Safira duduk manis di sebuah kursi roda, gadis itu melamun, menatap ke bawah. Sudah satu minggu, surat yang dia nanti- nantikan belum juga sampai ke tangannya.
" Kira - kira, kapan surat itu sampai?" begitu kata bathinnya, terus bertanya - tanya.
Safira sangat berharap kedatangan surat itu, Surat itu sudah seperti nyawanya sendiri, dia bahkan rela tidak mandi, hanya karena meluangkan waktunya duduk di depan, menunggu kedatangan pak pos memberikan surat untuknya.
***
Safira mengirimkan pesan pada Agung, dia adalah teman Safira sejak kecil, dan mereka sudah seperti saudara kandung.
Agung bekerja di kota, menurut Safira, Agung adalah manusia yang paling beruntung di dunia ini, karena dia bekerja sebagai manajer artis yang kebetulan dia idolakan.
Siapa yang tak kenal dengan artis Verrel Bramastya, idola remaja yang sekarang sedang naik daun. Kepiawaiannya dalam berakting serta parasnya yang rupawan, membuat para gadis - gadis bermimpi bertemu bahkan berkenalan dengan Verrel.
Tak terkecuali dengan Safira sendiri, seperti layaknya gadis - gadis lain, dulu dia rela menabung uang sakunya untuk pergi ke kota menemui artis idola sewaktu acara jumpa fans.
" Gung,...apa kak Verrelnya sibuk ?, kenapa dia belum mengirimkan surat untukku?" bunyi sms yang Safira kirim untuk Agung.
***
Laki - laki itu terbangun dari tidurnya, begitu handphonnya berbunyi.
" Gung, ..apa kak Verrelnya sibuk?, kenapa dia belum mengirimkan surat untukku?"
Agung menepuk dahinya seketika membaca pesan tersebut,
" Aduh...belum sempat aku kirimkan suratnya.." ucapnya, merutuki kelupaannya sendiri.
Sebetulnya Agung tidak pernah lupa untuk mengirimkan surat untuk Safira, tapi minggu ini acara sang Idola begitu padat, sehingga dia_pun terkena imbasnya juga, ikut- ikutan sibuk, karena dia adalah manajer kepercayaan Verrel.
***
Safira jatuh sakit , akibat penyakit maag yang dia miliki.
Ibu safira sangat panik, karena sudah tiga hari safira belum sadarkan diri, terbaring lemas di ranjang rumah sakit.
" Tante...."..Suara seorang pria yang tergopoh- gopoh, karena berlari menuju tempat di mana safira di rawat.
" Gung..." balas ibu Safira yang menoleh seketika ketika Agung menyapanya.
" hhh...hh..hh..." nafas yang ngos- ngos an, rupanya belum pulih dari diri agung. Laki - laki itu berjalan masuk menghampiri Safira yang masih terlelap dengan selang infus di bagian salah satu panca indranya.
" Bagaimana keadaan Safira Tante..?" tanya Agung pada ibu safira.
" Masih belum stabil Gung,....penyakitnya makin parah karena dia tidak mau makan." Balas sang ibu, dengan raut wajah prihatin dan juga sedih.
Agung menyentuh tangan Safira yang masih tertidur, memandang teman masa kecilnya itu dengan rasa bersalah.
Teringat kejadian beberapa hari yang lalu, Agung menyesal ,seharusnya dia tidak usah berkata jujur pada Safira ,jika tahu keadaan mental Safira begitu lemah.
***
Setahun yang lalu...
" Gung...aku sudah ada di hotel dimana Verrel menginap, ...apa kamu bisa membujuk Verrel kemari...aku membawakan hadiah untuknya....."
" Okey...aku akan coba bujuk dia supaya mau nemuin kamu...sekarang aku ada di lantai atas, lantai no 12, ...kamu tunggu sebentar ya....."
satu jam sudah Safira menunggu dengan beberapa fans lainnya. tapi Agung belum juga turun membawa sang idola menemui fans - fans nya.
" Hey temen - temen,...gimana kalo salah satu diantara kita, perwakilan menjemput Verrel di kamarnya, siapa tahu dia terharu dan segera turun." ucap ketua dari fans tersebut.
" Biar aku saja kak...aku kebetulan kenal sama manajernya...aku pasti bisa membawa Verreel kemari menemui kita disini.." ucap Safira mengusulkan diri.
" Tidak bisa kak...aku lebih dekat dengan Verrel...dia tetangga aku waktu kami masih kecil..."
" Aku saja kak...kebetulan aku sepupu manajer pemilik hotel ini..."
tanpa mencapai kesepakatan, mereka saling berebut untuk menjemput sang idola.
Dengan ramai mereka saling berebut, dan serentak juga berebut anak tangga untuk naik ke atas dimana sang idola menginap, tak terkecuali Safira.
Badannya lemah dan kecil, Safira terjatuh dari anak tangga, menjadi korban dari kerusuhan diantara para fans,..kaki Safira patah, dan Safira tidak bisa berjalan sementara, sampai kakinya sembuh kembali.
***
Agung membaca surat- surat yang Safira kirimkan untuk idolanya, dan hatinya merasa iba, karena ternyata sang idola sama sekali tidak membaca surat yang Safira tulis dengan sepenuh hati.
Verrel sangat terkenal, jadi di kamarnya sudah banyak bertumpuk surat- surat dari penggemarnya beserta sauvenir yang mereka kirimkan.
Agung sudah berusaha membujuk Sang idola untuk sekedar membacanya saja surat yang Safira tulis, tapi rupanya sang idola belum mau menyempatkan waktunya untuk membaca surat tersebut.
Agung membayangkan bagaimana wajah gadis mungil itu di kala dia menulis surat yang ditujukan untuk Sang Idola.
Roman muka sedih lalu roman muka bahagia...bisa Agung bayangkan, dia sudah hafal betul segala hal tentang ,dan bahkan ekspresi yang dimiliki di raut wajahnya, karena mereka sering bersama di masa kecil, bahkan tidak jarang Agung sering di anggap sebagai saudara kembar Safira.
Karena tidak tega, Agung memutuskan untuk membalas surat yang telah Safira kirimkan tanpa sepengetahuan Verrel.
Minggu kemarin, Verrel memutuskan menemui Safira karena cerita dari Agung, rupanya Verrel tersentuh dengan nasib Safira dan memutuskan untuk menemuinya.
Disebuah acara jumpa fans...Safira duduk dengan gembira di kursi rodanya. Dibelakangnya nampak sang bunda setia menemani putri semata wayangnya itu. Awalnya jumpa fans berlangsung meriah, hingga kejujuran Verrel membuat hati Safira tersayat perih, karena ternyata Verrel sudah memiliki kekasih dan itu bukan Safira.
padahal jelas dalam suratnya tertulis, Verrel mengaku tertarik pada Safira dan berkembang kemudian menjadi suka.
Betapa kecewanya hati Safira, perempuan itu menangis tersedu karena cintanya tak bersambut. Padahal Verrel adalah nyawa bagi Safira, hanya dengan membaca surat itu safira bahagia, hanya setelah menerima surat itu safira mau mandi dan makan tepat waktu. Bahkan tidurpun dalam mimpi, Safira terus memimpikan Verrel.
Yang lebih membuat Safira terluka , ternyata temannya sendiri tega membohonginya. Kini hancur sudah kebahagiaan safira, hancur sudah nyawa safira, gadis yang malang, harus terbaring lemah di rumah sakit.
***
Agung meneteskan air mata, menyesali perbuatannya.
" Maafkan aku Safira...seharusnya aku tidak membuat kamu kecewa...aku tahu...kamu sangat mencintai Verrel, tapi aku juga tidak tega melihatmu bersedih ketika Verrel menolak pengakuan cintamu..."
" Safira...aku mohon bangunlah...sadarlah.. lihatlah...kami semua menyanyangimu....banyak yang mengharapkan kamu bahagia......safira...aku mohon bangun...aku berjanji akan menebus kesalahan aku dengan akan selalu membuat hidup kamu bahagia...."
Rintihan seorang lelaki dengan berlinangan air mata adalah tulus......Agung tulus mencintai Safira, dan berharap agar Safira bangun kembali untuk terus hidup bersamanya.
sebutir air mata menetesi tangan safira, kesejukan dari air ketulusan seseorang, mampu mengagetkannya, membuat jiwanya terbangun sadar, membuat matanya terbuka....
" Agung....." panggilnya pelan...
Rupanya panggilan itu masih sangat lemah sehingga membuat seseorang yang dekat di sampingnya tidak mampu mendengar suara tersebut.
" Aguuuunnggg...." panggilnya lagi, hatinya tersentuh melihat laki- laki yang selama ini dekat, menangis untuknya.
Laki laki itu masih saja sibuk meneteskan air mata, wajahnya terlihat sangat sedih, safira terketuk hatinya untuk lelaki tersebut.
Safira ingin membuat lelaki itu sadar, bahwa dirinya telah sadar, dia mencoba menggerakkan jari- jari tangan yang Agung sentuh. Pelan- pelan, dan dia berhasil.kini lelaki itu menoleh padanya, wajahnya penuh dengan air mata. Tidak di sangka...Agung yang selama ini adalah lelaki yang dikenal tegar, ternyata bisa juga menangis.
***
Agung segera mengusap air mata di kedua pipinya, rasa senang dan terharu menyelimuti relung hatinya...
Safira...
panggilnya..menyapa Safira yang sudah sadar.
***
Siang itu udara di taman rumah sakit terasa menyejukkan, Safira berjalan jalan dengan Agung yang berada di belakang mendorong kursi roda tersebut. keduanya terlihat berseri - seri...karena mereka kemarin malam baru saja resmi menjadi sepasang kekasih.
Terdengar teriakan orang orang di rumah sakit itu ramai...
" Verrel...apa kabar..."
" Verrel aku cinta padamu..."
"..Verreel...kamu tampan sekali...."
Ternyata sang idola berkunjung sekaligus menjemput manajernya.
" apakah kamu masih mengharap surat dari sang idola sayang...." tanya Agung dengan sedikit bersenda gurau...
*** selesai.....
halo.....malam malam aku buat cerita pendek...semoga kalian terhibur ya dengan ceritaku......