidak ada Papa atau siapapun di sisi ku "
Tiba-tiba pelayan rumah mengetuk pintu, tok..... tok...
Aku membuka pintu " Maaf Nona, ibu manajer tadi menelpon untuk mengingatkan Nona agar datang besok di peresmian hotel rekan bisnis Nona "
" kenapa dia tidak langsung menghubungi aku ? "
" maaf Nona tadi ibu manajer sudah menghubungi Nona tapi ponsel Nona tidak aktif "
" oh ya mungkin ponsel ku lowbat, terimakasih ya Bik " menutup kembali pintu kamar.
Aku harus segera tidur, besok pagi-pagi sekali aku harus hadir di peresmian hotel baru itu. Aku meletakan surat yang tadi ku baca dan merebahkan tubuhku untuk tidur.
Keesokan pagi aku sudah bersiap untuk berangkat bersama manajer di perusahaan ku. " selamat pagi Nona Muda saya sudah siapkan mobil kita akan segera menghadiri peresmian hotel rekan bisnis kita "
" yang akan " jawab ku singkat sambil berjalan menuju mobil
" iya maksud saya yang akan menjadi rekan bisnis kita " mengikuti langkah ku
Mobil kami pun sampai di sebuah hotel bintang 5, ada banyak sekali orang-orang penting di sana. Aku dan manajer ku berjalan menuju tempat acara, seseorang menghampiri ku dia adalah pemilik dari hotel baru ini " selamat datang Nona Almira senang sekali anda bisa meluangkan waktu untuk datang " sambil menjabat tangan ku
" selamat ya Bapak Andra atas dibukanya hotel barunya" membalas jabatan tangan pemilik hotel.
" oh ya mari saya perkenalkan dengan Direktur yang akan mengurus semua kerjasama kita " sambil menunjuk ke arah laki-laki yang sedang mengobrol dengan beberapa orang penting.
" perkenalkan ini dia Direktur yang saya percayai menangani hotel ini "
Kemudian laki-laki itu menoleh ke arah ku, dia adalah orang yang aku kenal meskipun wajahnya sedikit berbeda, dia lebih bersih, lebih berisi, lebih putih, lebih tampan dengan setelan jas berwarna navy yang di pakai. Dia Leon, aku merasa sangat bahagia dia benar-benar menepati janjinya untuk menjadi yang terbaik, ku rasa keputusan ku dulu sudah tepat.
" Namira " ucap ku mengulurkan tangan
Dia yang melihat ku tidak membalas uluran tangan ku dan malah menarik ku keluar dari hotel.
Bapak Andra dan manajer ku mengejar kami, namun Leon menghentikan mereka " Maaf kami harus bicara sebentar karena kami sudah saling mengenal sebelumnya "
aku yang memberikan kode kepada Bapak Andra dan manajerku di mengerti oleh mereka.
Kami pergi dengan mobil keluar dari keramaian yang ada di hotel, dan menuju sebuah taman di pinggir danau.
" Apa kau benar-benar sudah melupakan ku " (leon)
" apa kau benar-benar tidak mencintai ku ? sehingga kau tidak juga mencari ku " (leon)
" Mira apa kau .... " (leon)
aku menutup bibir nya yang terus saja bicara dengan telunjuk ku
Ku pandangi wajah laki-laki yang dulu ku sukai itu, dan mengelus wajahnya dengan lembut
" Iya aku tidak mencintai mu ! jika aku mencintai mu, aku pasti sudah melarikan diri dari Papa 6 tahun yang lalu dan pergi bersama mu " ( mira)
" tapi aku sangat bahagia melihat mu hari ini dalam keadaan yang begitu baik " (mira)
" Ra dengarkan aku baik-baik aku masih mencintai mu, ku mohon berikan kesempatan untuk hubungan ini maka aku akan batalkan pernikahan ku " (leon)
" bagaimana kita bisa memberi kesempatan pada hubungan yang tidak pernah ada sebelumnya Leon " (mira)
"menikahlah, hiduplah bahagia dan lupakan aku" (mira)
"maaf karena tidak bisa membalas cinta mu, maaf karena tidak bisa berjuang bersama mu " (mira)
" kamu tidak bisa memperlakukan ku seperti ini, aku berjuang untuk memperbaiki hidup ku hanya untuk mendapatkan kamu dan sekarang aku bukan pecundang lagi yang akan lari karena takut mencintai putri seorang pengusaha kaya raya, Papa mu pasti akan menerima ku Namira " ( leon)
Papa sudah meninggal leon (ucapku dalam hati sambil menahan air mata ku yang ingin menetes )
" terimakasih sudah berjuang untuk ku " ( mira )
" Ra sekali saja katakan bahwa kau mencintai ku " ( leon )
" jika aku mengatakan aku mencintai mu apa kau bisa berjanji tidak akan menemui ku lagi " ( mira )
Leon diam, di wajahnya ada kekecewaan atas jawabanku padanya.
" jangan katakan apapun pada ku, tapi ingatlah kamu tidak bisa melarang ku untuk terus mencintai mu " ( leon )
" aku mencintai mu leon " ( mira )
Leon tersenyum bahagia dengan ungkapan cinta yang ku utarakan untuk nya, dia memeluk ku dengan erat
" aku tahu kau juga mencintai ku " ( leon )
sambil menciumi rambutku.
" aku akan segera melamar mu " ( leon )
" cukup leon !!!! aku bilang aku mencintai mu tapi aku tidak mengatakan akan menikah dengan mu " ( mira )
" Ra "
" dengarkan aku Leon kita bisa mengingat semua cinta dan perjuangan kita di masa lalu tapi kamu tidak bisa mengabaikan masa depan mu bersama wanita yang akan menjadi istri mu" ( mira )
" kamu tahu aku akan sangat bahagia jika kau bisa menghargai keputusan ku " (mira)
aku menatap kedua bola mata Leon mencoba meyakinkannya.
" Namira sampai kapan pun aku akan tetap mencintai kamu aku bersumpah untuk itu " ( leon)
Pertemuan kami berakhir disitu,
Bagaimana mungkin benang yang tidak pernah tersambung bisa di rakit menjadi satu anyaman.