PERCYALAH, ada beberapa hal dari diriku yang tidak kalian semua ketahui dan mengerti,bukan diriku yang tidak ingin bergaul dengan siapapun, tapi diriku sadar keberadaanku slama ini hanyalah bayangan hitam dikehidupan kalian:)
~~~~~~~~~~~I'm broken H0mεツ~~~~~~~~~
perkenalkan namaku Lani abrina Putri panggil saja dengan sebutan Lani, aku ingin menceritakan sedikit tentang kehidupanku.
disini aku mempunyai 1 saudara kandung dia kakakku namanya ibrahim, aku dan kakakku tidak jauh berbeda umur kita hanya selisih 2 tahun, aku berumur 16 tahun dan kakakku berumur 18 tahun.Saat ini aku duduk dibangku SMK kelas 2 sedangkan kakakku Baru menyelesaikan sekolahnya ditahun ini.
Ini adalah sebuah kisah dimana kehidupanku yang sangat pedih bagiku dimulai,
@Flasback on
Disaat itu dimana aku dilahirkan dari rahim seseoarang yang akan aku panggil dengan sebutan ibu, aku lahir dibulan mei disaat hari Raya orang china disitu hujan sangat lebat, dimana mana angin sangat kencang dan suara gemuruh yang berisik dari langit.
tepat dipukul 21.35 malam, aku lahir disaat kelahiranku ayah dan ibuku terlihat jelas sangat bahagia memiliki anak perempuan yang begitu aktif saat lahir, terlihat jelas diraut wajahnya ayah, dan ibuku yang berseri seri melihat ku hadir dikehidupan mereka.
bulan demi bulan umurku sudah menginjak 10 bulan dalam hitungan saat, aku disayang dirawat dan dikasih asi oleh ibuku, dan ayahku yang bekerja keras untuk menghidupi keluargaku yang sederhana ini. aku mengira ibu dan ayahku akan slalu berada disampingku sampai aku dewasa nanti dan akan memberikan cucu dan cicit kepada mereka berdua, tapi perkiraan ku sangat jauh berbeda disaat aku masih bayi dan berumur 10 bulan disaat itulah aku berpisah dengan kedua orang tuaku dan kakakku satu satunya.
aku dititipkan dirumah nenek,ntah apa yang tlah terjadi waktu itu ibu dan ayahku tega menitipkan bayi yang berumur masih bulanan dengan ibunya mereka,
kata nenekku mungkin ibu dan ayahku lagi sibuk dengan dunia kerjanya dan harus menitipkan aku dengan nenekku,
dulu nenekku sempat berfikir mungkin hanya beberapa bulan ayah dan ibu menitipkan aku bersama dengan nenek, namun semua apa yang dipikirkan nenek terbalik akan semua hal, disaat itu ayah dan ibu tidak menjemputku lagi sampai aku sudah beranjak menjadi anak anak pada umumnya,
disitu aku sempat membenci ayah dan ibuku tapi nenek sllu menasehati diriku dengan semua kata kata indahnya,
"kenapa kamu membenci surgaamu dan pahlawanmu? seberapa buruk mereka seberapa jahad mereka dimatamu mereka tetap kedua orang tuamu, mereka tetap belahan jiwa didalam kehidupanmu, janganlah kamu sesekali membeci mereka tetap hormati dan sayangilah mereka biarpun mereka tidak pernah mempunyai itu semua, jadilah anak yang berbakti, dan baik kepada mereka"
kata kata itulah yang selalu nenek lontarkan untuk menasehatiku ketika aku selalu ingin membenci kedua orang tuaku, biarpun aku dan kakaku sedarah kandung dan terlahir dari rahim seorang ibu yang sama, namun aku sangat berbeda dengan kakakku, kakaku yang dari lahir hingga saat ini yang selalu berada di samping ibu da ayah selalu dibesarkan dengan rasa kasih sayang bersama mereka, akan tetapi aku sendiri juga anaknya, aku masih darah dagingnya apakah mereka tidak mengaggap aku??
apakah aku anak yang tak dianggap dimata mereka dikehidupan mereka? lalu aku ini apa? apakah salah jika aku rindu dan hanya ingin kasih sayang seperti kakaku?
aku tidak membenci kakaku yang kehidupannya lebih baik dari pada diriku justru aku malah senang karna kakakku tidak pernah tau apa yang aku rasakan slama ini,
aku memang egois, aku memang keras kepala tapi dibalik itu semua aku peduli pada kakak dan kedua orang tuaku yang jauh dari genggamanku.
Tahun demi tahun telah berlalu begitu sangat cepat saat ini umurku menginjak 7 tahun, dan sekarang aku duduk dibangku kelas 1 sd, seperti hari hari biasanya aku lalui tanpa adanya beban pikiran dan rasa sedih,
karna disaat itu aku hanya anak anak yang hanya tahu menahu bermain dan main disepanjang hari tidak pernah terpikir dibenakku untuk mencari tahu kelurgaku.
Suatu hari aku sedang bermain bersama teman temanku disekolah, Terlihat jelas raut wajahku yang sedang gembira karna bermain saat itu, sampai disuatu titik perasaan gembira itu Hilang begitu saja layaknya diterpa angin yanh berlalu lalang begitu saja,
" lani, bentar lagi akan dibagikan raport apa nenek kmu lagi yang pengen nganbilin raport nya? emang kamu tidak punya ayah dan ibu lani?"
kira kira begitulah pertanyaan temanku yang berada disampingku, mendengar itu hatiku rasanya sakit rasanya pengen nangis, tak berselang lama aku langsung pergi pulang kerumah tanpa menghiraukan waktu itu aku berada disekolahan dan bolos pelajaran.
Sampai dirumah aku mencari nenekku kemanpun nenek aku mencarinya sampai ketemu, saat aku ingin mencari nenek aku mendengar nenek sedang berbicara sama orang asing, seorang bapak bapak paruh baya yang terlihat sedang mencari seseorang.
"nenek itu siapa?"
tanyaku kepada nenek saat nenek sedang mengobrol dengan seseorang tersebut.
"nak lina kenalin ini ayah kamu, yang kamu tanyakan setiap hari dia kesini mau menjemput kamu untuk kembali bareng ibu dan kakak kamu"
jelas neneku dengan air mata yang membasahi pipi nenekku. mendegar itu aku sangat senang, layaknya mendaptkan hadiah sangat berharga bagiku tidak adalagi hal berharga dan sangat berarti bagiku ketimbang keluarga sendiri.
Aku mengira ibu dan kakakku tidak akan menyukai ku selama aku kembali dari rumah nenek, nenek selalu aku anggap seperti ibuku sendri yang sudah ngrawat aku dari bayi sampe segede ini,
Disaat itu adalah kehidupan yang dri dulu aku inginkan, makan bersama kekuarga, bersenang senang bersama mereka, dan berpergian bersama mereka,
Tapi,, semua itu tak berlangsung slama nya, aku menggap mungkin itu akan selamanya namun itu hanyalah titipan bagi tuhan kepadaku yang berlangsung hanya 3 tahun,
3 TAHUN KEMUDIAN, itu adalah hal tersakit dan terpilu yang pernah aku rasakan slama hidupku,
Dimalam itu pukul 23.00 malam ayah dan ibuku bertengkar hebat, hingga aku dan kakakku terbangun dari tidurku ,disitu aku menangis, karna rasa takut melihat ayah dan ibu bertengkar, tapi aku bersyukur karna aku mempunyai seorang kakak yang sellu membuat aku tidak akan takut lagi dan tetap selalu semangat menjalani kehidupanku.
Aku bertanya kepada kakaku,
"kak kenapa ayah dan ibu bertengkar? apa mereka baik baik aja?"
tanyaku kepada kakakku yang sedang mendekap diriku dipekukannya.
"ayah dan ibu hanya ada sedikit problem dek, besok juga baikan kok"
ucap kakaku dengan masih tetap dengan keadaan yang sama,
terlihat sangat jelas raut wajah kakaku yang sedang menahan rasa sakit dihatinya dan menahan air Mata supaya tidak jatuh dan tak ingin membuat aku tambah kuatir.
Setalah ayah dan ibuku bertengkar, ibu meninggalkan kami semua, aku, kakak nenek ayah dan kakek disini, sebelum ibu pergi ibu marah dengan ayah, aku dan kakaku,
"URUS SAJA SELINGKUHANMU ITU! GAUSAH LAGI CARI AKU SAMPAI SELAMA LAMANYA!"
perkataan pahit itu yang keluar dari bibir ibuku yang sedang beradu dengan emosinya saat itu.
"DASAR ANAK DAN AYAH SAMA AJA, SUKA BIKIN ORANG SUSAH DAN BEBAN, LEBIH BAIK IBU GA NGLIAT KALIAN LAGI!! "
seperti tersambar petir tapi tidak meninggal, rasanya sangat sakit kenapa ibuku sendiri tega mengatakan hal sesakit itu? apakah aku orang yang seperti itu dimata ibu??
hanya itu yang aku ingat sebelum ibu pergi meninggalkan aku dan kakakku,
rasanya sakit tapi gak berdarah, mulai saat itu juga diriku berubah sangat jauh berbeda, Sering keluar malam, dan yang lebih parahnya lagi aku sering depresi dan hampir tiap kali merasakan itu mencoba mengakhiri hidupku sendiri.
Ayah sudah mempunyai istri lagi, dan bahkan istrinya tidak menyukaiku dan kakaku, setiap kali aku kerumah ayah untuk meminta uang karna kebutuhan ekonomi istri Baru ayah selalu mengusirku dan mencaci maki ku selama tidak ada ayah. Tahun demi tahun selalu berganti dengan begitu cepatnya Namun, tak ada kabar dari ibu dan bahkan aku dan kakaku sndri tak tau keberadaan ibu,
Belum sempat luka dalam keluarga sembuh, Aku ditinggal lagi oleh sosok yang tlah lama aku panggil ibu, dia nenekku sendiri yang sudah merawat dan membesarkan diriku sampai saat ini,nenek meninggalkan aku, kakak dan kakek didunia ini,
Rasanya sangat sakit bahkan disaat kepergian neneku aku nekat mengakhiri hidupku sendiri dan hanya ingin bersama nenek,
Namun, usahaku selalu gagal dan gagal mungkin Tuhan belum bisa menjemputku untuk berada disisinya, Aku hanya lelah Tuhan menjalani kehidupan didunia ini yang amat berat bagiku, Aku hanya ingin beristirahat sebentar saja izinkan aku beristirahat Tenang disisimu Tuhan aku capek .
Hanya ingin tidur dan terus bermimpi, karna lelah berjuang dikehidupan nyata yang sangat pedih bagiku. Tapi meskipun begitu aku selalu ingat apa yang nenek nasehatkan kepadaku, sebelum ia pergi meninggalkan ku selamanya .
pesan:
"Jangan pernah sesekali melontarkan kata benci kepada kedua orang tuamu, seburuk apapun mereka dimata kamu mereka tetap pahlawan yang pernah mempertaruhkan nyawanya demi kamu berada didunia ini, So Hargailah mereka selagi mereka masih bisa berada disamping mu saat ini detik ini dan sampai kelak nanti"
~~~~~~~~~~~~~THE ENDツ~~~~~~~~~~~~
___________________________________
kata" mutiara:
"Seperti luka yang membekas, sakit hati ini memang sulit untuk dihilangkan.
Keadaan keluarga jangan pernah kamu jadikan sebagai virus penyebab penyakit. Keadaan keluarga jangan sampai membuatmu menjadi sampah masyarkat
Coba, renungkan…
Tidak ada yang salah dalam hidupmu, ini semua sah-sah saja. Karena, mana bisa Tuhan disalahkan. Tindakan penelantaran memang tak bisa dibenarkan, tapi dengan merasa terbuang, kamu pasti akan berjuang. Keep positive!
Keluargamu memang berantakan. Kamu bukan anak kesayangan. Kamu bukan anak kebanggan. Bukan anak yang diharapkan. Tapi dengan semua yang terjadi di masa lalu, kamu dapat belajar dari mereka. Dengan begitu kamu bisa menjadi orang tua yang baik karena kamu sudah tau bagaimana sakitnya tak disayangi, sakitnya tak diharapkan, tak diperdulikan.
Menjadi orang yang “tetap berada di jalur” memang tak segampang yang dibayangkan. Apapun impianmu, pastikan engkau bersungguh-sungguh melakukan apa yang engkau butuhkan untuk mencapainya.
Masa kanak-kanak pendek, masa muda pendek, masa tua itu yang panjang. Jadikan nilaimu sebagai batas minimal kamu. Jadikan keadaan ekonomi mu sebagai penggerak roda perubahan. Ayo semangat kawan!
Selama kamu masih berpikir dengan “biasa” maka selamanya hidupmu akan “biasa” saja. Jika kamu ingin mengubah hidupmu, maka ubah dulu pola pikirmu. Lalu diubah seperti apa? Ya seperti pilihanmu sendiri. Karena hidup adalah sebuah pilihan. Yang jelas, tidak ada alasan untuk tidak maju!
Dulu aku juga berpikir bahwa aku ini menderita. Keadaan ini membuatku stres! aku hanya bisa menghitung derita, menulis keluhan dan meratapi nasib. Pada akhirnya, aku sadar bahwa banyak orang yang menyayangiku. Dulu aku juga pernah menerima nasihat, dari seseorang yang mencintai orang tuanya, seseorang yang punya keluarga bahagia. Dulu, aku juga berpendapat “Ya kamu bilang gitu karna kamu gak merasakan apa yang aku rasa.” itu pendapatku dulu, tapi pendapatku sekarang, “ya, kamu benar.” Sebuah nasihat yang dulu berat kurasakan, tapi sekarang tidak lagi. “Masalah jangan dijadikan boomerang”, begitulah nasihatnya.
***THANK'S UDAH BACA SEMOGA KATA KATA INI BISA MENJADIKAN MEMOTIVASI BUAT KALIAN***