Bisa mencintaimu adalah anugrah terbesar dalam hidupku.menyayangimu,menjagamu dan membuat mu tersenyum adalah kewajibanku.
Namun aku sadar,bahwa aku bukan lah takdirmu.Aku bukanlah pemilik hatimu.Tapi aku tak bisa membohongi perasaanku padamu.
Rasa yang terus tumbuh....Seiring berjalannya waktu,,rasa ini tumbuh tanpa mengenal mau,,rasa ini tumbuh tanpa mengenal rasa taku patah hati.
Mungkin hatiku terlalu percaya diri sampai-sampai harapanku padamu untuk membals cintaku terlalu tinggi.
Aku tak pernah membayangkan akan merasa sakit hati,,entah mengapa aku terlalu percaya diri atau hatiku yang sangat mencintai.
Namun saat ini,,detik ini,,aku merasa dijatuh kan dari langit tertinggi ke dasr bumi.Hati ku rasa terkoyak oleh ucapan janji suci orang yang kucintai.
Ya benar hari ini adalah hari pernikahan Elakshi,seorang yang sangat aku cintai.
Dia menikah dengan seorang pria tampan yang berprofesi sebagai guru agama.
Yaaa.... aku tau bahwa cintaku ini akan bertepuk sebelah tangan.Bukan hanya karena Ela menganggapku sebagai sahabatnya.Tapi juga karena kita berbeda keyakinan.
Tapi entah mengapa aku tak bisa membendung perasaanku padanya.Gadis nan ayu rupawan dengan segala kelebihan telah membuatku seolah kehilangan akal.
Namaku Jorgi Johanes Putra.Aku adalah seorang Nasrani.Dan wanita yang kucintai bernama Elakshi Sekar Andhini.
Kita menjalin persahabatan sejak kita masih kanak kanak,,dan sampai sekarang.Dan jika kalian ingin tahu aku mulai menyukainya sebagai perempuan sejak masa SMA kami.
Aku pernah menyatakan perasaanku padanya saat kami kuliah.Dan dia malah menjawab.
"Kamu bercandaa ya Joo..kamu suka sama aku gak mungkin!"Disusul tawa renyah khas miliknya.
"Tapi kalau pun kamu bener bener ada rasa sama aku,aku minta hentikan rasa mu padaku karena aku menganggapmu sebagai sahabat tidak lebih dan tidak akan pernah!" Ucap nya tegas.
"Kenapa?" Tanyaku.
"Karena keyakinan kita berbeda,dan aku gak mau kamu mengkhianati Tuhan mu hanya karena ingin mendapat cintaku.Jika pun kamu nanti berpindah keyakinan tolong jangan melakulan hal itu karena aku,tapi karena kamu benar benar mempercayai firman-firman Nya.
Tetapi apapun yang akan kamu lakukan nanti kamu akan tetap menjadi sahabat ku,masa lalu masa kini dan masa depan.
Ingat jangan berubah sikap hanya karena aku menolak cintamu,,karena aku menolak cintamu sebagai kekasih bukan sahabat."
Kata kata nya ditutup dengan senyuman yang tulus.
Dan mulai saat itu aku tak pernah lagi menyinggung akan perasaan ku pada Ela,karena aku yakin ratusan kali aku menyatakan cinta padanya jawabannya akan selalu sama.
Dan saat ini ku lihat ia sedang tersenyum bahagia bersama pasangan dunia akhirat nya.Bersanding dengan pria yang sangat di cintainya.
Aku bahagia melihat senyumnya yang secerah mentari,dan ku pandang pria yang ia nikahi aku yakin bahwa ia adalah yang terbaik yang di siapkan Tuhan untuk mendampingi nya sampai akhir hayat nya nanti.
Dan saat ini ku kuatkan hati untuk menghapirinya,memberikan selamat atas pernikahan nya.
Aku melangkah dengan mantap menghampiri mereka di singasana raja ratu sehari.Memberikan selamat dan doa agar pernikahan mereka di berkahi dan di karuniai buah hati yang menyejukkan hati.
Dan saat ini aku sudah pergi dari tempat resepsi Elakshi dan suami.
Mobil ku arahkan menuju danau tempat ku biasa merenung sendiri.Aku duduk di bawah pohon rindang dan memandang ciptaan Tuhan yang amat elok.
Ku kuat kan hati agar tak merasa lebih tersakiti.Ku yakini bahwa orang yang sangat ku cintai sudah tidak bisa ku miliki.
Dan detik ini ku mantap kan hati untuk menghentikan rasa yang kumiliki,mengikisnya perlahan karena rasa yang ku milik sudah teramat besar,Namanya juga terpatri dalam hati.
Saat ini ingin ku hanya satu,yakni mengharapkan agar rasaku bisa pergi tanpa aku merasa tersakiti.Mengiklaskan dia dengan orang yang di cintai,,dan aku akan mulai mencari cinta sejati yang akan menemani sampai rambut memutih.
~~~~~~~~~~
Setelah pernikahan Elakshi aku memutuskan untuk pergi dari kota ini,bukan karena aku benci atau pun merasa di khianati tapi aku ingin menenangkan diri juga hati agar tak tumbuh lagi perasaan ku pada Elakshi.
Di sini lah aku sekarang di kota kembang,dan saat ini aku sudah tak sendirian.Aku bersama gadis cantik rupawan bernama Sora.
Yaa...setelah 1 tahun ku rasa aku sudah bisa membuka hati untuk orang baru dan saat itu juga aku bertemu dengan Sora di tempat ibadah.
Kami mempunyai cerita yang hampir sama ternyata.Putus cinta karena perbedaan keyakinan.
Dan saat itu kami mulai dekat,,entah karena merasa senasib atau memang takdir yang mempertemukan kami di Kota Kembang ini.
Aku berdiri di sini,di depan taman yang ramai pengunjung saat akhir pekan.
Aku berlutut di hadapannya seraya berkata
"Sora mau kah kamu menjadi istri ku,menjadi pendamping hidup ku,menjadi ibu dari anak anak ku dan menjadi pelengkap dari Ibadahku!" sambil ku sodorkan sebuah cinci emas yang memang sudah ku pesan khusus untuk nya.
"Iya aku mau menjadi pendamping hidupmu dan ibu dari anak anak kita nanti." Ucapnya sambil mengangguk dan burilan kristal bening jatuh dari pelupuk matanga.
Aku langsung memeluknya erat,tak peduli riuh sorak para pengunjung taman yang memperhatikan kami.Bahkan ada yang merekam saat aku melamar Sora sang pujaan hati agar mau mendampingi hingga rambut ku memutih.
Aku yakin Tuhan punya rencana yang terbaik untuk hamba-hamba Nya.Jikalau kita di hadapkan dengan ujian maka itulah salah satu bentuk dari kasih sayang-Nya teehadap umatnya.
Dan aku tidak pernah menyalahkan takdir,atas kisah cinta yang ku alami,karena semua ini sudah di gariskan oleh sang Maha pencipta.
Kisah cintaku dengan Elakshi merupakan pelajaran berharga yang pernah ku dapati.
Mengajarkan ku arti cinta sejati,arti kesabaran dan arti mengiklaskan.
Saat ini aku maupun Elakshi sudah bahagia bersama orang yang di cintai,membentuk keluarga kecil sendiri dengan bumbu bumbu cinta yang menambah kadar cinta di antara kami dan pasangan kami.
Satu yang paling penting dan harus di ingat.Jika mencintai jangan beelebih,dan bila membenci juga jangan berlebih.Semua itu harus ada porsi nya karena kalau kita kehilangan rasa itu kita tidak akan terlalu patah hati.
Mencintai seseorang jangan karena fisik,materi apalagi rasa iba.Tapi cintai seseorang karena ketaatanya pada sang Pencipta.Karena jika semua kita pasrahkan pada-Nya maka Tuhan akan memberikan yang terbaik pada kita.
Rasa cinta yang sesungguhnya adalah rasa cinta dan ketaatan pada sang pencipta.
saat kamu berdoa dengan membuka tangan dan beralaskan sajadah,dan aku mengenggam tanganku untuk berdoa.Apakah mungkin semesta akan menyatukan kita? Seperti itulah yang selalu terpikir dalam benak ku.
Toleransi kita sangat tinggi,tapi toleransi itu hanay sebatas hubungan persahabatan tak lebih apalagi sampai hubungan saling memiliki.
Kita tidak bisa merobohkan salah satu keyakinan ini,karena sesungguhnya iman kita yang berbicara.
Ada kalimat Elakshi yang sangat ku ingat,,
Jika mencintaiku dilarang oleh agamamu,maka tinggalkan aku dan membalilah pada Tuhanmu.Karena sejatinya yang selalu ada untukmu,yang selalu menerima mu dalam keadaan apapun adalah Tuhanmu,bukan aku.
Tuhan memang satu,tapi keyakinan kita yang berbeda.Aku percaya pada Allah yang menguasai alam semesta,,sedangkan kamu mempercayai Bapak Yesus yang ada di surga.
Dan saat itu aku mulai sadar bahwa sang Pencipta mempertemukan kita agar lebih mencintai-Nya,karena kita selalu di hadapkan dua pilihan lebih mencintai yang Menciptakan atau ciptaan-Nya.
Aku berterimakasih banyak pada-Mu Tuhan karena kau telah menyelamatkan ku dari rasa sakit,mengajarkan ku arti cinta sejati dan memberikan ku ganti yang lebih baik.Baik menurut-Mu dan sangat sempurna untukku.
Terimakasih,semuannya yang sedia membaca Cerpen saya😍😍😍😍😍