kenapa semesta tidak selalu berpihak padaku seperti hal nya kisah cintaku yang rumit dan penuh drama.
kenapa kamu hadir kalau bukan untuk ku,kenapa harus ada rasa kalau rasa itu tidak bisa menyatu.
Penasaran kaan,cuz lanjuut guyyss...
" Huuaaa..males deh aah,hujan gini enak nya sleepping beauty ".ucapku setengah berteriak sambil terus bergumul dengan selimut tebal ku.dengan mata setengah terpejam Ayra berjalan malas ke kamar mandi,setelah bersiap siap Ayra melanjutkan pergi ke dapur untuk membuat sarapan nya.
"gimana neh hujan gini,mana harus ketemu klien lagi".guman ku.tidak lama aku tancapkan gas menuju sebuah tempat dimana mereka sudah janjian untuk meetting pagi ini.
Ayra datang terlebih dahulu di resto A,tidak lama berselang datang lah 2 orang pria dengan wajah tampan dan tubuh tegap dengan di balut stelan jas yang membuat mereka tampak gagah.lamunan Ayra seketika buyar karena terdengar sapaan"selamat pagi maaf sudah membuat anda menunggu lama ".ucap pria yang sedang membawa tablet sambil mengulurkan tangan nya,aku pikir mungkin itu seketaris nya.
"tidak masalah " ucap ku tersenyum sambil membalas jabatan tangan nya,berbeda dengan pria yang satu lagi langsung duduk sambil melipat ke dua tangan di dada nya dan menatap Ayra dengan tajam.
"Bossy"gumanku sambil sedikit melirik ke arah pria yang sempat aku kagumin.
berselang 1 jam meetting akhir nya selesai,dan finnally bos sombong itu menjadi partner kerja ku untuk proyek hotel yang ada di kota S .
#kantor
"Fiuuuh..akhir nya beres juga laporan buat persentasi besok ".ucap ku sambil merenggangkan ke dua tangan ku.
"eeh Ayra gimana klien yang tadi pagi meetting sama kamu".ucap Lala.
"eemmm gimana yaa mau tau aja apa mau tau banget".ucapku sambil menggerakan ke dua alis ku.
" iihh nyebelin deh kamu tinggal jawab aja susah amat ".ucap Lala cemberut.
"ududuuduu gitu aja cemberut gemesin deh kamu ".ucap ku sambil mencubit ke dua pipi Lala yang lumayan agak chubby.
" sejak kapan kamu nyebelin Ayra ".cebik Lala,
" sejak tadi ".ucapku lempeng .
" iiihh keseel dehh " ucap lala sambil mencubitku .
"aaaww sakit tau,KDRT neh nama nya aku laporin baru tau rasa kamu,pak polisi toolooong " .ucapku sambil mengusap ngusap tangan ku.
" idiih leebaay".ucap Lala mulai ketus.
" Aku denger bos nya tuh ganteng maxsimal tp jutek maka nya aku pengen denger langsung dari kamu beneran bos nya kaya gitu ".sambung Lala yang tingkat penasaran nya udah mulai zona merah.
"memang sih tuh bos nya jutek banget cuma ganteng nya bikin ngiler tau ,coba kalau sedikit ramah terus senyum uuhh bikin gak kuku poko nya,tapi sayang dingin banget sikap nya malah gak sapa aku loh,di kacangin tau aku tuh tadi pas meetting untung seketaris nya baik jadi gak terlalu gugup pas jelasin proyek nya".ucap ku penuh kekesalan.
Iya dialah Arga Sakti ,bos dari perusahaan TriSakti enterprise yang bergelut di bidang perhotelan,resort dan berbagai tempat wisata yang sudah memiliki banyak cabang di luar negeri maupun di dalam negeri.
Arga sosok begitu di segani karena kepemimpinan nya yang bijak dan selalu dapat menyelesaikan masalah dengan cepat,dan jangan salah dengan wajah yang ciamik banyak wanita,janda atau pun gadis siap antri untuk mendapatkan hati nya tapi tidak ada yang dapat membuat hati nya bergetar sedikit pun,namun berbeda dengan pertemuan nya pagi tadi,entah kenapa saat melihat Ayra hati nya seakan tergelitik dan tanpa Ayra sadari saat Ayra sedang berbicara dengan Sandy( seketaris Arga ) Arga sering mencuri pandang seakan wajah Ayra begitu manis untuk di lihat.
" kenapa dengan hatiku ini ".guman Arga " masa iya aku jatuh cinta pada pandangan pertama".batin Arga terus saja berbicara.untuk menutupi ke gugupan nya Arga sengaja tidak memperdulikan Ayra yang sedang menjelaskan proyek.Arga memilih bersikap acuh dan ketus .
3 bulan kemudian
#kantor Arga
karena sering nya Arga dan Ayra bertemu dan berkomunikasi akhir nya mereka menjadi dekat dan tanpa sadar rasa cinta mereka tumbuh namun ke dua nya masih menyimpan rasa cinta mereka di hati nya masing masing.
Di ruang Arga ." Pak Arga,Alhamdulillah proyek nya sudah selesai semoga proyek selanjut nya kita bisa berkerjasama lagi ".ucap ku sambil tersenyum namun dalam hati Ayra ada sedikit kesedihan karena otomatis tidak akan bertemu lagi dengan Arga.
"Ini sudah di luar jam kantor jadi jangan panggil aku Pak memang nya aku ini bapak mu Ayra ".ucap Dirga sambil tersenyum.
"ya ampuun senyum nya bikin tambah menclos hatiku,gak kuat Yaa Tuhan ku ".Batin ku berteriak.
" Baik pak eeh Mas eeh Bang eeh Aa..aduuhh maaf saya harus panggil apa ya..".ucap ku belibet karena gugup.
"bilang sayang aja gak apa apa kok ".ucap Arga dengan senyum jahil."lagian jangan bilang saya formal banget ,aku kamu aja jadi lebih intim kedengaran nya.ucap Arga,dan lagi lagi bikin hatiku ku mau melompat lompat.
Bluusshh..
wajahku memanas,entah sudah berubah warna atau belum yang jelas aku hanya bisa menundukan kepala ku karena tidak sanggup melihat wajah Arga yang takut nya bikin aku khilaf.
"uuh Arga bikin baper aja siih ".ucap batin ku.
" Panggil aja Abang atau Bang Arga ".ucap Arga,aku hanya menganggukan kepala ku sambil terus menunduk.
"kamu nyari apa sih di bawah dari tadi liat ke bawah terus".ucap Arga menyelidik.dengan reflek aku mendongakkan kepala ku melihat Arga " eeh ga nyari apa apa kok".jawab ku sambil tersenyum.
Tiba tiba Arga memegang tangan ku lalu " Ayra apa setelah proyek ini selesai kita masih bisa bertemu ".ucap Arga yang membuat hatiku semakin tak terkendali.
" Iya Bang kita masih bisa bertemu kok".ucap ku kembali tersenyum.
" Ayra kalau di depan laki laki lain kamu jangan tersenyum seperti itu ya ".ucap Arga serius.
"kenapaa".ucap ku bingung.
" senyum mu manis aku gak mau ada laki laki lain menikmati senyum mu itu".ucap Arga kembali dengan mode serius nya.
Bluushiing
" aaahhh pipiku " guman ku yang tanpa sadar memegang ke dua pipiku. "kenapa dengan pipi kamu Ayra".ucap Arga sambil senyum senyum." aah..tidak apa apa " ucapku senyum kikuk.
" Ayra jangan mendesah gitu donk nanti ada yang bergerak gerak tau ".ucap Arga semakin melebarkan senyum jahil nya.
Buugghhh...
" iihh kamu kenapa jadi mesum siih ".secara reflek tangan ku memukul tangan Arga namun secara tiba tiba tangan Arga menggenggam ke dua tangan ku,lalu wajah Arga mendekat dan terus mendekat ke arah wajah ku,Ayra yang melihat wajah Arga semakin mendekat tanpa sadar memejamkan mata nya,Arga yang melihat Ayra memejamkan mata nya lalu tersenyum dan mendekat kan bibir nya ke telinga Ayra. " Pengen banget ya aku cium".ucap Arga pelan ke telinga Ayra yang membuat Ayra merinding di buat nya dan sekaligus membuat Ayra malu dan kembali memukul Arga,Arga tertawa di buat nya,baru kali ini Arga bisa sebahagia itu.Ayra mengejar Arga yang terus meledek Ayra namun tiba tiba Ayra terjengkang ke sofa dan tidak sengaja Arga pun jatuh di atas tubuh Ayra yang terlentang dan sesaat tatapan ke dua nya bertemu lalu..
Cuupp
" I love you".ucap Arga mencium sekilas bibir ku,Ayra tersentak dan membulatkan mata nya kaget bercampur rasa tidak percaya kalau Arga mengucapkan tiga kata itu apa sekarang Arga menembak diri nya .
" I love you".Arga kembali mengucapkan nya lagi karena tidak ada tanggapan dari Ayra,Arga pun mulai beranjak berdiri namun tanpa di sangka Ayra menarik tangan Arga dan satu tangan Ayra menarik tengkuk Arga dan membalas ciuman Arga dengan lembut," I love you too ".ucap ku kemudian Arga kembali mencercap lembut bibir ku kecupan lembut itu berubah dengan menjadi lumatan lumatan penuh gairah,ciuman Arga beralih ke leher dan kemudian aku pun tersadar." Bang Arga udah bang jangan seperti ini istighfar bang".ucapku mengingatkan sambil menahan dada Arga,nafas Arga yang tadi memburu mulai tenang lalu kami pun terduduk.
" Maaf kan aku Ayra,aku khilaf ".ucap Arga sambil mengusap wajah nya dengan kasar lalu merebahkan kepala nya bersandar di sofa sambil memejamkan mata untuk menahan hasrat nya yang bergejolak.
lalu kemudian Arga menegakkan badan nya kembali dan duduk tegak.
"Ayra menikahlah dengan ku".ucap Arga pasti.
" Jangan terburu buru bang ".ucapku sambil mengusap pipi nya.
" aku serius Ayra".ucap Arga kembali.
" Aku juga serius Bang,kita jalani aja dulu menikmati kebersamaan kita,toh kalau kita berjodoh maka semua nya akan di permudah ".ucap ku sambil tersenyum.
lalu Arga memelukku " Aku mencintaimu Ayra,jangan pernah meninggalkan aku apa pun yang terjadi "ucap Arga sambil terus mengecup puncak kepala ku bertubi tubi ,aku hanya bisa mengangguk dan mengeratkan pelukan ku terhadap Arga karena aku pun tidak mau jauh dari nya ..
beberapa bulan kemudian
kami seperti layak nya orang yang sedang kasmara,setiap hari nya kami selalu menikmati hari hari yang membuat kami selalu mabuk kepayang,aku bahagia sangat bahagia karena kami sudah merencanakan pernikahan kami.
di dalam mobil saat menuju butik kebetulan Arga menyetir sendiri ." Bang Arga nanti baju pengantin nya mau berapa ".tanyaku.
" eem berapa ya aku sih terserah kamu aja sayang".ucap Arga sambil mengecup pipi Ayra.
" iih Bang Arga yg fokus nyetir nya dong".ucap ku kaget.
" iya iya gitu aja marah,abis kamu gemesin sih ".ucap Arga sambil mencubit pipi ku.
lalu kami mengobrol sambil bercerita di selingi candaan namun tiba tiba..
" Awaas Bang...aaawww ".jerit ku yang seketika semua nya gelap dan aku hanya mendengar rintihan Bang Arga
"sa..yaa..ng.. Ayra..ka..mu gak apa...apa ".lalu hening..
#rumahsakit
"Bang Arga jangan pergi bang,jangan tinggalin Ayra Bang..Baaangg ".lalu tiba tiba aku tersadar dari mimpi itu,"dimana aku " batinku berucap sambil melihat sekelilingku namun aku tersadar,
" Mah Bang Arga mana Mah".ucapku mengagetkan Mamah yang sedang tidur di samping ku.
" sayang kamu sudah sadar Nak" .ucap Mamah sambil mengusap air mata nya.
" Udah berapa lama Ayra tidur Mah".ucap ku agak serak.
" 2 hari sayang..".ucap Mamah.
" lalu Bang Arga gimana keadaan nya ".ucap ku sambil terus melihat mimik muka Mamah yang berubah.
" Bang Arga gak apa apa kan Mah "?.terus saja aku bertanya namun tidak ada jawaban dari Mamah.
"Arga koma,Ra ".ucap Papah yang tiba tiba sudah ada di sampingku sambil mengusap kepala ku.
aku hanya bisa menutup mulut ku tidak percaya dengan apa yang terjadi di sana aku menangis sejadi jadi nya menumpahkan air mata ku.lalu aku mengusap air mata ku.
" Pah antarkan Ayra ke ruangan Bang Arga ".ucap ku memohon.
"sayang istirahat dulu ya kamu juga baru sadar,jengukin Arga nya nanti ya " ucap Papah sambil mengusap kepala ku kembali.
1 minggu kemudian.
Aku masih setia menemani Arga di ruangan nya,kondisi nya masih sama namun aku selalu mengajak nya ngobrol seolah olah Arga mendengar nya tapi aku yakin Arga mendengarkan semua yang aku katakan..
" Bang ayo bangun jangan kaya gini terus ,memang nya Abang gak kangen sama Ayra,abang gak mau lagi melukin Ayra,Ayra kangen banget sama Bang Arga,kalau abang sayang sama Ayra abang bangun dong,udah hampir mau 2 minggu apa abang gak cape "?.
lalu tiba tiba..tangan Arga bergerak ,kedua mata nya yang tertutup mulai bergerak gerak lalu dengan cepat aku meraih tombol memanggil suster.
lalu tidak lama datanglah Tim dokter dan beberapa suster .
" Maaf bu tunggu di luar ya kami akan memeriksa keadaan nya dulu".kata salah satu Dokter,aku hanya mengangguk lalu keluar dan menununggu di balik pintu.rasa cemas mulai melandaku aku takut yang aku bayangkan terjadi seperti yang sering aku baca di novel novel,hilang ingatan itu yang aku takutkan setelah Arga bangun dari koma.
pintu ruangan Arga pun terbuka ,aku menatap Dokter dan
" bagaimana keadaan nya Dok"?.pertanyaaku tiba tiba meluncur sedangkan Ibu Arga hanya terdiam sambil memegang tangan ku.
" Alhamdulillah Pak Arga dalam kondisi baik,namun..".
deeg
ucapan Dokter yang menggantung membuatku semakin cemas,seperti nya Dokter melihat kecemasan ku lalu
" Sabar bu,bapak Arga secara keseluruhan kondisi nya baik,jangan khawatir ".ucap Dokter sambil tersenyum.
" Alhamdulillah syukurlah ".ucapku sambil mengusap dada.
" apa aku boleh menemui nya Dok".ucap ku
"Silahkan bu ".ucap Dokter ramah.
#Di ruangan Arga
"Bang Arga ".ucapku sambil setengah berlari ingin memeluk nya.
"stop jangan mendekat".ucap nya dingin.
"kenapa Bang".ucap ku sedih penuh dengan kebingungan.
"ini Ayra Bang apa abang lupa"?.ucap ku kembali sedih,sekuat tenaga aku menahan air mata ini agar tidak jatuh.
"pergilah".ucap Arga sambil menatap ku dengan tatapan dingin.
"Bang kenapa abang berubah apa salah Ayra"?.ucap ku lirih.
"aku hanya tidak ingin melihat mu ,jadi pergilah".ucap Arga menatap ku tajam.
" baiklah".ucap ku sambil membalikan badan ku dan tumpah lah air mata ku yang sejak tadi aku tahan.
Ibu Arga hanya melihat ku sedih dan berusaha menguatkanku dengan senyuman nya.
"kenapa abang seperti ini,apa abang hilang ingatan,abang kenapa bisa berubah,apa salah ku seakan akan abang begitu tidak peduli dengan ku,kenapa kenpaa "????.
di otak ku hanya ad kata " KENAPA".abang bisa tiba tiba berubah seakan ingin menjauhiku...
karena penasaran aku pun menanyakan kondisi Arga dan menceritakan apa yang terjadi lalu Dokter hanya bisa tersenyum" keadaan bapak Arga secara keseluruhan baik namun masalah yang ibu ceritakan memang selalu ada cerita setelah terbangun dari koma,yang bisa menjawab hanya Bapak Arga sendiri karena menurut medis kondisi nya stabil,saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk ibu dan bapak Arga saja ".ucap Dokter sambil tersenyum. selama Bang Arga di rawat,aku pun bolak balik ke rumah sakit dan selama itu pula aku mendapatkan penolakan yang membuat hati ku hancur.
ini hari terakhir Arga di rumah sakit,aku mencoba datang untuk ikut pulang bersama nya.
"kenapa kamu selalu datang kesini,kan aku sudah bilang jangan ganggu aku".ucap Arga dingin.
aku menarik nafas dalam dalam dan menguatkan hati ku sekuat tenaga lalu,
"baiklah jika kehadiran ku selalu membuat mu terganggu mulai sekarang aku pergi,aku melepas mu,terima kasih atas semua cinta mu selama ini,semoga kamu selalu bahagia dan selalu berada di dalam Lindungan-Nya.
namun sebelum aku pergi aku mohon PELUK AKU SEBENTAR SAJA...".
lalu aku mendekat dan memposisikan aku untuk berhadapan dengan Arga entah apa yang ada di pikiran Arga saat ini aku pun tidak peduli kemudian aku memeluknya begitu erat belum ada balasan dari Arga namun tiba tiba aku merasakan tangan nya mulai bergerak dan ikut memeluk ku aku tak kuasa untuk tidak menangis saat itu,namun aku langsung menghapus air mataku,jujur aku sangat merindukan nya aku sangat merindukan kehangatan nya,aku rindu celotehan nya sungguh aku merindukan saat saat kami bersama,kemudian sedikit demi sedikit pelukan kami pun terlepas,aku kembali tersenyum dan mengusap pipi Arga untuk terakhir kali nya lalu berucap " dulu abang bilang jangan pernah meninggalkan mu apa pun yang terjadi namun tidak di sangka malah abang sendiri yang meninggalkanku".ucap ku lirih tidak terasa air mataku jatuh dan seketika itu pun tangan ku terlepas dari kedua pipi nya karena Arga langsung berbalik disana hati ku hancur seketika,ingin aku menjerit memeluk nya dan kembali masuk ke dalam dekapan nya namun itu sangat sulit seakan ada tembok tinggi yang menghalangi kami.
Bang aku pergi...
-End-
note: asli aku nangis pas bikin ending nya tapi walaupun sad ending semoga para readers syukaa yaa dan berkenan ngasih like n komen nya biar aku tambah semangat lagi nulis nya.
Terimaaa kasih 😘😘😘