Mantan pacarku menjalin hubungan dengan putri keluarga kaya palsu.
Ternyata, teman sekamarku yang selama ini mempermainkanku!
Semua orang di kantor mengira bahwa Maybach di bawah adalah miliknya.
Hingga mereka melihatku pergi dengan mengendari mobil itu ....
1.
Beginilah ceritanya. Aku dan teman sekamarku magang di sebuah perusahaan. Saat makan siang, aku mendengar orang di belakang antrian berbicara tentang bedaknya yang pecah.
Aku dengan pelan mengingatkan, "Kiky, make up mu luntur."
Dia langsung berwajah suram dan mengeluarkan ponsel untuk memeriksa wajah. Tiba-tiba, dengan suara nyaring dia berteriak, "Padma, eyeliner kamu sudah luntur. Lipstiknya sampe ke mana-mana, eyeshadow-mu malah menjadi kantong mata!"
Malam itu, saat terbaring di sofa, aku berpikir, "Apakah Kiky berusaha menyaingiku dalam hal kecantikan?"
Pacarku, Yogie, sibuk memainkan ponselnya, "Apa maksudmu dengan bersaing kecantikan?"
Aku menjawab, "Itu artinya perempuan berlomba-lomba satu sama lain, saling membandingkan riasan wajah, tubuh langsing, penarikan perhatian pria dijadikan tujuan utama, seperti dalam persaingan gundik di zaman kuno."
Yogie mengucapkan, "Mungkin dia tidak bermaksud seperti itu. Bisa saja kamu memikirkan terlalu banyak."
Sambil memeluk bantal, aku berkata, "Baru magang beberapa hari, Kiky sudah berubah."
Yogie mengunyah stroberi. "Tidak boleh membawa sikap mahasiswa ke tempat kerja. Bekerja di perusahaan real estate nasional ini tidaklah mudah. Hargailah kesempatan ini, berusaha menjadi pekerja tetap secepatnya, jadinya kita bisa menjadi rekan kerja. Nanti, kita bisa memikirkan membeli rumah dan mobil, lalu menetap di kota H."
Yogie yang setahun lebih tua dariku, telah lulus masuk ke Perusahaan Tiara tahun lalu dan berhasil menjadi pekerja tetap. Tahun ini, dia sudah bergabung dengan kantor pusat.
Namun, Yogie terus-terusan membicarakan hal itu. Dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa diandalkan. Namun, aku makin muak mendengarnya.
2.
"Mari kita membeli satu unit apartemen di tempat ini. Uang sewa rumahmu bisa digunakan untuk membayar cicilan rumah ini. Sebagai seorang wanita, membayar beberapa juta setiap bulan untuk sewa rumah sangatlah tidak sepadan."
Apartemen ini dibeli secara tunai oleh ayahku dan diberikan kepadaku sebagai hadiah. Namun, aku memberi tahu Yogie bahwa aku menyewanya. Namun, bagaimanapun bisa dia memintaku menghemat uang sewa untuk membayar cicilan KPR rumahnya?
Sambil merasa kesal, aku membuka instagram
dan melihat beberapa foto selfie Kiky.
Penjelasan: Bedak brand mahal bisa luntur ? Sialan. Dasar kampungan yang tidak pernah pakai barang mahal.
Sial, aku hanya ingin mengingatkannya dengan baik, tetapi dia malah mengeluh di instagram.
Padahal, aku membantunya untuk mengubah resume dan berlatih wawancara. Semua itu sia-sia.
Ada satu foto profil yang sangat aku kenal di jajaran orang yang menekan tombol suka.
Itu Yogie.
Bahkan, dia meninggalkan komentar berupa satu bintang.
Malam itu, aku begadang untuk melihat instagram Kiky.
Yogie adalah alumni sekolahku, tentu saja dia juga kenal dengan Kiky. Namun, yang aneh adalah ada banyak interaksi di komentar, terutama di bawah foto selfienya Kiky. Awalnya, hanya komentar yang sopan seperti, "kamu cantik", "tempatnya bagus, ya", dan "pemandangannya bagus."
Kiky membuat close friend dan berinteraksi dengan pacarku.
Sekarang, dia sudah sengaja memperlihatkannya kepadaku.
Lucu sekali.
Yogie berkata, "Besok siang, jangan terlambat ya. Jangan sampai membuat ibuku menunggu."
Baiklah, aku akan bertemu keluarganya..
3.
Keesokan harinya, aku bahkan tidak merias wajahku. Aku hanya mengikat rambut dalam kunciran dan mengenakan baju sederhana dari Uniqlo.
Ketika bertemu dengan orang tua Yogie di depan restoran, wajah ibunya terlihat tidak senang.
Saat tiba di meja, ibunya tiba-tiba berkata, "Gadis ini berpakaian begitu sederhana."
Aku tidak terlalu memedulikannya. "Yang terpenting nyaman saja."
Aku sedikit terkejut ketika melihat penampilannya. Dia juga hanya mengenakan setelan dasar asal merek Chanel. Entah sudah model berapa tahun lalu.
"Penampilan wanita bergantung pada pakaian. Kamu hanya perlu mengerti itu, yang lain tidak penting. Merek parfummu mungkin tidak mahal, tapi itu adalah niatmu. Tante akan menerimanya."
Aku tidak bisa tidak memikirkan Kiky. Mereka pasti punya banyak hal untuk dibicarakan.
4.
Namun, setelah berbicara tentang cara berpakaian, ibunya langsung mengalihkan pembicaraan ke orang tuaku.
"Padma, dengar-dengar dari Yogie, ayahmu bekerja di instansi pemerintah, ya? Kamu bisa mendukung Yogie dengan gaji saat ini untuk membantu membayar cicilan rumah. Juga, pensiun kedua orang tuamu bisa memberi dukungan sedikit. Oh ya, jabatan ayahmu apa?"
Makin lama mendengarnya, perkataan ibu Yogie makin mengarah ke hal yang tidak pantas.
Sambil tersenyum, aku berkata, "Tante, ayahku bukan pejabat. Dia hanya seorang pegawai negeri biasa."
"Padma, bukankah ayahmu seorang pejabat?"
Aku segera menjawab, "Memanngya kenapa kalau ayahku seorang pejabat atau bukan?"
"Tentu saja, jika tidak ada pensiun kedua orang tuamu, kamu harus membiayai masa tua mereka. Gaji kamu sekarang mana cukup untuk membantuku membayar cicilan rumah, bahkan uang muka pun tidak cukup. Ditambah lagi dengan ibumu, kapan kita bisa membeli apartemen di kompleks Sky No.1?"
Aku berkata, "Apa? Apakah kamu ingin menikah denganku atau dengan rumah?"
Di akhir pekan yang tersisa, aku mengumpulkan semua kenangan, hadiah, dan foto yang telah ditinggalkan oleh Yogie sejak kami saling mengenal.
Pada awalnya, pilihanku jatuh pada Yogie hanya karena wajahnya memenuhi standarku. Dia juga cukup perhatian terhadapku.
Tak sedikit hadiah yang dia berikan, seperti jepitan rambut kayu yang memerlukan waktu berjam-jam untuk dibuat, bintang kerajinan tangan, syal rajutan, dan cincin perak hasil polesan sendiri. Aku tak pandai memasak, jadi Yogie belajar memasak untukku, bahkan di hari ulang tahunku dia membuatkan kue untukku.
Duduk dengan lutut terlipat, aku diam-diam menyaksikan kenangan antara aku dan dia. Kemudian, aku menelepon bibi di rumah dan meminta semuanya dibuang.
5.
Pada hari Senin pagi, untuk pertama kalinya aku pergi ke kantor dengan mobil Maybach.
Minggu kerja magangku akan berakhir pada minggu ini. Sesuai dengan kebiasaan, tingkat kelulusannya hanya 30% sehingga teman-teman magang seangkatanku gugup.
Saat makan siang di kantin, sebagian pembicaraan berkisar pada tingkat kelulusan, sementara yang lain membicarakan mobil di tempat parkir.
Ketika istirahat siang berakhir, Kiky bukan hanya menjadi pemilik mobil Mayback itu, tetapi juga merupakan pewaris rahasia dari keluarga kaya.
Hingga Yogie mengirimiku pesan di WeChat, "Kudengar ada putri dari bos besar di antara teman magangmu. Apakah itu benar?"
Bisakah itu palsu? Orang yang kamu maksud berada di depanmu, sayangnya kamu buta.
Malam hari itu, Yogie datang ke rumahku pada pukul 20.00.
Dia menggelengkan kepala. "Ibuku mengatakan hal yang masuk akal. Penampilan seseorang memiliki pengaruh besar, terutama bagi seorang wanita. Padma, kamu bisa belajar dari Kiky."
Aku pun tak sungkan. Aku mengeluarkan ponselku dengan perasaan tidak enak. "Kamu ceritakan dulu apa hubunganmu dengan Kiky."
Beberapa saat yang lalu, dia bilang sedang rapat dan baru pulang pukul 20.00. Namun, Kiky sudah mengunggah foto bunga.
Di sudut foto tersebut, terlihat sepotong jam tangan. Itu adalah jam tangan Rolex yang aku berikan padanya.
"Bagaimana dengan interaksi dan komentar sebelumnya? Apa arti bintang itu?"
Yogie pun kesal. "Hanya sebagai teman biasa. Bisakah kamu berhenti berpikir begitu banyak?"
"Yogie, masih ingatkah kamu bagaimana jam itu bisa ada di tanganmu?"
Yogie tak tahu berapa harganya, tetapi aku tahu.
Jam itu adalah gaji magangku di paruh kedua semester tiga tahun ketiga. Totalnya adalah seratus tiga puluh juta.
Kemudian, aku menatap matanya, "Tinggalkan jam itu dan pergi."
Dia terdiam sejenak, lalu melepas jam itu dengan kasar dan menunjukku. "Ingatlah apa yang kamu katakan. Jangan datang meminta maaf padaku untuk berbaikan!"
Pukul 00.00 malam, Kiky memperbarui status di Moments WeChat, dengan foto bersama yang dilengkapi keterangan menjijikkan. "Kami".
Dalam foto tersebut, dia dan Yogie berdekatan dengan wajah penuh kebahagiaan.
6.
Belum lama setelahi Kiky mengumumkan hal itu, satu teman sekamar menghubungiku. "Sebenarnya, ini hal yang bagus, di masa-masa kuliah Kiky selalu memuji betapa baiknya pacarmu yang membelikanmu barang-barang mewah dan sebagainya. Saat itu, aku mulai meragukan karakternya. Yogie mengenakan jam merek terkenal, 'kan? Kiky berulang kali mengatakannya."
Yogie tidak pernah memberiku barang mewah. Dia hanya memberikan nilai emosi.
Satu-satunya jam merek mewah yang ada di Yogie hanyalah yang aku berikan.
Kini, semuanya menjadi menarik.
Beberapa hari berikutnya saat magang, aku selalu mengendarai Maybach.
Rekan-rekan magang hampir berkerumun di sekitar Kiky dan selalu bersikap sopan terhadapnya.
Aku heran, mengapa dia tak merasa bersalah.
Pada Jumat sore, seluruh anak magang dipindahkan ke ruang pertemuan untuk pengumuman daftar nama yang lolos seleksi akhir.
Ada satu bagian di mana setiap orang harus menyampaikan kata-kata penutup. Kiky dengan manis berkata, "Aku ingin menjadi bintang yang menyinari orang yang aku cintai, itulah makna sejati bintang."
Upacara hampir berakhir, daftar nama seleksi akhir pun diumumkan.
Kiky selalu berada di bawah perlindunganku selama setengah periode magang. Dia juga berperilaku seolah-olah segala sesuatunya baik-baik saja dan berhasil masuk pada peringkat ke-10.
Namun, namaku tidak muncul di daftar nama yang lolos seleksi akhir.
7.
Aku berjalan di belakang, lalu menyusul mereka menuju tempat parkir.
Semua orang berjalan menuju Maybach.
Kiky tentu saja tidak bisa membuka pintu mobil. Aku sedang memikirkan bagaimana dia akan mengakhiri semuanya ketika dia mulai bersikap arogan.
Dia tampak mengerucutkan bibirnya. "Padma, apa yang kamu lakukan di sini?"
"Ya, sepertinya kamu tidak lolos. Bukankah ini tidak pantas bagimu untuk ikut merayakan?"
Namun, di tengah suasana yang harmonis, terdengar suara yang berpendapat berbeda.
"Kiky, sepertiga dari hasil kinerja tim kita adalah jerih payah Padma. Bahkan, ide-idenya juga dia yang memberikan. Kamu bisa terpilih berkat dia."