Aku tahu siapa aku. Dan aku akan selalu sadar diri dengan itu.
°°°°°°
Keluarga Geofardo adalah keluarga seperti pada umumnya. Bahagia. Dengan keluarga kecil yang memiliki segalanya. Kekayaan, kebahagiaan, dan melebihi semua itu. Adalah putri mereka, Kinara.
Audreeya Kinara Geofardo
Gadis yang kini menginjak bangku sekolah menengah pertama. Dikaruniai segalanya. Ia cantik, pintar, dan periang. Membuat ia dicintai keluarga besar, teman-teman, hingga guru-gurunya.
Keluarga itu kini tengah menikmati sarapannya. Mereka bertiga. Lisa, Andrea, dan Kinara. Dengan Andrea yang siap dengan setelan kantornya, Kinara dengan seragam SMP-nya, dan Lisa yang hanya mengenakan baju santai. Semuanya hening. Itulah peraturan di kediaman Geofardo. Jangan bicara selagi makan, tunggu makan selesai.
Setelah selesai, Andrea bangkit berdiri. Dia mencium kening istrinya dan Kinara tersenyum kecil melihat itu.
"Mama sama papa makin romantis"
"Iya dong. Kan Papa sayang Mama" Celetuk Andrea.
"Mama sayang sama Papa?" Kinara bertanya lagi.
"Iya. Mama juga sayang sama Kinara" Lisa dan Andrea menghampiri Kinara dan mencium pipi gadis itu kiri kanan bersamaan.
"Ma, Aku ambil tas dulu"
Kinara menaiki tangga menuju kamarnya di lantai dua. Ia berjalan santai. Setelah puluhan tangga, ia menatap ke ruang makan tempatnya tadi sarapan. Tatapan sendu.
Ia melanjutkan langkah.
°°°°°°
"Ma, Papa mau keluar kota. Ada urusan kantor."
Lisa yang tengah merajut menoleh pada suaminya. Perasaan tak enak kembali merayapi dirinya. Di tanggal yang sama suaminya selalu mengatakan hal itu. Pergi ke luar kota untuk urusan kantor. Tak bisa dipungkiri, Ia curiga pada suaminya sendiri. Yang selalu pergi rutin di tengah tahun begini.
"Iya pak. Ada yang harus mama siapin?"
"Gak perlu, Ma. Semuanya udah siap"
Andrea tersenyum lalu kembali mencium pipi istrinya. Kinara menyaksikan hal itu dan wajahnya berekspresi sedih. Ini memuakkannya. Membuatnya ingin pergi dari rumah penuh dusta ini. Semuanya kian memburuk akhir-akhir ini. Sesuatu dari rumah ini membuatnya tak nyaman.
Kinara menyaksikan mereka melenggang ke pintu depan.
°°°°°
"Kinara sayang, kamu tunggu di rumah sama bibi Nita, ya"
"Mama mau kemana?"
"Mama mau pergi sebentar. Paling cuma sehari. Kamu baik-baik sama Bibi Nita, ya"
Kinara mengangguk. Selain semua kelebihannya, ada satu kelebihan lain yang dikagumi oleh ibunya, Kinara dewasa melebihi umurnya. Biarpun diperlakukan bak putri kerajaan. Kinara tak bersikap manja. Itu terkadang membuat Lisa heran.
Padahal Kinara memiliki alasan yang jelas dibaliknya.
Kinara menatap mobil ibunya menjauh menjadi titik kecil lalu lenyap di sepanjang jalan sana. Setelah ayahnya yang pergi beberapa jam lalu, kini ibunya. Mereka menuju satu tempat yang sama. Intuisi Kinara mengatakan demikian.
°°°°°
Mobil Andrea memasuki pelosok. Dan sekarang menuju perkampungan. Lisa ingat benar, ini adalah kampung halaman Ibu mertuanya. Yang kini telah tiada bersama Ayah mertuanya. Dan mereka dikebumikan disini. Apa Andrea akan mengunjungi makam mereka berdua?
Mobil Lisa terus mengikuti Mobil Andrea dengan jarak yang agak berjauhan agar tidak ketahuan. Ia benar-benar ingin tahu maksud suaminya sebenarnya. Setelah mengatakan dusta padanya.
Mobil itu menuju bekas rumah Mertuanya.
Rumah itu besar, namun terawat. Tak berpenghuni namun selalu dibersihkan setiap minggu. Mobil itu berhenti didepan rumah. Dan Lisa menitipkan mobilnya di sebelah warung yang berhalaman cukup luas dekat dengan rumah itu.
Andrea keluar dari mobilnya. Dan Lisa mengikutinya. Diluar dugaannya, Andrea melewati rumah itu menuju halaman belakang, bukan memasukinya. Lisa mengikuti diam-diam.
Setelah sampai di halaman belakang. Andrea berhenti disebuah gundukan tanah yang ditumbuhi rumput-rumpur kecil dan daun berserakan. Lalu disisinya terdapat sebuah papan. Andrea mencabuti rumput kering dan menyingkirkan daun kering berserakan di atas gundukan itu. Setelah lama, Lisa menyadari sesuatu. Itu tak hanya sekedar gundukan tanah, itu kuburan.
Kedua kaki wanita itu melangkah otomatis,
Menatap papan yang terdapat garis-garis hitam. Yang ternyata sebuah tulisan. Dari jarak lima meter tulisan itu terbaca. Lisa hanya perlu dua detik untuk membaca, namun benaknya perlu beberapa menit untuk mencerna nama yang tertulis disana.
Audreeya Kinara Geofardo
binti Andrea Geofardo
Lahir:4 januari 2009
Meninggal:7 januari 2009
Lelucon macam apa ini?
°°°°°°