"heh Rin kapan Lo nikah?" Tanya Rita tanpa beban.
"Iya nih, nanti keburu tua, gak laku apa gimana" imbuh Keke tanpa merasa bersalah.
Keduanya kemudian tertawa
Rina hanya diam sembari menyeruput brutal es teh yang di pesannya.
Mereka bertiga adalah seorang guru di SD Herve, SD elit ya. Ketiganya saat ini sedang berada di sebuah cafe yang baru buka, sepulang sekolah mereka memutuskan untuk mampir sekaligus refreshing. Maklum mengajar anak-anak bukan hal mudah di butuhkan kesabaran seluas samudra.
Maka untuk mengembalikan kewarasan, mereka selalu mampir di tempat-tempat baru atau di cafe. Gaji guru di sekolah elit cukup banyak, ya UMR lah.
Mendengar pertanyaan pertanyaan tidak berakhlak temannya Rina hanya berkata.
"Bentar lagi gue nikah, awas Lo berdua ngamplop seratus ribu doang"
Semprot nya dengan sadis
Rita dan Keke hanya tertawa mendengar perkataan sarkas Rina
***
Rina adalah seorang guru honor muda, masih 25 tahun, cukup muda sebenarnya , hanya saja kurang beruntung karena dia bekerja di sekolah yang rata-rata gurunya sudah menikah. Mungkin hanya dirinya dan juga salah satu guru muda yang belum tapi tetap saja usianya sudah tergolong matang dan bisa dikatakan sudah saatnya untuk menikah.
Tapi Rina sedang ingin menikmati masa sendiri nya. Mau healing dulu, senang-senang dulu. Ia juga takut menikah karena kegagalannya saat berpacaran dulu.
Belum lama ini Rina di ghosting seorang pria yang katanya si berseragam gagah gitu, tapi sayangnya mokondo, selama berpacaran Rina terus yang keluar uang, si Rita sama si Keke sampai marah-marah dan Rina di katain bodoh. Walau memang benar upsss.
***
Morning kelas 1
Lagi-lagi Rina mendengus sebal sebelum masuk kelas, moodnya kurang bagus gara-gara pertanyaan teman-temannya yang minim akhlak itu.
"Good morning" ucapnya ceria sembari membuka pintu kelas
"Good morning Miss" sahut anak-anak didiknya yang berjumlah 20 anak
Tidak terlalu banyak tapi tidak sedikit pula. Maklum sekolah elit muridnya dikit.
Lalu Rina melanjutkan mengajar hingga jam mengajar habis
Pukul 10 pagi menjelang siang kelas 1 pun sudah jadwal nya pulang
"Oke untuk belajarnya cukup sampai disini, pulangnya hati-hati, jika belum di jemput silahkan tunggu di dalam" ucapnya sebagai rutinitas sehari-hari
Ia kemudian mengantarkan anak-anak di depan karena biasanya orangtua mereka sudah menunggu di luar
Satu persatu anak didiknya sudah pulang, hingga dia sadar masih ada satu muridnya yang belum di jemput.
Johan namanya, muridnya yang cukup pendiam namun cerdas, hingga Rina bertanya-tanya siapakah orangtuanya, apa pekerjaannya juga?, Eh tersadar dari lamunannya.
Rina mulai mendekati Johan.
"Johan kemana orangtuamu?" Tanya Rina sembari mengelus kepala anak itu
Johan hanya diam sembari menggelengkan kepalanya pelan
Johan tersentak saat kepalanya di usap gurunya, sudah lama dia tidak merasakan sentuhan seperti ini. Maklum ibunya sudah meninggal dan ayahnya yang sibuk keluar negeri.
Biasanya Johan di jemput supir pribadinya, tapi kok dia belum di jemput, apa mungkin mobilnya mogok?
Bahkan pemikirannya pun sudah dewasa
Biasanya kan anak-anak seumuran Johan kalau telat di jemput pasti ngereog atau nangis. Ini si Johan cuma diem sabar nunggu. Salut Rina melihatnya.
Tidak lama, hanya 30 menit. Akhirnya Johan di jemput
Yang jemput bapaknya ternyata, Rina yang baru ketemu pun lagi-lagi terkesima, wah bapaknya Johan keren banget, masih cukup muda mungkin usianya sekitar 35 tahunan.
"Daddy" teriak Johan kemudian berlari menuju Daddy nya yang sudah merentangkan kedua tangannya untuk menggendong anaknya, maklum LDR seminggu
Rina akhirnya tersadar dan menghampiri keduanya, biar keliatan sopan gitu.
"Hallo bapak saya wali kelas Johan, tadi saya menemaninya menunggu anda" ucap Rina modus sedikit menunjukkan senyum termanisnya
Gapapa lah duda soalnya ganteng banget
"Ah iya, maaf Saya sedang ada urusan tadi sehingga saya telat menjemput anak saya" ucap Daddy Johan
"Ayo Dad kita pulang, aku mau main sama Daddy" celotehan Johan membuat Rina mendengus pelan
Baru saja mau modus
"Okey son, wait. Ah iya saya Jhonny, mungkin kedepannya jangan panggil saya bapak, karena Saya tidak setua itu" ujarnya sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rina yang langsung di sambut dengan baik.
"Saya Rina pa_ eh maksudnya Jhonny, panggil saja saya Miss seperti wali murid yang lain" ucap Rina salting karna di tatap dalam sama Jhonny
"Okey saya akan panggil kamu Miss Rina" final Jhonny
"Terserah bap_ eh Jhonny saja" Rina sedikit gagap
"Kalau begitu kami pulang dulu ya Miss Rina, ucapkan salam son" ucapnya kepada sang anak yang saat ini sudah mendusal di dadanya. Mungkin Johan lelah. Lelah main maksudnya
"See you Miss" ucapnya sambil dadah dadah kecil
Lalu kedua orang itu masuk kedalam mobilnya dan keluar dari area sekolah
Baru saja Rina berbalik menuju ruangannya dirinya sudah di hadang kedua temannya
"Ahh terlihat seperti seorang suami yang mengantar istrinya ya" goda Keke sambil tertawa
"Boleh tuh Rin gebet aja" kompor Rita
"Apaan sih kalian dia cuma wali murid yang jemput anaknya" sungguh pusing kepala Rina
"Pak Jhonny Lo gak tau Rin?" Ujar Keke tidak percaya
"Bapaknya di Johan, tau lah kan gue wali kelas tu anak" balasnya kemudian memutarkan kedua matanya malas
"Heh masak Lo gak tau" tanya Rita tidak percaya
"Gak tau gak penting, minggir gue mau masuk, capek pengen bobok cantik" ucapnya kemudian meninggalkan kedua temannya yang sedang bengong di depan gerbang
Bodo amat dia lelah mau tidur sebentar sebelum pulang
Btw dia ingat belum belanja mingguan, nanti saja sekalian pas pulang
Brakk!
Keke tiba-tiba memukul meja Rina dengan keras hingga yang punya meja kaget lalu bangun
"Tak apa-apaan sih Lo berdua, jangan ganggu dulu, gue capek loh" cerocos Rina lelah
Heran dia sama kedua temannya hobi banget gangguin dia
"Gue punya berita bagus Rin" ucap Rita semangat.
Akhirnya ketiganya bergosip di meja Rina
"Apaan?" Tanya Rina kepo
"Pak Jhonny lagi cari istri" ucap Rita tiba-tiba
"Sok tau Lo ta, jangan bikin berita yang aneh-aneh" nasihatnya kepada sang sahabat yang menurutnya sudah cukup gila
"Lah dia gak percaya, tunjukin ke" ucapnya kemudian
"Nih lihat" Keke kemudian menunjukkan sebuah berita live dan mata Rina melebar saat dia tahu bahwa bapaknya si Johan alias si Jhonny sedang melakukan live streaming
Tunggu, dia sepertinya tidak asing dengan nama mall di dalam live ini
Hah jadi si Jhonny pemilik mall Neo. Oh my God
Rina kemudian terdiam, sedikit syok. Gila ini benar-benar gila. Salah satu wali murid nya ternyata seorang sultan
Seketika kaki Rina gemetaran
Terdengar suara percakapan Jhonny dengan seorang MC di dalam live tersebut
(J: Jadi saya ini sekarang memang masih sendiri tapi tidak menutup kemungkinan jika sebentar lagi saya akan menikah lagi, saya berfikir alangkah baiknya Johan memiliki seorang ibu secepatnya)
(MC: Apakah bapak sudah memiliki pacar?)
(J: Saya tidak memiliki pacar, namun saya sudah memiliki calonnya)
(Mc: Wah, apakah seseorang itu dekat dengan anda dan anak anda)
(J: mungkin bisa di katakan dekat dengan Johan, saya pun baru bertemu hari ini)
(MC: jadi anda baru bertemu dan langsung ingin menikahi nya? Bukankah lebih baik berpacaran dulu pak?)
(J: saya orangnya tidak suka basa basi, lebih enak kalau cepat)
Rina seketika tidak fokus mendengar perkataan Jhonny karena banyak pikiran yang ada di kepalanya
Keke dan Rita pun berteriak heboh
Jika di dengar dari perkataan Jhonny orang yang di maksud ya Rina. Yang dekat dengan anaknya namun baru bertemu dengannya tadi.
Rina mendadak pusing
"Kayaknya bener deh, ungkapan perkataan adalah doa" gumam Keke pelan
Rita juga berfikir seperti itu. Mana calonnya kaya pula
Belum lama ini kan Rina bilang akan menikah secepatnya, tapi masak iya secepat ini
Rina belum siap mama
***
Mal Neo
Rina berjalan lesu memasuki mall. Keduanya sahabatnya mendadak menolak menemaninya berbelanja karena ada urusan mendadak. Kan jadi bete Rina belanja sendiri, gak ada yang bisa di ajak ngobrol
Memasuki area pusat perbelanjaan, Rina kemudian mengambil stroller untuk belanjanya, berjalan menuju rak sayuran. Dia merasa kurang serat, karena memang akhir-akhir ini dia jarang makan sayur
Mengambil sawi bayam dan lain kemudian menuju area bumbu dan buah
Saat sedang melihat-lihat buah semangka
Brukk
'huaaaa' seorang anak yang tidak sengaja menjatuhkan semangka besar pun menangis tersendu-sendu
Rina mendekati anak itu untuk menenangkan, maklum jiwa gurunya keluar, sudah sering dia menenangkan seorang anak hingga tanpa sadar ia sekarang mendekati anak itu
Pasti anak itu takut, apalagi semangka yang di jatuhkannya cukup besar, berapa dendanya? Pikir Rina
Duh gapapa ya dek, jangan nangis di mana orangtua mu. Ucapnya sembari mengelus punggung anak itu, Karena posisinya anak itu duduk di bawah sembari menyembunyikan wajahnya di balik tangannya
"Udah udah cup cup, anak ganteng gak boleh nangis ya, nanti gantengnya ilang" masih mencoba menenangkan anak itu
"Johan!" Teriak suara di belakangnya membuat Rina langsung menolehkan kepalanya. Dia melihat Jhonny sedang berlari ke arahnya
"Hey son, are you okay?" Tanyanya kepada sang anak, melupakan bahwa ada Rina di samping anaknya
"Bo Daddy, i am not okay" ucap terbata anak itu. Kemudian ia mendongak melihat orang yang ada di depannya yang ternyata gurunya, Johan langsung menghambur ke pelukan Rina. Hangat, itulah yang dirasakan oleh Johan.
Jhonny yang melihatnya pun hanya berdecak malas. Hal itu membuat Rina berfikir kalau Jhonny suka memarahi Johan.
"Pak jangan di marahin Johan nya. Mungkin dia gak sengaja" ucap Rina datar karena kasihan Johan sampai mendusal ke badannya seolah ketakutan
"Saya saja gak pernah marah-marah sama dia" Jhonny kesal di tuduh suka marahin anak. Boro-boro mau marahin. Ketemu saja jarang, dia mah orang sibuk, hobinya keliling dunia terus
Iya sampe anak aja si lupain
"Ayo keluar, gak enak di lihat orang" ucap Jhonny pelan
Seakan tersadar, Rina kemudian melihat sekeliling dan benar saja mereka sudah menjadi tontonan orang yang ada di sana
Keduanya keluar setelah membayar semangka yang di jatuhkan Johan.
Ketiganya saat ini sedang berada di sebuah rumah makan, entahlah kenapa si Jhonny membawanya kesini, si Johan juga masih nyaman di gendongan Rina
Si Jhonny juga sudah berusaha untuk membawa Johan karena tidak enak dengan Rina yang tubuhnya kecil tapi malah gendong anaknya, Johan nya yang gak mau
Memang kurang ajar tu anak
" Maaf ya Rin anak saya kalau lagi seperti ini manja banget" ucapnya tidak enak
"Gapapa pak sekali-kali" balas Rina dengan senyuman manis. Jujur saja dia capek, Johan walaupun masih kelas 1 SD, badannya bongsor, maklum anak orang kaya, kebutuhan makanannya pasti terjamin makanya badannya sehat subur, gak kayak dirinya
"Jangan panggil bapak, kan saya masih muda" gerutu Jhonny membuat Rina tertawa, sungguh menggelikan melihat Jhonny cemberut
Mereka akhirnya menghabiskan waktu di mall dengan cukup lama dan kemudian akhirnya Jhonny mengantarkan Rina untuk pulang ke rumahnya
***
Tokk..tok..tok..
Pagi-pagi siapa yang bertamu di rumah Rina, dirinya yang baru mau makan akhirnya berjalan menuju pintu rumahnya. Membukanya
"Hah Johan" ucapnya melihat seorang anak di depan pintu rumahnya
"Maaf ya Rin mengganggu pagimu, si Johan mengajak kesini pagi-pagi, katanya mau berangkat bareng" ucap Jhonny panjang lebar
Rina hanya menganga, Untung dirinya sudah mandi dan bersiap, hanya saja sepertinya dia menunda dulu laparnya
***
Ketiganya berangkat bersama, terlihat seperti keluarga Cemara ada ayah ibu dan anak. Lengkap bukan. Inilah yang ingin dirasakan Johan, keluarga lengkap. Ia cukup bahagia pagi ini. Andai setiap hari seperti ini, pasti di Johan bahagia seumur hidup
"Sudah sampai" ucap Jhonny kemudian membuka pintu mobilnya untuk Rina dan Johan
"Terimakasih Daddy" kemudian Johan menyalami Daddy nya dan berlari menuju kelasnya, mau main dulu
Rina yang melihatnya pun hanya geleng-geleng kepala, lalu menyusul sebelum tangannya di tahan Jhonny
"Tunggu Rin" ucapnya pelan
"Kenapa pa_ eh Jhonny?" Tanyanya heran, udah telat ini padahal
"Ada yang mau aku omongin, nanti pulangnya aku jemput okey" ucapnya kemudian tiba-tiba mencium kening Rina lalu masuk kedalam mobilnya dan keluar dari area sekolah.
Meninggalkan Rina yang mematung seorang diri di depan gerbang
"Aduh bau-bau dapat undangan nih" ucap sebuah suara di belakang Rina
"Mau ngado apa ya kita?" Ucap Keke sedikit menyebalkan menurut Rina
"Jangan lupa jadiin kami bridemaid ya" ucap Rita kemudian berlari menghindari kejaran Rina yang cukup kesal dengan ucapan sahabat nya itu
***
Pulang sekolah
Kini ketiganya lagi-lagi berada di dalam mobil yang sama menuju satu tempat
"Loh dad kok ke rumah uncle Mark?" Tanya Johan heran
"Tadi si Ulya merengek ingin bertemu dengan mu son. Makanya Daddy menitipkan mu disini sebentar"
"Oke dad, Daddy mau kemana sama Miss Rina?" Tanya Johan penasaran
"Mau jadiin Miss Rina mommy mu, mau?" Ucap spontan Jhonny membuat Rina salting plus deg-degan
"Aaaaa mauuuu, horee punya mommy" teriak girang Johan membuat Rina malu
"Kalau gitu dadah dad and mom" teriak Johan kemudian berlari menuju pintu rumah uncle nya
Tanpa basa-basi Jhonny kemudian melakukan mobilnya sembari menggenggam tangan kanan Rina. Rina hanya diam sambil tersenyum
Apakah ini saatnya aku melepaskan masa lajang ku, pikirnya
***
Sampailah mereka di sebuah restoran yang cukup mewah, Rina sepanjang jalan dalam hatinya berteriak heboh. Pertama kalinya dirinya melihat tempat se mewah dan se estetik ini. Like a dream
Akhirnya mereka sampai pada mejanya. Rina berdecak kagum melihat hidangan di Depannya. Sangat sayan jika dimakan. Jhonny sendiri hanya memandang geli Rina. Lucu juga pikirnya
Tak lama mereka akhirnya makan dengan perlahan sembari berbincang mengenai Priadi masing-masing
Sesekali keduanya bercanda, dan ternyata mereka se frekuensi
Hingga tiba-tiba lampu mati. Rina hanya mengandalkan penerangan dari sebuah lilin di depannya.
Tak lama terdengar suara lembut piano, di lihatnya Jhonny yang berdiri di hadapannya kemudian menunduk sembari mengeluarkan sesuatu dari saku jas nya.
Sebuah cincin
Astaga seperti mimpi. Apakah dirinya akan di lamar malam ini
Tuhan jangan bangunkan aku, pikir rina
"Rina meskipun kita baru saja kenal dan aku langsung mencintaimu, aku merasa jika memang dirimu adalah jodohku, maukah kau menikah denganku, membina rumah tangga baik suka maupun duka?" Ucap Jhonny sembari memandang kagum sosok Rina di depannya
Rina pun memejamkan matanya. Mengambil nafas dalam-dalam. Dan ini keputusannya
"Iya aku mau" ucapnya bergetar karena terharu
Akhirnya dia tidak jomblo lagi. Dan tidak akan di bully oleh kedua sahabat gilanya itu
Jhonny pun menangis terharu kemudian memeluk Rina dengan erat.
Inilah akhir kisah jomblo Rina
Berakhir bahagia
Happy end
End