Apakah kalian percaya bahwa makhluk halus itu benar-benar ada? Apakah kalian takut dengannya?
...
Namaku Cici, hari ini adalah hari pertamaku duduk di bangku kelas TK. Ibuku mengantar sampai di sebuah rumah yang terletak di sebuah gang. Meskipun aku masih berada di depan rumah tersebut, aku bisa mendengar suara bising dari dalam rumah tersebut. Aku berpikir kalau ibuku ingin menyapa temannya sehingga aku tidak menanyakan hal itu. Kemudian kami berdua pun masuk, hal yang tidak kusangka adalah didalamnya terdapat banyak anak-anak yang duduk di bangkunya masing-masing. Ketika aku masuk, semua anak-anak itu melihat ke arahku, yang membuatku salah tingkah. Lalu aku melihat seorang kakak cantik menghampiri kami.
"Ini anakku ya" Kata ibuku sambil menyapa kakak cantik itu.
"Iya, nanti aku akan menelpon Tante untuk menjemputnya" Ucap kakak cantik itu.
"Nak, kamu sekolah disini ya?" ucap ibuku sambil mengelus rambutku.
"Hmm" Aku mengangguk kecil.
Setelah berpamitan dengan ibuku, kakak cantik itu memperkenalkan dirinya dengan nama Vina, dan aku memanggilnya kakak Vina. Semua anak-anak tadi akan menjadi teman TK ku. Lalu, kakak Vina menyuruhku untuk memilih tempat dudukku. Sebenarnya itu tidaklah sulit, karena bagiku yang penting ada tempat duduk saja.
Aku memilih tempat duduk yang berada di tengah. Aku berjalan kearah tempat dudukku dan duduk di bangku ku. Aku tidak menyapa teman sebangku ku karena aku merasa hal itu tidak perlu dilakukan. Selama pelajaran, aku hanya fokus ke depan, sambil memasang wajah datar tanpa sepatah katapun keluar dari mulutku. Sementara teman sebangku ku terlihat sedang berbisik-bisik dengan laki-laki dibelakangnya. Aku tidak memperdulikannya karena aku merasa itu bukanlah urusanku.
Setelah pelajaran selesai, kami diberi waktu istirahat selama 15 menit, dalam waktu istirahat, kami bebas melakukan apapun itu. Aku hanya duduk di bangku sambil mendengar anak di depanku bergosip.
"Siapa namamu?" Ucap seorang gadis manis yang mengagetkanku.
Karena dia menanyaku sehingga aku menjawabnya.
"Cici" Itulah yang kukatakan padanya.
"Halo, namaku Xia Xia" Ucap gadis yang bernama Xia Xia itu sambil tersenyum manis.
"Hmm"
Lalu, Xia Xia mengatakan bahwa laki-laki dibelakangnya bernama Xun Xun yang mana adalah adiknya. Xia Xia lebih dulu lahir beberapa menit dari Xun Xun.
Dia juga menjelaskan tentang kondisi rumah ini yang menurutku sangat aneh, dia bilang di belakang rumah ini ada beberapa rumah namun tidak berpenghuni. Tapi di sebelah rumah ini ada sebuah tempat makan. Lalu, kenapa rumah yang ada di belakang rumah ini tidak ada penghuninya? Semakin aku berpikir semakin aneh pula, sehingga aku memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi.
...
Ini telah jam 18.00, namun aku masih belum pulang. Seharusnya aku sudah pulang satu jam yang lalu, namun ibuku ada urusan sehingga aku harus menunggunya. Karena aku merasa bosan, sehingga aku berjalan-jalan, namun tanpa sadar aku berjalan ke belakang rumah kak Vina.
Kriek!
Aku baru tersadar bahwa aku sekarang berada di belakang rumah kak Vina setelah aku menginjak sebuah ranting. Ketika aku mau kembali, aku merasa ada yang sedang mengawasi ku sehingga aku menghentikan langkahku dan mengedarkan pandanganku menyusuri sekelilingku. Namun, tetap saja aku tidak melihat orang lain.
"Lagi-lagi perasaan ini, sebenarnya siapa yang sedang mengawasi ku?" gumam ku sambil memijat keningku.
"Belakang!" Aku merasakannya, dia ada di belakangku, aku berbalik badan, tapi tidak ada siapa-siapa di sana. Hal itu membuatku menjadi semakin penasaran.
"hmm"
Suara itu terdengar seperti suara seorang perempuan, tapi yang menjadi pertanyaannya adalah aku tidak melihat siapa-siapa disini.
Aku bisa merasakan ada hawa dingin dibelakang ku sehingga aku berbalik badan, dan ternyata ada seorang perempuan. Perempuan itu memakai kain putih, dia memiliki rambut yang panjang, selain itu, ada banyak darah ditangannya dan diwajahnya, dan yang membuatku terkejut adalah kaki dia tidak menyentuh tanah!!!
Perempuan itu tiba-tiba menghilang dari pandanganku, lalu aku mengedarkan pandanganku untuk mencarinya, dan ternyata dia duduk di sebuah pohon!!!
Sesaat kemudian, dia menghilang lagi dari pandanganku, dan tiba-tiba muncul di depanku. Aku tidak tau kenapa, tapi aku sama sekali tidak bisa bergerak, aku merasa seperti ditahan oleh seseorang.
Perempuan itu melayang, dia semakin dan semakin dekat denganku. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku berharap aku tidak pernah datang ke belakang rumah kak Vina, aku berharap aku mempercayai hal-hal tentang makhluk halus, aku berharap aku mengikuti perkataan ibuku dan mempelajari hal-hal tentang makhluk halus, namun apa dayaku, semua sudah terlambat.
Karena merasa aku sudah akan mati, aku menutup mataku, dan membiarkannya membunuhku, aku hanya tidak menyangka aku akan mati secepat ini, mati karena ketidakpercayaan ku. Satu detik terasa begitu lambat bagiku. Aku sudah bersiap untuk mati.
Apa aku sudah mati? Apa adik akan bahagia karena mulai saat ini tidak ada orang lagi yang akan berdebat dengannya? Atau dia akan sedih? Itulah pertanyaan yang berputar di pikiranku.
Namun, beberapa saat sudah berlalu, aku masih belum mati. Perlahan tapi pasti, aku membuka mataku. Aku tidak melihat perempuan tadi, aku mengedarkan pandanganku mencarinya, namun, aku tidak menemukannya. Aku belum mati! Aku sudah bisa bergerak! Aku merasa bahagia meskipun aku masih memasang wajah datar.
"Apa tadi itu hanya mimpi?" Aku bergumam pelan sambil mengusap dagu ku.
Lalu aku menunduk, dan sepertinya aku menemukan kebenaran tentang hal itu. Itu bukanlah mimpi, itu nyata!
Di tanah ada beberapa tetes darah yang darah dari tangan perempuan tadi.
Aku kembali ke dalam rumah kak Vina, yang ternyata ada ibuku. Ibu terlihat khawatir dengan ku. Ya, tentu saja aku tidak memberitahukannya hal yang terjadi tadi, aku tidak ingin dia cemas. Aku memberitahukannya bahwa aku hanya berjalan-jalan. Untungnya, dia mempercayainya.
...
Mulai hari itu, aku sepenuhnya percaya bahwa makhluk halus itu benar-benar ada, dan mulai saat itu pula, aku sering diganggu makhluk halus.