"Ah sudah selesai.Lain kali lebih hati-hati!"
Chanyeol selesai membalut luka Sora.
"Iya,Dokter.Terima kasih."
mata Sora masih berbinar memandang Dokter Chanyeol.
Chanyeol menepuk pelan puncak kepala Sora.
"Lain kali,Akan aku katakan pada Dokter Baekhyun kalau adiknya keras kepala seperti ini lagi!"
"Tidak tidak!Jangan!
Baekhyun tidak akan membiarkan aku hidup tenang.
Uh.. membayangkannya saja sudah menyebalkan!"
"Iya tapi dia Kakakmu!
Orang pertama yang harusnya tempat kamu bersandar.
Dan lagi.Dia adalah rekan kerjaku juga disini."
"Sshhh.." Sora melirik kanan kirinya.
"Karena itu aku tidak tahan.
Kamu tahu sendiri dia begitu cerewet.
Aku sudah berusia 20 tahun dan dia masih memperlakukan aku seperti anak sekolah dasar.
Siapa yang tidak jengah?"
"Wajar dia seperti itu.
Aku juga tahu pasti.
Bagaimana dia bertanggung jawab disini mengurusmu."
"Chanyeol Oppa.Stop!
Kalau kamu bicara lagi.
Aku lebih baik segera pergi dari sini."
"Bukankah aku sudah menyuruhmu pulang?
Kamu jangan lupa ambil obatnya."
Sora mendengus kesal cemberut.
"Baiklah aku akan pergi!"
Sora bangkit dari tempat tidur pasien.
Melihat perban yang membalut telapak tangannya.
"Jangan coba-coba lagi memasak untukku!"
Chanyeol menunjuk tangan Sora dengan clipboard di tangannya.
"Aku serius!Aku bisa beli sendiri memesan lewat pesan antar!"
"Ih!Iya iya!"
Sora melangkah cepat meninggalkan Chanyeol.
Tadi hampir sepagian Sora mencoba membuat Kimbab untuk Chanyeol.
Tapi ditengah memasak, Dirinya salah mengambil.
Alih-alih mengambil wortel.
Sora mengambil dengan semangat pisau dan langsung memegang erat.
Alhasil telapak tangannya ya...
Lihatlah sekarang.
Sora duduk di bangku tunggu depan apotek.
Menunduk berpikir bodohnya dirinya.
Terlalu semangat memotong sayuran sambil bernyanyi dan berjoget riang.
Eh...malah teledor seperti tadi.
"Nona Kang Sora."
panggil apoteker didepannya.
Sora berdiri mengambil obatnya.
"Terima kasih."
"Sora-Sii.. semoga cepat sembuh dan tetap jaga kesehatan ya.."
apoteker di hadapannya tersenyum.
"Dan jangan dekati dapur lagi!"
suara tegas di belakang bahu Sora.
Sora mengerjap kaget.
(Baekhyun? Baekhyun Oppa?)
Sora membalikkan badannya dan menghadap Baekhyun kini.
"Eh ,Oppa."
Baekhyun menghela nafas berat.
Alisnya mengerut bibirnya menipis menahan marah.
"Apa masih belum cukup?"
Sora menggelayuti tangan Baekhyun.
"Oppa.
Aku sungguh tidak sengaja.
Dan kali ini.
Aku benar-benar hanya ingin membuat Kimbab untuk Oppa."
Baekhyun menurunkan tangan Sora di lengannya.
"Apa kamu pikir aku tidak tahu?"
Sora melirik Baekhyun beberap kali.
Akhirnya mengangguk.
"Baiklah baiklah..
Iya aku salah..
Aku minta maaf ya Baekhyun Kakakku yang baik.."
😅👍
Baekhyun menarik tangan Sora menuju ke parkiran rumah sakit.
Hingga tiba di depan mobil Baekhyun.
"Ayo masuk!"
perintah Baekhyun.
Sora langsung memasuki kursi penumpang di sebelah kursi pengemudi.
Sora enggan membuat Baekhyun lebih marah lagi.
Dia tahu Baekhyun benar-benar mengontrol emosi saat ini.
Mobil Baekhyun keluar dari lingkup rumah sakit.
"Kalau Chanyeol tidak mengatakan padaku tadi.
Apa kamu tidak akan memberitahuku?"
Baekhyun bertanya kesal.
Sora hanya menoleh sekali menatap Baekhyun lalu mengalihkan pandangannya ke jalanan.
Enggan menjawab.
"Sora!"
"Ya.Aku tidak akan mengatakan apapun pada Baekhyun Oppa."
gumam Sora.
"Kamu..Sora.
Kita di sini cuma berdua.
Ayah dan Ibu mempercayakan kamu padaku."
"Ya...aku tahu."
suara Sora pelan bicara menghadap jendela mobil.
"Tapi aku juga bukan anak sekolah dasar yang harus selalu dalam pantauan Oppa."
"Kalau kamu tidak segila ini.
Aku bisa saja percaya padamu."
Sora menatap Baekhyun kini.
"Kalau Baekhyun Oppa percaya padaku kalau aku layak bersama Chanyeol.
Aku tidak akan segila ini!"
ucapnya keras.
"Sora!
Hah.. lihatlah.
Kalau kamu tidak mengontrol obsesimu pada Chanyeol.
Aku bisa lebih tenang membiarkanmu melakukan semua."
"Haha! Lucu sekali.
Aku seobsesi ini pun karena Oppa melarangku mencintai Chanyeol!"
"Sora.
Chanyeol itu teman baikku.
Dan kamu masih terlalu muda."
"Aku sudah 20 tahun .
Apa yang membuatmu menahanku untuk mencintai Chanyeol?"
Baekhyun hanya mendecakkan bibirnya enggan bicara lebih jauh.
Chanyeol adalah temannya yang baru bertemu di rumah sakit tempatnya bekerja sekarang.
Baekhyun masih sakit hati karena pernah mencintai seorang wanita.
Namun wanita itu menolaknya dan mengatakan bahwa dia mencintai Chanyeol.
Lebih buruknya.
Chanyeol menolak wanita itu.
Baekhyun masih begitu kesal mengingat itu.
Serasa ingin mengutuk agar Chanyeol tidak akan pernah mendapatkan cinta.
Sejak Baekhyun tahu Sora menyukai Chanyeol.
Baekhyun begitu terpukul.
Melarang Sora adalah langkah terbaik dengan alasan tidak ingin merusak hubungan persahabatan.
Sora melambaikan tangannya memutar bola matanya.
"Ya ya ya...karena kalian bersahabat!
Klise!Jangan heran kalau aku jadi lebih gila lagi nanti!"
"Sora please.. Tolong lah..biarkan aku hidup lebih tenang."
Ucap Baekhyun memelas.
Sora melirik tajam Baekhyun.
"Kalau begitu biarkan aku juga tenang mencintai Chanyeol!"
"Kalau cara kamu 'normal' mengejar Chanyeol.
Bisa saja aku mengijinkan."
Sora melotot kesal.
"Oppa!"
Baekhyun mendengus menahan tawa.
"Coba kamu ingat.
Pertama kamu mencoba mengejarnya.
Kamu membuat apa untuknya agar dia terkesan?"
Sora mengalihkan pandangannya lagi dari menatap Baekhyun.
"Ah.Aku masih ingat.
Kamu membuat angsa dari kertas.
Kenapa aku bilang gila?
Karena isi otak kamu tidak wajar.
Kamu membuat 1000 angsa kertas.
Melipatnya semalaman hingga mata pandamu mengalahkan besarnya bantalmu!
Hahaha.." 🤣
Sora mencubit lengan Baekhyun.
"Ih! Oppa ngapain diingatkan lagi sih?"
"Eh belum lagi sesudah itu.
Kamu mencoba menulis surat mengajaknya jalan-jalan di taman bermain kota.
Kamu menulis bukan cuma 1,2,3 atau 5 surat.
Tapi kamu menulis 50 surat ke Chanyeol"🤣
Baekhyun kembali terkekeh.
"Oppa!"
Sora malu mengingatnya.
Kenapa Baekhyun membicarakan kenangan memalukan itu lagi hah?
"Eh...tapi sesudah itu lebih mengerikan!
astaga...Aku tidak tahu semalu apa dirimu waktu itu.
Chanyeol cerita padaku hanya dengan ekspresi biasa.
Tapi aku tidak tahan menertawakanmu selama seminggu lebih!
Saat kalian akhirnya aku izinkan ke taman kota berjalan-jalan.
Kalian berdua makan di restoran steak.
Dan kamu mencoba memotong steak dengan pisau.
Tapi steak yang kamu potong terlalu kencang kamu tekan dan lari ke dada Chanyeol!
Kamu juga menumpahkan jus strawberimu di rokmu!
Astaga Sora..Hahaha.." 🤣
Sora meninju lengan Baekhyun kini.
"Apa begitu senang menertawakan aku?
Apa kamu bahagia sekarang,Oppa?!"
Senyum Baekhyun masih terpajang di wajahnya.
"Ya .. semua usahamu yang jadi nol besar itu benar-benar menghiburku dan Chanyeol dan semua temanku."
"Kalau begitu...apakah kamu sudah mengizinkan aku untuk mendapatkan Chanyeol?"
Baekhyun langsung mendeham keras.
"EHM.TIDAK!"
katanya tegas.
Sora cemberut.
"Ih!"
-----------
Keesokan harinya.
Baekhyun berjalan menuju kafetaria.
"Hey,Bro!"
Baekhyun menoleh.
"Hey ,Jessi."
sapanya ke rekannya.
Jessi melihat kanan kiri Baekhyun.
"Kamu sendiri?"
"Mhm.Kenapa?"
jawab Baekhyun enteng.
"Dimana Chanyeol?"
"Dia hanya menitip minta dibawakan ice coffee saja nanti.
Ada apa?
Apa ada yang penting?"
Jessi menggeleng.
"Ah tidak.."
Mereka akhirnya tiba di kafetaria.
Kafetaria tidak begitu ramai kali ini.
Baekhyun dan Jessi duduk di pojok ruangan.
Menyesap kopinya.
Baekhyun memperhatikan Jessi lebih cermat.
Jessi adalah rekan kerja yang sudah cukup lama bekerja di rumah sakit ini bahkan sebelum Baekhyun dan Chanyeol di sini.
Jessi terlihat agak resah canggung.
"Hey Jessi.
Ada apa?
Apa ada pasien mengesalkan atau pacarmu berulah?"
"Haha..pacarku tidak berulah, Baekhyun!
Kamu ini bicara apa?
dan pasienku semua baik-baik saja.
Tidak ada masalah sama sekali."
"Lalu kenapa kamu seperti terkena konstipasi begitu?"
Jessi mengambil kertas menu dihadapannya lalu menggulungnya dan mengetuk kepala Baekhyun.
"Pikiran kamu itu yang konstipasi!!"
Baekhyun tersenyum lebar.
"Apa bisa konstipasi naik ke otak?
wahh aku baru tahu.."
"Iya.Konstipasi otak bisa terjadi cuma untuk Dokter Baekhyun!
Haishh..memang isi otakmu itu tidak pernah normal ya.
Aku mau bilang.
Kamu jangan terlalu keras kepada adikmu dan Chanyeol"
"Ada apa dengan adikku dan Chanyeol?"
"Memangnya aku buta?
Aku tahu kamu orang yang paling menentangnya."
Baekhyun mengangkat bahunya sambil meminum kopinya.
"Aku masih berhubungan baik dengan Chanyeol.
Apa masalahnya?"
"Masalahnya itu disitu!"
Jessi menekan dada Baekhyun.
"Sakit hatimu ke Chanyeol.
Iya kan?"
"Hey..Aku tidak ada sakit hati apapun ke Chanyeol."
"Kamu ditolak oleh seorang Yunhee bukanlah salah Chanyeol.
Yunhee sendiri yang cerita padaku.
Yunhee adalah sepupuku.
Dan lebih tepatnya.
Yunhee cerita kalau Chanyeol tidak bisa menerima cinta Yunhee karena Baekhyun mengutarakan pada Chanyeol kalau dia mencintai Yunhee."
Baekhyun baru tahu kalau Yunhee adalah sepupu Jessi.
Baekhyun hanya tersenyum kecil canggung.
"Lalu?"
Jessi menatap serius Baekhyun.
"Sudah 2 tahun lebih Yunhee terakhir kesini.
Sejak tahun kemarin adikmu kesini dan mulai melakukan apapun untuk Chanyeol.
Apa tidak lebih baik kamu izinkan mereka bersama?"
Baekhyun menatap Jessi serius.
"Aku ...aku takut adikku makin terobsesi ke Chanyeol."
"Dia hanya berulah karena kamu menentangnya.
lihatlah Chanyeol selalu berakhir mencoba melindungi dia.
Sora kemarin datang kemari setelah dipaksa Chanyeol.
Sora tidak mau kesini karena takut kamu marah.
Kami tahu kamu saat itu sedang ke lokasi TKP kecelakaan.
Sora akhirnya mau ke rumah sakit setelah dibujuk Chanyeol.
Luka telapak tangannya kemarin bukan main-main, Baekhyun.
Dan dia begitu takut ke rumah sakit hanya karena takut padamu."
Baekhyun terdiam.
"Hey Jessi!
Ya Baekhyun!
Kamu lama sekali?!
Aku sudah menunggu kamu dari tadi!"
Seseorang datang menghampiri.
suara rendah dan dalam datang tiba-tiba mendekati meja mereka.
"Hai Chanyeol."
sapa Jessi.
"Hai Jessi.
Aku sudah lama jarang melihatmu.
Kemana saja kamu?"
"Ah...Aku sekarang bertugas di gedung kiri kebanyakan.
Kamu tahu kan.
Aku di spesialis Jantung.
Pasien disana benar-benar intensif.
jadi pemeriksaan terus berlanjut lama."
"Oh begitu.." Chanyeol mengangguk-angguk.
"Hey Baekhyun!Kamu bengong?
Halo...mana kopiku?"
Chanyeol mengibaskan tangannya didepan Baekhyun.
Baekhyun hanya tersenyum kikuk.
"Ya...Aku belum pesan.
Maaf..Kami terlalu asik mengobrol.
Aku lama tidak bertemu Jessi.
Jadi..ya...keasikan begini.."
"Hmm.Baiklah.
Aku akan ke depan dulu memesan kopiku.
Tunggu aku disini!"
Chanyeol berdiri menuju meja kasir memesan kopinya.
Jessi memandang Baekhyun kini.
Baekhyun bertemu pandangan Jessi mengangguk mengerti.
"Aku tahu."
-------------
Malam itu Sora menonton TV di sofa santai.
Berkali kali memandang tangannya sedih.
Membuka tutup telapak tangannya.
Karena terluka kemarin.
Jadi dia tidak dapat memakai tangannya dengan maksimal.
Sora menghela nafas berat sedih.
"Hey..adik Oppa..kenapa sedih?"
Sora membuang muka membelakangi Baekhyun.
"Hmm.."
Baekhyun mengambil tangan Sora yang terluka.Mengelusnya lembut.
"Apa kamu mau menitip sesuatu untuk Chanyeol besok?"
Sora memandang Baekhyun penuh selidik.
"Ada apa ini?
Apa kamu baru jadian dengan seorang wanita?
Siapa orangnya?katakan?!"
"Tidak ada!Aku masih jomblo single free available!"
"Apa kamu merebut pacar orang?"
"Astaga Sora!Aku bilang tadi aku masih single!"
"Ha?" Sora menutup mulutnya tidak percaya.
"Apa kamu menyukai Chanyeol ku?"
Kali ini Baekhyun mengambil bantal sofa didekatnya lalu mengetuk kepala Sora dengannya.
"Jangan sembarangan!Haishh adikku ini!
Apa otak kamu abnormal?"
"Ya aku kan dapat isi otak seperti ini juga dari Oppa!"
protes Sora.
"Jadi kenapa kamu tiba-tiba menawarkan diri membantuku?"
"Ya..karena aku adalah Oppa terbaik.
Kakak terbaik sedunia!
Jadi aku izinkan kamu mencintai Chanyeol!"
Mulut Sora ternganga mendengar ucapan Baekhyun.
"Ayo sekarang kamu mau buat kegilaan apa?
biar aku bantu!" ucap Baekhyun semangat.
-------
Keesokan harinya.
Chanyeol menggoyangkan kotak dihadapannya bingung.
"Hey jangan digoyang goyang!
Nanti hancur!"
Baekhyun menahan tangan Chanyeol menggoyang kotak dihadapannya.
"Ini apa? Baekhyun?kamu membuat ini untuk aku?"
"Ih!Bukan dari aku lah!
Ini dari...ehm..dari ..adikku"
suara Baekhyun makin pelan.
Alis Chanyeol terangkat.
"Hah?Sora kah?Apa tangannya sudah sembuh?"
Baekhyun mengernyit mendelik tajam ke Chanyeol.
"Ish! Kalau kamu tidak mau ya sudah!Biar aku bawa kembali!"
"Chanyeol! Chanyeol Oppa!!"
suara semangat keras memanggil Chanyeol.
Baekhyun dan Chanyeol menoleh ke arah suara.
"Sora?"
Chanyeol heran lalu melirik Baekhyun takut.
Sora sedikit berlari menghampiri Chanyeol.
Setelah tiba dihadapan Chanyeol.
Sora langsung berjingkat menggapai wajah Chanyeol menangkupnya dan mengecup pipinya.
"Chanyeol Oppa!
Baekhyun sudah mengizinkan aku untuk mencintai kamu!
Sekarang kita resmi pacaran !Yeayyy!!!"
Baekhyun menelan ludah menahan dirinya.
Tangannya terkepal di sisi tubuhnya.
"Eh..iya Chanyeol.Aku sudah setuju dengan hubungan kalian."
Chanyeol tersenyum lega kini menatap Sora.
"Ok.Sekarang officially kita pasangan kekasih!"
Chanyeol mengecup pipi Sora.
************ end*******